chapter

Spell For Love (4)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Ternyata banyak yang penasaran sama ‘empat tahun yang lalu’ hehehe. Aku bakal kasih flashbacknya nanti kok. Tapi kar’na mungkin bakalan agak panjang kar’na aku nyeritain cerita lebih dari dua orang, jadi aku bakal bikin dua atau tiga part, ya. Tunggu aja!!!!^_^

Langsung kita mulai aja ya~

AUTHOR POV

 

Kyuhyun memandang gadis yang sekarang sedang duduk bersama dengan kedua sahabatnya. Entah kenapa sejak fakta yang baru dia ketahui kemarin, matanya itu seolah tidak bisa melepaskan pandangannya dari gadis yang sekarang ini sesekali juga menatapnya dengan tatapan yang terlihat butuh penjelasan.

Kyuhyun memang tahu jika Sooyoung adalah sahabat dari seorang lelaki yang mungkin saja adalah laki-laki yang paling tidak ingin dia temui lagi semenjak kejadian menyesakkan empat tahun yang lalu itu. Tapi dia tidak pernah tahu jika Sooyoung juga mengenal Seohyun. Gadis yang sangat dia rindukan.

“Kau tidak akan mendapatkan jawaban apapun hanya dengan memandangnya seperti itu.” Kyuhyun akhirnya menolehkan kepalanya setelah suara Donghae terdengar di telinganya. “Aku tahu kau ingin bertanya. Tapi kau dan dia bahkan tidak memiliki ikatan batin, jadi tatapan matamu itu tidak akan menjawab semua pertanyaan yang sekarang berputar di pikiranmu itu.”

Kyuhyun memandang Donghae. Mau tidak mau dia harus setuju dengan ucapan laki-laki dihadapannya itu. Karena apa yang Donghae ucapkan memang benar. Bahkan lebih dari benar.

“Kenapa harus dia?” tatapan mata Kyuhyun mampu membuat Donghae melihat jika luka yang selama ini membuat Kyuhyun tersiksa masih begitu dalam.

“Bisakah kita bicara berdua?” suara gadis yang mungkin sedang memenuhi seluruh isi pikiran Kyuhyun itu tiba-tiba saja terdengar. Dan kepala Kyuhyun, bahkan seluruh tubuhnya, langsung berputar dan menatap gadis itu dengan wajah terkejut.

“Ne?” hanya itu yang keluar dari bibir Kyuhyun. Dia masih terlalu terkejut melihat gadis yang beberapa menit lalu dia pandangi, sekarang berada tepat dihadapannya.

“Bisakah kita bicara berdua?” ulang Sooyoung.

“Aku akan pergi. Bicarah!” Donghae bangkit dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung yang sekarang sudah duduk di hadapan Kyuhyun.

“Apa yang ingin kau tanyakan?” pertanyaan itu langsung keluar begitu saja dari bibir Sooyoung. Gadis itu tahu jika lelaki dihadapannya itu ingin sekali menanyakan sesuatu padanya.

“Maksudmu?”

“Aku tahu ada banyak hal yang ingin kau tanyakan padaku.” Sooyoung menatap Kyuhyun. “Dan sekarang aku sudah berada dihadapanmu, jadi katakan apa yang ingin kau tanyakan!”

Kyuhyun menatap mata Sooyoung. Kyuhyun bisa melihat luka di mata gadis itu. Meskipun dia tidak tahu kenapa, tapi luka itu begitu terlihat dari sorot mata Sooyoung. Kyuhyun memang tahu jika Sooyoung menyukai Changmin bahkan sejak mereka masih di sekolah dasar, karena meskipun gadis itu tidak mengatakannya, sorot mata gadis itu yang selalu berbinar saat melihat Changmin membuatnya tahu jika gadis itu menyukai Changmin. Karena dia dan Sooyoung selalu satu sekolah, bahkan hampir selalu satu kelas sejak taman kanak-kanak. Jadi dia sudah sangat hafal dengan tingkah gadis itu. Meskipun baru akhir-akhir ini dia menjadi dekat dengan gadis itu.

Namun Kyuhyun masih belum bisa mengerti bagaimana Sooyoung dan Seohyun pernah menjadi sahabat. Karena selama ini Kyuhyun tidak pernah sekalipun melihat Sooyoung bersama dengan Seohyun. Karena yang dia tahu Sooyoung terluka karena Changmin tidak pernah membalas cintanya karena laki-laki itu hanya menganggap Sooyoung sebagai sahabatnya.

