chapter

Spell For Love (3)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Aku ngak akan banyak ngomong kar’na ngak tahu mau ngomong apa hehehe…

Chattingnya nanti ya. Aku bahkan belum nulis satu huruf pun -_- lebih sabar ya nunggunya^^

Sekarang kita mulai ya~

AUTHOR POV

 

“Apa yang tadi laki-laki itu lakukan padamu disekolah?”

Sooyoung menatap Changmin yang baru saja mengeluarkan suaranya. Laki-laki? Siapa laki-laki yang melakukan sesuatu padanya?

“Siapa maksudmu?” tanya Sooyoung karena dia tidak berhasil menemukan jawaban siapa orang yang Changmin maksud.

“Cho Kyuhyun.” jawab Changmin singkat. Karena entah Sooyoung tahu atau tidak, lelaki itu sangat tidak tertarik atau bahkan tidak mau untuk menyebutkan nama Kyuhyun.

Sooyoung kembali memakan es krim yang sedang dipegangnya. “Dia hanya bertanya kenapa aku datang sendirian.”

Changmin memandang Sooyoung tajam. “Lalu kenapa dia harus mengambil ikat rambut milikmu?”

Sooyoung memandang Changmin bingung. Bagaimana laki-laki itu bisa tahu jika tadi pagi Kyuhyun mengambil ikat rambut milknya? “Bagaimana kau bisa tahu?” Sooyoung menatap Changmin penuh selidik. “Atau jangan-jangan tadi kau mengikutiku di belakang?!”

“Itu tidak penting. Sekarang kau hanya perlu menjawab pertanyaanku. Kenapa dia mengambil ikat rambutmu?”

Sooyoung mengangkat kedua bahunya. “Aku juga tidak tahu kenapa. Dia pergi begitu saja setelah melakukannya.” Sooyoung sedikit memajukan bibirnya. “Dan itu menyebalkan!”

Changmin tidak lagi mengeluarkan suaranya. Dia hanya menatap gadis disebelahnya yang sekarang sedang memasukkan gigitan terakhir es krim yang dia makan sejak tadi. Dia tahu jika seharusnya dia tidak bertanya tentang hal itu. Karena toh gadis itu memiliki kehidupannya sendiri. Kenapa dia harus pusing-pusing memikirkan lelaki yang hanya mengambil ikat rambut Sooyoung itu? Lagi pula harga ikat rambut itu pasti sangat murah. Lalu kenapa dia harus begitu penasaran dengan alasan Kyuhyun melakukan itu pada Sooyoung?

“Aku harus pulang. Eomma pasti mencariku!” tanpa menunggu respon dari Changmin, Sooyoung pergi meninggalkan Changmin yang hanya menatap kepergiannya dengan tatapan tajam.

‘Aku harap kejadian empat tahun lalu tidak akan terulang lagi!’

“Kenapa hari ini dingin sekali?!” gumam Sooyoung saat dia sedang menunggu bus datang tapi hembusan angin membuatnya menyesal telah menolak tawaran eommanya untuk pergi bersama menggunakan mobil.

Kegiatan Sooyoung yang masih sibuk dengan jaket tebal miliknya terhenti saat dia melihat sebuah mobil putih berhenti tepat dihadapanya.  Dahi Sooyoung berkerut samar dan tatapan bingung begitu jelas dari matanya.

Kaca mobil itu terbuka perlahan dan memperlihatkan sosok seorang lelaki dengan seragam yang sama seperti yang Sooyoung pakai. Tatapan mata Sooyoung masih menunjukkan sorot bingung meskipun sekarang dia sudah tahu siapa yang ada di dalam mobil di hadapannya itu.

“Masuklah. Aku tahu kau kedinginan.”

“Tidak perlu.”

“Tapi dibelakang ada kecelakan lalu lintas. Dan aku sangat yakin jika bus yang kau tunggu tidak akan datang dalam tiga puluh menit. Jadi jika kau tidak ingin terlambat, sebaiknya kau masuk kedalam mobilku sekarang.”

