chapter

Mr. Goodbye Part 2


surviving-separation1

Author: angelji ( @sparkling25 )

Judul: Mr. Goodbye

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance, Sad

Length: Series

 

ANNYEONG^^

Aku tahu ini kelamaan. Tapi ini adalah waktu tercepat yang bisa aku lakuin. Jadi aku minta maaf sebesar-besarnya . Tapi semoga kalian masih inget sama ceritanya, ya

Makasih buat yang mau komentar dan like di part sebelumnya. Aku minta maaf kalau ceritanya membosankan atau terlalu mainstream. Tapi aku akan berusaha lebih keras buat bikin cerita ini semakin menarik^^

NOTE: Mungkin kalian bakal bertanya-tanya kenapa Jessica cuma bisa nyari rumah kecil padahal di part sebelumnya dia punya mobil. Jadi disini ceritanya mobil itu mobil perusahaan tempat dimana Jessica kerja ya. Jadi semacam mobil dinas gitu lah.

Kita mulai ya…

part 1

KYUHYUN POV

 

“Kau!!”

“Presdir!!”

Aku dan wanita yang sekarang berada di pelukanku itu menatap satu sama lain selama beberapa saat. Lalu tiba-tiba aku tersadar saat ponselku berbunyi. Aku langsung melepaskan wanita ini dan membantunya berdiri.

‘Kau dimana, Kyu?’  itulah isi pesan dari Donghae, temanku sejak kecil.

“Presdir maafkan aku.” wanita itu membuka suaranya saat aku masih sibuk dengan ponselku.

Aku lalu menatapnya. “Kau tidak apa-apa?” tanyaku padanya.

“Tidak apa-apa. Anda juga tidak apa-apa?” aku menggeleng pelan. “Sekali lagi maafkan aku Presdir.” ucapnya mengulang perkataannya tadi.

“Lupankan saja. Anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa.”

“Baik Presdir.”

Pintu lift terbuka dan dia keluar lebih dulu meninggalkan aku sendirian. Sebelum pintu tertutup, dia berdiri mengarah kepada diriku menatapku dengan tatapan menyesal. Tapi aku menatapnya dengan tatapan berbeda. Tatapan yang mungkin tidak pernah aku berikan kepada wanita lainnya. Saat itu, waktu terasa berjalan begitu lambat. Pintu lift yang akan tertutup seolah mengikuti lambatnya waktu yang kurasakan.

“Apa yang kulakukan?!” gumamku saat pintu lift benar-benar tertutup.

 

AUTHOR POV

 

“Kau kenapa?” tanya Yoona bingung saat melihat Sooyoung yang datang ke meja resepsionis dengan wajah kusut.

“Aku terkena musibah besar.” jawab Sooyoung yang membuat Yoona semakin bingung.

“Apa maksudmu?” tanya Yoona lagi.

“Tapi kau janji tidak akan mengatakannya pada siapapun ya!!!” Yoona mengangguk. “Tadi aku menabrak Presdir.”

“NE? Dimana?”

“Saat aku akan masuk ke dalam lift, aku terburu-buru kar’na pintu lift akan tertutup. Dan kar’na tersandung, aku hampir terjatuh dan menabrak Presdir yang sudah duluan ada di dalam lift itu.” jelas Sooyoung.

“Lalu apa yang terjadi pada Presdir?”

“Dia menahanku.”

“Maksudmu kau jatuh di pelukannya?” Sooyoung mengangguk. “Kau benar-benar dalam masalah besar.”

“Aku harus bagaimana? Tapi aku sudah minta maaf padanya.” wajah Sooyoung tampak sangat panik.

“Apa setelah kau minta maaf, Presdir mengatakan sesuatu?”

Sooyoung tampak sedang mengingat-ingat apa yang Kyuhyun katakan padanya. “Oh iya. Dia menyuruhku untuk melupakannya. Dia bilang anggap saja tidak pernah terjadi apa-apa.”

Yoona justru tampak bingung dengan jawaban Sooyoung. “Bukankah itu artinya kau tidak dalam masalah?”

“Maksudmu?”

“Presdir memintamu untuk melupakan kejadian itu, kan?” Sooyoung mengangguk. “Itu artinya dia tidak ingin mengingatnya lagi. Jadi meskipun nanti kau dan dia bertemu, dia akan menganggap kejadian itu pernah terjadi.”

