chapter, Uncategorized

Spell For Love (6)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Ini lama ya? Pendek? Maaf ya, aku sibuk banget. Terus aku sempet sakit beberapa hari, jadi ini sempet ketunda. Tapi meskipun sedikit agak ngebut, ini akhirnya selesai ^_^

Dan maaf kalau ngak double update. Chatting masih cari ide 😦

Langsung mulai aja lah ya^^

AUTHOR POV

 

Jessica dan Donghae memperhatikan Kyuhyun dan Sooyoung yang sejak tadi tampak menjadi lebih diam secara bergantian. Atau mungkin hanya Sooyoung yang menjadi sangat diam. Karena Kyuhyun memang setiap hari terlihat seperti itu.

“Aku yakin ada hal besar yang sudah terjadi diantara mereka.” bisik Jessica membuat Donghae menatapnya dan mengangguk setuju.

“Aku tahu dari tadi kalian berdua memperhatikan aku dan Sooyoung. Sebaiknya kalian hentikan sebelum kalian menyesal.” nada dingin yang keluar dari kalimat yang Kyuhyun ucapkan membuat Jessica dan Donghae langsung menelan liur mereka kasar.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua? Sejak kemarin kalian terlihat jadi sangat pendiam. Bahkan di apartemen.” Jessica mengarahkan jari telunjuknya pada Kyuhyun. “Kau belum mengatakan sepatah katapun padaku sejak kemarin.”

“Kenapa kalian harus repot-repot mengurusi urusan kami?”

“Kau memang menyebalkan Cho Kyuhyun.” Jessica menghela nafasnya kasar. “Aku benar-benar tidak percaya jika dia adalah sepupuku.” Donghae yang mendengar itu langsung tertawa pelan.

“Apanya yang lucu?” Kyuhyun menatap Donghae tajam.

Donghae meminum sisa minuman di gelasnya. “Kau!” dan laki-laki itu langsung bangkit dari tempat duduknya dan berlari. Karena dia tahu jika hidupnya mungkin saja terancam jika masih ada disana.

“Aku harus pergi. Aku harus ganti baju untuk pelajaran olah raga.” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya meninggalkan dua orang gadis yang sedang menatapnya dengan dua tatapan yang berbeda. Jessica yang masih dengan tatapan kesalnya. Dan Sooyoung dengan tatapan bingungnya.

Jessica langsung memutar tubuhnya begitu sosok Kyuhyun benar-benar menghilang dari pandangan mereka. “Jadi ceritakan padaku!”

Sooyoung menatap Jessica bingung. “Ceritakan apa?”

“Yang terjadi antara dirimu dan Kyuhyun!”

“Tidak terjadi apapun.”

“Kalau memang tidak terjadi apapun pada kalian berdua. Kenapa kau menjadi sangat pendiam? Dan aku juga bisa melihat bagaimana kau dan Kyuhyun saling menatap satu sama lain secara diam-diam.”

“Apa maksudmu dengan saling menatap diam-diam? Aku hanya sedang tidak enak badan, jadi aku tidak ingin terlalu banyak bicara.” Sooyoung mengalihkan pandangannya dari Jessica. “Aku harus pergi. Ada tugas yang belum aku kerjakan.” Sooyoung langsung bangkit dan meninggalkan Jessica yang terlihat masih tidak percaya dengan jawaban darinya.

“Aku yakin ada hal besar yang terjadi antara mereka.”

Donghae terus saja menyatukan tangannya gugup. Berulang kali dia menyesali keputusannya untuk lari dari kantin dan karena sikap kekanak-kanakkannya itu, dia menabrak seorang gadis yang sedang duduk disampingnya saat ini. Gadis yang mungkin belum ingin atau bahkan sama sekali tidak ingin dia temui disisa hidupnya.

“Apa kau baik-baik saja Donghae-ah?”

“Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja.”

“Bagaimana dengan Sica?” gadis disamping Donghae itu tampak sangat hati-hati saat menyebutkan nama Jessica. Ada nada ragu saat dia akan mengucapkannya.

Donghae menghela nafasnya perlahan. “Dia juga baik-baik saja. Jauh lebih baik dari 4 tahun yang lalu.” dan jawaban Donghae itu berhasil membuat gadis berambut hitam panjang disampingnya terdiam.