“Apa kau benar-benar sahabat Seohyun?” tanya Kyuhyun ragu.

Sooyoung menarik nafasnya dalam sebelum mengeluarkan suaranya. “Dulu. Kami dulu adalah sahabat.” jawab Sooyoung tanpa menatap Kyuhyun.

“Benarkah? Dunia ini sangat sempit ternyata.” Kyuhyun tertawa hambar.

“Lalu kau? Bagaimana kau bisa mengenal Seohyun?” tanya Sooyoung dengan mata yang tepat menatap kearah mata Kyuhyun.

“Dia dulu adalah kekasihku.” Kyuhyun menatap Sooyoung. “Atau mungkin lebih tepatnya hanya aku yang menganggapnya sebagai kekasihku.”

“Maksudmu?”

“Karena kenyataannya selama kami dekat, dia hanya menganggapku sebagai sahabatnya. Dan dia adalah kekasih pria lain.” Kyuhyun menghela nafasnya kasar. Dia tidak menyangka jika harus kembali menceritakan cerita yang membuat sebuah luka besar di dalam hatinya itu lagi.

“Kehidupan cinta kita begitu menyedihkan.”

Kyuhyun tersenyum miris. “Bahkan mungkin lebih dari menyedihkan.”

Kedua insan manusia itu saling bertatapan sekarang. Seolah saling menguatkan atas luka yang tergambar dengan sangat jelas dari sorot mata keduanya.

Donghae merapatkan mantel panjang yang dikenakannya. Dia berjalan dengan sedikit cepat saat ini. Andai saja mobilnya tidak sedang masuk bengkel, dia pasti sudah sampai sejak tadi. Dia tidak ingin terlambat bertemu dengan Jessica yang sekarang sedang les. Nilainya yang menurun membuat orang tuanya memasukkan dia ke tempat les. Meskipun hanya tiga jam dan hanya tiga kali dalam seminggu, tapi Donghae yang memang sudah sangat terbiasa oleh kehadiran Jessica di sampingnya merasa jika itu sangat menyiksanya. Tidak bertemu dengan gadis itu satu menit saja mampu membuatnya uring-uringan, apalagi tiga jam.

Senyuman yang sejak tadi menghiasi wajah tampan Donghae tiba-tiba saja menghilang saat dia melihat Jessica yang sedang tersenyum malu dengan Jaejoong dihadapannya. Meskipun mereka tidak berdua, tapi dia yakin Jaejoong mencoba kembali mendekati Jessica, dan dia tahu jika Jessica tidak akan bisa menolak kehadiran Jaejoong. Donghae sangat tahu jika cinta pertama gadis itu memang masih tersimpan dengan baik di dalam hati gadis bermarga Jung itu. Dan sekuat apapun dia mencoba agar Jessica menyadari perasaannya, Jessica tidak akan pernah menyadarinya. Tidak akan pernah.

Niatnya untuk berbalik dan menghindari pemadangan mengerikan yang mungkin akan membuat hatinya kembali hancur berkeping-keping itu gagal saat Jessica menyadari kehadirannya.

“YAK LEE DONGHAE!” senyuman di wajah Jessica langsung terukir lebar menyadari jika Donghae sekarang berjalan menghampirinya. “Kau datang untuk menjemputku?” tanya Jessica antusias.

Donghae menatap Jaejoong sekilas kemudian kembali menatap Jessica. “Bukan. Aku datang kemari untuk menemui Yoona. Aku ingin meminjam buku catatannya.”

Senyuman Jessica langsung pudar mendengar jawaban Donghae. Harus dia tegaskan sekalli lagi jika dia tidak menyukai laki-laki itu menyebutkan nama gadis lain dihadapannya. Apalagi gadis itu tidak terlalu dia kenal. Jessica memang tahu Yoona, tapi dia hanya tahu saja. Tidak mengenalnya.

Donghae mengalihkan pandangannya saat melihat Jaejoong memakaikan syal miliknya keleher Jessica tepat saat angin berhembus dengan sangat kencang.

“Kau seharusnya membawa syal tadi.” ucap Jaejoong lembut.

Jessica langsung menyingkirkan tangan Jaejoong lembut. “Tidak usah. Gomawo.” Jaejoong langsung terdiam.

