chapter

Mr. Goodbye Part 8


surviving-separation1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Mr. Goodbye

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance, Sad

Length: Series

 

ANNYEONG^^

 

Seperti yang aku bilang sebelumnya. Ide aku lagi banyak-banyaknya. Jadi aku update secepet mungkin kar’na aku takut ide aku bisa ilang lagi hehehe.

Sekali lagi aku mau ngucapin makasih buat kalian yang udah mau komentar sama like^^ Setiap komentar aku suka baca satu-satu. Dan komentar kalian semua bisa bikin aku senyum-senyum sendiri. Makasih buat pujian dan sarannya, ya^^ I LOVE YOU GUYS (SOOOOOOOO MUCH).

Buat yang mau baca part sebelumnya atau FF yang lain bisa diliat di Daftar Fanfic….

Sekarang langsung kita mulai aja ya ceritanya~

AUTHOR POV

 

Sooyoung menatap bocah kecil yang sekarang sedang berada di kursi belakang mobil Kyuhyun. Dia sedang sibuk dengan robot yang baru saja dibelikan oleh appanya. Sooyoung sesekali tersenyum saat mengingat bagaimana bocah itu begitu bersemangat saat tahu appanya akan membelikannya hadiah.

“Appa!” bocah itu tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya.

“Hmm.”

“Besok aku ada acara disekolah. Ibu guru bilang aku harus datang dengan salah satu orang tuaku. Apa appa mau datang?” tanyanya polos.

“Akan appa usahakan. Jam berapa acaranya?”

“Aku lupa.” Kyumin kembali sibuk dengan robot barunya dan membuat Sooyoung tersenyum semakin lebar.

“Kau bisa tanyakan itu pada paman Han oppa.” ucap Sooyoung.

“Kau benar.”

“Apa eomma juga akan datang?” tanya Kyumin polos.

“Apakah eomma juga harus datang? Bukankah appa saja sudah cukup?”

“Tapi teman-temanku biasanya membawa kedua orang tua mereka. Aku selalu datang dengan kakek dan nenek.” Kyumin lalu menatap Sooyoung dan tersenyum. “Tapi besok aku ingin datang dengan appa dan eomma.”

“Dia sibuk Kyumin-ah.”

Kyumin lalu berdiri dari tempat duduknya dan mendekat dengan berpegangan pada kepala jok mobil Kyuhyun agar dia tidak terjatuh. “Kenapa appa memanggi eomma dengan sebutan dia?! Kau harus memanggilnya eomma. Bukan dia.” Kyumin sedikit berteriak kesal.

“Arraseo. Eomma besok harus bekerja tuan muda.” Sooyoung sedikit terkejut saat Kyuhyun menyetujui permintaan Kyumin begitu saja. Tapi diam-diam dia tersenyum.

“Apa eomma tidak bisa menemaniku besok?” Kyumin kembali duduk dikursinya dan menunduk sedih.

“Apa kau ingin eomma datang?” Kyumin menatap Sooyoung lalu mengangguk. “Baiklah eomma akan datang.” Sooyoung tersenyum lembut.

“Jeongmal? Eomma yang terbaik!” Kyumin tersenyum lebar dan membuat Sooyoung juga tersenyum.

“Apa kau tidak bekerja besok?” tanya Kyuhyun.

“Tidak. Aku diberi libur besok.” Kyuhyun hanya mengangguk. “Apa oppa mau mengantar Kyumin pulang?”

“Ne. Dia harus pulang kar’na aku akan ada rapat nanti.”

“Aku tidak mau pulang!” protes Kyumin yang mendengar percakapan dua orang dewasa di depannya.

Kyuhyun lalu menatap putranya itu dari kaca. “Tapi appa ada rapat.” Kyuhyun lalu berpikir sebentar. “Bagaimana kalau kau menginap di rumah appa malam ini?”

“Aku mau.”

“Kalau begitu kau harus pulang dulu. Appa akan mengatarkanmu pulang. Nanti setelah appa selesai bekerja, appa akan datang lagi untuk menjemputmu. Bagaimana?”

“Setuju.”

“Kalau begitu sekarang kita antarkan eomma ke tempat kerjanya dulu, ya.” Kyumin hanya mengangguk.

