chapter

Spell For Love (1)


cute-short-love-quotes-1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Spell For Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Jessica Jung, Lee Donghae

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Dan kar’na banyak yang minta buat dilanjutin, aku akhirnya ngelanjutin FF ini. Tapi aku sekali lagi bakal liat respon kalian sama part pertama ini. Kalau bagus ya aku lanjutin, tapi kalau ngak FF ini bakalan aku hapus. OK…

Cerita ini lebih minim konflik dan juga lebih ringan dari Mr. Goodbye, jadi mungkin kalian ngak akan terlalu emosi hehehe…. Dan ini semuanya AUTHOR POV, jadi tolong jangan minta POV dari cast ya. Soalnya aku udah memikirkan dengan matang gimana cerita ini akan berjalan ^_^

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUA ^_^

Langsung kita mulai aja ya~

AUTHOR POV

 

“HEY CHO KYUHYUN!” lelaki bertubuh tinggi itu menghentikan langkahnya dan berbalik menatap seorang laki-laki yang sekarang sedang sedikit berlari ke arahnya.

“Wae?”

“Kau mau pergi ke kantin?”

“Aniyo. Aku mau menemui seseorang.”

“Ya sudah kalau begitu. Aku cari Sica saja.”

“Apa kau tidak bisa sehari saja makan sendirian?”

“Makan sendiri itu tidak asik.” jawab Donghae lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang hanya menatapnya dengan wajah datar.

Kyuhyun lalu kembali melangkahkan kakinya menuju taman sekolah. Tapi lagi-lagi langkah Kyuhyun terhenti saat salah seorang adik kelasnya tiba-tiba saja muncul dihadapannya dan langsung memberikan sebuah kotak yang sudah dibungkus oleh kertas kado kearahnya.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun dingin.

“Ini hadiah untukmu sunbae.” ucap gadis dihadapan Kyuhyun itu.

Kyuhyun mengambilnya sambil menatap gadis yang entah kelas satu atau kelas dua itu sekilas. “Gomawo.” ucapnya lalu kembali melangkahkan kakinya.

Kyuhyun kembali melangkah menuju taman sekolahnya. Dan langkahnya kembali terhenti. Tapi kali ini bukan karena ada orang yang memanggilnya atau menghalangi jalannya. Kyuhyun menghentikan langkahnya karena seorang gadis yang dia tahu sedang menunggunya sedang duduk di bangku taman dengan sebuah buku ditangannya dan rambut panjangnya yang dia biarkan tergerai tertiup angin itu membuat senyuman tiba-tiba muncul di wajah Kyuhyun.

“Choi Sooyoung!” panggil Kyuhyun.

Gadis bernama Choi Sooyoung itu menoleh dan langsung bangkit dari tempat duduknya saat melihat Kyuhyun berjalan kearahnya.

“Kenapa kau lama sekali?” tanya Sooyoung dengan wajah kesal karena sudah lebih dari lima belas menit dia menunggu Kyuhyun disini.

“Mianhae. Tadi aku harus pergi keruang guru. Dan perjalananku kemari tertahan oleh dua orang.” Sooyoung menatap Kyuhyun datar. “Ada apa kau menyuruhku kemari?”

“Apa yang sudah kau lakukan pada Changmin?”

Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya. “Jadi kau memintaku untuk datang kemari hanya untuk menanyakan hal itu?” Sooyoung menatap Kyuhyun. “Kau seharusnya tidak perlu ikut campur urusan orang lain nona Choi.”

Sooyoung menatap Kyuhyun kesal. “Tapi dia itu sahabatku. Dan sudah sewajarnya seorang sahabat peduli jika terjadi sesuatu dengan sahabatnya yang lain.” ucap Sooyoung kesal. Bagaimana tidak? Laki-laki dihadapannya ini sudah membuat wajah sahabatnya lebam karena pukulannya tadi pagi.

“Benarkah? Lalu apa sahabatmu itu peduli dengan isi hatimu?” Sooyoung langsung menatap Kyuhyun dengan wajah terkejut. “Tidak, kan?!”

Dan tepat setelah itu, airmata Sooyoung tiba-tiba mengalir. Perasaan sesak dan menyakitkan itu kembali muncul di dadanya. Dan Kyuhyun yang melihat itu merasa benar-benar menyesal. Seharusnya dia bisa menahan mulut bodohnya itu untuk tidak mengatakan kata-kata seperti itu. Karena entah gadis itu tahu atau tidak. Kyuhyun tahu kenapa gadis itu menangis sekarang.

