chapter

Spell For Love (2)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Banyak yang komentar kalau ini alurnya kecepetan. Sebenernya ada alasan dibalik sikap mereka berdua itu. Tapi aku bakal ngasih penjelasannya di pertengahan FF ini ya. Jadi tunggu aja OK^^

Dan aku juga ngak tahu kenapa ini berasa panjang banget gitu. Padahal aku ngak terlalu mood nulis waktu bikin ini.

Sekarang kita mulai aja ya~

AUTHOR POV

 

Kyuhyun menghembuskan nafasnya lega setelah dia berhasil keluar dari gerombolan adik kelas yang terus saja mengikutinya sejak dia keluar dari dalam kelasnya untuk istirahat makan siang. Dan lihatlah! Sekarang ditangan Kyuhyun ada lebih dari lima buah hadiah yang diberikan oleh adik-adik kelasnya itu. Memang tidak semua yang memberikan hadiah, beberapa dari mereka lebih memilih untuk meminta foto bersama dengan Kyuhyun. Dan karena Kyuhyun sedang malas mencari alasan untuk menolak permintaan-permintaan konyol adik kelasnya itu, Kyuhyun akhirnya menurut meskipun dia harus kehilangan dua puluh menit jam istirahat makan siangnya.

Kyuhyun berjalan mencari meja kantin yang kosong dengan membawa sebuah nampan berisi puding coklat dan orange jus setelah sebelumnya menitipkan kado-kado dari adik kelasnya itu kepada petugas sekolah untuk dibawa kedalam mobilnya. Dan matanya langsung menangkap sosok seorang gadis yang sedang duduk sendirian dengan sepotong kue dan jus apel yang ada di hadapannya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun menghampiri gadis itu.

“Boleh aku duduk disini?” gadis yang sejak tadi sibuk memainkan layar ponselnya itu mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun.

“Tentu. Duduk saja!” Kyuhyun akhirnya duduk dan langsung sibuk dengan makanan dan minuman yang dia bawa di atas nampannya.

Suasana di meja itu benar-benar sunyi. Meskipun kedua orang yang sekarang sedang duduk saling berhadapan itu saling mengenal satu sama lain, tapi baik Kyuhyun ataupun Sooyoung seolah lebih tertarik untuk diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Toh, bukankah mereka berdua memang tidak dekat? Bahkan baik Kyuhyun ataupun Sooyoung tidak tahu kenapa kemarin mereka bisa bersikap seolah mereka adalah teman. Padahal keduanya tahu dengan pasti jika mereka berdua hanya saling mengenal. Hanya itu.

“Aku sudah selesai. Aku akan pergi duluan!” Sooyoung menatap Kyuhyun yang sekarang sedang meminum sisa orange jus di dalam gelasnya. “Wae?” tanya Kyuhyun yang menyadari jika Sooyoung sekarang sedang menatapnya.

“Kau hanya makan puding itu?”

“Hmm. Wae?”

“Setahuku setelah ini kau ada kelas olah raga, kan? Apa kau bisa berolah raga hanya dengan makan dua potong puding coklat dan juga segelas orange jus?”

“Bagaimana kau bisa tahu aku akan olah raga setelah ini?”

Sooyoung menatap Kyuhyun datar. “Kau sekelas dengan Jaejoong. Jadi aku tahu kar’na aku tahu jadwal pelajarannya setiap hari.” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan salah satu alisnya yang terangkat. “Kau belum menjawab pertanyaanku!”

“Jika aku makan lebih banyak, waktuku tidak akan cukup.”

“Kalau kau tahu waktumu tidak akan cukup. Lalu kenapa kau meladeni gadis-gadis itu tadi?”

Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya. Laki-laki itu lalu mendekatkan wajahnya kepada Sooyoung. “Kau memperhatikanku nona Choi?” goda Kyuhyun.