Sooyoung menatap Kyuhyun sejenak sebelum akhirnya menghela nafasnya panjang. Gadis itu akhirnya mengalah dan masuk kedalam mobil Kyuhyun.

Setelah memastikan sabuk pengaman sudah Sooyoung pakai, Kyuhyun baru melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sekitar sepuluh menit berlalu dengan keheningan yang Kyuhyun dan Sooyoung rasakan, mata Kyuhyun berhasil melihat tangan Sooyoung yang saling bertautan. Dan gadis itu sesekali mengusap-ngusap kedua tangannya.

“Apa kau kedinginan?” tanya Kyuhyun. Gadis itu tidak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya pelan. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung menaikkan suhu penghangat di dalam mobilnya. “Sudah hangat?”

Sooyoung memandang Kyuhyun kemudian menganggukan kepalanya. “Gomawo.”

“Seharusnya kau cukup mengatakannya saja. Aku tidak mau kau membeku didalam mobilku.” Sooyoung hanya mencibir pelan. Tapi reaksi gadis itu justru membuat Kyuhyun tersenyum. “Dimana sahabat-sahabatmu itu?” tanya Kyuhyun.

“Aku tidak tahu.”

“Wae?”

Sooyoung memutar kepalanya lalu menatap kesal kearah Kyuhyun. “Hidupku bukan hanya untuk mengurusi semua hal tentang mereka.”

“Aku kan hanya bertanya. Kenapa reaksimu berlebihan sekali?”

“Kar’na kau selalu saja bertanya tentang hal yang sama. Dan itu membuatku kesal.” Sooyoung semakin kesal karena Kyuhyun justru terkekeh pelan mendengar jawaban darinya.

“Daripada kau terus menekuk wajahmu itu, sekarang sebaiknya kau turun dan masuk kedalam kelasmu.” Sooyoung langsung melihat sekelilingnya. Sejak kapan mobil Kyuhyun sudah sampai disekolah? Batin Sooyoung.

“Gomawo kar’na sudah memberikan tumpangan padaku.” Sooyoung langsung keluar dari dalam mobil Kyuhyun setelah melepaskan sabuk pengaman yang sejak tadi melindungi tubuhnya.

Kyuhyun menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan, mencoba untuk membuang pikiran kalut yang tiba-tiba saja melintas di dalam pikirannya. “Andai saja gadis yang aku cintai empat tahun lalu itu adalah dirimu Sooyoung-ah. Pasti semuanya tidak akan menjadi serumit ini.” gumam Kyuhyun.

“Kau sedang apa melamun sendirian begitu? Dimana Sica?” tanya Kyuhyun yang melihat Donghae sedang meminum segelas cola dihadapannya seorang diri. Padahal seingatnya lelaki itu pernah mengatakan jika pergi sendiri ke kantin itu tidak asik. Tapi lihatlah! Sekarang laki-laki bermarga Lee itu bahkan terlihat begitu menyedihkan karena duduk sendirian dengan tatapan kesal yang sangat jelas dapat dilihat oleh siapapun yang melihatnya.

Donghae menatap wajah Kyuhyun yang sekarang sudah duduk dihadapannya dengan sebuah lemon tea dihadapannya dengan wajah kesal. Tidak tahukah sahabatnya itu jika dia sedang kesal sekarang ini?! “Aku tidak tahu kemana perginya gadis itu. Saat aku datang kekelasnya, gadis itu sudah tidak ada. Dan aku tidak sedang melamun Cho Kyuhyun-ssi!”

Kyuhyun terkekeh pelan. Dia sangat tahu jika Donghae sangat tidak suka jika dia tidak tahu kemana Jessica pergi. Dan Kyuhyun juga tahu jika Donghae menyukai, ah tidak, Donghae sangat mencintai Jessica. Tapi entahlah, Kyuhyun sendiri juga tidak tahu siapa sebenarnya yang bodoh disini. Donghae yang terlalu takut untuk mengungkapkan isi hatinya, atau Jessica yang tidak bisa menyadari isi hati Donghae. Karena sampai saat ini mereka berdua hanya berstatus sahabat. Tidak lebih.

