chapter

Mr. Goodbye Part 16


surviving-separation1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Mr. Goodbye

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance, Sad

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Maaf ya kalau ini lama. Aku ada urusan keluarga, jadi ngak bisa pegang laptop selama beberapa hari…

Aku mau ngasih tahu kalau cerita ini kemungkinan tinggal satu part tersisa dan kemungkinan juga bakalan aku protect. Dan aku juga ngak tahu bakal bikin FF lagi atau ngak. Sebenernya sih aku ada ide buat bikin FF baru, dan aku akan coba bikin prolognya dulu. Aku udah publish, silahkan KLIK DISINI kalau kalian mau baca. Dan aku akan liat respon kalian, kalau responnya bagus bakal aku bikin FFnya. Tapi kalau responnya ngak bagus, aku bakal istirahat dulu buat cari wangsit hahaha….

Dan kar’na aku adalah anak yang baik hati dan soleha (EEEEEYA), aku harus bantuin mamah buat bikin kue lebaran. Jadi kemungkinan aku baru bisa update beberapa hari sebelum lebaran. Kar’na selama aku bantuin mamah, mamah pasti ngelarang aku pegang laptop atau HP. Jadi MOHON DITUNGGU YA LAST PARTNYA^^

Langsung kita mulai aja ya ceritanya~

AUTHOR POV

 

Sooyoung terus memandang wajah pucat Kyuhyun yang masih terbaring di atas kasur rumah sakit. Dia benar-benar sudah kehilangan akal untuk membangunkan pria itu. Dia sudah membisikkan berbagai macam kalimat untuk membuat Kyuhyun terbangun. Bahkan Sooyoung tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dari tangan Kyuhyun.

Tapi pria yang hari ini genap dua minggu berada dirumah sakit itu tidak juga membuka matanya. Dan itu membuat Sooyoung sedikit frustasi.

“Kenapa kau tidak juga bangun oppa. Aku mohon sadarlah!” Sooyoung menatap sendu kearah Kyuhyun.

Tiba-tiba pintu kamar rawat Kyuhyun terbuka. Dan Sooyoung bisa melihat orangtua Kyuhyun masuk kedalam ruangan tersebut sambil tersenyum saat melihat Sooyoung sedang duduk disamping tempat tidur Kyuhyun.

“Kau masih ada disini Sooyoung-ah?” tanya eomma Kyuhyun yang sedang meletakkan tasnya di sofa.

Sooyoung bangkit dari kursinya dan tersenyum. “Ne eomma. Aku belum merasa tenang jika Kyuhyun oppa belum membuka matanya.”

Eomma Kyuhyun tersenyum dan memegang bahu Sooyoung lembut. “Aku yakin Kyuhyun akan membuka matanya. Aku kenal dengan baik siapa putraku. Dia adalah pria yang kuat.”

“Ne eomma.”

“Aku yakin kau belum makan. Kami membawa makanan untukmu. Makanlah Sooyoung-ssi.” Sooyoung menatap makanan yang diberikan oleh appa Kyuhyun.

“Gamsahamnida tuan Cho.” Sooyoung membungkuk sekilas lalu tersenyum sambil menerima makanan yang diberikan padanya.

“Kalian berdua canggung sekali.” eomma Kyuhyun memandang Sooyoung dan suaminya bergantian. Dia lalu memandang Sooyoung. “Kau bisa memanggil suamiku dengan panggilan appa. Sama seperti kau memanggilku eomma.”

Appa Kyuhyun lalu mendekati Sooyoung. “Istriku benar. Akan terasa lebih nyaman saat kau memanggilku appa dari pada tuan Cho.”

Sooyoung tersenyum tipis. “Ne appa.”

Appa Kyuhyun tersenyum hangat. “Itu terdengar lebih baik.” pria paruh baya itu lalu menunjuk sofa dibelakangnya. “Kalau begitu makanlah makananmu disana.”

“Ne appa.”

Sooyoung berjalan menuju sofa dan memakan makanan yang dibawa oleh orang tua Kyuhyun. Dia hanya makan beberapa sendok, semenjak melihat keadaan Kyuhyun, selera makan Sooyoung hilang.

“Kenapa kau hanya makan sedikit?” tanya eomma Kyuhyun.

“Aku tidak terlalu lapar.” eomma Kyuhyun hanya tersenyum. “Eomma, appa!”

“Ne?!” jawab keduanya bersamaan.

