chapter

Mr. Goodbye Part 6


surviving-separation1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Mr. Goodbye

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance, Sad

Length: Series

 

ANNYEONG^^

Aku balik lagi SEMUANYA^^ Ini mungkin sedikit lebih lambat dari cerita sebelumnya. Aku sekarang tahu gimana rasanya nungguin FF, jadi aku berusaha buat bikin lanjutannya secepet mungkin biar kalian yang (masih mau) nungguin FF ini ngak kelamaan nunggunya^^

Mulai sekarang aku akan berusaha buat update paling cepet satu minggu sekali dan paling lambat dua minggu sekali. Itu pun dengan catatan aku ngak sibuk sama kegiatan aku yang lainnya hehehe.

Aku udah ngak tahu mau ngomong apalagi, sekarang kita mulai aja ya ceritanya. buat kalian yang belum pernah baca atau mungkin lupa sama part-part sebelumnya, bisa cari di Daftar Fanfic ya~

Yuk kita mulai!!!!!

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung memandang Kyuhyun dengan wajah bingung sekaligus terkejut. Otaknya masih terlalu sulit untuk menerima dengan benar setiap kata-kata Kyuhyun yang baru saja pria itu ucapkan.

“Apa maksud oppa?” tanya Sooyoung untuk memastikan jika telinganya masih berfungsi dengan baik.

Bukannya menjawab. Pria yang selalu membuat Sooyoung kesal itu sekarang justru mengalihkan pandangannya menatap keluar jendela. Sooyoung bisa melihat Kyuhyun menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.

Kyuhyun lalu kembali menatap Sooyoung dengan tatapan datar yang selama ini sudah sangat sering Sooyoung lihat.

“Lupakan saja. Kata-kata itu tidak seharusnya aku ucapkan.”

Sooyoung memandang Kyuhyun tajam. Entah kenapa sekarang perasaan kesal memenuhi hatinya. Sooyoung memang bukan kesal karena Kyuhyun tidak jadi menjadi namjachingunya, tapi Sooyoung kesal karena Kyuhyun selalu menganggap semua hal itu bukanlah hal serius.

“Kata-kata itu tidak mungkin keluar kalau kau tidak memikirkannya dulu.” Sooyoung sudah melipat kedua tangannya di depan dada.

Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk kembali menatap Sooyoung. “Kalau pun yang aku katakan berasal dari otak dan hatiku. Apa kau mau menerimaku?”

“Ke…kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Sooyoung ragu.

“Jika kalimat ‘maukah kau menjadi kekasihku’ itu ternyata sungguh-sungguh aku tujukan padamu apa yang akan kau lakukan? Apa jawabanmu?” kali ini Kyuhyun yang menatap tajam gadis tinggi dihadapannya.

“Aku…aku…”

“Apa yang sedang kalian berdua bicarakan?” suara Jessica berhasil membuat Kyuhyun dan Sooyoung menoleh menatap gadis berambut coklat terang yang baru saja datang bersama dengan pria yang beberapa menit lalu kesal dengan Kyuhyun.

“Tidak ada. Ini hanya urusan antara Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung.” Kyuhyun lalu menatap Jessica dan Donghae bergantian. “Jadi kau nona Jessica Jung dan tuan Lee Donghae, tidak perlu ikut campur dalam urusan kami.” Jessica dan Donghae saling menatap lalu terlihat tidak peduli dengan ucapan Kyuhyun.

Ini memang bukan pertama kalinya untuk mereka berdua mendengar kata-kata semacam itu keluar dari mulut Kyuhyun. Jadi baik Jessica ataupun Donghae lebih memilih untuk diam, agar pembicaraan ini tidak menjadi panjang.

“Eommamu tadi menghubungiku.” Donghae menatap Kyuhyun yang sekarang sedang menatapnya. “Wae?”

“Kau sudah tidak marah padaku?”

“Kalaupun aku marah. Apa itu semua bisa merubah keputusanmu?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku hanya tidak mau menghabiskan tenagaku untuk menasehatimu. Kau sudah besar Cho Kyuhyun. Kau bahkan sudah memiliki an…”

“Aku tahu.” ucapan Donghae terhenti oleh ucapan Kyuhyun yang sekarang sedang menatapnya malas.