“YAK LEE DONGHAE!!!” Donghae langsung tahu siapa yang baru saja berteriak memanggil namanya. Tapi jika dia biasanya akan senang karena gadis itu menemuinya, sekarang dia justru tidak ingin gadis itu mendekatinya. “Kenapa kau malah diam saja? Sebenarnya kau sedang ap…” Donghae langsung bangkit dari tempat duduknya. Dia benar-benar tidak menyadari jika gadis bermarga Jung itu sekarang sudah berada di sampingnya.

“Kita pergi!” Donghae langsung menarik tangan Jessica. Dia tidak peduli jika gadis itu nantinya akan memukulinya hingga dia merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya. Yang paling dia pikirkan sekarang adalah bagaimana membuat Jessica pergi jauh dari gadis yang beberapa menit lalu ada disampingnya itu.

Sementara gadis yang baru saja Donghae tinggalkan hanya tersenyum kecut. Seharusnya dia tahu sejak pertama kali dia memutuskan untuk kembali dan berpikiran jika semuanya sudah menjadi baik-baik saja ternyata masih tetap sama seperti empat tahun lalu. Dan dia juga seharusnya tahu jika semuanya tidak akan pernah sama seperti sebelumnya.

“Aku bahkan tidak tahu harus seperti apa agar kau dan Sica memaafkanku Donghae-ah.”

“Kenapa kau terus saja menatapku seperti itu Lee Donghae?!” Jessica memukul tubuh Donghae.

“YAK HENTIKAN, ITU MENYAKITKAN!!!”

“Salahmu sendiri terus saja menatapku seperti itu.”

“Apa kau baik-baik saja?”

Jessica menoleh dan tersenyum. “Aku tidak apa-apa Donghae-ah. Bukankah kau pernah bilang untuk melupakan kejadian 4 tahun lalu itu?”

“Ne.”

“Kar’na itu aku tidak ingin mengingat-ingatnya lagi.”

Donghae mengacak rambut Jessica kasar. “Anak pintar.”

“YAK LEE DONGHAE!!!!”

Dan keduanya berakhir dengan saling mengejar di sekitar sekolah.

“Kau sedang menunggu seseorang?” mata Sooyoung membesar saat dia melihat sosok gadis yang mungkin menjadi gadis yang paling tidak ingin dia temui berdiri dihadapannya.

Sooyoung berdiri dari tempat duduknya. Gadis itu lalu berusaha tersenyum senormal mungkin. “Tidak. Aku hanya sedang duduk saja.” Sooyoung langsung memalingkan wajahnya dan menghembuskan nafasnya perlahan. Mencoba menghilangkan perasaan sesak yang tiba-tiba dia rasakan.

“Sudah lama sekali bukan?”

“Ne. Sudah lama sekali Seohyun-ah.”

“Apa kau sudah lebih baik sekarang?”

Sooyoung tersenyum tipis. Lagi-lagi mencoba menghilangkan perasaan sesak yang tiba-tiba kembali dia rasakan. “Jauh lebih baik. Tapi tidak semuanya.” dan jawaban Sooyoung mampu membuat Seohyun menundukkan kepalanya.

“Mianhae.”

“Untuk?”

“Semuanya.”

“Maafmu itu sudah tidak akan berpengaruh apapun padaku sekarang.” Sooyoung kemudian memberanikan dirinya untuk memandang Seohyun. “Jika kau bisa bersikap seolah-olah tidak pernah mengenalku. Itu akan membuat semuanya jauh lebih baik.”

Sooyoung baru saja maju beberapa langkah untuk pergi meninggalkan Seohyun. Tapi langkahnya terhenti saat dia sadar jika ada seorang laki-laki yang ada atau mungkin sudah ada sejak tadi berdiri dihadapannya sekarang.

“Kyuhyun!” suara Sooyoung yang terdengar lirih mampu membuat Seohyun berbalik dan menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya tajam.

Kyuhyun maju beberapa langkah menghampiri Seohyun setelah sebelumnya dia menarik pelan tangan Sooyoung agar mengikuti langkahnya.