Sooyoung mendorong Kyuhyun kesal. “Jeritan fans-fansmu itu mengganggu telingaku. Jadi bagaimana mungkin aku tidak tahu apa yang baru saja kau lakukan.” ujar Sooyoung kesal. Lelaki dihadapannya ini benar-benar menyebalkan. Dia benar-benar menyesal sudah berbuat baik pada Kyuhyun tadi malam. “Sebaiknya kau pergi sekarang!” Sooyoung memalingkan wajahnya kesal. Dan dia tahu jika Kyuhyun sekarang sudah pergi dari hadapannya dengan terkekeh pelan.

Donghae sibuk memperhatikan wajah gadis yang sekarang sedang meletakkan kepalanya di atas meja kantin karena otak gadis itu sudah sangat lelah dengan semua pelajaran yang diterimanya dari pagi hingga siang ini.

“Apa kau akan terus seperti itu? Kau tidak mau makan siang?” Donghae akhirnya membuka suaranya. Dia tahu jika gadis itu tidak makan siang, saat waktunya mereka pulang sekolah nanti gadis itu akan berubah menjadi gadis cerewet yang terus mengeluh karena menahan lapar selama pelajaran berlangsung.

Jessica mengangkat kepalanya dan menatap Donghae. “Kau yang ambilkan, ya! Kepalaku sakit sekali.” mohon Jessica dengan mata yang sengaja dia buat berkedip berkali-kali.

“Berhenti melakukan itu. Kau terlihat sangat aneh!” Jessica memajukan bibirnya kesal setelah mendengar respon dari lelaki yang sekarang sudah berjalan meninggalkannya dan sedang mengambil makanan dan juga minuman yang dia yakini untuk mereka berdua. Karena Donghae mengambil cukup banyak makanan.

“Ini. Makanlah!” Jessica tersenyum dan mengambil semangkuk ramyeon yang Donghae bawa.

Keduanya sibuk berkutat dengan makanan yang Donghae bawa hingga mata Jessica menatap gerombolan gadis-gadis yang terlihat sedang mengelilingi seseorang.

“Bukankah itu Kyuhyun?”

“Dimana?” Donghae menhentikan aktifitas makannya dan berbalik. Donghae menyipitkan matanya untuk memastikan siapa lelaki yang sekarang sedang membuat gadis-gadis di dalam kantin itu berlarian menghampirinya. “Itu memang Kyuhyun!”

“Apa yang gadis-gadis itu lakukan?” Jessica masih sibuk memakan ramyeonnya.

“Seperti biasa. Memberikan hadiah atau meminta foto Kyuhyun. Apa lagi?”

“Sebenarnya apa yang menarik dari pria dingin seperti Kyuhyun?” Jessica memang tidak habis pikir dengan adik-adik kelasnya itu. Mereka seolah tidak peduli dengan sikap Kyuhyun yang terkesan dingin, ah tidak. Sangat dingin terhadap mereka. Mereka tetap saja berteriak histeris jika Kyuhyun berjalan melewati mereka. Padahal Kyuhyun bahkan tidak melakukan apapun. Lelaki itu hanya berjalan dengan wajah dingin dan angkuhnya saja, dan itu membuat Jessica semakin tidak mengerti dengan isi otak gadis-gadis itu.

“Mungkin kar’na Kyuhyun tampan.”

Jessica meletakkan sendok dan sumpitnya lalu menatap Donghae. “Aku tahu jika Kyuhyun itu tampan, tapi menurutku tidak seharusnya mereka seperti itu. Kyuhyun itu hanya murid biasa sama seperti murid lainnya. Dia bukan seorang idol. Jadi kenapa mereka berlebihan seperti itu?!” Donghae mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban ‘tidak tahu’.

“Kenapa dia malah menghampiri Sooyoung bukan menghampiri kita?” tanya Donghae saat menyadari jika Kyuhyun berjalan menghampiri meja dimana sekarang Sooyoung sedang duduk setelah terbebas dari adik-adik kelasnya tadi.

“Mungkin dia tidak melihat kita.” Jessica sekarang sedang sibuk dengan puding dihadapannya. Namun setelah puding dihadapannya habis, mata Jessica langsung membulat sempurna  setelah dia melihat jika sekarang wajah Kyuhyun dan Sooyoung hanya berjarak beberapa sentimeter saja. “Apa yang sedang Kyuhyun lakukan?”