 

SOOYOUNG POV

 

Aku merapikan bajuku sambil menunggu mobil Kyuhyun yang akan datang menjemputku. Entah kenapa hari ini aku benar-benar bersemangat untuk pergi mengantarkan Kyumin ke sekolahnya. Bocah itu bahkan membuatku tersenyum sendiri saat aku mengingat bagaimana tingkah lucunya saat memilih mainan kemarin.

Tin tin

                   Aku tersenyum saat mobil Kyuhyun berhenti di depanku. Pintu mobilnya terbuka dan Kyumin langsung keluar dan tersenyum di hadapanku.

“Annyeong eomma!” sapanya manis.

“Annyeong Kyumin-ah. Apa kau sudah siap?”

“NE!” teriaknya semangat.

Aku lalu membantunya kembali masuk kedalam mobil. Aku menatap Kyuhyun dan tersenyum. Dia hanya tersenyum tipis lalu melajukan mobilnya setelah aku dan Kyumin memakai sabuk pengaman.

Aku tak bisa melepaskan senyumanku setiap mendengar celotehan Kyumin yang keluar dengan polosnya. Dan saat aku melihat Kyuhyun, dia juga terlihat tersenyum setiap kyumin mengeluarkan suaranya.

“KITA SUDAH SAMPAI!!!” teriakan Kyumin membuatku menatap sebuah bangunan dua lantai di hadapanku.

“Apakah ini sekolahmu?”

“Iya. Itu kelasku yang cat jendelanya warna hijau.” tunjuknya pada sebuah jendela berwarna hijau muda.

“Benarkah?” aku tersenyum padanya. Kyumin hanya mengangguk antusias.

“Kita turun sekarang!” Kyuhyun oppa langsung membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil.

Kyuhyun langsung membantu Kyumin membuka sabuk pengaman dan turun dari mobil. Kyumin tersenyum senang saat mendapat perlakuan seperti itu dari Kyuhyun.

“Ayo kita masuk!” ucap Kyumin yang langsung menggandeng tanganku dan tangan Kyuhyun.

Aku dan Kyuhyun hanya tersenyum lembut saat Kyumin menarik tangan kami untuk masuk kedalam bangunan sekolahnya.

“Annyeonghaseyo.” aku dan Kyuhyun langsung berbalik dan melihat seorang wanita sedang berdiri dihadapan kami sambil tersenyum.

“Oh, annyeonghaseyo.”

“Kang seongsangnim, Ini appa dan eommaku.” Kyumin lalu memandang Kyuhyun. “Appa ini Kang seongsaengnim. Dia wali kelasku.” ucapnya.

“Benarkah?” Kyuhyun lalu menatap wanita itu lagi. “Senang bertemu denganmu Kang Seongsangnim.”

“Saya juga. Ini pertama kalinya saya bertemu dengan anda tuan Cho.” guru itu lalu menatapku. “Senang bertemu denganmu juga nyonya Cho.”

Aku memandang guru wanita itu terkejut. Nyonya Cho? Aku bahkan bukan kekasihnya. “Saya bukan…”

“Apa Kyumin bersikap baik di sekolah?” pertanyaan Kyuhyun membuatku menghentikan kalimatku untuk menyangkal pernyataan ibu guru Kyumin itu.

“Kyumin adalah murid yang sangat baik. Dia juga sangat sopan pada guru-guru disini.” jawabnya. “Kalian berdua pasti sangat bahagia memiliki putra seperti Kyumin.”

“Ne. Istriku ini sangat bangga pada Kyumin.” aku menatap Kyuhyun tajam. Istri katanya?

“Oppa!” gumamku tepat ke arah telinganya. Tapi pria menyebalkan itu hanya menatapku datar.

“Ngomong-ngomong. Kenapa kalian berdua baru datang sekarang? Kyumin selalu mengeluh kar’na orang tuanya tidak pernah datang ke acara pertemuan orang tua murid.”

“Kami berdua harus bekerja dari pagi sampai sore. Jadi kami tidak memiliki terlalu banyak waktu untuk menemani Kyumin.” Kyuhyun tersenyum.

“Saya mengerti. Kalau begitu saya pamit dulu. Saya harus menemui orang tua murid yang lain.”

“Ne.”

Setelah ibu guru itu pergi aku langsung menatap Kyuhyun kesal. “Apa maksud oppa?”