“Aku tidak tahu dan sama sekali tidak ingin tahu apa alasanmu kembali kesini. Tapi satu hal yang aku inginkan agar kau tahu adalah, tolong menjauh dariku dan juga Sooyoung. Hidup kami sudah jauh lebih baik sebelum kau kembali. Jadi tolong jangan buat luka yang sudah kami coba untuk tutup rapat kembali terbuka.”

Mata Seohyun berair. Gadis itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan airmatanya itu mengalir. Gadis itu tahu dia salah. tapi dia tidak tahu jika kesalahannya itu akan membuatnya kehilangan dua orang yang dulu pernah menjadi bagian terpenting dalam kehidupannya.

“Aku minta ma…”

“Kita pergi!” Kyuhyun langsung menarik tangan Sooyoung tanpa ingin mendengar permintaan maaf dari Seohyun.

“Aku mohon maafkan aku.”

“Kau baik-baik saja?”

Sooyoung menolehkan kepalanya menatap laki-laki yang kini sedang duduk dibelakang kemudi mobilnya. Sooyoung menghela nafasnya perlahan. Dia masih belum mengerti kenapa dia bisa setuju dengan ajakan Kyuhyun keluar dari sekolah dengan meninggalkan tas sekolahnya di dalam kelas.

“Sudah aku katakan aku baik-baik saja Kyuhyun-ah.” Sooyoung kemudian memutar tubuhnya untuk menghadap Kyuhyun. “Bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Tentu.”

“Bagaimana dengan tas sekolah milikku? Apa nanti kita akan kembali kesekolah?”

“Kau tenang saja. Aku sudah memberitahu Donghae dan Jessica. Mereka akan membawakan tas kita berdua.”

Sooyoung tersenyum. “Baguslah kalau begitu.” Sooyoung menolehkan kepalanya saat merasa jika suasana menjadi sangat hening. Kyuhyun biasanya akan menjadi sangat berisik saat mereka sedang bersama. Tapi sekarang Kyuhyun terlihat menjadi pendiam. “Kau baik-baik saja Kyuhyun-ah?”

Kyuhyun menolehkan kepalanya dan tersenyum tipis. “Ne.”

“Tapi entah kenapa aku tidak merasa kau baik-baik saja.”

“Aku hanya tidak tahu harus seperti apa sekarang.”

“Apa maksudmu Seohyun?” Kyuhyun terdiam, tapi Sooyoung tahu jika bungkamnya pria itu merupakan jawaban ‘iya’ atas pertanyaannya. “Bukankah kemarin kau bilang agar aku membantumu untuk melupakan Seohyun?” Sooyoung menatap Kyuhyun yang kini sedang menatapnya. “Aku akan melakukannya.”

“Maksudmu?”

“Kita akan saling membantu untuk melupakan masa lalu kita masing-masing.” Sooyoung tersenyum untuk meyakinkan Kyuhyun jika dia tidak main-main dengan ucapannya.

“Gomawo.”

“Aku harap hatiku akan melupakanmu Seohyun-ah”

                   “Aku harap hatiku akan melupakanmu Changmin-ah.”

“Kau mau makan apa?” Jessica duduk disamping Kyuhyun yang sedang menonton TV dihadapannya.

“Apa kau akan memasak?” Jessica menggelengkan kepalanya lalu memasukkan keripik kentang yang ada dipangkuan Kyuhyun dan memasukkan kedalam mulutnya. “Lalu kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Donghae sedang pergi ke supermarket. Jadi jika kau ingin makan sesuatu, aku akan meminta Donghae untuk membelikannya untukmu.”

“Tidak perlu. Aku ada janji dengan seseorang, jadi kemungkinan aku akan makan diluar.” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya.

“Kau mau pergi dengan siapa?”

Kyuhyun menoleh menatap Jessica lalu mengacak rambut sepupunya itu pelan. “Itu rahasia.” Kyuhyun langsung masuk kedalam kamarnya dan membuat Jessica menatapnya bingung.

“Kyuhyun akan pergi?” Jessica menatap pintu kamar Kyuhyun yang tertutup. “Tapi dengan siapa?” Jessica langsung memutar tubuhnya saat melihat pintu kamar Kyuhyun mulai terbuka.