Kyuhyun memegang dagu Sooyoung dan mengangkat wajah gadis itu untuk menatapnya. Dengan lembut dia menghapus airmata yang menetes di pipi Sooyoung. Dan entah bagaimana, tapi sekarang Kyuhyun tiba-tiba saja memeluk Sooyoung. Membelai rambut coklat tua Sooyoung dengan lembut. Dan samar-samar Kyuhyun bisa mencium aroma lavender yang menyeruak dari tubuh gadis itu.

“Mianhae.” dan entah apa yang terjadi, tapi dada Sooyoung tiba-tiba saja berdetak dengan sangat cepat sekarang ini.

“Kau lihat dimana Kyuhyun ?” tanya Jessica pada Donghae yang sekarang sedang tertidur di meja kantin.

“Aniyo.”

“Dimana pria itu?”

Donghae lalu mengangkat kepalanya dari meja lalu menatap Jessica. “Memangnya ada apa kau mencari Kyuhyun? Tumben sekali.”

“Aku membutuhkan dia sekarang.”

Donghae lalu menatap Jessica. “Lalu kau anggap aku ini apa?”

“Manusia.” jawab Jessica enteng.

Donghae menunjukkan wajah kesalnya pada Jessica. “Tapi aku mungkin saja bisa membantumu. Kenapa harus Kyuhyun?”

“Aku mau mengambil ponselku yang aku titipkan padanya.”

“Oh.” Donghae tiba-tiba mengambil minuman yang sedang Jessica minum.

“YAK!! Berhentilah mengambil minumanku seperti itu.”

“Tapi aku ingin minum.”

“Ambil minumanmu sendiri.”

“Aku sedang malas.”

“LEE DONGHAE!”

“Kenapa kalian berdua selalu membuat keributan?” Donghae dan Jessica langsung memandang Kyuhyun yang sekarang sudah duduk dihadapan keduanya. “Jadi apa kali ini yang membuat kalian berdua bertengkar?”

“Ini.” jawab Donghae dan Jessica bersamaan sambil menunjuk minuman yang isinya sudah setengah wadah dihadapan keduanya.

“Wae?”

“Aku meminta minumannya. Tapi dia justru memarahiku.” jawab Donghae.

“Kau bahkan langsung mengambilnya. Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan jika kau memintanya?!” Jessica menatap Donghae tajam dengan bibirnya yang bergerak-gerak tidak jelas.

“Sudahlah hentikan. Kalian berdua bisa merusak gendang telingaku jika terus bertengkar seperti itu.” ucap Kyuhyun.

“Oh iya. Mana ponselku?”

Kyuhyun memasukkan tangannya kedalam saku celananya dan mengeluarkan ponsel Jessica. “Kenapa ponsel Sica ada padamu?” tanya Donghae.

“Aku lupa membawa ponsel. Dan aku harus menghubungi appa tadi. Jadi aku meminjam ponselnya.” Donghae hanya menganggukan kepalanya mengerti.

“Oh iya. Tadi kau bilang mau menemui seseorang. Siapa? Dan apa kau sudah menemuinya?” tanya Donghae yang tiba-tiba teringat akan pertemuan singkatnya dengan Kyuhyun sebelumnya.

“Bukan siapa-siapa. Hanya murid kelas A-2.”

“Nugu?” kali ini Jessica yang bertanya.

“Kau tidak perlu tahu.”

Tepat setelah Kyuhyun menyelesaikan kata-katanya, matanya melihat gadis yang baru saja ditemuinya beberapa menit yang lalu sedang berjalan bersama dengan 2 orang pria disamping kanan dan kirinya. Salah satu sudut bibir Kyuhyun terangkat. Gadis itu bahkan masih bisa tersenyum dihadapan pria yang sudah membuat airmatanya keluar beberapa saat yang lalu itu.

“Kau lihat apa?” Jessica melihat kearah yang Kyuhyun lihat. Jessica sempat terkejut, dan detik berikutnya dia langsung mengalihkan pandangannya dari ketiga orang yang sedang berjalan mencari makanan itu.

