chapter

Insane Part 3


Author: angelji ( @sparkling25 )
Judul: Insane
Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Lee Hyuk Jae, Park Jung Soo
Other cast: Find It
Genre: Romance, Action
Length: Series

HALOOOOOO!!!!!
Aku balik lagi sama part 3. Kar’na banyak yang minta part 3nya dibuat cepet, aku jadi publish cepet. Meskipun ngak cepet-cepet banget, tapi lebih cepet dari part kemaren kan?!
Disini KyuYoung momentnya cuma sedikit. Disini bakal terfokus sama Kyuhyun dan Leeteuk. Jadi maaf kalau kalian kecewa.
Sekarang kita mulai ceritanya, ya^^

SOOYOUNG POV

Aku keluar dari kamarku untuk makan malam. Saat duduk, aku langsung mendapati wajah Kyuhyun yang berada tepat di hadapanku. Wajahnya tampak sangat dingin. Bahkan lebih dingin dari sebelumnya.
“Kau kenapa, Soo?” tanya Leeteuk.
Aku langsung memandang Leeteuk dan tersenyum kaku. “Aku tidak apa-apa oppa.” aku langsung mengambil nasi dan lauk agar Leeteuk tidak memperhatikanku lagi.
Begitu selesai, aku langsung pergi dari meja makan dan menuju taman belakang untuk menikmati langit malam.
Tidak lama aku mendengar langkah kaki. Saat aku menoleh, aku mendapati Kyuhyun sedang berdiri di depan kolam renang dan tampak memandang kosong ke arah langit. Entah kenapa aku ingin menghampirinya. Dan aku benar-benar melakukannya.
“Apa yang sedang kau lakukan Kyuhyun-ssi?” tanyaku begitu saja.
Kyuhyun menoleh dan kembali menampakkan wajah dinginnya padaku. “Kenapa kau ingin tahu?” tanyanya dingin.
“Apa kau marah?” aku lagi-lagi bertanya.
“Aku tidak memiliki alasan untuk marah padamu. Lagu pula kenapa kau menanyakan hal itu?”
“Sikapmu lebih dingin dari biasanya.”
“Aku memang seperti ini. Jika kau tidak suka, sebaiknya jauhi aku. Atau kau akan menyesal.” dia tiba-tiba pergi sebelum sempat aku bertanya kenapa aku akan menyesal. Pria ini benar-benar membuatku seba salah. Padahal belum ada satu minggu aku menggenalnya.

AUTHOR POV

Sooyoung baru saja keluar dari dalam kamarnya saat dia tidak sengaja bertemu dengan Kyuhyun tepat di depan kamarnya. Kyuhyun tampak tidak memperdulikan Sooyoung, dia lebih memilih berlalu begitu saja tanpa menyapa Sooyoung yang justru mematung di tempatnya.
“Kyuhyun-ssi!!!” panggil Sooyoung. Kyuhyun berhenti melangkah dan berbalik menghadap Sooyoung.
“Ada apa?” tanya Kyuhyun.
“Apa kau marah padaku?”
“Marah untuk apa?” Kyuhyun justru balik bertanya.
“Mungkin kau tersinggung dengan ucapanku kemarin.” Sooyoung tidak berani menatap Kyuhyun. Entah kenapa sejak semalam Sooyoung terus merasa tidak enak pada Kyuhyun. Meskipun Kyuhyun sudah bilang dia tidak marah padanya semalam.
“Aku tidak akan memikirkan hal seperti itu. Lagi pula sudah puluhan orang yang menanyakan hal seperti itu padaku.” kali ini Kyuhyun berbohong. Kyuhyun hanya tidak ingin memperpanjang hal seperti itu. Lagi pula Kyuhyun menghindari masalah itu agar Sooyoung tidak semakin curiga padanya. “Dan bukankah semalam kau juga sudah menanyakannya padaku?” tambahnya.
Sooyoung bergumam menyalahkan dirinya karena justru tampak bodoh di hadapan Kyuhyun saat ini.