“Aku pergi dulu. Aku mungkin akan pulang agak malam.” Jessica hanya mengangukkan kepalanya. Dan sosok Kyuhyun langsung menghilang dibalik pintu.

“Sebenarnya dia mau pergi kemana dan dengan siapa?” Jessica kembali larut dalam pikirannya. Dia memang tidak pernah melihat Kyuhyun pergi. Laki-laki itu biasanya akan lebih memilih diam didalam kamarnya berkutat dengan semua jenis elektronik yang ada disana. Bahkan jika dia atau Donghae mengajaknya pergi, Kyuhyun akan menolaknya mentah-mentah. Tapi sekarang laki-laki bermarga Cho itu justru pergi dan bilang akan pulang malam.

“Hey nona Jung! Kau kenapa?” Jessica langsung menolehkan kepalanya dan memandang Donghae kesal. “Wae?”

“Apakah tidak bisa kau tidak membuatku terkejut?”

“Aku sudah memanggilmu sejak tadi. Tapi kau terus saja melamun.” Donghae lalu duduk disamping Jessica. “Apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan?”

“Kyuhyun.”

Donghae memandang Jessica bingung. “Kyuhyun? Ada apa dengan Kyuhyun?”

“Dia baru saja pergi.”

“Lalu?”

“Bukankah itu aneh?”

“Apanya yang aneh? Dia hanya pergi keluar rumah. Lalu apanya yang aneh?”

“Dia tidak biasanya pergi keluar rumah sendirian seperti itu. Dia juga bilang ada janji dengan seseorang. Dan tadi dia bilang mungkin dia akan pulang agak malam.”

“Benarkah?” Donghae tampak berpikir mencari kemungkinan yang tepat kenapa Kyuhyun pergi. “Mungkin saja dia ada latihan basket.”

“Dia hanya latihan basket hari Jum’at dan Sabtu. Dan sekarang hari Minggu Lee Donghae-ssi.” Donghae dan Jessica kemudian saling bertatapan.

“Mungkinkah dia menemui seorang wanita?” keduanya berbicara bersamaan.

“Tapi siapa?” Jessica menatap Donghae serius.

“Entahlah.” Donghae kemudian membenarkan posisi duduknya. “Ah sudahlah! Kita tidak perlu ikut campur urusan dia.”

“Kau benar. Kyuhyun berhak memiliki privasi.”

Seohyun menatap pria yang sedang berdiri dihadapannya. Gadis itu menggigit bagian bawah bibirnya untuk menghilangkan perasaan gugup yang sedang dia rasakan saat ini.

“Sudah lama tidak bertemu Kyuhyun-ah.” Kyuhyun memandang gadis dihadapannya itu sekilas kemudian kembali memalingkan wajahnya lalu menghela nafasnya perlahan. Mereka sudah bertemu sebelumnya, bahkan mereka sudah sempat saling bicara kemarin. Dan gadis ini tetap mengatakan kata-kata itu?

“Hmm.” Kyuhyun hanya ingin Seohyun setidaknya merasa jika dia menganggap keberadaannya sekarang.

“Apa kau mau menemui seseorang disekitar sini?” Seohyun menatap Kyuhyun dalam. Entah kenapa dia merasa takut dengan jawaban yang akan Kyuhyun ucapkan.

“Ne. Aku akan menemui Sooyoung.” dan ketakutan Seohyun terbukti. Jawaban dari Kyuhyun itu entah kenapa membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Dan sebuah perasaan yang tidak bisa Seohyun jelaskan tiba-tiba menyeruak didalam hatinya.

“Kalian berdua menjadi lebih dekat sekarang.” Seohyun sebenarnya sudah tahu dari Changmin jika Sooyoung dan Kyuhyun menjadi lebih dekat sekarang, kemarin saja Kyuhyun terlihat begitu melindungi Sooyoung. Tapi entah kenapa dia ingin mendengar jawabannya langsung dari Kyuhyun.