“Wae?” tanya Kyuhyun yang menyadari perubahan ekspresi wajah Jessica.

“Aku tidak apa-apa. Ngomong-ngomong kau memperhatikan siapa?”

“Ne? Bukan siapa-siapa.”

“Kau memperhatikan Choi Sooyoung, kan?”

Kyuhyun langsung memandang Donghae. “Kau mengenal Sooyoung?”

“Tentu saja. Eommanya dan eommaku adalah teman. Jadi aku beberapa kali bertemu dengannya.”

“Kau tidak pernah bilang jika kau mengenalnya.”

“Untuk apa? Lagi pula aku pikir kau atau Sica tidak akan tertarik saat tahu aku mengenal Sooyoung atau tidak.”

“Tapi aku tidak pernah melihat kau mengobrol atau sekedar menyapanya.”

“Dia gadis pendiam. Jadi aku bingung harus memulai obrolan seperti apa dengannya. Bahkan setahuku dia hanya mengobrol dengan beberapa orang saja. Dan setiap hari dia hanya terlihat dengan dua orang yang sekarang sedang bersamanya itu. Shim Changmin dan Kim Jaejoong.”

Kyuhyun kembali menatap ketiga orang yang baru saja dilihatnya itu lalu menatap Donghae dan Jessica bergantian.

“Sooyoung itu gadis yang baik.” ucap Jessica yang berhasil membuat Kyuhyun menatapnya.

“Kau mengenalnya?” tanya Kyuhyun yang mendapatkan anggukan kepala dari Jessica. “Aku tidak pernah tahu tentang itu.”

“Tidak semua hal tentangku harus kau ketahui tuan Cho.” ujar Jessica sebal.

“Tapi aku benar-benar tidak pernah tahu.”

“Kau menyukai Choi Sooyoung?” tanya Jessica mulai curiga karena laki-laki bermarga Cho itu terus saja membahas tentang dia ataupun Donghae yang tidak memberitahunya jika mereka mengenal seorang Choi Sooyoung

“Apa maksudmu? Kau tahu jika aku tidak akan menyukai wanita lain, kan?!”

“Ini sudah empat tahun Cho Kyuhyun. Dan kau masih belum bisa melupakannya?” Jessica menatap Kyuhyun tajam.

“Itu kar’na aku mencintainya.” Jessica dan Donghae hanya menghela nafas mereka. Sementara Kyuhyun kini sedang saling bertatapan dengan gadis yang sejak tadi ketiganya bicarakan dengan wajah yang sama-sama tidak menunjukkan ekspresi apapun. Keduanya seolah merasa cukup hanya dengan saling bertatapan tanpa menunjukkan ekspresi apapun.

‘Aku masih mencintainya. Tapi kenapa mata itu membuatku tenang!’

“SOOYOUNG-AH TUNGGU!”

Sooyoung berbalik dan melihat Jessica yang sedang berlari menghampirinya. “Sica? Wae? Kenapa kau berlari seperti itu?”

“Bisa tolong berikan ini pada Jaejoong? Ini undangan dari klub dance.”

“Kenapa tidak kau berikan saja sendiri?” tanya Sooyoung yang bingung karena Jessica selalu memintanya memberikan sesuatu pada Jaejoong. Padahal Jessica bisa saja memberikannya langsung pada Jaejoong.

“Aku tidak sempat. Dan hari ini aku tidak bertemu dengannya.”

“Setiap kali kau mau memberikan sesuatu pada Jaejoong. Kau selalu saja tidak bertemu dengannya. Sepertinya kau tidak ditakdirkan untuk memberikan sesuatu pada Jaejoong.” Sooyoung terkekeh pelan.

“Se…sepertinya begitu.” ucap Jessica gugup.

“Baiklah aku akan memberikannya.” Sooyoung mengambil undangan yang ada ditangan Jessica dan memasukkannya kedalam tas miliknya.

“HEY JESSICA JUNG!” Jessica dan Sooyoung menoleh. Dan keduanya mendapati Kyuhyun sedang berjalan menghampiri keduanya.

“Wae? Kenapa kau belum pulang?” tanya Jessica pada Kyuhyun yang sekarang sudah melingkarkan tangan kanannya pada lehernya itu.

“Kita pulang bersama. Donghae ada urusan dengan klub sepak bolanya.”