Donghae menyesal karena dia hampir saja mengatakan tentang anak Kyuhyun. Meskipun Jessica sudah tahu, tapi Sooyoung belum mengetahui itu. Dan Kyuhyun juga belum tahu kalau Jessica sudah mengetahui tentang masa lalu pernikahannya.

“Maaf aku keluar sebentar. Eonniku menelpon.” tanpa menunggu jawabannya. Sooyoung langsung keluar dari kamar rawat Kyuhyun.

“Dia memiliki kakak perempuan?” tanya Donghae.

“Itu kakak sepupunya. Mereka sangat dekat sampai-sampai mereka merasa seperti kakak adik sungguhan.” jelas Jessica.

“Oh.” Donghae lalu menatap Kyuhyun. “Tadi ibumu bilang kau harus pulang sabtu ini. Kyumin tidak berhenti menangis kar’na menanyakanmu. Dia bilang kau tidak pulang kerumah orang tuamu sejak satu bulan yang lalu.”

“Tapi eomma datang kerumahku setiap tiga hari sekali.” ucap Kyuhyun santai.

“Tapi eommamu kan tidak membawa Kyumin. Jadi dia pasti sangat merindukanmu.”

Kyuhyun menghela nafasnya yang entah kenapa terasa sangat berat. “Aku akan cari waktu luang sabtu depan.” Donghae tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun.

“Siapa Kyumin? Apa dia adikmu?” tanya Jessica berpura-pura tidak tahu dengan apa yang kedua pria dihadapannya itu bicarakan. Dia hanya tidak mau Donghae mendapat masalah karena Kyuhyun tahu jika pria bermarga Lee itu sudah memberitahunya tentang cerita kehidupan putra keluarga Cho itu.

“Kau tidak usah berakting didepanku.” Kyuhyun lalu menatap Jessica dan Donghae bergantian. Lalu dia menatap Jessica dengan senyuman tipis di wajahnya. “Aku tahu pria bodoh itu sudah menceritakan kehidupanku padamu, kan?”

“Oppa.” Jessica menatap Kyuhyun khawatir. Dia takut jika Kyuhyun marah.

“Aku tidak akan marah. Tenang saja.”

Jessica tersenyum lembut. “Tapi bagaimana oppa bisa tahu?”

Kyuhyun lalu tersenyum singkat. “Tuan Lee Donghae tidak akan bisa menyimpan rahasia apapun darimu nona Jung.”

“YAK!!!”

“Wae?” Kyuhyun menatap Donghae jahil.

“Cairan infus ditanganmu itu bahkan belum habis. Bagaimana mungkin kau sudah mengejekku seperti itu?!”

“Ini kenyataan Donghae-ah. Dari semua rahasia yang pernah kuceritakan padamu, sudah lebih dari 80% rahasia itu kau beritahukan pada Sica.”

“Benarkah?” tanya Jessica tidak percaya. Kyuhyun menganggukan kepalanya mantap. “Itu artinya kau tidak bisa menjaga rahasia oppa.” Jessica lalu memukul lengan Donghae pelan. Dan tiga orang sahabat itu menghakhiri percakapan mereka dengan tawa.

“Ngomong-ngomong kemana Sooyoung-ssi?” tanya Donghae yang menyadari Sooyoung belum kembali.

“Mungkin dia masih menelpon eonninya. Dia memang suka lupa waktu jika menelpon eonninya.” jawab Jessica.

Drrt drrt

                   Jessica mengambil ponsel yang dia simpan di saku jaketnya. “Oh ini Sooyoung!” ucapnya.

Wae Sooyoung-ah?’

                   ‘Maaf aku harus pergi kesuatu tempat. Jadi tidak perlu menungguku.’

                   ‘Apa kau akan pergi dengan bis?’

                   ‘Tidak. Aku akan mencari taksi.’

                   ‘Baiklah. Jaga dirimu baik-baik. Jika terjadi apa-apa cepat hubungi aku.’

                   ‘Ne.’

                   Sambungan telepon itu terputus. Jessica lalu kembali memasukkan ponselnya ke dalam jaket.

“Apa katanya?” Jessica menatap Kyuhyun yang bertanya padanya.