“Aku tidak mengerti.”

Yoona tampak frustasi. “Itu artinya, kau sama sekali tidak sedang dalam masalah nona Choi Sooyoung.”

Sooyoung berpikir sebentar. “Kau benar.” Sooyoung tersenyum kali ini.

 

SOOYOUNG POV

 

“Hari ini benar-benar melelahkan!!!”

“Kau sudah pulang?” tanya Jessica yang menyadari kedatanganku karena aku menggerutu sendiri. “Kau kenapa?”

“Hari ini ada banyak sekali tamu yang datang kehotel kar’na ada acara yang diadakan disana, jadi aku diminta untuk membantu. Aku hampir tidak duduk hari ini.”

“Itu resiko pekerjaanmu, kan?”

“Aku tahu. Tapi aku tidak berpikir jika akan sebanyak itu.”

“Apa kau sudah makan?”

“Belum. Bagaimana bisa makan, aku kan langsung pulang begitu acaranya selesai. Apa kau masak sesuatu?”

“Tidak. Di dalam kulkas tidak apa-apa. Bukankah kemarin kau bilang mau pergi belanja. Apa kau tidak pergi belanja?” aku menggelengkan kepalaku.

Aku lalu duduk di samping Jessica. “Terus sekarang kita harus makan apa?”

Jessica lalu tersenyum. “Tadi seorang temanku mengajak makan diluar. Bagaimana kalau kau ikut?”

“Benarkah? Kalau begitu ayo kita pergi.”

“Baiklah. Sekarang kau siap-siap saja dulu. Aku akan menelepon temanku itu.”

“Kau adalah penyelamatku nona Jung.” aku lalu mencium pipinya.

Jessica terlihat membersihkan bekas lipstick di pipinya. “KAU GILA CHOI SOOYOUNG!!!!” aku tertawa mendengarnya berteriak.

 

AUTHOR POV

 

“Kau yakin kita akan makan disini?” tanya Sooyoung yang tampak tidak percaya jika dia akan makan di sebuah restoran mewah.

“Temanku itu seorang dokter.”

“Pantas saja.” gumam Sooyoung.

Sooyoung dan Jessica lalu masuk ke dalam restoran itu begitu mereka keluar dari dalam mobil Jessica. Sooyoung masih tampak kagum dengan restoran mewah itu. Meskipun dia sekarang bekerja di sebuah hotel mewah yang terdapat restoran mewah di dalamnya, tapi dia tidak pernah makan di restoran hotel tempatnya bekerja itu.

“Oppa!!!” Sooyoung langsung menatap ke arah Jessica. Dia lalu melihat seorang pria yang membalas lambaian tangan Jessica. “Itu orangnya.”

“Kau sudah datang?!”

“Apa kau sudah menunggu lama? Maafkan aku ya.”

“Tidak, aku baru datang sekitar sepuluh menit yang lalu.”

“Syukurlah kalau begitu.”

“Duduklah. Kita masih harus menunggu satu orang lagi. Apa dia temanmu?”

Jessica dan Sooyoung lalu duduk kembali. “Iya. Namanya Choi Sooyoung. Sooyoung-ah, ini Lee Donghae.”

“Senang bertemu denganmu Sooyoung-ssi.”

“Senang bertemu denganmu juga Donghae-ssi.”

“Tadi kau bilang kau sedang menunggu temanmu, siapa temanmu itu?”

“Ah itu dia.” Jessica dan Sooyoung lalu menoleh.

“Presdir????!!!!” Sooyoung bergumam tidak percaya. Dari begitu banyak pria di Korea ini, dia harus bertemu dengan Cho Kyuhyun.

“Kau mengenalnya?” tanya Jessica berbisik.

“Dia Presdir di tempatku bekerja.” Jessica tampak terkejut. Tapi Jessica bisa mengendalikan perasaan terkejutnya itu.

“Kenapa kau lama sekali?” tanya Donghae pada Kyuhyun yang tampak seperti biasanya.

“Ada pekerjaan yang harus kulakukan.” Kyuhyun lalu menoleh ke arah Jessica dan Sooyoung. “Kau ada disini, Sica?!”

“Ne, oppa.” Jessica tersenyum pada Kyuhyun. Dan Kyuhyun juga tampak tersenyum pada Jessica. Sooyoung nyaris tidak percaya melihat Kyuhyun tersenyum di hadapannya.

