Uncategorized

Spell For Love (5)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Mulai part depan mungkin aku bakal update lebih lama kar’na aku udah mulai sibuk lagi sama kegiatan aku. Jadi aku harap kalian bisa lebih bersabar dan ngak bosen buat nunggu. Tapi aku bakal usahain ngak lebih dari tiga minggu updatenya.

Sebenernya ini juga efek aku yang kecewa kar’na komentar part sebelumnya turun banyak 😦 Dan itu bikin aku jadi cukup males buat nulis!

Langsung mulai aja ya^^

AUTHOR POV

 

“Kau sudah punya rencana liburan Sooyoung-ah?”

Sooyoung menatap Jaejoong yang sedang sibuk dengan keripik kentang sambil menonton TV dihadapannya. Meskipun sebenarnya dia sedikit terganggu karena laki-laki itu datang pagi-pagi kerumahnya, tapi sekarang dia justru bersyukur karena setidaknya Jaejoong bisa mengusir rasa bosannya.

“Sudah.”

Jaejoong langsung menatap Sooyoung dengan tatapan tidak percaya. Laki-laki itu tidak yakin jika Sooyoung sudah punya rencana liburan. Karena biasanya gadis itu akan memohon pada dirinya atau Changmin untuk menemaninya liburan atau ikut liburan dengan salah satu dari mereka.

“Kau tidak perlu berbohong.”

“Siapa yang berbohong?”

“Kau yakin bisa liburan tanpa aku atau Changmin?”

Sooyoung menatap Jaejoong dengan tatapan kesal. “Tentu saja. Lagipula kalian selalu menganggapku tidak ada jika sedang liburan. Kalian selalu sibuk dengan dunia kalian sendiri. Jadi sekarang aku putuskan untuk menyusun rencana liburanku sendiri.”

“Apa kau akan liburan sendiri?”

Sooyoung tiba-tiba saja terdiam. Entah kenapa dia tidak yakin harus mengatakan jika dia akan pergi liburan dengan Kyuhyun, Donghae dan juga Jessica. Entah kenapa hatinya seolah melarang bibirnya untuk mengatakan kejujuran pada Jaejoong.

“Tentu saja. Eomma dan appa tidak akan punya waktu menjelang tahun baru.” Sooyoung langsung mengalihkan pandangnnya.

“Lalu bagaimana dengan Changmin?”

“Memangnya ada apa dengan Changmin?”

“Apa dia sudah punya rencana untuk liburan?”

“Entahlah. Sejak tadi pagi aku belum bertemu dengannya.”

Jaejoong menatap Sooyoung lagi. Tidak biasanya Sooyoung tidak tahu dimana Changmin. Dan dari apa yang bisa dia lihat sekarang, Sooyoung bahkan terlihat tidak peduli dengan keberadaan Changmin saat ini.

“Wae?” tanya Sooyoung yang menyadari jika Jaejoong terus saja memandangnya.

“Kau terlihat berbeda akhir-akhir ini.”

“Apanya yang berbeda?”

“Entahlah. Kau terlihat berbeda saja.”

Sebenarnya harus Sooyoung akui jika dia juga merasa ada yang berbeda dengannya belakangan ini. Entah kenapa dia akan merasa sangat bersemangat untuk pergi kesekolah beberapa hari terakhir ini. Padahal biasanya diantara dia, Changmin dan Jaejoong, dia akan menjadi yang paling malas kedua setelah Changmin untuk pergi ke sekolah. Belum lagi belakangan ini dia sudah cukup jarang untuk bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Mereka jadi cukup jarang untuk berkumpul bersama. Belum lagi ada beberapa hal kecil yang Sooyoung rasakan mulai berubah dari dirinya.

“Kau terlihat menjadi lebih dekat dengan Kyuhyun dan kedua sahabatnya itu sekarang.”

“Apa maksudmu?” Sooyoung memandang Jaejoong dengan wajah serius. Entah kenapa dia penasaran kenapa Jaejoong mengatakan itu. Karena menurutnya dia bahkan hanya sesekali bertemu dengan Kyuhyun, Donghae dan Jessica.

