chapter

Spell For Love (7)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Aku balik lagi. Meskipun lama, soalnya aku bener-bener sibuk banget. Dan nyari waktu kosong buat nulis meskipun cuma sedikit-sedikit. Dan itu kenapa ini jadi lama. Dan ini double update sama aku bawa satu prolog FF baru ^_^

Langsung mulai aja ya^^

AUTHOR POV

 

Sooyoung kembali melihat selembar kertas yang sejak satu setengah  jam yang lalu terus berada ditangannya. Dia ingin memastikan jika semua barang yang tertulis di atas kertas itu tidak ada yang tertinggal. Hingga dering ponselnya membuatnya menghentikan sementara kegiatan itu.

‘Yeoboseyo.’

                   ‘Kau sudah selesai?’

                   ‘Belum. Aku masih memeriksanya. Siapa tahu ada yang tertinggal.’

                   ‘Ya Tuhan Choi Sooyoung, ini sudah lebih dari satu jam sejak aku menelponmu tadi. Dan kau masih belum juga selesai? Memangnya kau membawa semua isi kamarmu?’

                   ‘Dengarkan aku tuan Cho Kyuhyun yang baik. Aku hanya ingin memastikan aku membawa semua barang yang aku butuhkan. Aku tidak mau harus membeli barang baru kar’na aku lupa membawa barang milikku.’

                   ‘Terserah kau sajalah. Satu jam lagi kau harus sudah selesai. Jika belum, aku akan menarikmu keluar tanpa membawa barang apapun.’

                   ‘Iya, iya aku mengerti. Kau cerewet sekali!’

                   Sooyoung melempar ponselnya ke atas kasur. Dia mencibir pelan atas sikap Kyuhyun tadi. “Dia benar-benar menyebalkan!”

“Kau bicara dengan siapa?”

Suara Jaejoong yang terdengar tiba-tiba membuat Sooyoung sedikit terkejut. Gadis itu hanya menatap Jaejoong yang sedang berjalan menghampirinya.

“Kau bicara dengan siapa tadi?” Jaejoong kembali menanyakan hal yang sama setelah dia duduk di sofa panjang yang ada di kamar Sooyoung.

“Bicara apa maksudmu?”

“Tadi aku samar-samar mendengarmu bicara.”

“Oh itu. Aku sedang menelpon seseorang.”

“Nugu?” Jaejoong tampak sangat penasaran dengan orang yang Sooyoung ajak bicara tadi. Karena setahunya, dia hanya akan mengumpat setelah mematikan telepon dari dirinya atau dari Changmin karena dia merasa kesal.

“Kau tidak perlu tahu.”

“Boleh aku tebak?”

Sooyoung mendekatkan tubuhnya ke arah Jaejoong dan menajamkan pandangan matanya. “Coba saja kalau kau bisa.” Sooyoung kembali menarik tubuhnya dan kembali sibuk dengan barang-barangnya.

Jaejoong terlihat berpikir. “Aku tahu jawabannya.” Sooyoung berbalik dan mengangkat kedua alisnya. “Cho Kyuhyun. Aku benar, kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Mudah.” Jaejoong lalu mendekati Sooyoung. “Kau hanya akan menjadi berisik saat menelponku, Changmin atau kedua orang tuamu. Tapi kedua orang tuamu ada dibawah. Dan aku yakin sekali Changmin masih tidur sekarang. Dan satu-satunya orang yang sangat dekat denganmu akhir-akhir ini adalah lelaki itu. Jadi itu sangat mudah nona Choi.”

“Baiklah, baiklah. Kau benar Kim Jaejoong-ssi.”

“Kau mau pergi dengannya?”

“Ne?” Sooyoung tampak gugup. “A…Aniyo. Aku hanya mau menemaninya membeli hadiah. Dia bilang ada sepupunya yang akan berulang tahun.”

“Itu artinya sama saja kau mau pergi dengannya, bodoh!”

“YAKK!!!” protes Sooyoung saat Jaejoong memukul kepalanya.