“Bukankah itu Sica? Dia sedang bersama dengan klub dancenya.” Kyuhyun mengarahkan tangannya ke arah meja yang berjarak hanya sekitar dua puluh meter dari mejanya sekarang.

Donghae langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang Kyuhyun tunjuk. Dan sebuah senyuman yang sempat muncul di wajahnya karena dia akhirnya bisa melihat Jessica tiba-tiba saja menghilang saat dia melihat Jessica sedang duduk berdampingan dengan laki-laki yang sangat tidak ingin dia lihat. Donghae tahu jika dia tidak pernah membenci laki-laki itu. Tapi sejak kejadian dimana laki-laki itu membuat harapannya hancur, dia tahu jika dia tidak ingin lagi bertemu atau bahkan hanya sekedar menyapa lelaki itu. Karena itu hanya akan membuat luka yang selalu dia coba untuk tutup justru akan kembali terbuka dan membuatnya kembali merasa menjadi pria paling bodoh di dunia ini.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Kyuhyun sambil menyentil dahi Donghae hingga membuat laki-laki itu berdecak kesal.

“Aish apa yang kau lakukan? Itu sakit bodoh!” Donghae mengusap dahinya yang dia yakini sekarang memerah akibat ulah Kyuhyun.

“Itu semua kar’na kau yang justru melamun dan seolah menganggapku tidak ada disini. Dan itu menyebalkan!” Kyuhyun menatap Donghae. “Ayolah! Sica tidak hanya berdua dengan laki-laki itu. Ada anggota klub dance yang lain, jadi kau tidak perlu menunjukkan ekspresi wajah menyedihkan seperti itu.”

Donghae kembali menatap Kyuhyun dengan wajah kesal. Sahabatnya itu bahkan sama sekali tidak berguna. Dia hanya bisa membuat moodnya hari ini tambah hancur. Sahabatnya itu benar-benar menyebalkan, sangat menyebalkan!

“Maaf, apa aku boleh duduk disini?” Kyuhyun dan Donghae mengangkat wajah mereka dan mendapati seorang gadis sedang berdiri dihadapan mereka dengan membawa sebuah nampan berisi makanan di tangannya. “Semua meja terisi penuh. Kalian hanya duduk berdua, jadi aku pikir aku bisa ikut bergabung dengan kalian.”

“Tentu saja. Duduklah!” ucap Donghae. Karena dia tahu jika Kyuhyun tidak akan mau repot-repot menjawab permintaan orang lain yang tidak dia kenal. Jadi dari pada gadis dihadapannya itu terus saja berdiri hingga kakinya keram karena menunggu jawaban, dia akhirnya mengeluarkan suaranya. Meskipun sebenarnya dia sama sekali tidak ingin ada orang lain di mejanya ini. Tapi melihat keadaan kantin yang sangat ramai, dia merasa tidak tega.

“Gomawo Donghae-ah!”

“Bukan hal yang besar Yoona-ya.” Donghae mampu melihat sebuah senyuman yang sekarang muncul diwajah Yoona. Dia lalu mengalihkan tatapannya ke arah Kyuhyun. “Tadi pagi aku melihat Sooyoung keluar dari dalam mobilmu.” Donghae menatap Kyuhyun penuh selidik.  “Kalian berdua pergi bersama?”

“Hmm.”

“Bagaimana bisa? Aku tidak pernah tahu jika kau dan dia sedekat itu.”

Kyuhyun menatap Donghae malas. “Apakah kau harus menjadi dekat dengan seseorang saat melihatnya sedang kedinginan menunggu bus yang terjebak kemacetan saat kau begitu nyaman di dalam mobil yang kau bawa? Apalagi kau mengenal orang itu.”

“Terserah kau saja. Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu hari ini.” Donghae lalu menatap Yoona yang terlihat hanya diam. “Kenapa kau belum mengganti bajumu Yoona-ya?” tanya Donghae mencoba membuat Yoona nyaman berada diantara dia dan Kyuhyun. Meskipun dia tahu jika gadis itu pasti hanya merasa kaku pada Kyuhyun. Karena dia dan Yoona adalah teman sekelas.