“Satu minggu ini kau bahkan hanya bertemu dua kali denganku. Kau juga hanya satu kali makan siang bersama denganku saat disekolah. Dan sisanya kau selalu bersama dengan mereka bertiga.” Jaejoong menatap Sooyoung. “Atau lebih tepatnya, selalu bersama dengan Kyuhyun.”

Sooyoung mengalihkan padangannya dari Jaejoong. “Itu kar’na kau dan Changmin seolah menghilang ditelan bumi saat disekolah. Apalagi Changmin. Sejak tiga hari yang lalu dia selalu tiba-tiba menghilang entah kemana.”

“Kau yakin itu adalah alasannya?”

Sooyoung menatap Jaejoong. “Lalu apa yang kau pikirkan?”

Jaejong tersenyum tipis. “Kau sudah membuka hatimu untuk mulai melupakan Changmin.”

Changmin menatap gadis yang sedang meminum segelas coklat panas dihadapannya. Entah kenapa bahkan hingga hari ini dia masih belum percaya jika gadis dihadapannya itu benar-benar sudah kembali. Gadis yang berhasil membuat hatinya bergejolak hebat karena perasaan senang sekaligus sedih yang gadis itu berikan padanya.

“Bagaimana kabar Sooyoung?” suara gadis itu berhasil membuat Changmin kembali kedunia nyata. Changmin menatap Seohyun yang sekarang sedang tersenyum tipis.

“Dia baik-baik saja. Meskipun sekarang dia menjadi sedikit lebih diam saat ada disekolah.”

“Aku melihatnya di halte bus kemarin. Dia terlihat semakin cantik.”

“Hmmm.” Changmin lalu menatap Seohyun. “Kau tidak bertanya tentang Kyuhyun?”

Seohyun sedikit terkejut dengan pertanyaan yang Changmin tanyakan. Dia tidak menyangka jika Changmin akan menyebutkan nama lelaki yang sudah dia kecewakan empat tahun yang lalu itu.

“Aku tidak yakin untuk bertanya tentang dia.”

“Wae?”

“Entahlah.”

Changmin menarik salah satu sudut bibirnya. Dia bahkan masih bisa berpura-pura baik-baik saja saat menyebut nama laki-laki bermarga Cho itu di depan Seohyun. Padahal dia tahu dengan jelas jika hanya dengan menyebut nama laki-laki itu, luka didalam hatinya yang nyaris tertutup kembali terbuka.

“Dia sekarang menjadi sangat dekat dengan Sooyoung.” ucap Changmin yang berhasil membuat Seohyun langsung menatapnya.

“Bukankah mereka memang sudah saling mengenal?” Seohyun mencoba menghilangkan perasaan sesak yang entah kenapa tiba-tiba dia rasakan.

“Mereka bukan hanya sekedar saling mengenal sekarang.” Changmin menatap Seohyun. “Mereka menjadi dekat. Bahkan akhir-akhir ini dia jauh lebih sering bersama dengan Kyuhyun dan kedua sahabatnya daripada bersama denganku atau Jaejoong.”

Seohyun bisa mendengar ada nada tidak suka dari kalimat yang baru saja keluar dari bibir Changmin. “Apa kau menyukai Sooyoung?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Seohyun.

Changmin menarik salah satu sudut bibirnya samar. “Kau tahu pasti siapa gadis yang aku sukai. Dan perasaan itu masih sama bahkan hingga saat ini.”

Seohyun menundukkan kepalanya. Dia tahu dengan pasti siapa gadis yang Changmin maksud. “Mianhae Changmin-ah. Maaf kar’na aku membuatmu terluka.”

“Kau yang membuatku terluka. Dan aku yakin kau tahu bagaimana cara membuat luka itu sembuh.” Changmin menghela nafasnya pelan. “Dan mungkin membuat luka Sooyoung dan juga Kyuhyun sembuh.”

“Aku takut. Aku takut semuanya akan sangat sulit untuk dilakukan.”

“Semuanya memang akan sangat sulit. Apalagi untuk Sooyoung dan Kyuhyun. Kar’na aku tahu mereka jauh lebih terluka dariku.”