KYUHYUN POV

Aku tidak tahu gadis ini polos atau bagaimana. Dia masih memikirkan hal kemarin padahal seharusnya aku yang khawatir dengan hal itu.
“Sebaiknya kau sarapan. Aku rasa Leeteuk hyung sudah menunggumu dari tadi.” kataku.
“Kau sendiri tidak sarapan?” tanyanya.
“Aku ada urusan lain.” jawabku tanpa memandangnya. “Dan kuharap kau tidak menanyakan hal itu lagi padaku.” aku langsung pergi dari hadapan Sooyoung dan menyusul Eunhyuk yang sudah menungguku di bawah.
“Akhirnya kau datang juga. Apa turun dari lantai satu itu sangat jauh?” protes Eunhyuk yang hanya kubalas dengan tatapan malas.
“Sebaiknya kita pergi sekarang. Aku sedang malas berdebat.” aku langsung masuk ke dalam mobil. Tidak lama Eunhyuk juga masuk dan langsung membawa mobil ini keluar dari rumah Leeteuk.
“Sebenarnya ada apa kita di panggil ke kantor?” tanya Eunhyuk.
“Aku juga tidak tahu.” jawabku.
Sekitar dua puluh menit berjalan, mobil kami sampai di depan kantor polisi tempat dimana seharusnya kami berada. Kami berdua langsung menuju loker masing-masing untuk mengganti pakaian dengan seragam polisi yang sudah kami tinggalkan beberapa bulan.
“Rasanya aku sangat asing dengan seragam ini.” ucap Eunhyuk yang membuatku tersenyum tipis. “Sebaiknya kita temui komandan sekarang.” aku menganggukan kepalaku lalu berjalan mengikuti Eunhyuk di belakang.
Eunhyuk mengetuk pintu ruangan bertuliskan kepala polisi itu perlahan. Tidak lama setelah mendengar perintah untuk masuk, aku dan Eunhyuk langsung memasuki ruangan yang juga sudah lama tidak kami masuki. Padahal sebelumnya kami nyaris setiap hari memasuki ruangan ini.
“Ada apa anda memanggil kami?” tanya Eunhyuk dengan sikap sempurna setelah kami berdua memberikan hormat kepada pria paruh baya yang merupakan atasan kami ini.
“Kita akan melakukan penangkapan transaksi Leeteuk yang kalian laporkan dua hari yang lalu. Dan aku rasa kalian berdua harus turun langsung untuk melakukan penangkapan ini.” ucapnya yang membuat aku dan Eunhyuk saling menatap terkejut.
“Maaf, tapi bagaimana kalau mereka mengenali kami?” tanyaku.
“Kalian akan memakai pakaian yang sama seperti yang digunakan oleh tim khusus. Jadi wajah kalian tidak akan terlihat. Apa kalian bersedia?” tanyanya.
Aku dan Eunhyuk memberikan hormat. “Kami berdua siap melaksanakannya, pak.”
“Kalau begitu siapkan diri kalian.” kami berdua kembali memberikan hormat dan meninggalkan ruangan itu.
“Kau kenapa?” tanya Eunhyuk padaku. “Dari tadi wajahmu seperti itu.” lanjutnya.
“Leeteuk hyung akan ada dalam transaksi nanti malam.” Eunhyuk memandangku terkejut.
“Semalam dia menemuiku dan memintaku dan hyung untuk menemaninya. Tapi karena komandan sudah lebih dulu menghubungiku, jadi aku beralasan kalau kita berdua tidak bisa ikut karena ada urusan keluarga.” kataku menjelaskan. “Aku hanya belum siap untuk menghadapinya sekarang.” lanjutku.
“Kita punya dua pilihan sejak kita menerima penyamaran ini. Mengkhianati Leeteuk hyung atau mengkhianati negara kita sendiri pada akhirnya.” aku memandang Eunhyuk dan membenarkan perkataannya tadi.