Donghae kembali menutar tubuhnya dan langsung tersedak setelah melihat apa yang juga Jessica sedang lihat. “Apa mereka berdua memang sedekat itu?” tanya Donghae bingung. Kemarin Kyuhyun menemui Sooyoung ditaman, dan malamnya Sooyung juga menolong Kyuhyun untuk berbelanja. Dan sekarang wajah mereka sedekat itu. Donghae menatap Jessica. Tapi gadis dihadapannya itu hanya menjawal ‘molla’ tanpa suara. Entah kenapa Donghae merasa akan ada sesuatu yang besar terjadi diantara Kyuhyun dan juga Sooyoung.

“Apa kemarin kau bertemu dengan Jaejoong?” tanya Donghae tiba-tiba. Donghae tahu jika Jessica harus memberikan undangan klub dance untuk Jaejoong kemarin.

“Aniyo. Aku menitipkannya pada Sooyoung.” sebuah senyuman kini terukir di wajah tampan Donghae. Jawaban gadis itu membuatnya senang. “Wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?”

“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin senyum saja.”

“Dasar aneh!”

Donghae tidak kesal. Jawaban gadis itu atas pertanyaannya tadi masih membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum. Bukankah itu berarti gadis itu tidak mengobrol dengan Jaejoong? Pikir Donghae. Dan itu membuatnya benar-benar senang saat ini.

Jessica baru saja keluar dari dalam kelasnya dan berniat menghampiri kelas Donghae untuk mengajak lelaki bermarga Lee itu pulang bersama. Tapi baru beberapa langkah dia keluar dari dalam kelasnya, langkah Jessica terhenti oleh Jaejoong yang entah bagaimana sekarang ini sudah ada dihadapannya.

“Kau mau pulang?” tanya Jaejoong berusaha tenang. Meskipun sebenarnya jantung laki-laki itu saat ini sedang berdetak sangat cepat dan bahkan mungkin bisa keluar kapan saja. Bagaimana tidak? Ini adalah pertama kalinya dia bisa sedekat ini lagi dengan Jessica setelah bertahun-tahun.

“I…iya. Aku baru mau kekelas Donghae.” dan jawaban Jessica itu berhasil membuat senyuman yang sejak tadi ada diwajah Jaejoong menghilang seketika. Bahkan hingga saat ini Jaejoong tahu jika Donghae akan selalu menjadi lelaki nomor satu dalam hidup Jessica. Selalu.

“SICA-YA!” Jessica menoleh dan tersenyum lega setelah melihat Donghae kini berjalan menghampirinya. Setidaknya lelaki itu akan membuat suasana canggung diantara dia dan Jaejoong sedikit mencair.

“Kenapa lama sekali?”

“Kelasku hanya terlambat dua menit, dan kau bilang itu lama?!” Jessica terkekeh pelan. Dan Donghae pun seolah baru menyadari kehadiran Jaejoong saat laki-laki itu berdeham. “Kalian berdua sedang mengobrol?” Donghae mencoba bertanya senormal mungkin. Karena dia tahu dia bahkan tidak berhak melarang laki-laki manapun untuk mendekati Jessica. Karena satusnya hanyalah sahabat gadis itu. Tidak lebih.

“Iy…”

“Tidak. Kami hanya saling menyapa. Tadi aku dan Jaejoong tidak sengaja bertemu.” Jessica secepat kilat memotong ucapan Jaejoong. Entah kenapa Jessica seolah tidak ingin Donghae tahu jika dia dan Jaejoong sedikit mengobrol tadi. “Bukankah kita harus pulang sekarang? Ayo! Nanti kita telalu sore.” Jessica menatap Jaejoong dan tersenyum paksa. “Kami berdua harus pergi. Senang bertemu denganmu.” gadis itu lalu menarik tangan Donghae dan meninggalkan Jaejoong yang hanya bisa terdiam oleh kepergian kedua orang yang tadi ada dihadapannya itu.

“Apa semuanya masih sama seperti empat tahun yang lalu Sica-ya?”