Jessica menatap sebuah boneka besar yang dipajang di sebuah toko yang berada tepat diseberang jalan dari tempat duduknya sekarang. Andai saja Donghae sudah datang, dia yakin laki-laki itu pasti akan langsung berjalan menuju toko boneka itu dan membawa boneka yang diinginkannya saat itu juga. Tapi lelaki menyebalkan yang sudah membuatnya menunggu hampir lima belas menit itu belum juga muncul. Padahal Jessica yakin Donghae tahu jika dia tidak suka untuk menunggu.

“Jessica?”

Jessica memutar tubuhnya dan melihat siapa yang baru saja menyebutkan namanya. “Jaejoong? Apa yang kau lakukan disini?”

“Aku sedang membeli kopi untuk Sooyoung. Entah kenapa dia tiba-tiba ingin minum kopi.” Jaejoong lalu menatap Jessica. “Kau sendiri sedang apa disini?”

“Aku sedang menunggu Donghae. Tapi dia tidak tahu sedang ada dimana sekarang.” wajah Jessica berubah kesal setelah dia menyebutkan nama Donghae.

Senyuman tipis yang ada di wajah Jaejoong menghilang saat Jessica menyebutkan nama Donghae. Dia bahkan seharusnya tidak bertanya kenapa gadis itu ada disini. Karena dia tahu Jessica tidak akan mau menunggu seseorang selain lelaki bermarga Lee itu.

“Maaf aku terlambat.” suasana hening diantara Jessica dan Jaejoong sedikit berkurang saat Donghae tiba-tiba muncul dan langsung duduk di samping Jessica tanpa menyadari kehadiran Jaejoong. Atau mungkin tidak ingin tahu.

“Kau dari mana saja Lee Donghae? Apa kau tahu jika aku sudah menunggumu lebih dari lima belas menit?!” Jessica langsung memukul lengan Donghae karena sudah sangat kesal sudah menunggu laki-laki itu.

“Kyuhyun meminjam mobilku kar’na mobilnya sedang rusak. Dia bilang mau pergi kerumahnya untuk mengambil barang yang akan dia bawa saat liburan nanti dan juga menemui seseorang. Dan aku tidak bisa menemukan taksi. Jadi aku harus naik bus.”

“Jinjja?”

Donghae mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto dirinya yang berada didalam bus. “Aku bahkan mengambil foto didalam bus agar kau bisa percaya.” Jessica tiba-tiba tersenyum saat melihat foro yang Donghae perlihatkan. “Kenapa kau tersenyum seperti itu?”

“Tidak apa-apa.”

“Sepertinya aku harus pergi sekarang!” suara Jaejoong seolah menyadarkan Jessica dan Donghae jika ada orang lain diantara mereka.

“Baiklah.” ucap Jessica.

Jaejoong berjalan menjauh dari Jessica yang sekarang terlihat sedang tertawa mendengar ucapan Donghae tentang dia yang menaiki bus.

“Kau bahkan melupakanku saat dia datang. Apa aku masih bisa berharap Sica-ya?”

“Jessica menyuruhku untuk memberikan tiket pesawat ini padamu.” Sooyoung menerima tiket pesawat yang diberikan Kyuhyun.

“Memangnya kapan kita akan pergi?”

“Hari rabu depan. Aku akan menjemputmu selasa malam. Jessica memintamu menginap agar kita bisa langsung pergi bersama.”

“Baiklah, aku mengerti.” Sooyoung menganggukkan kepalanya.

“Maaf aku menganggu.” Sooyoung dan Kyuhyun menoleh dan melihat Jaejoong datang dengan membawa dua gelas kopi.

“Kau tidak menganggu. Masuklah duluan, aku masih harus menemani Kyuhyun.”

Jaejoong mengangguk lalu menatap Kyuhyun. “Annyeonghaseyo Kyuhyun-ssi.”

“Annyeonghaseo.”

“Aku masuk dulu.”

“Ne.”

Sooyoung lalu memandang Kyuhyun lagi. “Kenapa kau kaku sekali dengan Jaejoong?”

“Aku tidak terlalu mengenalnya.”

“Tapi setahuku Sica cukup dekat dengan Jaejoong.”

“Jeongmal? Tapi Sica tidak pernah mengatakan apapun tentang Jaejoong.”