“Tadi aku harus melakukan ulangan susulan. Kau tahukan aku tidak masuk minggu kemarin. Jadi aku memutuskan untuk makan siang dulu baru mengganti bajuku.” jawabnya diiringi oleh sebuah senyuman manis diwajahnya yang cantik.

“Oh! Ada saus di sudut bibirmu!” Donghae mampu melihat jika Yoona langsung mencoba menghilangkan saus yang dia maksud. Tapi gadis itu tidak mampu membersihkannya. Donghae lalu mengambil selembar tisu dihadapannya, “biar aku yang melakukannya!”

Yoona tiba-tiba saja merasa tubuhnya membatu saat tangan Donghae membersihkan saus disudut bibirnya dengan selembar tisu yang dia pegang. Dadanya begemuruh sangat kencang saat ini. Jika saja keadaan kantin tidak ramai, mungkin suara gemuruh di dadanya itu bisa terdengar.

“Go…gomawo Donghae-ah!” Donghae hanya tersenyum singkat. Tapi senyuman itu justru mampu membuat gemuruh di dalam dada Yoona justru semakin kencang.

Tanpa mereka sadari Jessica sedang menatap adegan romantis itu dengan tatapan kesal. Dia tahu mungkin dia egois jika dia tidak rela melihat Donghae memperlakukan gadis lain seperti itu. Jessica benar-benar kesal sekarang. Andai saja rapat klub dance yang entah kenapa harus dilakukan di kantin dan saat makan siang ini tidak perlu dia hadiri, dia pasti sudah menghampiri Donghae dan menghentikan tindakan laki-laki itu. Meskipun dia sendiri tidak tahu kenapa dia harus melakukannya, tapi dia benar-benar ingin melakukannya. Dia benar-benar tidak bisa melihat Donghae memperlakukan gadis lain seperti itu.

“CHOI SOOYOUNG!” Sooyoung menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya saa dia mendengar namanya dipanggil. Sebuah senyuman kini menghiasi wajahnya yang cantik saat dia melihat Jessica sedang berlari menghampirinya. “Kau mau pulang?” tanya Jessica saat dia sudah berada di hadapan gadis yang jauh lebih tinggi dari dirinya itu.

“Ne. Kau juga mau pulang?”

Jessica menganggukan kepalanya cepat. “Kita pulang bersama, ya!”

“Dimana Donghae? Biasanya kau selalu pulang bersamanya.” Sooyoung menatap Jessica dengan wajah bingung. Tidak biasanya gadis bermarga Jung itu pulang sendirian. Biasanya dia akan melihat Jessica sedang menggandeng tangan Donghae di parkiran sekolah.

“Entahlah. Dia mungkin sudah pulang. Aku tidak bisa menemukannya dimanapun.” keluh Jessica. Dia memang sedang merasa kesal karena Donghae tiba-tiba saja sudah tidak ada didalam kelasnya saat dia menghampiri kelas laki-laki itu. Dan Kyuhyun juga sama-sama seolah menghilang ditelan bumi. “Apa kau tidak keberatan jika aku ajak pulang bersama?”

Sooyoung tersenyum. “Tentu saja. Kenapa aku harus keberatan.” Sooyoung lalu menggandeng tangan Jessica. “Ayo kita pulang!”

“Ayo!” Jessica tersenyum. “Oh iya. Apa kau mau mampir ke apartemenku? Pasti akan menyenangkan memiliki teman ngobrol seorang gadis.”

“Maksudmu?”

“Aku hanya mengenal Donghae dan Kyuhyun di lingkungan apartemenku. Jadi aku hanya bisa mengobrol dengan mereka berdua. Dan terkadang itu membuatku kesal. Karena mereka berdua benar-benar tidak memahami seorang gadis dengan baik.” ucap Jessica panjang lebar.

“Benarkah? Aku juga merasakan hal yang sama.”

“Kau pasti tahu rasanya, kan?!” Sooyoung menganggukan kepalanya pelan. “Jadi, kau mau mampir?”