“Kenapa dia tidak pergi dengan Sica? Sepupu Kyuhyun juga kan sepupunya Jessica.”

“Jessica pasti sudah pergi dengan Donghae.” dan tepat setelah kalimat yang baru saja keluar dari bibir Sooyoung itu berakhir. Ekspresi wajah Jaejoong langsung berubah.

“Hmmm, kau benar.”

“Seharusnya aku tahu jawabannya dan tidak seharusnya aku bertanya. Kau sangat bodoh Kim Jaejoong.”

“Apa Kyuhyun belum pulang?” Donghae duduk disamping Jessica yang sedang memainkan ponselnya.

“Dia bahkan baru pergi beberapa menit yang lalu.”

“Wae?” tanya Donghae lagi. Tapi kali ini wajah Donghae tampak bingung dengan jawaban Jessica.

“Apanya yang kenapa?”

“Aku sudah pergi sekitar dua jam yang lalu. Dan dia bilang jika dia akan menjemput Sooyoung sebelum aku pergi.” Donghae menatap Jessica. “Aku ingat dia bilang sepuluh menit lagi dia akan pergi menjemput Sooyoung. Lalu kenapa dia baru pergi?”

“Sooyoung tidak juga selesai memeriksa barang yang akan dia bawa. Jika tadi kau ada disini, kau akan mendengar Kyuhyun terus mengomel kar’na Sooyoung.”

“Apa kau tidak berpikir jika Kyuhyun mulai berubah sejak dia mulai dekat dengan Sooyoung?!”

“Kau benar. Kyuhyun mulai menjadi ‘manusia’ sekarang.” Donghae tertawa pelan saat Jessica menekankan kata ‘manusia’. “Tapi dia benar-benar terlihat seperti robot sebelumnya. Kau bahkan hanya akan melihatnya tersenyum dan tertawa saat dia sedang ada di apartemen.” ucap Jessica tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

“Apa kau pikir Sooyoung bisa membuat Kyuhyun melupakan masa lalunya dengan Seohyun?” Donghae menunjukkan ekspresi yang sangat serius setelah menyelesaikan kalimat tanyanya.

Jessica menatap Donghae dalam. Dia sendiri bahkan tidak tahu apakah Sooyoung bisa membuat luka masa lalu Kyuhyun sembuh. Karena dia tahu jika hati Sooyoung juga tidak baik-baik saja. Dan Jessica juga yakin jika Donghae juga sebenarnya tahu tentang itu. Karena masa lalu mereka juga berada di lingkaran yang sama dengan masa lalu mereka berdua.

“Kita lihat saja nanti. Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.” Jessica tersenyum dan hanya dibalas senyuman tipis oleh Donghae.

Sooyoung menatap Jessica yang datang dengan dua cangkir teh ditangannya. Gadis itu memberikan kedua cangkir teh itu pada Kyuhyun dan Sooyoung.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Jessica yang sadar jika Sooyoung terus menatapnya.

“Tidak ada. Ini hanya pertama kalinya aku melihatmu membuat minum.” Donghae tertawa mendengar ucapan Sooyoung yang polos.

“Aku sering membuat minum untuk kedua laki-laki itu.” ucap Jessica dengan mengarahkan jarinya kepada Kyuhyun dan Donghae secara bergantian. Sementara Sooyoung hanya menganggukan kepalanya.

“Jadi besok kita akan pergi jam berapa?” tanya Donghae yang sudah sibuk memakan es krim yang dia ambil dari dalam kulkas beberapa menit yang lalu.

“Tiket pesawatnya jam sepuluh pagi. Kita akan pergi jam delapan.” jawab Jessica.

“Aku pergi dulu sebentar. Ada beberapa barang yang harus aku beli.” ucap Kyuhyun tiba-tiba. Membuat tiga orang lain di dalam ruangan itu menatapnya bingung. Kenapa laki-laki itu tidak membelinya saat dia menjemput Sooyoung tadi?

“Boleh aku ikut?” tanya Sooyoung. Entah kenapa dia merasa ada yang berbeda dengan Kyuhyun sejak di perjalanan dari rumahnya tadi.