“Aku mau pergi dulu keluar sebentar. Ada sesuatu yang mau aku beli.”

“Tentu. Pergilah!” eomma Kyuhyun tersenyum diikuti oleh suaminya.

Sooyoung keluar dari dalam ruangan Kyuhyun dan berjalan keluar dari gedung rumah sakit. Tapi baru beberapa langkah dia keluar dari gedung berlantai tujuh itu, Sooyoung tidak sengaja menabrak seseorang.

“Maaf. Saya tidak sengaja.” Sooyoung lalu membantu orang yang baru saja ditabraknya untuk berdiri.

“Tidak apa-apa. Ini bukan sepenuhnya salahmu.”

Mata Sooyoung langsung membulat saat melihat orang yang dia tabrak dan baru saja dia bantu untuk berdiri adalah wanita tua yang pernah dia temui sebelumnya.

“Anda nenek yang waktu itu, kan?”

“Kau mengingatku?”

“Tentu saja.” Sooyoung tiba-tiba teringat akan ucapan nenek itu sebelumnya. “Terakhir kali kita bertemu, kau mengatakan jika cintaku bisa membuat orang yang aku cintai kembali. Tapi kenapa dia belum juga bangun sampai sekarang?”

“Apa makanan kesukaannya?” tanya nenek itu tiba-tiba.

“Ne?”

“Apa makanan kesukaan pria itu?”

“Dia tidak banyak menyukai makanan. Tapi dia menyukai susu coklat.”

Nenek itu lalu tertawa ringan. “Kalau begitu belikan dia susu coklat.”

“Tapi dia bahkan harus makan melalui selang. Bagaimana dia bisa meminum susu coklat?”

Tiba-tiba nenek itu mengeluarkan sesuatu dari tas tangan yang dia bawa. “Bawa susu coklat ini untuknya.”

“Tapi bagaimana caranya?”

“Berikan saat waktunya dia makan.” nenek itu lalu memegang bahu Sooyoung lembut. “Aku tidak akan mengatakan jika ini akan membantunya untuk sembuh. Tapi ini akan mengembalikan senyuman yang hilang dari wajahmu akhir-akhir ini.”

“Maksud nenek?”

“Lakukan saja apa yang aku katakan padamu. Dan kau akan mengerti apa maksud dari ucapanku.”

Nenek itu lalu pergi dan meninggalkan Sooyoung yang masih menatapnya bingung. Sooyoung lalu menatap kotak susu yang diberikan oleh wanita paruh baya itu.

“Apa ini akan berhasil?” gumamnya pelan.

 

SOOYOUNG POV

 

Aku membuka pintu kamar rawat Kyuhyun perlahan. Orang tua Kyuhyun terlihat sedang merapikan barang-barang yang mereka bawa. Eomma Kyuhyun lalu menghampiriku.

“Kami berdua harus pulang. Apa tidak apa-apa jika kami tinggalkan sendirian?”

“Tentu saja eomma.”

“Kalau begitu kami pulang dulu.” aku menganggukan kepalaku dan membungkuk.

Orang tua Kyuhyun lalu menghilang di balik pintu putih yang tadi aku buka. Dan aku langsung menghampiri Kyuhyun. Aku lalu menatap kotak susu yang masih aku pegang. Sebentar lagi adalah waktunya Kyuhyun makan, tapi aku masih ragu untuk memberikan susu coklat yang sedang aku pegang. Aku lalu membuka kotak susu itu perlahan.

Tok tok tok

                   Aku berbalik dan melihat seorang perawat membawa cairan makanan untuk Kyuhyun.

“Sudah waktunya untuk pasien makan.”

“Biar saya saja yang memberikan makanannya.”

“Baiklah kalau begitu.”

Perawat itu lalu menyimpan nampan yang dia bawa disamping kasur Kyuhyun dan pergi meninggalkan ruangan rawat ini.

Aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Aku lalu mengambil alat yang sudah berisikan cairan makanan Kyuhyun. Aku lalu memasukkan susu coklat yang diberikan nenek itu kedalamnya. Setelah habis aku memasukkannya melalui selang yang terpasang dihidung Kyuhyun.

“Kau sangat menyukai susu coklat, bukan? Jadi bangunlah!” aku menghela nafasku kasar. Aku benar-benar bodoh karena percaya dengan hal-hal seperti ini.