“Ne?”

“Membiarkan ibu guru itu menyebutku nyonya Cho dan menyebutku sebagai istrimu. Coba jelaskan padaku apa maksud semua itu!!!” Bukannya menjawab. Kyuhyun justru tertawa pelan. “Cho Kyuhyun-ssi aku bicara padamu!”

Dia lalu menatapku. “Lalu kau ingin aku mengatakan pada wali kelas Kyumin jika kau adalah resepsionis di hotel milikku. Dan kau datang kemari kar’na Kyumin memintamu untuk datang?!” Kyuhyun lalu menarik salah satu sudut bibirnya. “Lalu apa yang akan dia pikirkan, hah? Kyumin memanggilmu eomma, dan kau pikir dia tidak akan merasa curiga jika aku mengatakan itu?”

Aku lalu menunduk. “Kau benar. Maafkan aku. Aku salah.”

“Eomma kenapa?” suara Kyumin membuatku menatap bocah yang sekarang sudah berada kembali di samping kami. Aku bahkan tidak sadar jika dia tidak ada disamping kami sejak tadi.

“Tidak apa-apa. Eomma hanya sedang mengobrol dengan appa.”

“Tapi tadi aku melihat appa seperti sedang marah.” Kyumin lalu menatap Kyuhyun. Dia meletakkan kedua tangannya di pinggang. “Apa appa memarahi eomma?!”

“Aniyo. Kenapa kau berpikir seperti itu?”

“Aku akan menunduk saat aku akan menangis kar’na dimarahi oleh nenek. Dan tadi eomma menundukkan kepalanya.”

Aku lalu berlutut dihadapannya. “Appa tidak memarahi eomma. Tadi kami hanya mengobrol seperti biasa.” ucapku sambil tersenyum.

“Eomma tidak bohong?”

“Tentu saja.”

“Kalau appa berani menyakiti eomma. Aku akan memukul appa.”

“Hmm. Kau akan selalu menjadi pelindung eomma.” dia lalu tersenyum senang.

“Kau benar-benar terlihat seperti eommanya.” ucap Kyuhyun sebelum dia pergi menyusul Kyumin yang sudah berjalan mendahului kami.

“Menggelikan.”

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung merapikan pakaiannya sesaat setelah dia keluar dari dalam lift. Dia lalu menghampiri meja resepsionis.

“Yoona belum datang? Tumben sekali.” gumamnya.

“Kau mencariku, ya?”

Sooyoung tersentak dan langsung memukul bahu Yoona. “Tidak bisakah kau tidak membuatku terkejut?!”

“Arraseo, arraseo nyonya Cho. Maafkan aku.”

“YAK!!! Berhenti menyebutku nyonya Cho. Itu benar-benar menyebalkan. Kau sudah menyebutkan itu sejak dua hari yang lalu.”

“Tapi kau menyukainya, kan?”

“Sama sekali tidak.”

“Benarkah?” Sooyoung bisa melihat wajah jahil Yoona dengan sangat jelas sekarang.

“Dengarkan aku nona Im. Aku sama sekali tidak suka saat kau menyebutku…”

“EOMMA!”

Yoona dan Yoona langsung menoleh ke asal suara dan melihat Kyumin sedang berlari ke arahku. Kyumin tiba-tiba langsung memeluk Sooyoung. “Kyumin? Sedang apa kau disini? Dan dengan siapa kau kesini?”

“Aku akan mengunjungi appa. Hari ini sekolahku libur.” Kyumin lalu melepaskan pelukannya. “Aku datang bersama dengan nenek.” Sooyoung lalu memandang wanita paruh baya yang sudah sejak tadi berdiri di belakang Kyumin.

Sooyoung langsung membungkuk sopan dan tersenyum kaku. “A…Annyeonghaseo.”

“Annyeonghaseo. Apa kau Choi Sooyoung-ssi?” tanyanya sambil tersenyum hangat.

“N..Ne.”

“Aku eommanya Kyuhyun.”

“Ne. Nyonya Cho. Senang bertemu denganmu.”

“Kyumin bercerita tentangmu kemarin. Dia benar-benar terlihat senang kemarin.”

“Itu pasti kar’na dia sudah lama tidak bersama dengan appanya.”