“Dia bilang dia ada urusan. Jadi kita tidak perlu menunggunya.” entah kenapa jawaban itu membuat Kyuhyun merasa jika gadis bermarga Choi itu menghindarinya. Meskipun jelas-jelas Jessica mengatakan jika Sooyoung ada urusan.

“Kau kenapa?”

“Tidak ada apa-apa.” Kyuhyun hanya memandang datar Donghae yang sedang tersenyum padanya.

 

SOOYOUNG POV

 

Aku tersenyum saat melihat Yoona yang sedang menyapa beberapa tamu yang baru datang ke dalam hotel. Aku langsung menghampirinya dan menepuk pundaknya pelan.

“Kau terlihat bahagia sekali hari ini. Sejak tadi pagi kau selalu tersenyum. Ada apa?” tanyaku.

“Ibuku baru saja keluar dari rumah sakit, jadi aku senang hari ini.” aku hanya menganggukan kepalaku pelan. “Oh iya Sooyoung-ah.” aku menatapnya. “Apa semalam kau pergi ke rumah sakit?” tanyanya dengan wajah penasaran.

“Ru…rumah sakit?”

“Hmm. Aku semalam melihat seorang wanita yang terlihat 99% mirip denganmu. Apa semalam kau pergi ke rumah sakit?” tanyanya lagi.

“Ti…tidak. Aku semalam langsung tidur setelah pulang kerja.” bohongku.

“Benarkah? Tapi wanita yang aku lihat semalam benar-benar mirip denganmu.”

“Tapi kan kau bilang 99%, tidak 100% mirip denganku.”

“Itu kar’na aku tidak bisa melihat wajahnya.” entah kenapa aku tiba-tiba tersenyum. “Kenapa kau tersenyum begitu?” tanyanya.

“Tidak apa-apa.”

Kring kring

Yoona langsung mengangkat telepon yang berbunyi. Aku tidak memperhatikannya karena saat itu ada seorang tamu yang bertanya padaku.

Aku langsung menatap Yoona setelah tamu yang tadi bertanya pergi. “Ada apa?”

“Presdir memintamu untuk keruangannya.”

“Presdir?”

“Ne. Tadi sekretaris Song bilang Presdir memintamu untuk ke ruangannya sekarang.”

“Baiklah.”

Aku melangkah ragu setelah keluar dari dalam lift. Aku tidak yakin untuk menemuinya setelah apa yang dia ucapkan semalam. Tapi karena di tempat ini dia adalah atasanku, jadi mau tidak mau aku harus menemuinya.

“Annyeonghaseyo. Apakah Presdir memanggil saya?” tanyaku pada wanita yang sekarang sedang memandangku.

“Ne. Kau bisa langsung masuk kedalam Sooyoung-ssi.”

“Gamsahamnida.”

Aku membuka pelan pintu kayu itu dan masuk perlahan. Setelah kembali menutup pintu itu, aku melihat Kyuhyun yang sekarang sedang menatapku tajam.

“A…ada apa Presdir meminta saya untuk datang?”

“Aku ingin mengajakmu makan siang. Apa kau sudah ada janji?” tanyanya.

“Belum. Tapi dalam rangka apa Presdir mengajak saya makan siang?”

“Aku hanya ingin mengajakmu makan siang saja. Tidak ada alasan khusus.”

“Jadi anda menyuruh saya kemari hanya untuk mengajak makan siang?” Kyuhyun mengangguk. “Kenapa Presdir tidak mengirim pesan atau menelpon ponsel saya saja?”

“Aku tidak punya nomer ponselmu.” jawabnya datar. Pria ini benar-benar menyebalkan.

“Baiklah. Saya akan menunggu Presdir di halte depan.” Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu saya keluar dulu Presdir.” dia lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya.

 

AUTHOR POV

 

Sooyoung menatap pria yang sekarang sedang meminum kopi pesanannya.

“Apa oppa tidak akan pesan makanan?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Sooyoung. “Tidak. Kalau kau mau makan, pesan saja.”

“Tapi oppa tidak bisa hanya minum kopi saja.” Sooyoung mulai kesal dengan sikap keras kepala Kyuhyun.

“Aku tidak lapar.”

Tanpa merespon ucapan Kyuhyun. Sooyoung langsung memanggil pelayan dan memesan dua steak dan dua gelas lemon tea. Sooyoung lalu menatap Kyuhyun yang terlihat sama sekali tidak peduli dengan keadaan sekitarnya saat ini.