“Sepertinya Yoona sudah pulang. Aku sebaiknya pergi saja.” Donghae lalu tersenyum ke arah Jessica. “Hati-hati pulangnya. Aku tidak bisa pulang bersamamu.” Donghae mengacak rambut Jessica yang dibiarkan tergerai.

“Kau mau kemana?”

“Aku harus pergi sebentar. Aku yakin Kyuhyun sudah ada dirumah.” Donghae lalu sekilas menatap Jaejoong. “Atau kau bisa pulang bersama dengan Jaejoong.” dan lelaki itu langsung pergi dari hadapan Jessica yang entah kenapa merasa ada nada terluka dari kalimat terakhir yang Donghae katakan.

“Kau baik-baik saja?” tanya Jaejoong yang menyadari perubahan di wajah Jessica.

“Ne. Tadi kau bilang mau bicara sesuatu. Apa itu?” Jessica ingat tepat beberapa menit sebelum dia melihat Donghae, Jaejoong tiba-tiba menghampirinya dan bilang mau mengatakan sesuatu. Dan entah kenapa hanya dengan mendengar suara laki-laki itu berhasil membuat pipi Jessica memanas. Tapi sekarang gadis itu tiba-tiba saja merasa ingin cepat-cepat pergi dari samping Jaejoong.

“Apakah kita bisa kembali menjadi teman?”

Jessica tersenyum tipis. “Tentu. Aku senang memiliki banyak teman.” Jessica menatap Jaejoong tepat sebelum laki-laki itu kembali membuka suaranya. “Aku harus pulang. Donghae akan memarahiku jika saat dia pulang nanti aku belum pulang.” dan Jessica meninggalkan Jaejoong yang tersenyum miris.

‘Dia akan selalu menjadi yang nomor satu bagimu Jessica Jung.’

Sooyoung menatap Kyuhyun yang sekarang berada disampingnya. Laki-laki itu sedang menonton TV dihadapannya. Beberapa menityang lalu Sooyoung bertemu dengan Donghae yang terlihat mabuk. Laki-laki itu berjalan tidak beraturan, dan dengan kesusahan Sooyoung akhirnya membawa Donghae menuju apartemen Kyuhyun. Karena dia yakin Kyuhyun pasti bisa membantunya. Tapi Kyuhyun justru melarangnya untuk membawa Donghae masuk kedalam apartemennya, Kyuhyun justru membantu Sooyoung untuk membawa Donghae ke apartemennya.

“Apakah sekarang Donghae sudah lebih baik?” tanya Sooyoung yang benar-benar tidak mengerti tentang orang yang mabuk.

Kyuhyun menoleh. “Mungkin belum. Dia akan terus tertidur hingga nanti malam. Kau tidak perlu terlalu khawatir.” Sooyoung mengangguk mengerti.

Kyuhyun dan Sooyoung memutar tubuh mereka saat mendengar pintu apartemen Donghae terbuka. Mereka bisa melihat Jessica masuk dengan wajah bingung. Dan wajah bingung gadis itu semakin terlihat jelas saat melihat Sooyoung dan Kyuhyun yang sedang duduk bersama di atas sofa.

“Kenapa kalian berdua bisa berada disini?”

“Tadi aku…”

“Donghae sedang tidak enak badan. Dan Sooyoung bertemu dengannya tadi di jalan. Dan aku pikir akan lebih baik membawanya kemari daripada dia harus tidur di kamarku.” Sooyoung menatap Kyuhyun yang memotong ucapannya. Tapi laki-laki itu justru hanya menganggukkan kepalanya samar. Seolah meminta Sooyoung untuk mengikuti semua yang dia ucapkan.

“Lalu kenapa kau tidak memanggilku? Aku kan sudah pulang daritadi.”

“Tadi kau sedang tidur, jadi aku memilih untuk tidak memberitahumu.” Kyuhyun menatap Jessica yang terlihat sedang berjalan menghampiri kamar Donghae.

“Apa alasan Donghae mabuk adalah Sica?” tanya Sooyoung pelan.

Kyuhyun menatap Sooyoung lalu menganggukkan kepalanya. “Bisa aku pastikan iya.”

“Maksudmu?”

“Donghae tidak memiliki alasan lain untuk mabuk seperti itu selain Sica.”

“Aku tidak mengerti kenapa dia bisa bertahan dengan perasaannya selama bertahun-tahun.” Kyuhyun menatap Sooyoung. Gadis itu tahu? pikirnya.