“Baiklah.” Jessica lalu menatap Sooyoung. “Kalau begitu aku pulang duluan Sooyoung-ah. Dan gomawo karena sudah mau membantuku.” Sooyoung menganggukan kepalanya dan tersenyum.

“Kau pulang sendiri?” tanya Kyuhyun yang menyadari jika Sooyoung hanya sendirian saat ini.

“Hmm. Changmin dan Jaejoong sudah pulang sejak tadi.”

Kyuhyun tiba-tiba menarik salah satu sudut bibirnya. “Pria macam apa yang membiarkan seorang gadis pulang sendiri seperti itu?”

Sooyoung menatap Kyuhyun bingung. “Aku memang pulang sendiri setiap hari. Aku hanya akan bersama dengan Changmin atau Jaejoong saat pergi kesekolah.” Sooyoung menunjukkan wajah kesalnya pada Kyuhyun.

Tapi diluar dugaan, Kyuhyun justru tersenyum saat melihat wajah kesal Sooyoung. “Aku kan hanya bertanya. Kenapa kau harus marah?” Kyuhyun lalu menatap Jessica. “Ayo kita pergi. Sepertinya dia tidak menyukai kedatanganku.”

“Aku duluan Sooyoung-ah!” ucap Jessica sedikit berteriak karena Kyuhyun menarik tangannya.

‘Cho Kyuhyun itu benar-benar menyebalkan!’

“Hah, bermain basket itu benar-benar melelahkan.”

“Lalu kenapa kau memilih basket sebagai olah raga favoritmu tuan Shim Changmin?!”

“Eomma memaksaku melakukannya.”

“Cih, kau bisa menolaknya kalau kau mau. Tapi kau menerimanya, bukan?!”

Changmin memutar kepalanya untuk menatap Sooyoung. “Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan eommaku lakukan jika aku menolak keinginannya.”

Sooyoung tersenyum. “Itu kenapa aku menyukai bibi Shim.”

“Kau menyukainya kar’na dia selalu membantumu untuk membuatku terbangun dipagi hari untuk pergi kesekolah atau mengantarkanmu kesuatu tempat, bukan?”

“Tepat sekali.”

“Tepat sekali.” cibir Changmin sambil menirukan gaya bicara Sooyoung. Dan lelaki itu bangkit dari tempat duduknya lalu kembali bermain dengan bola basketnya.

Tapi tidak lama, laki-laki lain datang menghampiri Sooyoung. “Apa kau punya air minum?” tanya laki-laki itu dengan nafas yang masih belum teratur.

“Ini.” Sooyoung menyerahkan botol air minum yang dia bawa pada Jaejoong. Dia lalu mengambil sebuah amplop dari dalam saku jaketnya dan memberikannya pada Jaejoong.

“Mwo?” tanya Jaejoong yang tidak mengerti karena Sooyoung tiba-tiba memberikan amplop padanya. “Kau memberikan uang padaku?” tanyanya asal. “YAK!!!” protes Jaejoong saat Sooyoung bukannya menjawab pertanyaan darinya tapi justru memukul kepalanya.

“Sica yang memberikannya. Dia bilang itu adalah undangan dari klub dance.”

“Sica?”

“Hmm.” Sooyoung menatap Jaejoong. “Jessica Jung.” ucapnya tegas.

Dan tanpa Sooyoung sadari. Sebuah senyuman tipis kini muncul diwajah Jaejoong. Dan sesekali laki-laki itu menatap amplop biru yang dipegangnya.

‘Terima kasih kar’na masih mengingatku Sica-ya.’

“Jessica Jung memang menyebalkan!” gerutu Kyuhyun saat dia harus berkutat dengan keranjang belanja yang sekarang ada ditangannya.

“Cho Kyuhyun?” Kyuhyun menoleh saat mendengar namanya dipanggil. “Jadi ini benar dirimu!”

“Kau sedang apa disini?” tanya Kyuhyun karena melihat Sooyoung yang juga sedang membawa keranjang belanja sama seperti dirinya.

“Tentu saja berbelanja. Memangnya apalagi yang akan kau lakukan saat sedang ada di supermarket!” Kyuhyun menatap Sooyoung datar. “Kau sendirian?” tanya Sooyoung.