“Kau mengenalnya?” Sooyoung berbisik pada Jessica. Jessica mengangguk pelan.

Kyuhyun lalu duduk disamping Donghae. “Oh iya, ini teman Jessica namanya Choi Sooyoung.” ucap Donghae.

Kyuhyun lalu menatap Sooyoung. “Aku mengenalnya. Dia pegawaiku di hotel.”

“Benarkah?” Donghae menatap Sooyoung. “Pantas kau terlihat tegang Sooyoung-ssi. Kar’na sekarang kau tidak sedang berada di hotel, kau tidak perlu tegang begitu.”

“Ba…baiklah.” Sooyoung menatap Kyuhyun ragu.

“Donghae benar. Tidak perlu menganggapku Presdir jika kita tidak sedang bekerja.”

“Ne, Presdir.”

“Panggil saja namaku.”

“Baik, Kyu…Kyuhyun-ssi.”

“Itu terdengar lebih baik.” ucap Donghae tersenyum. “Duduklah. Kami sudah memesankan makanan untuk kalian.”

Sooyoung dan Jessica lalu duduk di hadapan Kyuhyun dan Donghae. Wajah canggung sangat terlihat dari wajah Sooyoung. Sementara tiga orang lainnya tampak sangat santai.

“Aku dengar kau ada masalah dengan tempat tinggalmu.” ucap Donghae menatap Jessica.

“Pemilik rumah mau menjual rumah itu. Dan kami berdua diminta untuk pindah dalam satu bulan.” kata Jessica.

“Lalu apa kalian sudah menemukan tempat tinggal baru?” tanya Donghae.

“Aku sudah mencari beberapa rumah kecil yang harga sewanya tidak terlalu mahal. Tapi tidak ada satu pun yang cocok.” jawab Jessica.

“Kyuhyun-ah, bukankah kau punya satu apartemen kosong. Kenapa kau tidak meminjamkannya pada mereka? Itu akan lebih berguna daripada kau membiarkannya kosong begitu saja.” saran Donghae.

Kyuhyun menatap Donghae, lalu dia menatap Jessica dan Sooyoung bergantian. “Kalau mereka mau gunakan saja.” ucap Kyuhyun santai.

“Apakah boleh?” tanya Jessica. Kyuhyun hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun. Sooyoung menatap Kyuhyun. Dia nyaris tidak bisa percaya jika Kyuhyun yang dilihatnya saat ini adalah Kyuhyun yang dia kenal sebagai atasannya.

“Kau baik-baik saja Sooyoung-ssi?” tanya Donghae.

“N..Ne??” Sooyoung tampak terkejut.

“Kau baik-baik saja?” ulang Donghae.

“Ne, aku baik-baik saja.” Donghae lalu menatap Kyuhyun, setelah itu dia tersenyum.

“Ah, makanannya sudah datang.” Donghae mengalihkan pandangannya pada dua orang pramusaji yang datang menghampiri meja mereka.

“Kalian pesan sebanyak ini?” tanya Jessica.

“Kita ada berempat. Dan hari ini aku sedang ingin makan banyak.” Donghae dan Jessica tertawa. Donghae lalu menatap Kyuhyun dan Sooyoung bergantian. “Kalian berdua tampak tegang sekali.” ucap Donghae pada Kyuhyun dan Sooyoung.

“Aku hanya lelah.” jawab Kyuhyun singkat.

Donghae lalu menatap Sooyoung. “Aku juga merasa sedikit lelah.” Sooyoung lalu mencuri padang ke arah Kyuhyun. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak melihat ke arah Sooyoung.

“Sudahlah. Sekarang kita makan saja.” ucap Donghae yang mengerti akan keadaan Sooyoung yang tampak sekali canggung dihadapan Kyuhyun.

 

SOOYOUNG POV

 

“Terima kasih untuk makananannya.” ucap Jessica saat kami semua sudah keluar dari dalam restoran.

“Tidak perlu berterima kasih.” kata Donghae.

“Kalau begitu kami pulang duluan. Besok aku dan Sooyoung harus kerja.”

“Baiklah. Hati-hati di jalan.” aku dan Jessica lalu masuk ke dalam mobil. Tidak lama kemudian kami meninggalkan Kyuhyun dan Donghae yang masih menunggu mobil mereka datang.