Aku memegang tangan Kyuhyun. Dan airmata itu kembali menetes, Kyuhyun pasti tidak akan suka jika melihatku seperti ini. Tapi airmata ini seolah tidak mau berhenti mengalir sebelum Kyuhyun sadar.

Tiba-tiba aku merasakan tangan Kyuhyun bergerak, dan matanya terbuka perlahan. Aku memandangnya tidak percaya. Aku langsung menekan tombol untuk memanggil dokter.

“Apa terjadi sesuatu nona Choi?” tanya dokter yang datang dengan dua orang perawat.

“Dia sadar!” ucapku bergetar karena masih terkejut.

“Tunggulah diluar nona. Kami akan memeriksanya.” aku menganggukan kepalaku dan berjalan keluar.

“Sooyoung?!” aku berbalik dan melihat Donghae dan Jessica sedang berjalan menghampiriku. “Apa terjadi sesuatu? Kenapa kau diluar?” tanya Jessica.

Aku langsung memeluknya. “Kyuhyun oppa sudah sadar Sica-ya.” ucapku sambil menangis.

Jessica melepaskan pelukanku dan bisa kulihat jika dia dan Donghae menatapku dengan tatapan tidak percaya.

Tiba-tiba pintu kamar rawat Kyuhyun terbuka. Dan dokter yang tadi memeriksa Kyuhyun keluar.

“Bagaimana samchon?” tanya Donghae.

Dokter paruh baya itu tersenyum tipis. “Entah takdir seperti apa yang dimiliki oleh Kyuhyun. Tapi yang jelas kondisinya sudah benar-benar stabil sekarang.”

“Anda serius dokter?” tanyaku.

“Tentiu nona Choi. Aku tidak akan mungkin bercanda untuk hal serius seperti ini.”

Aku tersenyum senang. “Lalu apa boleh kami melihatnya didalam?”

“Tentu. Masuklah.”

“Gamsahamnida.”

“Masuklah. Aku dan Donghae oppa akan menunggu diluar. Aku yakin kau dan Kyuhyun oppa butuh waktu untuk bicara berdua.” ucap Jessica.

“Ne.”

Sooyoung membuka pintu ruang rawat itu perlahan. Dan hal yang pertama dia lihat adalah Kyuhyun yang masih terbaring dengan kasurnya yang sekarang sudah terangkat, sehingga pria itu terlihat sedang duduk.

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sangat sulit diartikan. Ada sorot bahagia, sedih dan kecewa didalam matanya. Dan Kyuhyun yang menyadari itu tahu jika dia adalah alasan kenapa gadis dihadapannya itu seperti ini.

“Jadi kau senang saat kau hilang tanpa memberitahuku tuan Cho?” Kyuhyun menundukkan kepalanya. “Jadi kau pikir semuanya akan lebih baik saat aku tidak tahu apa-apa tentang kondisimu?” Sooyoung menaikan nada bicaranya. “Apa sekarang kau sudah puas Cho Kyuhyun-ssi?” suaranya tiba-tiba kembali lemah.

“Mianhae Sooyoung-ah.”

Sooyoung mendekati Kyuhyun dan duduk dipinggir kasur. “Aku terlihat bodoh, kan?”

Kyuhyun menatap Sooyoung bingung. “A…apa maksudmu?”

“Kau sudah membohongi berkali-kali. Tapi aku justru masih setia menunggu pria menyebalkan yang hanya bisa membuatku menangis setelah pergi dan tiba-tiba hanya memberikan kabar menyedihkan untukku.” Kyuhyun bisa melihat jika Sooyoung sudah menangis sekarang. “Seharusnya aku meninggalkanmu saja. Meninggalkan pria dingin menyebalkan yang membuat hari-hariku berantakan kar’na tidak mau keluar dari dalam pikiranku.”

“Sooyoung-ah aku…”

Sooyoung menatap Kyuhyun. “Tapi aku tidak bisa. Sejauh apapun aku berusaha berlari menjauh, kakiku ini justru membawaku semakin dekat kearahmu tuan Cho. Dan itu membuatku benar-benar membenci diriku sendiri. Hanya dengan menyadari jika kau masih hidup, itu membuatku merasa akan sia-sia untuk pergi. Kar’na hatiku masih ada ditempat yang sama. Dan itu membuatku merasa semakin bod….”

Kyuhyun tiba-tiba memutar tubuh Sooyoung dan mencium bibir gadis itu. Tanpa keduanya sadari, airmata sekarang sudah mengalir dari sudut mata keduanya. Ciuman itupun bahkan terasa sangat sulit untuk keduanya akhiri.