“Kau tahu?”

“Kita berempat selalu satu sekolah sejak taman kanak-kanak. Jadi meskipun aku tidak terlalu dekat dengan kalian, aku bisa tahu jika ada sesuatu yang Donghae rasakan untuk Sica.” jelas Sooyoung. “Menurutku, hampir semua orang akan sadar akan perasaan Donghae pada Sica.” tambahnya.

“Kecuali Sica sendiri.”

“Benarkah?”

Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya. “Jika tidak. Donghae tidak akan berbaring di atas tempat tidurnya karena alasan mabuk sekarang.” Kyuhyun lalu menatap Sooyoung. “Ini sudah hampir malam. Kau mau menginap atau mau pulang?”

Sooyoung melihat jam dinding yang ada di hadapannya. “Aku sebaiknya pulang saja. Lagipula, aku sudah tidak dibutuhkan disini.”

Gadis itu lalu bangkit dan berjalan melewati Kyuhyun. Tapi tangannya ditahan oleh tangan Kyuhyun. “Aku akan mengantarmu.” Kyuhyun mengambil jaketnya lalu menarik tangan Sooyoung pelan.

‘Kenapa tangan Kyuhyun terasa sangat hangat?’

“Kau mau masuk dulu?” tanya Sooyoung pelan. Ini adalah pertama kalinya dia menawarkan seorang lelaki masuk kedalam rumahnya selain Changmin dan Jaejoong.

“Tidak perlu. Ini sudah malam, aku sebaiknya pulang.” Kyuhyun baru saja akan kembali menuju mobilnya sebelum seseorang tiba-tiba saja muncul dihadapan dia dan Sooyoung.

“Kenapa kau ada diluar?” laki-laki itu lalu menatap Kyuhyun. “Bersama dengan laki-laki ini.” siapapun yang mendengar ucapan Changmin akan tahu jika laki-laki itu tidak suka dengan kehadiran Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat salah satu sudut bibirnya. Dia merasa jengah dengan kehadiran lelaki yang sangat dia hindari itu. Dan sekarang laki-laki itu muncul dihadapannya dan bersikap seolah-olah Kyuhyun adalah seorang lelaki yang harus Sooyoung hindari.

“Apa urusanmu jika aku ada disini atau tidak?” tanya Kyuhyun dengan nada dingin. Sooyoung yang mendengarnya saja sedikit terkejut dengan nada bicara Kyuhyun. Karena meskipun dia tahu jika Kyuhyun memang memiliki sikap dingin dan seolah tak tersentuh, tapi saat ini Kyuhyun terlihat jauh lebih dingin dari yang biasa dia lihat.

Sooyoung berjalan menghampiri keduanya. Gadis itu berdiri diantara Kyuhyun dan Changmin. “Kenapa kau harus semarah ini? Kyuhyun hanya mengantar….”

“Kau tidak perlu menjelaskan apapun padanya. Lagipula kenapa dia harus tahu alasannya? Dia hanya sahabatmu, kan?” Sooyoung mengangguk pelan saat Kyuhyun menatapnya. Lelaki itu lalu menatap Changmin dengan tawa sinisnya. “Lalu kenapa kau harus begitu ingin tahu kehidupan pribadi sahabatmu ini Shim Changmin-ssi?”

Changmin sudah mengepalkan tangannya. Dia memang tidak akan pernah bisa menahan emosinya jika berada dihadapan laki-laki bermarga Cho itu.

“Aku pulang saja. Kau sebaiknya masuk, anginnya sangat dingin.” Sooyoung mengangguk pelan. Dan Kyuhyun berjalan menuju mobilnya. Tapi tepat saat dia berada disamping Changmin, Kyuhyun mendekatkan tubuhnya. “Kau masih Shim Changmin yang sama seperti empat tahun yang lalu. Tapi apa kau yakin hatimu masih sama seperti empat tahun yang lalu? Kar’na aku tidak yakin.” dan Kyuhyun langsung masuk kedalam mobilnya lalu melaju begitu saja.

Sooyoung berjalan menghampiri Changmin yang terlihat masih menatap tajam kearah mobil Kyuhyun yang masih bisa terlihat oleh matanya. “Kau mau masuk?” tanya Sooyoung ragu.

Changmin memutar tubuhnya yang masih tegang. “Tidak perlu. Sebaiknya aku pulang.” dan dia benar-benar pergi tanpa menunggu lagi kata-kata yang mungkin akan keluar dari bibir Sooyoung.