Sooyoung tersenyum lalu mengangguk kembali. “Tentu saja, itu pasti akan menyanangkan!”

Sooyoung merasa sedikit menyesal karena dia sudah menerima ajakan Jessica untuk mampir ke apartemennya. Anda saja dia tahu lebih awal jika Jessica adalah sepupu Kyuhyun dan mereka berdua tinggal bersama, Sooyoung pasti akan langsung menolak permintaan gadis itu.

“Aku akan pergi ke apartemen Donghae. Nikmati waktu kalian.” Kyuhyun yang baru saja keluar dari dalam kamarnya langsung berlalu begitu saja melewati Sooyoung dan Jessica yang sedang duduk di depan TV. Tapi entah kenapa Sooyoung justru tiba-tiba saja merasa kesal karena Kyuhyun justru mengabaikan keberadaannya.

“Apa dia sedang marah?” tanya Sooyoung tiba-tiba.

“Kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Moodnya memang terkadang berubah sangat drastis dalam waktu yang sangat cepat. Jadi tidak perlu terlalu dipikirkan.” Jessica tahu Sooyoung pasti merasa tidak enak karena Kyuhyun justru pergi setelah kedatangannya. Tapi Jessica juga tahu jika sepupunya itu memang terkadang menyebalkan. Atau mungkin hampir setiap hari menyebalkan.

Tapi tidak lama pintu apartemen Jessica kembali terbuka. Dan dua orang laki-laki kini muncul bersamaan. “Kenapa kau kembali?” Jessica menatap Kyuhyun. Lalu tatapan gadis itu beralih ke arah Donghae. “Dan kenapa kau ada disini?”

“Aku dan Kyuhyun bertemu didepan. Dan kar’na aku sedang lapar, jadi aku datang kemari untuk mencari makanan.”

Jessica menatap Donghae malas. “Bagaimana bisa kau datang kemari dan langsung meminta makanan yang aku beli setelah kau meninggalkanku sendirian di sekolah tadi?!”

“Mianhae, tadi aku harus buru-buru pulang kar’na bajuku kotor.” Jessica menatap Donghae tidak percaya, tapi tatapan polos yang Donghae berikan membuatnya mau tidak mau harus percaya pada laki-laki itu.

Tiba-tiba ponsel Donghae bunyi. Dan laki-laki itu langsung mengambil ponsel yang dia simpan didalam saku celananya.

‘Yeoboseyo!’

                   ‘Ini Lee Donghae?’

                   ‘Ne. Nuguseyo?’

                   ‘Ini aku Seohyun. Aku sudah ada di Seoul. Aku hanya ingin memberitahukanmu itu. Mungkin beberapa hari lagi aku akan pergi kerumahmu.’

                   ‘N…ne.’

                   ‘Kalau begitu aku tutupi teleponnya, ya.’

                   ‘Baiklah.’

                   Ketiga orang dihadapan Donghae menatap Donghae dengan tatapan bingung. Mereka bingung melihat eksprei wajah laki-laki itu yang tiba-tiba terlihat begitu tegang. Jessica langsung bengkit dari tempat duduknya dan menghampiri sabahatnya itu.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya. “Siapa yang telepon?”

Donghae menatap Kyuhyun dan Jessica bergantian. Dia ragu, tapi dia tahu jika dia tidak bisa menyambunyikan ini. “Seo…Seohyun. Dan dia ada di Seoul.” ucapnya akhirnya.

Dan ekspresi wajah Kyuhyun dan Jessica langsung berubah tegang sama seperti yang sekarang Donghae tunjukkan. Dan tanpa mereka sadari Sooyoung menatap Donghae dengan tatapan terkejut.

“Apa maksudmu Seo Joohyun?” tanya Sooyoung yang merutuki dirinya sendiri karena dia dengan bodohnya mengeluarkan pertanyaan itu.

“Kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun pelan. Mencoba menghilangkan perasaan sesak yang tiba-tiba muncul di dadanya.