“Kenapa kau diam saja? Sejak kita mulai makan tadi, kau sama sekali tidak mengatakan apapun.” tanya Jessica.

“Kenapa kau sama sekali tidak pernah mengatakan apapun tentang Cho Kyuhyun itu?” tanyaku kesal.

“Kau tidak bertanya.”

“Seharusnya kau mengatakannya meskipun aku tidak bertanya apapun padamu. Kau tahu tempat dimana aku bekerja, jadi seharusnya kau bilang jika kau mengenal Presdis di tempatku bekerja itu.” ucapku kesal.

Bukannya merasa bersalah, Jessica yang sedang menyetir justru tertawa. “Kenapa kau tertawa?” tanyaku.

“Jadi kau marah padaku?”

“Tentu saja.”

“Kenapa kau harus marah. Lagi pula aku tidak tahu jika atasanmu itu adalah Kyuhyun oppa. Jika saja pernah menyebut namanya, mungkin aku akan mengatakan jika aku mengenal Cho Kyuhyun yang kau kenal.”

Aku menatap Jessica. Dia benar. Selama ini aku tidak pernah menyebutkan nama Cho Kyuhyun di depannya. Jadi ini bukan salah Jessica.

“Mianhae. Aku mungkin hanya terlalu terkejut.”

“Lupakan saja. Aku mengerti keadaanmu. Lagi pula sekarang seharusnya kita bahagia.”

“Wae?”

“Saat berjalan keluar dari restoran tadi. Kyuhyun oppa bilang kita bisa pindah ke apartemennya besok.” Jessica tersenyum bahagia.

Sooyoung nyaris tidak bernafas. Dan saat dia menatap Jessica, senyum canggung ditunjukkan dari wajah cantiknya.

 

AUTHOR POV

 

Pagi itu Sooyoung tidak banyak bicara. Hal ini membuat Yoona sedikit bingung.

“Kau baik-baik saja?”

Sooyoung menoleh. Tapi belum sempat Sooyoung menjawab, tiba-tiba suara karyawan lain yang sedang menyapa Kyuhyun membuatnya berpaling ke arah Kyuhyun datang. Kyuhyun menatap ke arah Sooyoung yang sedang memberi hormat bersama dengan Yoona sekilas. Tapi itu benar-benar sekilas. Karena Kyuhyun langsung melanjutkan langkahnya menuju ruang kerjanya.

Yoona lagi-lagi menatap Sooyoung. Sepertinya dia tahu alasan Sooyoung tidak banyak bicara sejak dia datang tadi.

“Apa kau diam ada hubungannya dengan Presdir?” tanya Yoona meyakinkan pikirannya.

Sooyoung menatap Yoona. Gadis cantik itu mengangguk pelan. “Kenapa kau selalu bermasalah dengannya?” Yoona memandang Sooyoung frustasi. “Apa yang kau lakukan kali ini?” tanya Yoona.

Sooyoung tampak ragu untuk mengatakan keadaanya saat ini pada Yoona. “Aku…Aku…”

“Aku kenapa Choi Sooyoung???!!!!” tanya Yoona tidak sabar.

“Aku sekarang tinggal di apartemen milik Presdir!!!”

“NE?????!!!!!!” Yoona berteriak cukup keras hingga membuat tamu dan staff lain yang ada di sekitar lobby menatapnya. “Maaf. Maaf. Maaf.” Yoona berkali-kali meminta maaf pada orang-orang di sekitarnya. “Bagaimana bisa?”

“Teman satu rumahku adalah temannya Presdir. Dan Presdir mengijinkan kami untuk tinggal di apartemennya setelah mengetahui keadaan kami.”

Yoona terlihat bingung sekaligus kaget. “Sudah berapa lama kau tinggal di apartemenya?”

“Aku pindah sejak dua hari yang lalu.”

“Ini benar-benar luar biasa.” Yoona lalu menunjuk Sooyoung dengan jari telunjuknya. “Kau benar-benar luar biasa Choi Sooyoung.”

“Apanya yang luar biasa?” tanya Sooyoung tidak mengerti.

“Kau itu bagaimana? Sekarang kau tinggal di apartemen milik Presdir paling dingin yang pernah aku kenal. Dia bahkan hanya mengijinkan pembantu pribadinya untuk membersihkan ruangannya di hotel ini.” Yoona menatap Sooyoung. “Tapi kau justru bisa masuk kedalam apartemennya.”