“Jika yang kau maksud dengan lebih dekat adalah lebih sering bersama, maka jawabannya iya.” Seohyun tersenyum kecut. Dia benar-benar menyesal sudah menanyakan itu pada Kyuhyun,

Drrtt drrtt

                   Kyuhyun mengambil ponsel dari dalam saku jaketnya. Dan sebuah senyuman langsung tercetak di wajah tampannya saat tahu siapa yang menelponnya. Kyuhyun menjauh beberapa langkah dari Seohyun baru kemudian mengangkat telepon tersebut.

‘Apakah kau harus selama itu mengangkat telpon dariku?’ Kyuhyun tersenyum mendengar omelan Sooyoung.

‘Mianhae.’

                   ‘Sudahlah lupakan saja. Sekarang kau ada dimana? Bukankah kau bilang mau mengajakku pergi?’

                   ‘Sebentar lagi aku sampai. Aku tidak bawa mobil, jadi aku agak lama sampai dirumahmu.’

                   ‘Baiklah kalau begitu. Jika kau sudah sampai, telpon aku ya.’

                   ‘Baik nona Choi.’

                   Dan Kyuhyun kembali memasukkan ponselnya kedalam jaket hitam yang dia pakai. Senyuman yang sejak tadi menghiasi bibirnya masih belum hilang bahkan setelah Sooyoung mengakhiri telponnya.

“Aku harus pergi.”

“Apa kau dan Sooyoung berpacaran?” Kyuhyun yang baru saja akan pergi meninggalkan Seohyun menghentikan langkahnya lalu berbalik untuk kembali menatap Seohyun yang terlihat sangat gugup sekarang.

“Apapun hubungan kami saat ini. Aku yakin itu tidak ada hubungannya dengan dirimu. Jadi tolong jangan ikut campur dengan urusan pribadi kami.”

Dan gadis itu hanya mampu melihat Kyuhyun yang terus menjauh darinya.Dia tidak pernah menyangka jika keputusannya untuk kembali ke Korea ternyata keputusan yang akan dia sesali sekarang.

 

TBC

 

Maaf kalau masih ada typo(s)

Ditunggu komentar sama likenya.

Advertisements

17 thoughts on “Spell For Love (6)”

  1. betul bgt keptusan seohyun buat kembali itu enank salah… dan senenggg bgttt hubungan kyuyoung tambah deket.. dan berharap bgt mereka jadian dan jgn lupakan adegan kissing scene

  2. Harus nya mah dy enggak usah ke korea lagi . dan sebener nya aku penasaran sama kejadian 4taun yg lalu .. Dan kyuhyun apa udah mulai suka sama sooyoung . ditunggu kelanjutan nya enggak papa lama yg penting sampe akhir .

  3. omo omo jinjayo kyuyoung sweet bgts gemesin but i like that smoga meraka cpt melupakan masa lalunya next part di tnggu chigu

  4. Aku komen dari part2 – part ini disini ya.
    Well alurnya ga kebaca dan bener2 ga ketebak. Bener2 penasaran sama apa aja yg telah terjadi 4 tahun yg lalu. Ditunggu part selanjutnya

  5. Annyeong…😄
    Sebelumnya aku minta maaf, aku mulai baca di part ini. Sebenernya aku kurang begitu tertarik baca ff school life (faktor umur x ya… angkatan banyak, ’88 hihi…). Ku coba baca,Spell For Love (6), eh.. ternyata menarik, jadi ga sabar to nunggu kelanjutannya. Semoga semua urusan dan kesibukan angelji-ssi diberi kemudahan dan kelancaran trus sehat selalu ya, jadi bisa terus berkarya juga. Gomawo..😄

  6. Lama bnget ni ff, kirain gk bkalan dilanjutin. O ya penasaran bnget sma 4 th yg lalu, hubungn mrka kyak gmana sh, trus dulunya hubungn yuri sma haesica kyak gmana jg.

    NEXT

  7. Sorry nih telkom e.k.e telat komen, bru smpet baca abisan.
    Wah trnyta dtgnya Seohyun pnya Impact yg bsar buat org lain, tpi mga aja gk bkin msalah jd runyem.
    Asik deh Kyuhyun dah mulai tgas sma Seohyun , Kyuyoung dah mulai membuka perasaannya masing.
    D tunggu nich next up datetanya klo bsa Sweet moment Kyuyoung yach.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s