Changmin baru saja akan masuk kedalam bus yang akan membawanya kesekolah. Jika saja seorang gadis tidak tiba-tiba saja muncul dan membuatnya seolah membatu ditempatnya. Memori empat tahun lalu itu tiba-tiba saja muncul. DIsaat gadis itu melepaskan genggaman tangannya. Disaat gadis itu menangis saat kakinya melangkah masuk kedalam pintu bandara. Disaat dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai bandara saat dia tidak bisa lagi melihat sosok gadis itu dihadapannya.

Changmin memberanikan dirinya berjalan menghampiri gadis dihadapnnya itu. Dia hanya ingin meyakinkan jika gadis yang berdiri dihadapannya itu benar-benar gadis yang ditunggunya. Dia sudah lelah hanya terus membayangkan gadis itu berdiri dihadapannya sambil tersenyum. Tapi nyatanya semua itu hanyalah bayangannya saja.

“Seo…Seohyun?!”

“Apa kabarmu Changmin-ah?” dan suara gadis itu yang menyebutkan namanya berhasil menyadarikan Changmin jika gadis yang sekarang sedang berdiri dihadapannya itu adalah nyata.

“Kau ada disini?” tanya Changmin pelan.

Seohyun menganggukkan kepalanya pelan. “Aku baru datang beberapa hari yang lalu. Kau baik-baik saja?”

“Ne. Aku baik-baik saja.” Changmin lalu mengangkat kepalanya dan menatap Seohyun. “Tapi tidak dengan hatiku.”

Changmin tahu jika hatinya tidak baik-baik saja. Bukan hanya karena gadis dihadapannya itu yang sudah pergi empat tahun yang lalu hingga membuatnya membenci laki-laki bermarga Cho yang entah kenapa sekarang justru seolah kembali masuk kedalam lingkaran hidupnya. Tapi juga karena gadis dihadapannya itu, dia harus berpura-pura tidak menyadari perasaan cinta yang Sooyoung berikan padanya. Dan itu membuat dia merasa menjadi pria yang jahat karena membuat perasaan seorang gadis terluka.

“Apa kau juga baik-baik saja?” pertanyaan yang selalu berada diotaknya tentang keadaan gadis itu akhirnya bisa dia tanyakan hari ini.

“Ne. Aku juga baik-baik saja.”

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu bukan?” Seohyun hanya menganggukkan kepalanya. “Kau berapa lama akan berada disini?”

“Aku akan selamanya berada disini. Aku tidak akan pergi lagi.”

“Minggu depan kita sudah masuk liburan musim dingin dan tahun baru. Apa kalian berdua punya rencana untuk pergi liburan?” Donghae menatap Kyuhyun dan Jessica bergantian.

“Aku dan Kyuhyun berencana untuk pergi ke Jeju. Wae? Kau mau ikut?” Jessica kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“Kenapa kau harus bertanya? Laki-laki ini sudah pasti akan ikut tanpa harus kita tanya atau ajak.” Donghae menatap Kyuhyun dengan tatapan kesal. Meskipun dia sebenarnya harus menyutujui ucapan Kyuhyun itu. Tapi bukankah mereka bertiga memang selalu pergi liburan bersama? Jadi tidak salah bukan kalau dia ikut?

“Kau mau liburan kemana Sooyoung-ah?” tanya Jessica yang menyadari jika Sooyoung hanya diam.

Sooyoung seolah tersadar dari lamunannya tentang liburan yang baru saja ketiga orang disekelilingnya itu bicarakan. Sooyoung sebenarnya merasa sedikit sungkan harus duduk diantara mereka. Andai saja Jaejoong tidak harus mengerjakan tugas tambahan dan si bodoh Changmin yang justru sama sekali tidak datang kesekolah itu ada bersamanya, serta kantin menyebalkan tempat dia menghabiskan waktu makan siangnya itu tidak penuh, dia pasti tidak akan terjebak diantara ketiga orang ini dan tidak harus membayangkan rencana liburannya sendirian.

“Aku belum punya rencana apapun.” jawab Sooyoung sambil tersenyum tipis.

“Kalau begitu ikutlah dengan kami. Pasti akan menyenangkan pergi liburan ditemani seorang gadis. Selalu membosankan hanya pergi dengan kedua laki-laki ini.” Kyuhyun yang sedang meminum air putih miliknya langsung tersedak. Beruntung dia tidak mengeluarkan air didalam mulutnya itu.