“Dia yang mengajakku makan siang bersama. Tapi sekarang dia bersikap seolah tidak mengenalku.” ucap Sooyoung dalam hati.

Sooyoung dan Kyuhyun tidak bersuara sedikit pun sampai akhirnya makanan yang Sooyoung pesan datang.

“Gamsahamnida.” ucap Sooyoung pada pelayan yang mengantarkan makanan pesanannya.

“Bukankah sudah aku bilang aku tidak mau makan.”

“Makan makanan itu kar’na aku tidak mau melihatmu pingsan lagi dihadapanku kalau kau tidak mau makan.” ucap Sooyoung tanpa menatap Kyuhyun.

“Apa kau marah padaku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

“Marah untuk apa?”

“Kar’na ucapanku semalam.”

Sooyoung memandang Kyuhyun. “Aku sama sekali tidak marah.”

“Maaf kalau aku membuatmu tersinggung. Tapi aku sama sekali tidak berniat seperti itu.” Sooyoung mengangguk pelan. “Ngomong-ngomong kemana kau pergi semalam?” Kyuhyun menatap Sooyoung penasaran.

“Eonniku memintaku untuk membelikan sesuatu. Jadi aku langsung mencari barang yang dimintanya.” jawab Sooyoung.

“Tapi Sica bilang eonnimu ada di Jepang.”

“Ne. Dia memang ada di Jepang.”

“Lalu kenapa dia memintamu untuk membelikan sesuatu?” tanya Kyuhyun yang mulai bingung.

“Dia selalu memintaku membelikan makanan Korea dan mengirimkannya ke Jepang.” jelas Sooyoung. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya. “Tadi pagi aku baru saja mengirimkannya.” tambah Sooyoung.

“Makanlah makananmu. Nanti makannya dingin.” Kyuhyun tersenyum lembut. Sooyoung nyaris tidak bisa bernafas saat melihat Kyuhyun tersenyum dihadapannya. Dan senyuman itu untuk dirinya.

Sooyoung membalas senyuman Kyuhyun. “Kau juga harus makan. Kalau kau tidak mau makan, aku akan menyuapimu dan memastikan steak itu habis kau makan.”

Kyuhyun tertawa singkat kali ini. Entah kenapa ucapan Sooyoung itu membuatnya merasa geli. “Baiklah. Aku akan memakannya. Apa sekarang kau senang nona Choi?” Sooyoung tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

 

KYUHYUN POV

 

“Sudah aku bilang aku tidak mau melakukannya Lee Donghae!”

“Aku tidak mau mendengar penolakanmu Cho Kyuhyun!” aku memandang Donghae malas. Pria ini selalu memaksaku untuk melakukan pemeriksaan lanjut. Pemeriksaan lanjut yang hanya akan membuatku merasa semakin tidak berguna.

“Kenapa kau selalu memaksaku untuk melakukan pemeriksaan bodoh itu?!”

“Apa kau ingin terus hidup dengan penyakit itu?”

“Tapi aku tidak merasa sakit sama sekali.” ucapku tegas.

“Aku mohon untuk kali ini Kyuhyun-ah. Kau sudah pingsan lebih dari lima kali bulan ini Cho Kyuhyun. Dan kau bilang kau sama sekali tidak sakit.”

“Aku hanya kelelahan.”

“Berhenti menghindar. Aku akan tetap duduk di sofa ini sampai kau selesai bekerja.”

“Apa kau tidak punya pekerjaan lain?” tanyaku tidak nyaman karena Donghae hanya duduk sambil menatapku tajam.

“Aku meluangkan waktuku untukmu hari ini.” aku lalu melihatnya mendekatiku dan menyentuh telepon di meja kerjaku. “Atau perlu aku panggil Sooyoung kesini dan memintanya untuk membujukmu agar mau pergi ke rumah sakit denganku?”

“Kenapa kau harus membawa-bawa namanya?”

“Aku kenal tatapan itu Kyuhyun-ah.”

“Tatapan apa maksudmu?” tanyaku dingin. Meskipun aku tahu dengan jelas apa yang dia bicarakan.

“Tatapan yang kau berikan pada Sooyoung sama persis dengan tatapan yang kau berikan kepada Yeonhee enam tahun yang lalu.” tepat seperti dugaanku.