“Tapi dia tidak tinggal di apartemen itu.”

“Tapi intinya kau tetap tinggal di sana, kan?”

“Sudahlah! Aku tidak mau membahas tentang ini lagi.”

 

SOOYOUNG POV

 

“Aku pulang duluan ya. Temanku pasti sudah menunggu di bawah.” pamitku pada Yoona yang hanya mengangguk.

Entah kenapa sejak aku dan Jessica pindah ke apartemen Presdir dingin itu, aku jadi malas untuk pulang. Rasanya aku ingin terus bekerja saja.

“Kalau kau melamun sambil berjalan seperti itu. Kau akan menabrak orang lain.” aku langsung mengangkat wajahku. Dan rasanya nyawaku sudah pergi meninggalkanku saat aku melihat sosok Presdir yang baru saja berada dalam lamunanku sekarang berada tepat di hadapanku.

“P…P…Presdir.”

“Kau menganggapku sebagai hantu?” tanyanya tiba-tiba.

“Ne?”

“Ekspresi wajahmu itu menunjukkan seolah-olah kau sedang melihat hantu.” pria ini benar-benar sulit ditebak.

“Maafkan saya. Tadi saya hanya terlalu terkejut.”

“Ikut denganku.” aku yang tidak berani bertanya, aku hanya menuruti apa yang diperintahkan olehnya. “Masuklah.” tiba-tiba dia menyuruhku masuk ke dalam mobilnya saat kami sudah berada di depan mobilnya.

“Ne?”

“Sica bilang dia tidak bisa datang. Kar’na itu dia memintaku untuk mengantarkanmu pulang.” ucapnya dingin.

“Mati kau Jessica Jung!!!!” gerutuku pelan.

“Kau bisa menggerutu nanti. Sekarang cepatlah masuk sebelum ada yang lihat.” aku terkejut saat tahu dia bisa mendengarku. Kyuhyun lalu masuk lebih dulu dan membuatku mau tidak mau masuk ke dalam mobilnya.

Suasana di dalam mobil sepanjang perjalanan seperti sedang di pemakaman. Benar-benar sunyi. Hingga aku merasa perjalanan yang hanya membutuhkan waktu 25 menit terasa seperti berjam-jam.

“Kita sudah sampai.” tiba-tiba Kyuhyun mengeluarkan suara yang membuatku seolah kembali ke dunia nyata.

“Terima kasih sudah mengantarkanku pulang Presdir.”

“Aku tidak mengantarkanmu pulang. Aku hanya memenuhi permintaan Jessica. Jadi jangan pernah menganggap kalau aku dengan senang hati mengantarkanmu pulang.” pria ini benar-benar menyebalkan.

“Ne.” aku sudah membuka pintu mobil, tapi gerakanku terhenti saat Kyuhyun kembali mengeluarkan suaranya.

“Jangan pernah mengatakan hal ini pada siapapun. Terutama pada temanmu yang bernama Im Yoona itu. Mengerti?!”

“Ne, Presdir.”

“Keluarlah sekarang.” aku langsung keluar dari mobil dan tanpa menunggu mobilnya jalan, aku langsung naik ke kamar apartemen.

“Kau sudah pulang.”

“Apa maksudmu?” tanyaku langsung pada Jessica.

“Maksud yang mana?”

“Kau bilang kau mau menjemputku. Tapi kenapa justru pria bernama Cho Kyuhyun itu yang mengantarkanku pulang?”

“Tadi pekerjaanku menumpuk, jadi aku tidak bisa menjemputmu. Tapi Kyuhyun oppa sudah menjemputmu, kan?”

“Itu adalah perjalanan paling mengerikan yang pernah aku alami.” ujarku setelah duduk disamping Jessica.

“Wae?”

“Dia terlihat seperti seorang malaikat pencabut nyawa yang sedang menyetir mobil disampingku.”

“Ne?”

“Sepanjang perjalanan kami berdua hanya berdiam diri saja. Disaat pandangan kami tidak sengaja bertemu, sorot matanya seolah ingin mencabut nyawaku.”

“Hahahaha.” gadis bodoh bernama Jessica itu justru tertawa saat mendengar aku bercerita.

Aku langsung berdiri dan berjalan menuju kamarku. “Kalau lain kali kau melakukan ini lagi. Aku akan tidak mau lagi mengenalmu.”