Kyuhyun lalu melepaskan ciumannya perlahan. “Aku tahu aku salah. Dan aku tahu jika bukan kau yang bodoh, tapi aku. Dan aku tidak tahu harus bagaimana agar aku bisa memaafkan diriku atas semua kesalahan yang aku lakukan.” Kyuhyun tiba-tiba menundukkan kepalanya. “MIanhae, Soo.”

Sooyoung mengangkat wajah Kyuhyun dan tersenyum. “Kau tidak perlu minta maaf. Kau sudah mau terbangun dari tidur panjangmu saja, itu sudah membuatku berterima kasih padamu.”

“Aku janji tidak akan lagi merahasiakan apapun padamu.” Sooyoung mengangguk dan tersenyum.

.

.

Sooyoung menatap bocah mungil yang sekarang sedang memegang tangannya dengan sebuah senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Disana eomma!” ucap bocah itu menunjukkan sebuah robot besar yang dia inginkan sejak beberapa hari yang lalu. Sooyoung tersenyum dan mengikuti tarikan pelan dari Kyumin. “Ini bagus, kan?” tanyanya setelah berada di depan robot besar yang dia inginkan.

“Hmmm. Ini bagus.”

Kyumin tersenyum senang. “Sudah kubilang kan kalau robot ini bagus.” Sooyoung menganggukan kepalanya. “Jadi kita akan membelinya?”

“Tentu. Bukankah itu alasan kita datang kesini?”

“Ne.”

Sooyoung baru saja akan mengeluarkan dompet dari dalam tasnya untuk membayar robot yang diinginkan Kyumin. Tapi seseorang tiba-tiba saja menabrak bahunya hingga tas yang Sooyoung bawa terjatuh.

“Maafkan saya.”

Sooyoung mengambil tasnya dan tersenyum. “Tidak apa-ap…” senyuman itu langsung hilang seketika saat melihat orang yang baru saja menabraknya adalah Siwon. “Siwon oppa?!” gumamnya.

“Sooyoung-ah. Kau ada disini?”

Sooyoung dengan buru-buru mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya dan memberikannya pada kasir. “Ambil saja kembaliannya.” Sooyoung langsung menarik tangan kyumin untuk pergi. Tapi Siwon justru menahan lengan Sooyoung yang lain.

“Biarkan aku jelaskan semuanya dulu padamu.”

“Lepaskan tanganku!” Sooyoung terus berusaha untuk melapaskan tangan Siwon darinya. “Aku bilang lepaskan!”

“Ada apa ini?” Sooyoung dan Siwon langsung menatap ke arah suara dan melihat Kyuhyun sedang memandang bingung pada keduanya.

Merasa cengkraman Siwon melemah, Sooyoung langsung melepaskan tangan Siwon dan berlari menuju Kyuhyun bersama Kyumin.

“Kita pergi dari sini oppa.”

“Tapi aku rasa ada baiknya kau menyelesaikan masalahmu dengan Siwon.”

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan terkejut. “Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan itu oppa? Kau tahu kan apa yang sudah dia lakukan padaku?”

Kyuhyun memegang bahu Sooyoung. “Aku tahu Sooyoung-ah. Tapi kau juga harus mencoba untuk mendengarkan alasan dari oppamu dulu. Setelah itu kau bisa putuskan untuk memaafkannya atau tidak.” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung. “Percaya padaku. Semuanya akan baik-baik saja. Aku ada disini, bukan?”

Sooyoung menghela nafasnya perlahan lalu menatap Siwon. “Baiklah. Mari kita bicara!”

Siwon tersenyum dan mengikuti Sooyoung, Kyuhyun dan Kyumin berjalan menuju sebuah restoran yang berada tidak jauh dari toko mainan yang baru saja mereka datangi.

Kyuhyun memilih untuk membawa Kyumin bermain di sudut restoran yang menyediakan permainan untuk anak-anak. Dia tahu jika Sooyoung dan Siwon membutuhkan waktu untuk bicara berdua. Mesipun sesekali dia melihat kearah kedua orang kakak beradik yang sekarang ini sedang duduk saling berhadapan. Dia hanya berjaga-jaga siapa tahu terjadi sesuatu yang buruk. Mengingat Sooyoung benar-benar tidak ingin bertemu dengan oppanya itu.