“Bukan hanya itu. Tapi kau juga menjadi salah satu alasan kenapa Kyumin benar-benar bahagia.”

“Saya tidak melakukan apapun nyonya.”

“Tapi aku benar-benar ingin berterima kasih padamu. Akhir-akhir ini Kyumin sering menangis kar’na Kyuhyun jarang sekali menemuinya. Tapi kemarin aku melihatnya benar-benar bahagia. Dia bahkan terus berlarian di rumah dan berteriak ‘aku punya eomma’.”

“Nenek ayo kita masuk. Appa bilang dia sudah membelikan hadiah baru untukku tadi.”

“Baiklah.” nyonya Cho lalu menatap Sooyoung. “Aku pergi dulu Sooyoung-ssi.”

“Ne. Semoga harimu meyenangkan.”

“Gamsahamnida.”

“Dia eomma Presdir Cho?” suara Yoona tiba-tiba saja terdengar dari arah belakang tubuh Sooyoung.

“Sepertinya begitu.” Sooyoung manatap Yoona. “Ini pertama kalinya aku melihat dia.”

“Dia sepertinya orang yang baik.” Sooyoung hanya menganggukan kepalanya setuju. “Dan sepertinya dia bahagis bisa bertemu dengan calon menantunya.” goda Yoona.

“YAK IM YOONA!” Yoona hanya tertawa bahagia mendengar teriakan kesal Sooyoung.

Sooyoung dan Yoona tidak terlalu bekerja keras hari ini. Mereka hanya menyapa beberapa tamu yang datang atau menjawab pertanyaan dari pengunjung hotel. Hari ini adalah hari Senin, jadi tidak akan terlalu banyak tamu yang datang. Dan juga biasanya tidak akan ada perayaan di hari Senin.

Jam di tangan Sooyoung sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Setengah jam lagi dia akan pulang. Tapi entah kenapa hari ini terasa sangat lama.

Rasa bosan Sooyoung tiba-tiba saja tergantikan oleh rasa penasaran saat sebuah ambulance muncul tepat di depan hotel. Setelah itu dua orang turun dari bagian belakang ambulance dan masuk membawa sebuah ranjang beroda.

“Apa yang terjadi? Apa ada orang sakit di hotel ini?” gumam Sooyoung tanpa sadar.

Sekitar sepuluh menit, lift yang berada tidak jauh dari tempat Sooyoung berdiri sekarang terbuka. Mata Sooyoung melebar saat melihat Kyuhyun terbaring diatas kasur beroda yang tadi masuk. Nafasnya seolah hilang tiba-tiba saat melihat Kyuhyun bahkan tidak membuka matanya.

“Kyu…Kyuhyun oppa!!!” ucapnya lirih.

“Sooyoung-ssi, bisakah kau memegang Kyumin. Bisakah kau ikut denganku.” Sooyoung hanya menganggukan kepalanya saat mendengar permintaan dari eomma Kyuhyun.

Sooyoung langsung menggendong Kyumin yang menangis. “Aku pergi Yoona-ya.”

“Ne. Pergilah. Jika terjadi apa-apa hubungi aku.” Sooyoung mengangguk.

Sooyoung langsung menaiki mobil eomma Kyuhyun kar’na dia tahu tidak akan baik membawa Kyumin kedalam ambulance.

“Eom…ma. Appa kenapa?” tanya Kyumin sambil terus menangis.

“Appa baik-baik saja. Dia hanya terlalu lelah.” Sooyoung membuang nafas beratnya. Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun. Tapi dia tahu dia harus membuat Kyumin tenang.

“Apa appa akan bangun?”

“Tentu saja. Sebentar lagi appa pasti akan bangun.”

 

SOOYOUNG POV

 

Aku menatap eomma Kyuhyun yang sedang menangis sambil berdiri di hadapan pintu putih yang memisahkannya dengan Kyuhyun yang sedang ditangani oleh dokter. Lalu tidak lama aku melihat Donghae yang sudah datang sejak beberapa menit yang lalu menghampirinya dan membawa eomma Kyuhyun kedalam pelukannya.

“Tenang saja bibi. Kyuhyun pasti akan baik-baik saja.”

“Tapi kenapa lama sekali? Inisudah lebih dari satu jam.”

“Kita tunggu saja.”