“Setahuku begitu. Mereka satu klub dance. Dan mereka selalu satu sekolah. Jadi mereka pasti dekat.” Sooyoung tiba-tiba meringis kesakitan saat Kyuhyun memukul kepalanya. “YAK! APA YANG KAU LAKUKAN?”

“Apa menurutmu hanya kar’na mereka satu sekolah dan satu klub mereka bisa menjadi dekat?”

“Tapi kenyataannya memang seperti itu.”

“Terserah kau saja. Aku sedang tidak ingin bertengkar.”

Sooyoung memandang Kyuhyun kesal. “Kalau kau memang tidak ingin bertengkar, kenapa kau tiba-tiba memukul kepalaku? Dasar menyebalkan!”

Bukannya kesal dengan ucapan Sooyoung. Kyuhyun justru tersenyum saat melihat bagaimana sekarang ini Sooyoung masih memegang kepalanya sambil terus bergumam tidak jelas. Tapi Kyuhyun yakin gadis itu sedang mengatakan hal-hal buruk tentangnya saat ini.

“Aku akan pulang. Masuklah kedalam, anginnya menjadi sangat dingin saat menjelang sore.” Kyuhyun tersenyum. Dan senyuman Kyuhyun itu berhasil membuat jantung Sooyoung berdetak sangat kencang. Ayolah Choi Sooyoung, laki-laki itu hanya tersenyum padamu. Kenapa jantungmu harus bereaksi berlebihan seperti itu?

“Pergilah!” Sooyoung mendorong tubuh Kyuhyun agar cepat-cepat masuk kedalam mobil. “Katakan pada Sica, aku akan menemuinya saat makan siang besok.” Kyuhyun mengangguk.

Dan sebuah senyuman yang sejak tadi Sooyoung tahan akhirnya muncul saat Kyuhyun sudah menghilang bersama dengan mobil yang dibawanya. Meskipun gadis itu tidak tahu alasan kenapa dia tersenyum, tapi entah kenapa Sooyoung merasa senang karena Kyuhyunlah yang membuatnya tersenyum.

“Kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu?” suara Changmin mampu membuat Sooyoung seolah kembali kedunia nyata.

“Itu bukan urusanmu.”

“Kalau begitu, kenapa kau diluar? Dimana Jaejoong?”

“Dia ada didalam.” Sooyoung langsung berjalan meninggalkan Changin yang justru terdiam ditempatnya. “Kenapa justru kau yang diam disitu? Ayo masuk! Katanya kau mencari Jaejoong.” Changmin hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Sooyoung dari belakang. Dan tepat sebelum menutup pagar rumah Sooyoung, Changmin menatap kearah jalan yang baru saja dilewati oleh mobil Kyuhyun.

“Entah kenapa aku merasa jika aku akan kehilanganmu Sooyoung-ah. Dan kenapa aku juga merasa jika laki-laki itu akan kembali menjadi alasan aku kehilangan seseorang?”

“Aku bahkan tidak tahu jika kau biasa datang sepagi ini kesekolah.” Sooyoung menoleh dan mendapati Kyuhyun sudah berjalan disampingnya.

“Aku hanya bangun terlalu pagi dan tidak bisa tidur lagi.”

Kyuhyun tertawa mendengar ucapan Sooyoung. “Apakah itu alasan yang masuk akal?”

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu jika kau harus sekolah hari ini. Dan jika kau sudah terbangun dari tidurmu, kenapa kau berpikir untuk tidur lagi?”

“Tapi pagi ini dingin sekali. Jadi aku ingin tidur sekitar lima belas menit lagi. Tapi ternyata usahaku tidak berhasil.” Sooyoung berdecak kesal setelah mengingat bagaimana dia terus berusaha untuk kembali kedunia mimpi pagi ini.

Kyuhyun langsung merangkul pundak Sooyoung. “Sudahlah, sebaiknya kita pergi ke kantin untuk sarapan. Aku juga harus mengerjakan tugas dari guru Park.”

“Kenapa harus denganku?”

“Kar’na hanya kau yang ada disini sekarang.” tanpa menunggu Sooyoung kembali mengeluarkan suaranya, Kyuhyun langsung mendorong tubuh Sooyoung pelan untuk menuju kantin.