Sooyoung berdecak kesal saat melihat hujan yang entah bagaimana bisa turun hari ini. Padahal sudah lebih dari dua minggu hujan tidak turun di kota Seoul. Dan hari ini, hari dimana dia ada kelas tambahan hujan tiba-tiba saja turun. Bahkan sangat deras.

“Kau sedang apa?” sebuah suara yang tiba-tiba saja terdengar di telinga Sooyoung itu membuat Sooyoung benar-benar terkejut. Gadis itu bahkan mundur beberapa langkah karena terkejut.

“Apa tidak bisa kau tidak membuatku terkejut?” omel Sooyoung pada Kyuhyun yang sekarang hanya memandangnya dengan tatapan datar.

“Memangnya siapa yang membuatmu terkejut? Aku hanya bertanya kau sedang apa. Jadi dibagian mana aku membuatmu terkejut?” Sooyoung memandang Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh lelaki dihadapannya itu. Untung saja dia masih bisa menahan emosinya. Karena jika tidak, dia mungkin saja sudah melenyapkan laki-laki di hadapannya itu detik ini juga.

“Sudahlah! Aku tidak mau berdebat denganmu!” Sooyoung memalingkan wajahnya agar dia tidak melihat wajah menyebalkan Kyuhyun.

Namun tidak lama, gadis itu mampu merasakan sesuatu tiba-tiba saja sudah ada didalam genggamannya. Sooyoung melihat kearah tangannya dan mendapati sebuah payung kini sudah berada didalam genggamannya.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Pakai ini. Aku yakin kau akan lebih membutuhkannya.”

“Lalu kau?”

“Aku hanya perlu berlari menuju mobilku.” Kyuhyun mengarahkan jari telunjuknya ke arah mobil putihnya yang terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.

“Tapi kau akan basah.”

“Sudahlah tidak usah memikirkanku. Kau pakai saja. Kau bisa mengembalikannya kapanpun. Atau kalau tidak juga tidak apa-apa.” Kyuhyun kembali tersenyum tipis dan detik berikutnya laki-laki itu sudah terlihat berlari menjauh dari Sooyoung yang sedang menatapnya dengan senyuman tipis yang nyaris tidak terlihat.

‘Ini sudah empat tahun, dan dia masih Cho Kyuhyun yang sama saat hujan turun.’

“Kau baru pulang?” tanya Jessica saat melihat Kyuhyun yang baru saja memasuki apartemen yang mereka berdua tempati. Jessica memang lebih memilih tinggal dengan sepupunya itu daripada harus tinggal di sebuah apartemen sendirian. Dia pikir tinggal sendirian pasti akan sangat membosankan.

“Hmm. Aku ada kelas tambahan tadi.”

“Kau bawa mobil, kan?” Kyuhyun menoleh dan menganggukkan kepalanya. “Lalu kenapa kau basah begitu?” tanya Jessica saat menyadari jika seragam yang Kyuhyun pakai terlihat sedikit basah di beberapa tempat.

“Tadi aku berlari menuju mobil. Aku pikir bajuku akan kering, tapi ternyata belum kering semua.”

“Kenapa kau harus lari? Bukankah tadi aku memberikan payung padamu?!”

“Aku memberikannya pada orang yang lebih membutuhkan perlindungan payung itu.” jawab Kyuhyun sambil meminum air yang baru saja dia tuangkan kedalam gelas.

“Nugu?”

Kyuhyun meletakkan gelasnya lalu menatap Jessica. “Choi Sooyoung.” jawab Kyuhyun kemudian masuk kedalam kamarnya.

Jessica hampir saja tersedak minuman soda yang sedang dia minum saat ini. Choi Sooyoung katanya? Jessica mengedipkan matanya berkali-kali. Dia benar-benar sudah tidak bisa berpikir lagi sekarang. Bagaimana sepupunya itu bisa menjadi begitu dekat dengan gadis yang menjadi sahabat dari lelaki dari masa lalunya itu? Padahal dia sudah berusaha keras untuk menghindari semuanya, tapi sepupunya itu justru membuat semuanya berjalan ditempat.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” suara Donghae yang tiba-tiba saja terdengar di telinga Jessica membuat gadis itu menatap tajam lelaki dihadapannya karena sudah membuatnya terkejut.