Donghae lalu menatapku dan tersenyum. Aku membalas senyumannya singkat. Lalu dia melepaskan pelukannya pada eomma Kyuhyun dan menghampiriku.

“Kau sebaiknya pulang Sooyoung-ssi. Kau pasti lelah. Bukankah besok kau harus bekerja.”

Aku menggeleng pelan. “Tidak apa-apa. Lagi pula Kyumin juga sedang tertidur dipangkuanku. Jika aku bergerak, aku takut dia terbangun.”

“Sebaiknya kau berikan Kyumin pada paman Han untuk membawanya pulang. Tidak baik jika dia lama-lama ada disini.”

Donghae lalu mengalihkan padangannya pada pria paruh baya yang berdiri tidak jauh darinya. “Paman Han!” panggilnya.

Pria yang Donghae panggil paman Han itu mendekati Donghae. “Iya tuan muda.”

“Bisakah kau membawa Kyumin pulang? Tidak baik jika dia terlalu lama disini.”

“Baiklah. Saya akan membawanya pulang.”

Paman Han lalu menghampiriku dan tersenyum. “Biar aku menggendongnya nona.”

Aku mengangguk perlahan. Tapi tidak lama setelah Kyumin berada di pelukan paman Han, bocah yang bahkan belum genap berumur enam tahun itu tiba-tiba saja terbangun.

“Eomma!” ucapnya. Aku langsung berdiri dan mengelus kepalanya pelan.

“Paman Han akan membawamu pulang. Bukankah besok kau harus sekolah?”

“Tapi aku ingin bersama dengan eomma dan appa.”

“Kyumin. Dengarkan eomma.” aku memegang pipinya perlahan. “Sekarang pulanglah dulu dengan paman Han. Besok eomma janji akan menjemputmu ke sekolah dan membawamu kesini untuk bertemu dengan appa.”

“Janji?”

Aku tersenyum lembut. “Ne. Eomma janji.”

“Baiklah.” Kyumin lalu menatap paman Han. “Ayo kita pulang!”

Paman Han lalu membungkuk pelan dan tersenyum padaku, Donghae dan eomma Kyuhyun. Tidak lama Kyumin melambaikan tangannya dan pergi bersama dengan paman Han untuk pulang.

“Jadi sejak kapan kau menjadi eomma Kyumin?” pertanyaan itu berhasil membuatku berbalik dan menatap Donghae yang sedang tersenyum tipis.

“Beberapa hari yang lalu.” aku lalu memandangnya. “Apakah itu terdengar aneh?” tanyaku pelan.

“Sedikit. Mungkin kar’na selama ini aku tidak pernah mendengar Kyumin menyebutkan kata itu pada siapapun.”

“Donghae-ssi.”

“Hmm.”

“Kau bisa memanggilku Sooyoung saja seperti yang Kyuhyun oppa dan Sica biasa ucapkan. Kau tidak perlu merasa canggung padaku.”

Donghae mengangguk pelan. “Kalau begitu kau juga bisa memanggilku oppa.” aku mengangguk pelan.

Disela-sela obrolanku dan Donghae. Pintu yang dari tadi tertutup tiba-tiba saja terbuka. Kami bertiga langsung menghampiri dokter yang keluar dari dalam ruangan itu.

“Bagaimana keadaan Kyuhyun, paman?” tanya Donghae pada doter yang pernah aku temui sebelumnya.

“Kondisinya sudah stabil sekarang. Tapi dia belum sadar kar’na aku memberikan obat tidur padanya agar dia bisa istirahat. Dia mungkin baru akan bangun besok pagi.” Donghae menganggukan kepalanya mengerti.

“Apa semuanya baik-baik saja?” tanya eomma Kyuhyun.

“Keadaan jantung Kyuhyun mulai memburuk. Kita harus segera melakukan operasi.” Dokter itu lalu memandang Donghae. “Bukankah sudah aku katakan untuk memintanya segera melakukan operasi.”
“Kyuhyun terus menolaknya. Aku sudah tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membujuknya melakukan operasi.”

“Sebaiknya kita melakukan operasi itu secepat mungkin sebelum semuanya terlambat.” ucapnya lalu pergi meninggalkan kami bertiga.

Aku memandang dokter itu terkejut. Terlambat? Apa maksud dokter itu dengan terlambat?