“Apa kau lihat itu?” tanya Jessica yang sejak tadi terus memperhatikan tingkah laku Kyuhyun dan Sooyoung bersama dengan Donghae.

Donghae menolehkan kepalanya untuk menatap Jessica yang sekarang juga sedang memandangnya. “Aku benar-benar yakin akan terjadi sesuatu antara mereka.”

“Kau benar. Aku bahkan tidak pernah melihat Kyuhyun tertawa seperti itu di sekolah.”

“Apa kau pikir dia sudah melupakannya?”

“Melupakan apa?”

“Kejadian empat tahun lalu itu.”

“Entahlah. Kyuhyun sudah begitu terluka kar’na itu. Sekarang aku justru khawatir Kyuhyun akan takut untuk memulai hubungan baru kar’na masa lalu itu.” Donghae mengangguk tanda setuju dengan perkataan yang baru saja Jessica ucapkan.

Donghae dan Jessica baru saja akan melangkah menuju kelas mereka, sebelum seorang gadis berdiri dihadapan keduanya dengan sebuah senyuman tipis namun dengan matanya yang menyiratkan kesedihan.

“Lama tidak bertemu Donghae-ah.” Donghae menatap wajah Jessica yang langsung berubah pucat saat melihat sosok gadis dihadapannya. Kemudian kembali menatap gadis yang berdiri tepat dihadapannya itu. Entah kenapa dia memiliki firasat buruk saat ini.

”Kau benar. Sudah lama, lama sekali Yuri-ah.”

“Kau sendirian?” suara seorang gadis yang mungkin menjadi suara gadis yang paling sering dia dengar akhir-akhir ini selain Jessica tiba-tiba memenuhi telinga Kyuhyun yang sedang duduk di salah satu bangku taman di sekolahnya yang memang cukup jarang didatangi oleh murid-murid di sekolahnya itu.

“Seperti yang kau lihat. Wae?”

Sooyoung duduk disamping Kyuhyun. “Entahlah. Aku hanya sedang ingin pergi kesini. Dan kebetulan kau juga ada disini.” Sooyoung lalu menatap Kyuhyun yang menurutnya terlihat cukup pendiam hari ini. “Kau tidak makan siang?”

“Aku hanya sedang tidak ingin mendengar ocehan pagi Donghae dan Sica.”

Sooyoung terkekeh pelan mendengar jawaban Kyuhyun yang menurutnya sangat konyol. “Apa suara mereka mengganggu telingamu?”

“Sangat.” Kyuhyun menatap Sooyoung yang terlihat sedang memperhatikannya. “Wae? Apa ada sesuatu diwajahku?”

“Kau terlihat berbeda hari ini.”

“Apanya yang berbeda?” Kyuhyun terlihat menghindari tatapan penuh selidik dari Sooyoung.

Sooyoung langsung memegang bahu Kyuhyun dan membuat laki-laki itu menatapnya. “Apa yang sebenarnya terjadi padamu Cho Kyuhyun? Tadi pagi kau memaksaku menemanimu sarapan. Tapi sekarang ini sikapmu terlihat bertolak belakang.”

Kyuhyun melepaskan tangan Sooyoung dari bahunya. Dan lelaki itu menghela nafasnya. “Dua hari yang lalu aku melihat Seohyun.”

Mata Sooyoung langsung melebar setelah Kyuhyun menyebutkan nama Seohyun. Nama yang bahkan mungkin dia pikir tidak akan pernah dia dengar lagi.

“Dimana?” tanya Sooyoung dengan suara bergetar.

“Di halte bus.” Kyuhyun melirik Sooyoung dari sudut matanya. “Dan dia bersama dengan Changmin.”

Sooyoung tersenyum. Namun senyuman itu bukanlah senyuman sebenarnya. Dan dia juga yakin Kyuhyun tahu jika senyuman yang sekarang menghiasi wajahnya saat ini adalah senyuman yang dia paksakan. Karena Sooyoung yakin wajahnya terlihat sangat aneh sekarang ini.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu Kyuhyun-ah?”

“Hmmm.”

“Apa yang sekarang akan kau lakukan?”

“Apa maksudmu?”