“Tidak ada. Aku hanya sedang memikirkan Kyuhyun.”

“Kyuhyun? Memangnya ada apa dengan Kyuhyun?”

“Dia baru saja meminjamkan payungnya pada Choi Sooyoung.”

Donghae tertawa kecil. “Memangnya ada yang salah dengan itu? Bukankah dia hanya meminjamkannya. Lalu kenapa kau harus memikirkannya?”

“Sudahlah lupakan saja. Aku sudah tidak ingin memikirkannya lagi.” Jessica memalingkan wajahnya dan kembali sibuk menonton TV dhadapannya.

Donghae menghela nafasnya pelan. Dia sebenarnya tahu dengan pasti jika kedekatan Kyuhyun dan Sooyoung akan berpengaruh besar pada hubungan Jessica dan Jaejoong. Karena lelaki itu tahu meskipun sudah empat tahun gadis itu mencoba untuk menghindari Jaejoong, tapi lelaki bermarga Kim itu masih ada di dalam hati Jessica.

“Apa kau masih menyukai Jaejoong?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Donghae.

Jessica menatap Donghae dengan wajah bingung dan terkejut. Kenapa lelaki itu tiba-tiba saja bertanya seperti itu? “Apa maksudmu?”

“Kau tidak ingin Kyuhyun dan Sooyoung dekat kar’na kau takut jika perasaanmu pada Jaejoong kembali hadir, kan?”

“Memangnya apa hubungannya kedekatan mereka dengan hatiku?”

“Kar’na Jaejoong adalah sahabat Sooyoung. Dan itu artinya mau tidak mau Kyuhyun juga akan dekat dengannya. Dan kita yang setiap harinya bersama Kyuhyun juga mau tidak mau akan kembali dekat dengannya. Iya, kan?”

Entah kenapa Jessica membenci perkataan Donghae itu. Meskipun harus dia akui jika masih adalah ruang dihatinya untuk Jaejoong. Tapi bayangan ucapan Donghae beberapa tahun yang lalu saat dia mengatakan jika dia akan membiarkan Jessica memilih pria yang dia sukai dan tidak akan mengganggu hubungan mereka tiba-tiba saja membuat dia takut untuk dekat dengan laki-laki lain. Karena bagaimanapun dia tidak mau, bahkan tidak akan pernah mau Donghae menjauh darinya.

“Apa kau akan menjauhiku jika aku katakan jika aku masih menyukai Jaejoong?”

Donghae mencoba tersenyum. “Itu adalah urusan pribadimu. Aku tidak berhak ikut campur.” Donghae memandang Jessica. “Tapi aku mungkin akan sedikit menjaga jarak denganmu jika kau akhirnya memilih untuk kembali dekat dengannya.”

“WAE?” protes Jessica.

“Kar’na aku tahu seorang lelaki tidak akan mau melihat lelaki lain terlalu dekat dengan gadis yang sedang dia dekati.” Donghae kemudian mengacak rambut Jessica pelan dan berjalan masuk kedalam kamar Kyuhyun.

“Tapi aku akan lebih memilih kehilangan orang yang aku sukai daripada aku kehilangan dirimu Lee Donghae.” gumam Jessica pelan.

“Kau sendirian?” suara lelaki menyebalkan itu kembali terdengar di telinga Sooyoung. Dia memutar kepalanya dan menatap Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan wajah dingin miliknya.

“Kau bisa melihatnya sendiri, kan!”

“Dimana dua pengawalmu itu?”

“Mereka bahkan mungkin belum bangun.” Sooyoung menghentikan langkahnya dan meletakkan tangannya di pinggang. “Dan mereka itu adalah sahabatku bukan pengawalku!”

“Benarkah?!” Kyuhyun tersenyum tipis kemudian menarik ikatan rambut Sooyoung.

“Apa yang kau lakukan?” protes Sooyoung saat Kyuhyun justru memasukkan ikat rambutnya kedalam saku jaketnnya daripada memberikannya pada Sooyoung.