“Untuk apa? Aku akan jalan kaki.” Kyuhyun menatap Sooyoung tajam. Entah kenapa Sooyoung merasa apa yang Kyuhyun ucapkan bukanlah pertanyaannya. Tapi lebih seperti penolakan.

“Aku hanya ingin membeli vitamin di apotik.” Sooyoung bisa melihat Kyuhyun menghela nafasnya.

“Baiklah, kau boleh ikut.” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya. “Dan jangan lupa pakai jaket.” Kyuhyun kemudian masuk kedalam kamarnya.

“Dia kenapa?” tanya Donghae yang tampak bingung.

“Aku juga tidak tahu.” jawab Jessica yang tampak tidak terlalu peduli dengan sikap Kyuhyun.

“Kenapa kau ikut? Bukankah kau bilang kau tidak ingin membeli barang baru?” Kyuhyun mencoba untuk memecahkan keheningan yang melanda dirinya dan Sooyoung sejak mereka keluar dari apartemennya beberapa menit yang lalu.

“Aku memang tidak benar-benar ingin membeli vitamin. Aku hanya merasa ada yang salah dengan dirimu.”

Kyuhyun menolehkan kepalanya pada Sooyoung yang tampak mulai kedinginan karena angin malam itu cukup besar. “Apa kau bahkan sudah bisa mengenal diriku hanya beberapa minggu setelah kita mulai dekat?!”

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan wajah kesal. “Siapapun yang melihat sikapmu tadi akan tahu jika kau tidak sedang baik-baik saja Cho Kyuhyun-ssi.” Sooyoung lalu menajamkan pandangannya. “Tanpa perlu mengenal dirimu.” Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Meskipun Sooyoung menjadi sangat cerewet sekarang, tapi entah kenapa itu membuatnya menjadi lebih nyaman berada disamping gadis itu.

“Aku melihat Seohyun dan Changmin tadi.” kalimat yang baru saja keluar dari bibir Kyuhyun membuar Sooyoung mematung. Dan laki-laki itu tidak perlu bertanya apa alasannya. Karena dia tahu dengan pasti apa jawabannya.

“Be…Benarkah?” Sooyoung mencoba mengontrol detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak menjadi sangat cepat.

“Tepat di kafe yang berada tidak jauh dari komplek rumahmu.” Kyuhyun tahu itu adalah hal yang ingin Sooyoung tahu. Karena entah kebetulan atau tidak. Dia dan Sooyoung hampir selalu memikirkan hal yang sama jika itu mengenai Seohyun dan Changmin.

“Apa yang kau lakukan disini Choi Sooyoung?” Kyuhyun dan Sooyoung menoleh saat mendengar suara seorang laki-laki yang menyebut nama Sooyoung.

“Changmin?!” Sooyoung terlihat cukup terkejut karena melihat Changmin yang tiba-tiba berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah yang Sooyoung sendiri tidak dapat mengartikannya. Bertanya dan kesal. Itulah kira-kira yang bisa Sooyoung lihat dari eskpresi wajah Changmin.

Sementara Kyuhyun terlihat memandang Changmin dengan wajah datar. Laki-laki itu sama sekali tidak menunjukkan eskpresi terkejut karena laki-laki yang baru saja mereka bicarakan tiba-tiba muncul dihapannya.

“Apa yang kau lakukan disini Choi Sooyoung?” Changmin mengulangi pertanyaan yang belum Sooyoung jawab.

“Aku hanya….”

“Kau tidak perlu menjawab pertanyaannya.” Kyuhyun memotong ucapan Sooyoung.

“Kau tidak perlu ikut campur.” Changmin menatap Kyuhyun tajam. Changmin lalu menatap Sooyoung. “Ikut denganku.” Changmin menarik tangan Sooyoung.

“Tapi aku…”

Kyuhyun tiba-tiba menarik tangan Sooyoung dan membawa gadis itu agar berdiri di balik tubuhnya. “Kau tidak perlu memaksanya. Dan kau sebaiknya pergi sekarang, sebelum aku melakukan hal buruk padamu.” Changmin mengepalkan kedua tangannya.