“Benarkah kau tidak mau lagi pulang bersama dengan Kyuhyun oppa?” aku memandang wajah Jessica yang terlihat tersenyum lebar.

 

TBC

 

Makasih ya yang udah mau baca dan komentar atau like…Maaf kalau masih ada typo, soalnya aku ngak sempet ngedit lagi hehehe…

Ditunggu lagi komentar sama likenya^^

Advertisements

47 thoughts on “Mr. Goodbye Part 2”

  1. iya udah lama bgt kamu ga update ff ini sampe pas di paragraf2 awal aku masih meraba part sebelumnya gimana hahahaha tapi gapapa kamu udah bisa ngelanjutin ff ini juga udah bagus kok daripada engga dilanjutin kan..
    kyuhyun kenapa dingin banget gitu? atau itu cuma jaim aja dia?

  2. agak lupa sama part 1 nya tp aku inget inget lagi.. si kyuhyun emang gitu ql pertama ketemu tp lama lama juga suka sama sooyoung. hhahahahaha di tunggu kelanjutan nya chingu.. ff nya bagus

  3. Aduuhhh kerenn bgts ceritany duanya terasa sempit deh mereka bsa jdi saling kenal kya gtuh aku khawatir kyuppa sebenarny skit apasih penasaran bgts next part di tnggu ku harap bsa di post lebih cpt chigu

  4. iya nihh ff nya lama bgt post nya jadi agak lupa dehh sama ceritanya tapi goo karna langsung baca part 1 setelah itu part 2 nya.. ya ampunn kyuhyun sepertinya hatus merubah sikap dinginnya kasian sooyoung bagaikan melihat manekin di toko klo lg ama kyuhyun.. di tunggu bgt part 3 nya thor… semangat..

  5. ksian bngt liat Sooeon klo ktmu Kyuppa kya trsiksa gto trus suasanya bkal jd akward gto…..
    msih pnsran ada apa ma kyuppa apa dia mnderita pnyakit???
    well d tnggu nextnya…

    1. ah aku jdi inget klo gak salah ceritanya sama kya Drama Mr. Goodbay,,,
      tpi dsitukan sad ending.
      apa bklan sad ending jg buat Kyuyoung?

  6. aku lupa part 1 .. jadi waktu di awal agak bingung .. kkk~
    Kyuhyun oppa dingin banget ya apalagi sama Sooyoung!! tapi kalau sama jessica kok agak berbeda? dia mau menuruti permintaan sica, apa jangan2 dia suka sama sica?
    oh no .. semoga enggak

  7. Kyuyoung moment 😢 lama gak ada kabar dengan ff ini. Aku bahkan harus baca ulang part 1 nya 😢

    Btw, Kyuppa dingin banget. Kayak malaikat pencabut nyawa 😑 Baik sedikit napa dengan Soo eonnie. Sama Sica eonnie saja bisa 😭

  8. Sumpah momentnya kyuyoung bikin ngakak 😀 gak kebayang rasanya kalo jadi syoo eon..tapi penasaran deh sama kata2nya sica… terasa punya makna tersirat…
    next part ditunggu secepatnya!!!

  9. gileee di sini sooyoung too innocent kyknya wkkwwkk mnrut ak sih hehe 😀
    thor kok sica bisa kenal kyu & hae ?? kyu skit ap thor ??
    tolong jlskan di part selanjutnyaaa
    ditunggu ~~

  10. pendeeek thor, next chap panjang dan jangan ngaret yaaa thor hehe 😀
    pertama-tama baca bingung alur ceritanya, tapi pas baca chapter sebelumnya baru mudeng deh. garagara lama kali yah dilanjutnya hehe.
    penasaran kyu sakit apa :3 semoga ga sad ending yaaa 🙂 maunya happy ending :3 buat kyuyoung saling suka dong thor, kesel ngeliat sikap kyu ke soo yg dingin gitu –“

  11. Wow makin seru! Apalagi soosica skrg tggalnya di apartemen kyu

    btw, bisa aja sica bikin kyu sama syo barengan gt hwkwkwk
    next yaaa

  12. whoaaaaa kyu super cooll…
    tp gk kya gty jga kali..
    hn, kasian soo ckck

    tp n part blom ad kyuyoung momentny ya..mgkin krn awal
    so, next part dtunggu cuz ak msh penasaraan dg kata2 wanita dlm bus it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s