“Dia sudah kembali. Dan sekarang kau sudah bisa bertemu dengannya lagi. Apa yang akan kau lakukan saat kau bertemu dengannya nanti?”

Kyuhyun menatap Sooyoung. Kyuhyun bisa melihat dari mata gadis itu jika sebenarnya Sooyoung tidak terlalu senang atau bahkan sama sekali tidak senang dengan kedatangan Seohyun.

“Menyapanya.”

“Aku serius Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tersenyum dengan terus menatap lurus ke depan. Tapi Kyuhyun tahu jika Sooyoung pasti sedang kesal sekarang.

“Memangnya apa yang harus kulakukan saat aku bertemu kembali dengan wanita yang sudah membuatku teluka?”

Sooyoung langsung terdiam. “Mianhae.” Sooyoung tahu jika dia membuka luka lama Kyuhyun.

“Apa kau masih menyukai Changmin?”

“Entahlah.”

“Bolehkah aku meminta dua permintaan?”

Sooyoung menatap Kyuhyun penasaran. “”Tentu.”

Kyuhyun memegang bahu Sooyoung. Dan laki-laki itu memperdekat jarak wajahnya dengan wajah Sooyoung. “Yang pertama. Bantu aku lupakan Seo Joohyun.” Dan Kyuhyun kembali menghilangkan jarak antara dia dan Sooyoung hingga sekarang hidung bereka bisa saling bersentuhan. “Dan yang kedua. Lupakanlah Shim Changmin.”

Dan tepat saat itu Kyuhyun benar-benar menghilangkan jarak keduanya. Sooyoung sempat terkejut saat bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya. Tapi entah kenapa Sooyoung merasa bibir Kyuhyun terasa sangat hangat dan lembut di bibirnya.

 

TBC

 

Maaf kalau ada typo(s)

Ditunggu komentar sama likenya^^

Advertisements

24 thoughts on “Spell For Love (5)”

  1. Yak ampun mereka kiss .. Oh romantis nya . ayok lupain mereka semua . awali dengan hubungan kalian .. Hahhaha dan ada hubungan apa antara jessica donghea dan yuri ..

  2. yeyy akhirnya ada adegan kissing antara kyuyoung.. dan disini semakin rumit karena ada pemain baru.. dan berharap Kyuyoung bakal makin deket

  3. A ciieee Kyuhyun dah mulai mbuka hatinya lagi….
    Tpi msih bingung bgt sma masa lalu mereka 4 tahun yg lalu
    Biar lama updatenya aku akan setia menunggunya (aa…Lebay).

  4. masih pnasaran ma kisah 4th lalu itu.
    sbnaranya ada apa thor bikin gak sbar nunggu next partx.
    akhirx kissing juga hahahga so sweet paermintaan kyuhyun.
    q suka karakter kyuhyun disini dingin2 gmn gtu……..
    smga cpat publish ya thor smangat.

  5. penasaran sama masa lalu mereka apa jangan jangan dulu kyu chang sama seo cinta segita gitu…. pokok aku tunggu kelanjutanya ff. daebakkk lah

  6. Akhrnya hubungn mrka ada kmajuan. Bgian terakhr yg pling aku suka. Untk seohyun please jgn ganggu hubungn mrka.

    O ya. Yuri sbnarnya siapa, kok sica jdi pucet liat yuri.

    NEXT PART DITUNGGU

  7. aw aw aw bagian terakhir bikin envy kyuyoung sweet bgt aku mendukung mereka berdua bersama dan bersatu biar changmin dan seohyun aj impas jdi daripada kyuppa n sooeoni terluka lagi aku gak mau next part di tnggu chigue tenang aj aku akan sabar menunggu part selanjutnya jadi semangat untuk terus nulis ya

  8. Ya thor jangan terlalu lama juga ngepost nya…
    Part yang ini apa karena dah terlalu lama nunggunya, berasanya pendek ini part…
    Ah gpp deh sebulan sekali post nya asal kan yang panjaaaaaaaaaaaang….
    😊😊😊😊

  9. Kyu udah ada rasa nih sama soo ?wah daebak sukaa sama ff nya smg beneran bisa saling lupain masa lalu dan jalanin yang sekarang kkk.ditunggu part selanjutnya thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s