“Bicaralah!” nada dingin yang keluar dari bibir Sooyoung itu meyakinkan Siwon jika adik perempuannya sebenarnya tidak mau duduk dihadapannya saat ini.

“Maafkan aku. Aku tahu aku membuat hidupmu menjadi sangat berantakan. Aku membuatmu harus bekerja keras untuk membayar semua hutangku. Belum lagi kau yang harus menunda sekolahmu kar’na semua hutangku itu.”

Sooyoung tersenyum sinis. “Jadi kau sadar dengan semua itu?! Lalu kemana kau saat orang-orang yang menagih hutangmu itu datang dan memukul atau mencekik leherku? Kemana kau saat mereka memaksaku untuk membayar semua hutangmu disaat aku bahkan tidak pernah menyentuh selembar pun uang yang mereka berikan padamu?” Sooyoung menatap Siwon dengan tatapan marah. “Kau dimana Choi Siwon-ssi?!”

Siwon menundukkan kepalanya. “Aku akui jika saat itu aku pergi kar’na aku takut jika aku akan mati ditangan orang-orang itu. Aku pergi ke pulau Jeju untuk menghindari mereka semua. Aku berusaha mencari pekerjaan disana. Dan setelah kehidupanku menjadi lebih baik, aku memutuskan untuk menemuimu dan mengajakmu tinggal bersamaku. Dan saat itu aku juga sudah membawa uang untuk membayar semua hutangku. Tapi saat aku tahu jika kau sudah pergi setelah menerima semua perlakuan kasar itu, aku benar-benar menyesal dan merasa bersalah. Kar’na itu aku mencarimu hampir keseluruh penjuru Korea. Tapi kau bagaikan hilang ditelan bumi. Aku tidak bisa menemukanmu dimana pun.”

Sooyoung menarik salah satu sudut bibirnya. “Jadi kau pikir aku akan percaya dengan semua omong kosongmu itu?”

“Aku bisa membuktikannya padamu.” Siwon lalu mengeluarkan sebuah kartu nama. “Itu adalah nama perusahaan tempat aku bekerja sekarang. Kau bisa mencari tahu aku berbohong atau tidak.”

Sooyoung menerima kartu nama itu lalu menatap Siwon. “Ada satu hal yang harus kau tahu. Aku tidak pernah membencimu. Aku hanya tidak mau lagi bertemu denganmu. Aku takut jika aku bertemu denganmu, semua luka yang sudah lama aku coba tutup kembali terbuka. Jadi tolong jangan pernah berpikir jika aku membencimu.” Sooyoung lalu bangkit dari tempat duduknya. “Aku bahkan sudah memaafkanmu sebelum kau sadar akan semua kesalahanmu.”

Dan Sooyoung pergi begitu saja meninggalkan Siwon yang tanpa sadar meneteskan airmatanya. Gadis itu menghampiri Kyuhyun dan Kyumin.

“Sudah selesai?”

“Hmmm.”

“Sekarang semuanya sudah baik-baik saja?”

“Aku rasa begitu.” Sooyoung tersenyum dan mengajak Kyuhyun dan Kyumin untuk pulang.

.

.

Kyuhyun menghmpiri Sooyoung yang sedang duduk di sofa apartemennya.

“Aku baru sadar jika disini tidak ada jam dinding.”

Sooyoung memutar kepalanya dan menatap Kyuhyun yang sekarang sudah berada disampingnya. “Aku dan Sica pikir jam dinding tidak terlalu penting. Kami jarang ada dirumah, jadi jam dinding itu tidak terlalu kami butuhkan.”

“Sepertinya aku punya satu di dalam lemari itu.” ucap Kyuhyun sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri sebuah lemari kecil yang ada disamping TV. “Ini dia.” Kyuhyun menunjukkan sebuah jam dinding berbentuk bulat dengan angka romawi ke arah Sooyoung.

“Aku tidak pernah tahu jika ada jam dinding disana.”

“Itu kar’na kau tidak pernah membuka lemari itu.”

“Lalu mau oppa apakan jam itu?”

“Aku akan memasangnya di atas TV.” Kyuhyun mengambil baterai untuk jam dinding itu dan meletakkannya pada sebuah paku di dinding tepat di atas TV yang sedang Sooyoung tonton. “Terlihat lebih baik.”

“Terlihat aneh melihat ada jam dinding disana.”