“Aku lebih suka saat kau membiarkan rambutmu tergerai seperti ini.” Kyuhyun kemudian meninggalkan Sooyoung yang menatapnya dengan tatapan bingung. Setelah sekitar beberapa meter Kyuhyun tiba-tiba berhenti dan berbalik. “Kar’na kau terlihat manis saat membiarkan rambutmu tergerai seperti itu.” dan melanjutkan lagi langkahnya.

 

TBC

 

Maaf kalau ini masih kurang memuaskan. Dan juga maaf kalau masih ada typo(s)

Ditunggu komentar sama likenya ^_^

Advertisements

26 thoughts on “Spell For Love (2)”

  1. Jadi mereka udah berhubungan dri 4 taun lalu .. Jadi penasaran sama kejadian 4 taun lalu .
    Trus si kyuhyun suka sama sooyoung apa cuman perhatian yg kebetulan si ??? Si jessica juga lebih suka sama siapa ???

  2. oooo.. ada apa dengan 4 tahun yang lalu…
    aakkk, sica, masa cuman gara2 perasaan kamu, kyuyoung nggak boleh deket-deket..
    ditunggu ya next nya..

  3. Kalau di lhat di carany sih kyuppa sdh suka bgts sma sooeoni tapi cara yg bgtu itu gaje karna gk nyadar sma perasaany sendiri hanya perlu lebih dkat lagi kyuyoung tapi aku ska next part di tnggu

  4. Suka sama kata sica dia lebih milih donhae dari pada orang yang dia sukai
    Kata2 keren
    Kyu makin perhatian aja sama soo
    Cepet2 aja deh kyuyoung sama haesica bersatunya
    Penasaran sama kejadian 4 tahun lalu
    next part thor 🙂

  5. Tambah seru abis hahah tapi kurang panjang aku lebih suka haesica dari pada sama jaesica hehe kalo kyuyoungnya si bagus bgt banyak momentnya so far good

  6. Jdi ada masalalu diantara hubungan mereka….
    Tpi Msih krang paham ma jln ceritanya.
    Well gk ppa lah yg penting baca dulu, moga² ntar ngrti eee…

  7. entah kenapa gue lebih penasaran sama kelanjutan hubungannya donghae-sica-jaejoong. tapi hubungan kyuyoung bikin greget siih. rasanya pengen nyuruh kyuhyun langsung nembak sooyoung pake peluru cinta! eeaaaakk :v

  8. udah pernah dekat dimasa lalu ya??? tapi kok kayak ada interval gita kayak gak daling kenal antara sookyu, aaah gak tau deh nunggu part selajutnya aja biar jelas…

    secara keseluruhan ceritanya bagus thor yang di part 1 juga keraen.

  9. Kayaknya ada kejadian misterius dibalik kata ‘4 tahun yang lalu’ . Jgn bilang kalo.. Ahh biarkan authornya berimajinasi deh. Ditunggu ya thor next partnya 🙂 ❤

  10. Kayaknya ada kejadian misterius dibalik kata ‘4 tahun yang lalu’. Jgn bilang kalo.. Ahh biar author berimajinasi deh hehe 🙂 ditunggu next partnya yaa 🙂 ❤

  11. oh jadi 4 tahun lalu tu kyuyoung pernah berhubungan ya.. tapi kok kyu oppa kayak lupa gitu ya sama hubungan mereka 4 tahun lalu.. terus ini kok bagiku masih kurang panjang ya thor.. next part lebih panjang lagi ya thor

  12. Kayaknya ada kejadian misterius dibalik kata ‘4 tahun yang lalu’. Jgn bilang kalo…. Ahhh biar author berimajinasi deh hehe. Next part ditunggu yaa, keep writing author 🙂 ❤

  13. Aaahhh to tweeettt… jadi mereka punya hubungan di Masa lalu terutama di hari hujan. Begitu ya? Well.. 아주 nice

  14. Ternyata sica sama kyu sepupuan.. kirain ada apa2 hbisnya se apartemen. Trus perasaannya sica ke donghae sbenernya gimana? Hmm

  15. Woahhh pada akhir’a kyu oppa udh mulai tertarik sama soo eonni, ddaebak!!! >_< jdi pasaran bnget, kajja d'wait next Part'a. min 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s