“Hmm. Wanita menyebalkan bernama Jessica Jung memintaku. Ah tidak. Menyuruhku untuk membeli bahan makanan yang akan dia masak. Sementara dia justru hanya diam di apartemen untuk menonton drama favoritnya.” keluh Kyuhyun.

Sooyoung terkekeh pelan. “Apa kau mau aku bantu?” Kyuhyun menatap Sooyoung bingung. Seingatnya dia dan Sooyung bahkan hanya saling menyapa jika bertemu, itupun hanya beberapa kali. Obrolan mereka siang tadi adalah obrolan pertama mereka setelah bertahun-tahun. Tapi kenapa sekarang keduanya seolah sudah sangat sering berinteraksi.

“Apa tidak apa-apa?”

“Tentu saja. Lagi pula belanjaanku sudah aku ambil semua.” Kyuhyun tersenyum singkat lalu menganggukan kepalanya. Bukankah ini adalah ide yang bagus? Jadi dia tidak perlu berpikir keras untuk mengetahui bahan masakan apa yang ditulis oleh Jessica di selembar kertas yang diberikan padanya.

“Kalau begitu ayo.” Kyuhyun tiba-tiba menarik tangan Sooyoung pelan. Dan Sooyoung yang sempat terkejut hanya tersenyum tipis karena perasaan yang dia rasakan beberapa jam yang lalu tiba-tiba kembali dia rasakan. Tapi kini perasaan itu membuatnya merasa nyaman. Saat laki-laki itu menautkan jari-jari mereka.

“Kau yakin Kyuhyun bisa membeli semua bahan yang kau minta itu?” tanya Donghae pada Jessica yang baru saja memberitahunya jika Kyuhyun sedang dia suruh untuk membeli bahan makanan untuk makan malam.

Jessica menatap Donghae. “Seharusnya kau datang lebih awal. Jadi kau bisa menemaninya.”

“Kau tidak menghubungiku. Jadi aku tidak tahu jika kau menyuruh Kyuhyun untuk pergi.” Donghae lalu menatap Jessica. “Lagipula kau kan tinggal memanggilku saja. Apartemenku kan ada disebelah.”

“Itu menghabiskan waktu.” Donghae menatap Jessica malas. Gadis itu selalu saja tidak mau kalah.

Ditengah-tengah obrolan Jessica dan Donghae itu. Laki-laki yang sedang mereka bicarakan tiba-tiba muncul dari balik pintu.

“Kau sudah pulang?” tanya Jessica antusias.

Tanpa menjawab pertanyaan sepupunya itu. Kyuhyun melangkah menuju dapur dan menyimpan kantung belanjaan yang sejak tadi dibawanya di atas meja.

“Kau mampu membeli semuanya?!” Donghae seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat di dalam kantung belanjaan yang baru saja Kyuhyun letakkan. “Berapa banyak orang yang kau tanyakan untuk membeli semua ini?”

Kyuhyun menatap Donghae malas. Menurutnya semua yang Donghae ucapkan itu mengganggu gendang telinganya. Donghae itu benar-benar cerewet “Hanya satu orang.” jawab Kyuhyun akhirnya.

“Jinjja?”

“Ne Lee Donghae-ssi. Hanya satu orang yang membantuku. Dan namanya adalah Choi Sooyoung.” Donghae menatap Kyuhyun dengan wajah terkejut. Jessica yang sejak tadi hanya duduk di depan TV saja sekarang bahkan sudah ada disamping Donghae karena ikut terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Kyuhyun.

“Sooyoung? Choi Sooyoung?” tanya keduanya bersamaan dengan kata-kata yang sama.

Kyuhyun menatap kedua orang dihadapannya bergantian. “Ne. Choi Sooyoung.” jawabnya lalu berlalu meninggalkan dua orang menyebalkan yang selalu mengganggu hidupnya itu.

“Entah kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Sooyoung.” Donghae menatap Jessica yang baru saja mengeluarkan suaranya. Harus dia akui jika dia setuju dengan apa yang baru saja gadis itu ucapkan. Entah kenapa kalimat itu jugalah yang sekarang muncul didalam otak laki-laki bermarga Lee itu.

 

TBC

 

Gimana part pertamanya? Maaf kalau kurang memuaskan dan kurang panjang….

Maaf kalau ada typo(s).