“Apa dia Seohyun yang pindah ke Jepang empat tahun yang lalu?” tanya Sooyoung lagi karena ketiga orang dihadapannya itu belum menjawab pertanyaannya tadi.

“Ne. Apa kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun lagi.

Namun bukannya menjawab. Airmata justru tiba-tiba saja mengalir dari mata Sooyoung. Gadis itu bahkan sudah dengan susah payah melupakan kejadian menyakitkan empat tahun yang lalu. Tapi sekarang gadis yang mungkin paling tidak ingin dia temui di sisa hidupnya itu justru tiba-tiba muncul lagi.

Jessica langsung menghampiri Sooyoung dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. “Kau mengenal Seohyun?”

Sooyoung menatap ketiga orang dihadapannya dengan tatapan sedih. “Dia dulu adalah sahabatku.” gumamnya lirih.

Dan tepat setelah itu, ketiga orang yang baru saja mendengar Sooyoung mengeluarkan suaranya merasa jika dunia benar-benar sudah mempermainkan mereka.

 

TBC

 

Maaf kalau masih ada typo(s).

Ditunggu komentar sama likenya, ya^^

Advertisements

23 thoughts on “Spell For Love (3)”

  1. Masalahnya bakalan complit dah setelah seo datang
    Jangan bilang lalau seo mantan kyu dan kyuyoung bakalan sulit bersatu
    Jessica cemburu liat donghae sama yoona
    Donghae sama yoona aja deh biar nggak sakit hati lagi jessica sama sahabat soo yang itu #lupa siala namnya
    Kuyoung moment dipart ini dikit banget thor
    Next part jangan lama2 ya thor

  2. Ff nya bikin penasaran . Sebener nya masa lalu mereka tu kaya gimana sih??? Penasaran banget sumpah.. di tunggu kelanjutan nya

  3. Msih pnsran ma kisah 4 tahun yg lalu mereka yg jd misteri dsini.
    Soohyun mntan Kyuya???
    Trus shbatan ma Soo???
    Trus knp jd pda pisah???
    (Yaelah kya wartawan nanya mulu, rempong bner jdinya).
    Masalahnya jd Complicated gto.

  4. makin bingung sama hubungan mereka dan terlalu rumit.. mereka semua ada dalam satu lingkaran hubungan yg sama

  5. Menurut aku kependekan si ceritanya karna baru baja terus kaya udah end aja tapi so far ceritanya bagus ko dan bikin penasaran hubungan antara mereka itu apa dan aku suka banget haesicanya hahaha biasanya mereka suka terang terangan gitu tapi di sini mereka kaya main cast juga karna cerita cinta mereka yang rumit hahah so semangat nulisnya dan jangan lama lama ya posnya hehe 💪🏻

  6. Kayaknya ceritanya makin rumit dan aku masih kurang ngerti hubungan mereka satu sama lain.
    Fighting buat next chapnya semoga cepet ya hehe

  7. sica cemburu sama hae, karena ngeliat hae sama yoona… duh jgn” soe mantanya kyu… kyuyoungnya dikit ya di part ini… di tunggu next partnya… semangat…

  8. Komplik udah muncul nih. Tapi penasaran deh sama masalalu mereka, trlebih kyuyoung. Mungkin seohyun yg jadi benalu disini.
    NEXT PART DITUNGGU

  9. Bikin penasaran bangett
    4tahun yang lalu ada apa sama mereka.-.
    Suka sama jalan ceritanya ff ini seru dapet juga feelnya kkkk
    Ditunggu part4 secepatnya ya thorr^^

  10. Haisssh penasaran…
    Apa yag terjadi 4 thun yang lalu?
    Chemistry persahabatan Jessika dan Donghae dah bikin baper, bagus sempat kepikiran kalau mereka harus bersama (mungkin efek ff Mr. Goodbye)
    Tapi pas munculnya Yoona aduuuh galau ini, kayanya Yoona suja ya sama Donghae…
    Pengen juga Donghae sama Yoona ..
    Huuufft bape baper baper lah…
    Next ditunggu secepatnya…
    Fighting!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s