“Donghae oppa!!!” Donghae lalu berbalik menatapku. “Se…sebenarnya Kyuhyun oppa sakit apa?” tanyaku lirih.

Aku bisa melihat Donghae menghela nafasya pelan. “Dia memiliki penyakit jantung. Sudah sejak setahun yang lalu kami semua tahu tentang penyakitnya itu. Tapi Kyuhyun seolah tidak peduli dengan penyakitnya itu.”

“Lalu operasi itu?”

“Dokter menyarankan Kyuhyun untung memasang ring pada jantungnya. Tapi Kyuhyun terus menolak.” Donghae menundukkan kepalanya kali ini.

“Apakah itu satu-satunya jalan keluar untuk penyakitnya?” Donghae menatapku dan menganggukkan kepalanya.

“Tapi dia terlalu keras kepala untuk menuruti ucapan dokter.”

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung memasukkan tangannya ke dalam jaketnya sambil sesekali menghembuskan nafasnya bosan. Dia sudah setengah jam berdiri di halaman sekolah Kyumin untuk menjemput bocah kecil itu seperti yang dia janjikan kemarin. Dia bahkan meminta izin untuk pulang lebih dulu dengan alasan ada urusan keluarga.

“EOMMA!!!” suara Kyumin yang berteriak membuat Sooyoung menatap bocah bermarga Cho itu dan tersenyum lembut.

Sooyoung langsung jongkok dan merentangkan tangannya untuk menyambut Kyumin yang berlari ke arahnya.

“Eomma benar-benar datang.” ucapnya senang.

“Bukankah eomma sudah berjanji padamu untuk datang?” Kyumin mengangguk dan tersenyum senang menunjukkan deretan gigi-gigi kecilnya.

“Apa kita akan pergi menemui appa?”

“Ne.”

“Kalau begitu ayo kita pergi sekarang.”

“Baiklah ayo.”

Sooyong berdiri dan menggandeng tangan Kyumin. Keduanya lalu berjalan menuju halte bus. Hari ini paman Han tidak mejemput Kyumin karena Kyumin mengatakan jika dia ingin berdua bersama dengan ‘eomma’nya.

“Hati-hati naiknya.” ucap Sooyoung saat Kyumin mulai menaiki tangga bus.

Sooyoung lalu membawa Kyumin duduk disalah satu bangku kosong didalam bus itu. Dia lalu tersenyum saat mendengar Kyumin menyanyi di sepanjang perjalannya menuju rumah sakit.

Setelah turun dari bus. Sooyoung menggandeng pelan tangan Kyumin untuk memasuki rumah sakit. Setelah sampai di depan pintu ruang rawat Kyuhyun yang diberitahu oleh Donghae, Sooyoung membuka pintu itu perlahan. Dia kemudian tersenyum saat melihat Kyuhyun sedang duduk dengan sebuah novel berada di tangannya.

Kyuhyun menoleh dan tersenyum saat melihat Sooyoung dan Kyumin berjalan menghampirinya.

“APPA!”

“Apa kabarmu hari ini?” tanya Kyuhyun sambil membawa Kyumin untuk duduk di pangkuannya.

“Aku sangat baik.” Kyumin lalu menatap Sooyoung. “Tadi eomma datang untuk menjemputku.”

“Benarkah?” Kyumin mengangguk semangat.

Kyuhyun lalu memandang Sooyoung dan tersenyum tipis. “Kau tidak bekerja?”

“Aku minta izin untuk pulang lebih awal.” Sooyoung lalu menyentuh rambut Kyumin lembut. “Aku sudah berjanji padanya kemarin.”

“Aku dengar dari eomma kalau kau ada disini kemarin.” Sooyoung mengangguk pelan. “Gomawo.”

“Apa oppa sudah makan?”

“Belum. Eomma baru saja pulang untuk membawakan makanan.”

“Appa aku lapar.”

Kyuhyun dan Sooyoung menatap Kyumin lalu tersenyum. “Eomma membawa makanan. Apa kau mau makan bersama appa?”

“Tentu saja. Masakan eomma pasti enak.”

Sooyoung lalu mengeluarkan tempat makan besar yang dari tadi dia bawa. Sooyoung kemudian menyiapkan makanan untuk Kyuhyun dan Kyumin.

“Ini makanlah. Hati-hati makannya, ya.”