Ditunggu komentar sama likenya^^

Advertisements

35 thoughts on “Spell For Love (1)”

  1. Thor apa alurnya ga kecepetan? Itu kenapa Kyuyoung nya cepet suka nya ya. Aku bener2 berharap ff nya fresh gitu loh maksudnya genre nya romance comedy deh klo perlu apa lagi ini teenlite iya kan jd pls dihindari konflik2 berkepanjangan atau sad nya sad bgt kayak ff Mr. Goodbye.

  2. Wah seru aku lebih suka ini dari pada mr goodbye hehehe karna emang gendrenya aku suka kali ya jadi seru ya walaupun alurnya agak ketebak tapi gak tau deh kaya ff yg lain atau gimana so semangat mengerjakannya 💪🏻

  3. Masih bingung tp itu yg bikin penasaran .. Penasaran sama siapa yg kyuhyun enggak bisa di lupain ?? Penasaran sama perasaan sooyoung ? Dy beralih ke kyuhyun apa enggak ia .

  4. Kayaknya alurnya terlalu cepet deh. Ada baiknya agak dikasih bumbu bumbu sedikit buat pengakraban kyuyoung biar berasa gitu loh. Selain itu, good lah

  5. Sjujurnya msh krang ngeh ma alur ceritanya or karna alurnya yg kecepetan gto!!!
    Sma² trjebak cinta ma org lain ya????
    Msih pnsaran jdi d tunggu next partnya biar enghh ma jln ceritanya.

  6. masa lalu nya kyu siapa?
    itu soo suka sama changmin?
    sica gimana?
    donghae gimana?
    ditunggu ya next nya..

  7. Part pertama yang bagus thor…
    Ceritanya beneran ringan…
    Mudah2n next konfliknya jangan sampe bikin termehek-mehek yaaa…
    Penasaran sama Joong oppa san Sica eoni ada apa ya?
    Next ga pake lama thor

  8. Chingu, kok menurutku kayaknya ff yang ini kurang greget ya? Ceritanya bagus alurnya jg bagus tp berasa ada yang kurang.. mungkin krna temanya anak sekolahan ya. Lebih greget klo udah di kuliahan ato dunia kerja yang diselingi komedi chingu…
    Semangat terus nulisnya..

  9. Keren kyuyoung sdh mulai sling ad rasa cuma masih memungkiriny kya kyupla katanya msih mencintai mantanny siapa penasaran next part di tnguu ku harap jgn l.ama2 diposny ya

  10. Mohon maaf, penulisan (kar’na) yang benar itu adalah (karena). Bukannya (kar’na) terus pakai kutip di atasnya. Saya cari di KBBI bahkan tidak ada arti kata (kar’na)mu. Kamu dapat dari mana kata-katamu itu?

  11. Aq sk sm alurnya tp kayaknya butuh flashback dech spy kt jg bs lbh mengerti dg situasinya n smoga sj kyuyoung bs lbh dkt n membuat changmin bs cemburu gt.:D

  12. baguuuuss, dibikin penasaran. tp masih dibuat bingung sih thor, tp gapapa kan masih permulaan.
    banyakin kyuyoung momentnya yaaa^^
    ditunggu kelanjutannyaa

  13. kyuyoung momentnya kurang thro
    kyu mulai tertarik sama soo
    hae kasian banget
    kayaknya bakalan haesica yang sedih ceritanya
    next dong thor jangan berhenti 🙂

  14. aku lupa sama prolognya… dan aku juga masih bingung sama jalan ceritanya… tapi next partnya di tunggu bgt…

  15. part pertamanya bagus thor 😊 ini konfliknya ringan kan ya.. wah seru nih 😁 tapi kok kyuyoung nya disini masih agak kaku ya.. belum terlalu akrab gitu.. mungkin memang alurnya gitu 😁
    next part’a jangan lama² ya thor

  16. part pertama menarik. aplg hub antara soo-changmin & jaejoong..
    lalu ap kaitanny dg kyu ntar
    trus siapa cinta masa lalu kyu yg gk bsa kyu lupakan it ?
    terlalu bnyk tanda tanya dsni
    jd next part dtunggu bgt ya

  17. woawwww kyu sma soo eonni masih blum pnya perasaan, tpi knapa kyu slalu nyaman yaa saat sma soo eonni…. jdi penasaran sma next part’a, kajja d’wait next Part’a min 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s