Kyuhyun tiba-tiba menatap Sooyoung. “Kau lihat detik jam itu.” Sooyoung menatap jam dinding yang Kyuhyun tunjuk. “Disaat suara detik jam itu berhenti. Itu artinya suara detak yang biasa kau dengar di dalam dadaku juga akan berhenti.” entah kenapa Kyuhyun mengatakan itu. Dia sendiri juga tidak mengerti.

“Kalau begitu turunkan jam dinding itu!”

“Wae?”

“Kar’na aku tidak mau aku justru terus memandang jam itu untuk memastikan jantungmu masih berdetak atau tidak.”

“Biarkan saja jam itu tetap disana. Aku menyukainya.”

Tanpa Kyuhyun sadari, Sooyoung sekarang sedang memandangnya dengan tatapan cemas.

“Sudah malam. Tidurlah.” ucap Kyuhyun.

“Bisakah kita bertiga tidur bersama malam ini?”

Kyuhyun tersenyum. “Tentu saja.”

 

SOOYOUNG POV

 

Aku terbangun saat matahari pagi masuk melalui celah gorden berwarna coklat yang menutupi jendela kamar. Aku tersenyum saat melihat Kyumin sedang memeluk Kyuhyun yang tertidur dengan damai.

Aku lalu pergi kekamar mandi untuk mencuci wajahku. Dan setelah selesai, aku langsung pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Setelah semuanya siap, aku berjalan menuju kamar berniat untuk membangunkan Kyuhyun dan Kyumin. Tapi melihat wajah damai mereka saat sedang tertidur, aku langsung mengurungkan niatku.

“Biarkan mereka tidur sebentar lagi.” gumamku dan kembali menutup pintu kamar. Aku lalu berjalan menuju ruang TV dan mencari tontonan untuk mengusir rasa bosanku.

Tanpa sengaja mataku menatap jam dinding yang semalam Kyuhyun pasang. “Kenapa detik jam itu bergerak pelan sekali? Bukankah baterai yang Kyuhyun oppa pakai kemarin adalah baterai baru?”

Aku mengangkat bahuku acuh. Mungkin karena jam itu sudah lama tidak pernah dipakai. Sampai akhirnya aku mengingat sesuatu.

“Disaat suara detik jam itu berhenti. Itu artinya suara detak yang biasa kau dengar di dalam dadaku juga akan berhenti.”

                   Aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan menghampiri Kyuhyun. Aku mendekatkan kepalaku pada dadanya. Aku masih bisa mendengar detaknya, tapi itu sangat lemah. Persis seperti detik jam yang aku lihat tadi.

“Aku mohon bertahanlah!”

 

TBC

 

Makin aneh aja ya ini cerita, untuk udah mau selesai -_-

Maaf kalau ada typo(s)…

Ditunggu komentar sama likenya, ya^^

Advertisements

46 thoughts on “Mr. Goodbye Part 16”

  1. Sumpah cobaan yg di hadap sooeoni bnyk bgts knp jga kyuppa gk bsa sembuh penyakitny itu bikin aku takut yg baca takut kalau ending sad andew aku gk mau

  2. plisss jangan sad ending 😢😢😢 happy end dong thorr.. buat kyuyoung hidup bahagia dan menikah.. plissss
    ditunggu nextnyaa thor 🙂

  3. Walau gk langsung akrab n mau tinggal brg Siwon lgi tpi stidaknya hubungan keduanya udah membaik,,,,
    Wah apa jam itu pertanda klo mur Kyu to dah gk panjang lagi???
    Yah Chingu jg Sad ending donk,,, ska sedih bnran klo ada ff yg endingnya gk bahagia, ya walpn di real life gk selalu happy tpi stdaknya klo ff pngnya happy ending aaaa…
    Next part d tunggu ya chingu.