“Itu berbeda. Aku tidak memiliki perasaan apapun padanya.”

“Kau juga mengatakan jika kau tidak memiliki perasaan apapun pada Yeonhee waktu itu. Tapi kau justru jatuh cinta sangat dalam padanya. Apa kau masih mau menyangkalnya?”

“Berhenti membicarakan….”

Kring kring

                   Aku langsung mengangkat telepon kantorku dan menarik nafas dalam mencoba untuk menghilangkan perasaan kesalku pada pria bermarga Lee yang sekarang sedang menatapku dengan senyuman yang biasa dia pakai untuk menggoda perempuan.

“Ada apa?”

“Ada Choi Sooyoung-ssi disini Presdir.”

“Kenapa gadis itu ada disini?”

                   “Apa dia boleh masuk Presdir?” suara sekretarisku membuatku sadar dari lamuanku.

“Biarkan dia masuk.”

Tidak lama aku melihat pintu ruanganku terbuka dan muncul Sooyoung dengan senyuman menghiasi wajahnya. Dia terlihat sedikit terkejut saat melihat Donghae. Tapi dia langsung membungkuk sekilas dan tersenyum pada pria menyebalkan itu.

“Ada apa?” tanyaku mencoba seramah mungkin.

Sooyoung lalu kembali menatap ke arahku. “Kemarin saya membelikan obat untuk eonni saya. Dan saya ingat jika saya juga membelikannya untuk Presdir.” dia lalu memberikan sebuah kotak kecil padaku. “Isinya ada lima, jadi Presdir bisa meminumnya untuk lima hari.”

“Kenapa kau memberikan ini padaku?” tanyaku bingung.

“Semalam Presdir pingsan. Jadi saya pikir mungkin Presdir sedang tidak sehat. Jadi saya membelikannya untuk Presdir.” Sooyoung lalu tersenyum menatapku. “Tadi saya lupa memberikannya.”

“Baiklah. Aku akan meminumnya nanti. Gomawo.”

“Ne. Kalau begitu saya….”

Ucapan Sooyoung terputus saat melihat pintu dibelakangnya tiba-tiba saja terbuka. Dia menoleh dan terlihat menunggu siapa yang datang.

“APPA!!!” aku melihat Kyumin yang tiba-tba muncul dari balik pintu sambil berlari ke arahku.

“Kau dengan siapa kemari?” tanyaku saat dia sudah berada dalam pelukanku.

“Paman Han mengantarku kemari. Nenek dan kakek sedang pergi ke Itaewon, jadi paman Han membawaku kemari setelah pulang sekolah.” aku hanya mengangguk mengerti.

“Lalu dimana paman Han sekarang?”

“Dia ada diluar.”

“Sooyoung-ssi kau baik-baik saja?” aku menatap Donghae sekilas lalu langsung menatap Sooyoung yang terlihat terkejut dengan peristiwa yang terjadi di hadapannya saat ini.

Sooyoung lalu menoleh pelan ke arah Donghae. “Aku baik. Aku baik.” ucapnya disertai tawa kaku yang terlihat jelas di wajahnya.

“Benarkah?” Sooyoung hanya mengangguk untuk menanggapi pertanyaan singkat Donghae.

“A…apakah ini anak anda Presdir?”

“Ne.” dia lalu memandangku. “Kyumin perkenalkan dirimu.” Kyumin lalu melepaskan pelukanku dan berbalik menghadap Sooyoung.

“Annyeonghaseyo, Cho Kyumin imnida.” ucapnya lalu membungkuk.

“Ah ne. Annyeonghaseyo.”

“Apa kau kekasih appa?” tanyanya tiba-tiba. Aku bisa melihat Sooyoung terkejut dengan pertanyaan Kyumin. Sementara Donghae terlihat menahan tawanya.

“Bu…bukan.”

“Namamu siapa?” Kyumin lalu mengulurkan tangannya pada Sooyoung.

“Sooyoung. Choi Sooyoung.” Sooyoung lalu tersenyum dan menerima uluran tangan Kyumin. “Kau tampan sekali.”

“Tapi tidak lebih tampan dari appa.” Sooyoung kembali tersenyum.

Sooyoung lalu menatapku. “Maaf Presdir. Saya harus kembali bekerja.”