“Ne, eomma.”

“Ini untukmu.”

“Gomawo, Soo.”

“Apa oppa sudah merasa lebih baik?”

“Hmm. Sudah lebih baik dari kemarin.” Sooyoung tersenyum.

Sooyoung lalu menatap Kyumin yang sekarang sedang duduk di sofa dekat ranjang sambil memakan makanan yang dia berikan.

“Sooyoung-ah!”

“Ada ap…”

Ucapan Sooyoung terhenti saat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Dia membulatkan matanya saat menyadari jika bibir Kyuhyun menyentuh bibirnya. Memang hanya menempel, tapi itu berhasil membuat Sooyoung merasa seolah ada ribuan kupu-kupu membludak di perutnya.

Sooyoung berkali-kali mengedipkan matanya saat Kyuhyun mulai menjauhkan wajahnya.

“O…oppa?!”

“Aku tahu ini salah, tapi. Bisakah kau tetap disampingku seperti ini?” Kyuhyun menatap tepat kearah mata Sooyoung. “Sampai aku tidak bisa lagi berada disampingmu.”

“Oppa.”

 

TBC

 

Gimana? Nyambung ngak sih ceritanya sama part sebelumnya. Curhat sedikit ya. Part ini adalah part paling cepet dari semua FF yang pernah aku bikin. Bahkan FF oneshot aku aja ngak pernah aku bikin secepet ini hehehe…

Dan part ini adalah part terpanjang dari semua FF yang pernah aku buat. Soalnya aku semangat banget buat bikin FF ini (ngak tau kenapa).

Maaf kalau masih ada typo ya, soalnya kayak part kemrin aku cuma edit satu kali doang. ditunggu next partnya ya ^_^

Ditunggu komentar dama likenya ya^^

Advertisements

40 thoughts on “Mr. Goodbye Part 8”

  1. waaaa maafkan akuuu baru komen dipart iniii bacanya ngebuuuudddd
    Please kyuhyunnya jangan matiiii T.T
    Biar akhirnya happy ending, kyumin juga seneng gitu koo sama sooyoung

  2. wah kyu udh menyatakan keinginannya sama soo… soo juga suka sama kyu… semoga kyu bisa di bujuk buat operasi…

  3. Knp hbngan mrk ngegantung gt knp g diperjelas hehe… Knp kyu udh nyerah gt aja sm penyakit jantungnya y ??? Apa krn masa lalu nya ?? Smg aja soo bs yakini kyu bt operasi … Neeext fighting eon 🙂

  4. Huwaaa daebak,cepat bangett
    Ada beberapa typo,tpi aku makin suka ceritanya.
    Please kyuhyunnya jangan meninggal dong

  5. Keren bgts aku serasa baca kyuyoung sdh jdi keluarga yang bahagia suka deh bagian terakhirnya aku jga kaget tba2 kyuppa nyium sooeoni tapi ku harap sooeoni jga mau nerima kyuppa dan bsa yakinkan kyuppa untuk operasi aku gk mau kyuppa mati n gk mau endingny sad ku harap next bsa cpt lagi postny aku suka jga karna chigu cpt postny next part di tnggu pengen cpt2 baca lagi

  6. Haaaa… Gbsa apa to Tebece di delay aja mpe Happy Ending. Lgi romence²nya moment Kyuyoung eh malah udahan aja, Dispensasi napa thor…
    Kyu kyanya nggntung hbungan mereka apa krna takut mbri bnyak hrpan, tpi ujung²nya di hempas gto aja #cieee..ngmong kya yg bner aja.
    Wah Soo dah dpet lmpu hijau dri temnnya, tru Kyumin n gk salah lg dr Ny.Cho lngkap sudah tnggal nggu 2 rang ini gmn.
    Next klo bsa cpet kya gni ya thor.
    Aaa…ngrep abis.

  7. momentnya sweet bgt. dan aku mohon bgt supaya happy endinb bukan sad ending.. aku bener2 suka sama ff ini dan aku gak mau ini berakhir dengan sedihh.. jebal thor.. jangan buat ini sedih… ohy kiss scene nya kurang hot.. di part 9 dibikin lebih hot ya..