“A…apa maksudmu?” tanya Sooyoung yang sama terkejutnya dengan Kyuhyun.

“Kau ikut liburan dengan kami. Ada yang salah dengan itu?”

“Memang tidak. Tapi aku tidak mau mengganggu liburan kalian.”

“Apa maksudmu dengan mengganggu? Sica pasti akan sangat senang jika ada seorang gadis yang menemaninya.” Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan membunuh. Bagaimana bisa lelaki itu menyetujui usul Jessica? Tapi Donghae justru sama sekali tidak melihat tatapan Kyuhyun itu.

“Apa tidak apa-apa?” tanya Sooyoung ragu. Tapi dia pikir itu akan menyenangkan. Dia tahu betul apa yang Jessica rasakan. Karena dia selalu merasakannya saat bersama dengan Changmin dan Jaejoong.

“Tentu saja.” ucap Jessica semangat. “Kalau begitu kau ikut dengan kami, ya!” Sooyoung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lebar. Liburan kali ini pasti akan menyenangnya, pikirnya.

“Kalau begitu minggu depan Kyuhyun akan menjemputmu kerumah. Siapkan saja semua barangmu.”

“Kenapa harus aku?” tanya Kyuhyun sambil menatap Donghae yang baru saja mengeluarkan suaranya. Sebenarnya laki-laki itu bukannya tidak mau mengajak Sooyoung liburan bersama. Tapi harus lelaki itu ingatkan sekali lagi jika dia tidak terlalu dekat dengan Sooyoung. Dan dia juga yakin jika Donghae dan Jessica juga begitu. Mungkin.

“Hanya kau yang tahu rumah Sooyoung. Dan Donghae akan menemaniku membeli makanan untuk kita semua saat diperjalanan.” Kyuhyun menghela nafasnya menyerah. Dia memang tidak akan bisa menang melawan gadis yang menyebalkannya adalah sepupunya.

“Tidak apa-apa jika Kyuhyun tidak mau. Aku akan menunggu dibandara.”

Kyuhyun menatap Sooyoung sekarang. “Tidak apa-apa. Aku akan menjemputmu.”

“Kau yakin?”

“Hmmm.” entah kenapa Sooyoung tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun.

“Kalau begitu kita sudah sepakat, ya!” Kyuhyun, Sooyoung dan Donghae mengangguk mendengar ucapan Jessica.

 

TBC

 

Maaf kalau masih ada typo(s).

Ditunggu komentar sama likenya, ya^^

Advertisements

18 thoughts on “Spell For Love (4)”

  1. Sbnrnya msih bingung ma kisah mereka d masa lalu,,,
    Knp Changmin smpe benci bgt Kyu???
    Au ah ora mudeng Gue… Msti baca next partnya spya ngrti gto.

  2. Anjir masa lalu mereka bikin penasaran ku harap part selanjutny cpt di post dan ku harap kyuhoung jgn kaku bgt bgtuh smoga aj smkin dkat bodo amat dgn masa lalu mereka yg dtng kmbali next part di tnggu bgts ya ku harap bsa cpt postny

  3. Masih penasaran sama kisah mereka yg 4 taun lalu .. Trus sama perasaan kyuhyun juga .. Semua penasaran . cerita nya susah di tebak . di lanjut ia author ..

  4. penasaran sama empat tahun yang lalu.. tapi di sini udh ada bocorannya.. jangan2 yg dimaksud Kyu dengan sahabatnya seohyun itu si changmin lagi?? ahh tambah ribet nihh…

  5. Masih pusing bingung-bingung ngikutin kisahnya…
    Penasaran sih sama kisah mereka,,cuma kayaknya udah ada bayangan tentang 4 tahun lalu…
    Next part ditunggu ya…fighting..

  6. Next part nya…
    Pleasee jangan ada yang mengganggu acar liburan mereka thor…
    Jangan muncul ide seperti itu…
    Jangan!!!
    Biarkan mereka menikmati liburannya tanpa ada pihak2 yang tak diinginkan…

  7. yg sabar ya hae trhadap jessi…
    kpan jessi nyadar soal perasaanny ??

    btw, knp seo harus hadir lg dkhidupan changmin & kyu ?
    soo pasti sakit bgt dg kdatanganny…

    next part dtunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s