“Baiklah. Terima kasih obatnya.”

“Permisi.” aku mengangguk. Sooyoung lalu pergi setelah membunguk sekilas padaku dan Donghae.

“Kyumin-ah! Bukankah Sooyoung noona itu cantik?” tanya Donghae.

“Hmm. Dia cantik.”

“Berhenti mengotori otaknya.”

“Apa kau menyukainya?” dia bahkan tidak mengacuhkanku.

“Sepertinya dia baik.” Kyumin tersenyum senang saat mengatakan itu.

Donghae lalu menatapku. “Anakmu saja menyukainya.”

“Berhenti mengucapkan omong kosong.”

“Apakah appa menyukai Sooyoung noona?” aku dan Donghae menatap Kyumin bersamaan.

“Kau memiliki pemikiran yang sama dengan paman Kyumin-ah.”

Kyumin lalu memandangku polos. “Kalau begitu apa appa akan menikah dengannya?”

“Ne?”

“Apakah aku harus memanggilnya eomma mulai sekarang?”

 

TBC

 

Aku juga ngak tau ide buat part ini datang dari mana. Kar’na aku nulis gitu aja dan tahu-tahu udah panjang. Seperti yang aku bilang kalau ide aku lagi banyak banget buat FF ini. Jadi mungkin itu salah satu alasan part ini kayaknya gampang banget buat bikinnya ^^

Ditunggu komen sama likenya ya^^

Advertisements

31 thoughts on “Mr. Goodbye Part 6”

  1. hahahahahahahah kyumin bisa aja. boleh boleh ql mau manggil eomma.. tp aku kesel disini kyuhyun ragu ragu mulu. tinggal bilang aja kan. semoga nanti eomma kyumin yg asli enggak muncul tiba tiba.. ditunggu kelanjutan nya.

  2. Kyumin polos banget deh. Aduh kyu oppa jangan nyangkal deh kalau suka ya bilang suka. Sooyoung eonnie kyaknya jg suka sama kyuhyun oppa. Next part ditunggu

  3. Keren bgts tapi kyuppa gak tegas sih kalau suka ya tegas bilang suka jgn ragu2 nnti keburu nyesal loh kyumin aj sdh suka sma calon mama baruny tnggal kyuppa ni yg bergerak untuk mendapatkan sooeoni next part di tnggu ini lagi keren2ny ceritanya ku harap gk lama di postnya

  4. hae setia kaqan bgt bujuk kyu periksa… si sooyong bakal nerima anaknya kyu ngga ya? makin seru nih… moga cepet update… fighting…

  5. Yah kirain bakalan jadian
    Wah kirain soo bakalan tau anaknya kyu stelah mereka jadian ternyata lebih cepat
    Kira2 soo bakaln masih suka sama kyu setelah melihat kyumin sih thor???
    Penasran banget ini lho thor jadi jangan lama2 yah thor 🙂

  6. Pasti Sooyoung salah paham, mungkin dia pikir Kyu udh nikah dan punya istri tanpa tau sebenernya kayak gimana. Kyumin-ah, bujuk papa kamu untuk segera menikahi Sooyoung noona

  7. ne kyumin.. kau harus memanggilnya sooyoung noona.. ahhh ff nya menyentuh sanubari… semangat yaaaaaa

  8. Kyuhyun suka ya sama sooyoung? Ecieeeee galau gitu hahaha
    Wah sooyoung udah tau dong kalo kyuhyun udh punya kyumin? Terus gimana tuh? Kyumin lucu bgt sih kamu jadi cupid buat kyuhyun appa sama sooyoung noona aja deh

  9. Kyumin lucu bgt dsini.
    Wah Kyumin lnsung stuju Kyu ma Soo,,,tnggl tunggu aja kptusan Kyunya gmn.
    Next ya Chingu…

  10. ya ampun kyumin polos banget
    Meskipun bukan anak kandungnya kyu, tp kalo lucu begitu bolehlah jadi gemes

    Soo eonn pasti shock banget, wkwk

    Next part ditunggu

  11. Kyumin lucu bangetttt
    kenapa soo ngga jawab iya aja ya kan ntr jadi eomma kyumin kkkk
    Makin seru ff nya ditunggu part selanjutnya thor;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s