  8. Ko kyuhyun ngomong kaya gitu.. aku jadi takut. Mudah mudahan sooyoung mau ngebujuk kyuhyun buat operasi.. ditunggu kelanjutan nya

  9. Jantung ? Si setan kena jantung ? Omo! Kasihan😔 semoga sooyoung bisa bujuk si setan buat operasi deh ya
    Si setan uda mulai ngungkapin perasaannya , kyumin juga uda mulai deket sama sooyoung , ntar kalo ibu kandung kyumin datang gimana ? 😵
    Ditunggu nextpart yak !

  10. Terima terima terima mueheheh
    Akhirnya kyu nyatain lagi perasaanya ayolah kyu cepet operasi biar abis tu nikah sama soo kk ditunggu part selanjutnya ya thor^^

  11. Ga asik bngt ahhh klo kyuhyun mati … please jgn buat dia mati gue pling males liat ff yg endingnya sad please make a story with happy ending !!!!

  12. Senangnya jadi soo…
    Bukankah it lamaran secara tdk langsung tp agak nyesek sm kata2 kyu yg terakhir.;(
    Tp smoga sj kyu mw melakukan operasi jk soo memintanya n smoga saja kyu tdk jd meninggal jgn biarkan sad Ending chingu

  13. Please thor jangan sad ending dong. Jeball, ne ?

    Hubungan mereka tambah deket aja. Hahahahaha Kyumin liat gk ya saat kyu oppa mencium soo eonnie ?

    Next part ditunggu

  14. Ommo menyentuh bgt ceritanya. Makin suka. Nggak bakal mati kan kyuhyunnya? #parno gara2 judulnya mr goodbye

  15. Gk kerasa pas asik-asik baca ehh tbc nya muncul, kyuhyun knapa gk mau dioprasi, pliss buat cerita ini hapy ending ya, seneng bgt kalo liat kyuyoung bersatu 😀

  16. Aarrghh jjinja lagi romantis2 banget nih kenapa tbc😂😂😂…bru dapet feelnya udah di cut😭 jangan sampek sad ending nih..goo next part secepatnya✊✊

  17. Menurut kamu ini adalah part terpanjang dari semua ff kamu? Aku malah minta dipanjangin lagi soalnya terlalu pendek.
    Please deh itu Sooyoung bilang nya ga ada perasaan sama Kyu tapi luluh juga kan wkwkwk. Kyumin, kamu berhasil nak buat appamu ga menduda lagi

  18. duh sedih bgt pas kyu blg
    “Aku tahu ini salah, tapi. Bisakah kau tetap disampingku seperti ini?” Kyuhyun menatap tepat kearah mata Sooyoung. “Sampai aku tidak bisa lagi berada disampingmu.”
    duh jangan pegi dong kyu uda hepi hepi juga , buruan lah operasi 😥
    penasaran selanjutnya, ditunggu
    author hwaiting!

  19. Oalah judulnya mr good bye krna Kyuhyun skit jantung,smoga gk sad ending hhehe fighting buat author 🙂

  20. akkhb kyu jangan ngomong kaya gitu coba mau di operasi ga mikirin dirinya sendiri kan ga kaya gini aishh aku tunggu bkin deg degan

  21. hmmm sad anding atau happy ending gpp drh thor yang penting jangan setengah setengah biar readersny juga bisa kebawa suasana yang ada di ff 🙂

  22. Cho Kyu kenapa ngga mau operasi sih ?
    Kasian juga sama Kyumin kalo harus ditinggal appanya.
    Cho Kyu ga boleh nyerah. Pokoknya Soo harus mbujuk Kyu.

  23. Tuhkan saking serunya ni ff . Bacanya aja sampe gk kerasa . Udahh tbc aja .. author ini happy ending aja yaa .. jgn sad ending .. benar** suka dg ff ini .. semuanya aku suka .. ada SooSica . SoNa KyuYoung . SooHae . HaeSica . Victoria .. itu couple aku semuaaa .. i love mr goodbye

  24. kalo kyu nyerah gitu kayaknya bakal sad ending deh
    hueee gak mau
    kasihan soo ama kyumin dong kalo kyu nyerah

    Next part ditunggu

  25. kyaaaaa akhirnya kyu ngelamar soo juga
    plissss terima aja soo biar kyumin punya eomma
    semoga deh soo cepet2 jadi nyonya cho 🙂
    apalagi eommanya kyu udah suka liat soo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s