  4. bukan makin gak jelas thor ff nya tapi malah tambah seru.. tapi please, jebal, kumohon tolonglah, atau apapun itu.. please jangan bikin sad ending.. ahhh asli aku takut bgt ini akan jadi sad ending.. biarkan didunia ff kyuyoung bersatu… please bgt thor

  5. huh udh mau end.. jangan sad ending pokoknya harus happy end . kasian sooyoung harus sedih lagi nantinya.. hua knapa part akhirnya mau di pw. kalau di pw aku mintanya gimana dong huaaa..jgn di pw ya please

  6. Chingu ff nya kok mkin sedih aja si…
    Please jg sad ending ya…trus itu nenek-nenek siapa ya?
    Smoga kyu bsa smbuh deh…jngan sad ending ya…kasian gak tega bacanya…

  7. please bangettttt jangan dibikin sad ending T.T
    Udahaaan kyuhyunnya sembuh ajaa huhu
    Kasian soo sama kyuminnya, apalagi kyu ga pernah cerita apa2 ke soo malah tiba2 ngilang mulu T.T
    Bikin happy ending yaa

  8. jangan sad ending ya thor u.u ga tega liat nya
    huaaaaaaa keren keren
    kyuhyun kalo ngekode bikin nyesek ihh
    please ya kyu bertahan

  9. Annyeong…
    Huuwaaaa….. Kok kyuppa sprti 40 hr org sblm wafat sih, klo org jawa bilang, “mintoni” itu loh, ucapan ma tingkah laku rada aneh menjurus ke kematian gtu. Please tibalah pendonor baik hati yg meninggal dengan damai dan mendonorkan jantungnnya utk appa-nya kyumin, biar soo dan kyumin ga sedih lagi. Kami reader-deul akan selalu sabar menanti utk “Mr. Goodbye”.
    Gomawo

  10. Jangan sad ending dong please…..
    cerita ini unik skali, bener-bener seperti kehidupan nyata…
    feelnya dpt bgt, makin penasaran dan gregetan hehe..
    Ditunggu next nya ya.. 🙂
    Gomawo

  11. Aku lupa apakah aku pernah meninggalkan jejak pada setiap ff ini, maafkan ya eon kalau aku belum pernah meninggalkan jejak karena biasanya aku membaca ff sangat terlambat saat ff nya udah sampai part yang sangat jauh.. jadi aku baca dari awal sampai partnya berakhir baru aku komen deh maaf kalau aku menyebalkan.. ff nya seru bikin aku penasaran sama kelanjutannya…
    Dan aku harap nggak sad end..
    Semangat eon..
    Mianhae..

  12. Menurut aku part ini lebih bagus dari part sebelumya,makin seru ceritanya,oiya sooyoung kemaren kan kerumah sakit buat periksa,dia kenapa?
    Ditunggu next partnya

  13. astaga lagi si kyu pake ngomong yg ngga”… kalo jamnya beneran berhenti gmn? ah jgn sad ending… kasian soo sama kyumin… ditunggu last partnya…

  14. Kyu akhirx bangun jg nih,,,, ampuh bnr ya nenek itu bsa ajaib bisa buat kyu sadar dri komax, ko kyu jd aneh cih masa jnrtungx dsamain ama detik jam cih, jgn sad ending ya min,,,

  15. kyuhyun oppa knapa? Trus hubungan sooeon sama siwon oppa gmna,,aahhh makin penasaran sama endingnya, tp jgn dibuat sad ending ya eonni, buat mereka bahagia semua:D

  16. Aigooo , si kyu kenapa tu ? Udah bahagia sebentar eh ada aja yang lain -,- plis thor jangan buat sad ending -,- next ff yaa thor \^^/

  17. kenapa sihhh kyuhyun huwaaaa baru sadar juga huhu aku jd lupa ini kyuhyun sakit apa ya hahahaha hmm akhirnya masalah sooyoung siwon udah kelarrr dan kyuhyun sooyoung makin2 aja udah kaya suami istri hahaha senang sekaliiii

  18. yaaah apa yang dimaksud oleh nenek misterolius ituu??? kalo kesadaran kyu oppa hanya untuk membuat soo eonni tersenyum. apa ini bakalan sad ending???

    ditunggu last partny thor.

  19. Ya tuhan baru aja Kyuhyun sadar, baru aja gue napas eh udh dijatuhin lagi. Jangan PHPin gue dong Kyu, cukup doi aja kamu jangan 😂.
    Klo next part di protek tolong dipermudah dapetin pw nya ya, thor.

  20. maaf sblmnya, aq mo nanya, ini td kn jalan jalan ke mbah gugel liatin tag cho kyuhyun, nemu ni ff, aq baca langsung part ini, ini remake drama mr.goodbye?? yg ttg jam dan dtak jantung itu mirip soalnya…
    maaf sebelumnya, terimakasih.

  21. Walah ada apa lagi to sama kyuhyun ini??? PDahal udh seneng kyuhyun bangun eh malah dibuat galau lagi. Hemzzz…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s