“Kau tahu. Apa yang kau lakukan ini membuatku semakin membencimu Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya. “Itu adalah kalimat yang sama yang ingin aku katakan padamu Shim Changmin.”

“Sudah hentikan.” Sooyoung menatap kedua laki-laki dihadapannya dengan tatapan khawatir.

Kyuhyun menatap Sooyoung. “Kita pergi dari sini. Aku sedang tidak ingin memukul orang.” Kyuhyun kemudian menarik tangan Sooyoung pelan meninggalkan Changmin yang memandang keduanya dengan sangat kesal.

“Kau bahkan sudah pernah membuat Seohyun pergi dariku. Dan sekarang kau ingin membuat Sooyoung juga pergi?! Kau menjijikan Cho Kyuhyun!”

“Kau baik-baik saja?” Sooyoung menata Kyuhyun yang sedang meminum kopinya.

“Memangnya kenapa?”

“Kau terlihat sangat emosi tadi.”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Laki-laki itu selalu berhasil membuat emosiku naik.”

Sooyoung menghembuskan nafasnya perlahan. “Apa kau tidak bisa melupakan kisah masa lalumu dengan Changmin?”

Kyuhyun menatap Sooyoung. “Apa kau sendiri bisa melupakan kisah masa lalumu itu?” Sooyoung menundukkan kepalanya. Dia tahu jika apa yang dia tanyakan salah. Karena luka masa lalunya sama dengan apa yang Kyuhyun rasakan. Dan gadis itu tahu jika dia belum bisa melupakan masa lalunya itu.

“Kita sebaiknya pulang. Jessica dan Donghae akan khawatir jika kita pulang terlalu malam.” Sooyoung menganggukan kepalanya.

Keduanya berjalan berdampingan melewati jalanan Seoul yang masih sangat ramai karena ini adalah akhir pekan dan sebentar lagi natal.

Tubuh Kyuhyun sedikit bergetar saat hembusan angin menerpa tubuhnya. Laki-laki bermarga Cho itu lalu menatap Sooyoung yang tampak kedinginan. Dan perlahan Kyuhyun memegang salah satu telapak tangan Sooyoung dan membawanya masuk kedalam saku jaket besarnya.

Sooyoung yang terkejut langsung menatap Kyuhyun. “Apa yang kau lakukan?”

“Kau terlihat kedinginan.” jawab Kyuhyun santai tanpa menghentikan langkahnya.

Diam-diam Sooyoung tersenyum tipis. Entah kenapa gadis itu merasa seluruh tubuhnya tiba-tiba terasa hangat. Dan itu membuatnya nyaman.

 

TBC

 

Maaf kalau masih ada typo(s)

Ditunggu komentar sama likenya ya^_^

Advertisements

21 thoughts on “Spell For Love (7)”

  1. Progress sangat pesat dan i like it jeongmal sdh lama nunggu ff ini update lagi akhirny part baru di post jga sumpah seneng apalagi kyuyoung smkin dekat suka deh next part di tnggu chigu jgn lama2 ne

  2. Aq tdk tw sm perasaan changmin
    sbrnya siapa yg min cintai seo tw mamih…
    Endingnya bikin greget tp lg2 gantung…
    Next part nya jgn kelamaan y chingu…
    Moga kyuyoung menyadari perasaan mrk msd2 n cepat move on dr ms lalu msg2.

  3. Hehe.. aku gak tahu apa aku pernah komen sebelumnya… gara2 ksi sepi otakku tentang alur ff radak loading…
    tp jjur aku inget kok alurnya *walaupundikit…
    padahal aku berharap hubungan mereka bisa d perjelas… eh udh keburu tbc.. ya udah lah…
    keep writing ya?!!!
    d tunggu next partnya

  4. Wowwww jdi mereka bakalan pergi liburan brasama? ashhhh main greget sma sikapnya soochangkyu kkkkk~ keep waiting next part’a min 😉 jan lama2 yaa d’post nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s