SOOYOUNG POV

“Oppa mau kemana?” tanyaku saat melihat Leeteuk sudah sangat rapi.
“Aku ada urusan sebentar. Tidak apa-apakan kalau aku tinggal?”
“Oppa hanya sendiri?”
“Tidak. Ada beberapa anak buah yang akan ikut denganku.” jawabnya.
“Maksudku, apa Kyuhyun dan Eunhyuk tidak ikut denganmu?”
Leeteuk memandangku tajam ada tatapan curiga dari matanya. “Kenapa kau menanyakan mereka berdua?” tanyanya.
“Tidak, biasanya kan mereka berdua selalu menemanimu kemanapun oppa pergi.” jawabku.
“Mereka bilang sedang ada urusan keluarga.” Leeteuk lalu bangkit dari tempat duduknya. “Sudahlah, oppa harus pergi sekarang.” ucapnya lalu pergi dari hadapanku.
Aku memandang Leeteuk yang tampak terburu-buru. Tidak biasanya Leeteuk seperti itu, kecuali jika ada klien yang sangat penting menunggunya.
“Apa Kyuhyun masih marah padaku?” gumamku tanpa sadar.
Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa aku merasa begitu bersalah padanya? Padahal aku tidak melakukan apapun padanya. Aku hanya menanyakan hal yang memang sehrusnya aku tanyakan. Tapi melihat dia yang terlihat menjauhiku membuatku menjadi tidak nyaman.
“Sebaiknya sekarang aku pergi berkeliling untuk menenangkan pikiranku.” ucapku sendrian.
Aku berjalan menuju tempat dimana mobil yang Leeteuk berikan sebagai pengganti mobil yang kemarin rusak.
“Nona mau kemana?” tanya bibi Song, kepala pembantu yang sudah bekerja dirumah ini sejak Leeteuk masih kecil.
“Aku mau berjalan-jalan sebentar. Kalau Leeteuk oppa nanti pulang lebih dulu dariku, bilang padanya aku sedang pergi sebentar untuk melihat-lihat kota.” ucapku padanya.
“Ne. Hati-hati dijalan. Dan jalan pulang terlalu larut. Ingat, nona adalah seorang wanita.” ucapnya. Dia memang sudah seperti seorang nenek untukku. Dia adalah orang yang tahu tentang semua rahasia pribadiku. Karena aku menceritakan semua hal yang mengganjal dalam hati dan pikiranku. Termasuk tentang Kyuhyun.
Aku lalu masuk ke dalam mobil dan langsung membawanya keluar dari dalam rumah dan membelah kota Seoul yang tampak mulai memasuki musim dingin.
Tapi aku menghentikan laju mobilku saat tanpa sengaja mendapati mobil Leeteuk keluar dari komplek perumahan. Dan karena penasaran, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti mobil Leeteuk pergi.

AUTHOR POV

Kyuhyun dan Eunhyuk masuk kedalam mobil yang akan membawa mereka ke tempat penangkapan yang akan mereka lakukan. Eunhyuk tampak berbincang dengan beberapa rekan polisinya. Sedangkan Kyuhyun tampak melamun dengan memandang kosong ke arah jalanan yang mobil besar itu lalui.
“Kau kenapa, Kyuhyun-ah?” tanya Eunhyuk yang menyadari Kyuhyun yang hanya diam saja.
“Tidak ada. Aku hanya merasa mulai asing dengan orang-orang ini.” keduanya berbicara cukup pelan. Kyuhyun dan Eunhyuk tidak mau menarik perhatian rekan-rekan polisinya yang lain.
“Aku tahu apa yang kau pikirkan dan rasakan. Karena aku juga memikirkan dan merasakan hal yang sama. Tapi tugas adalah tugas. Dan dalam kenyataannya, kita memang seharusnya ada disini dan bukan bersama Leeteuk hyung.” Kyuhyun kembali memandang jalanan di luar dengan berbagai pikiran yang memenuhi pikirannya.
Perjalanan terasa begitu cepat untuk Kyuhyun dan Eunhyuk yang jika bisa memilih, mereka lebih memilih untuk tidak terlibat dalam tugas kali ini. Tapi pekerjaan mereka sebagai polisi membuat mereka seolah tidak memiliki pilihan lain.
“Kalian semua bersiap di posisi masing-masing!!!” terdengar perintah dari komandan polisi yang langsung membuat sekitar seratus polisi yang berada dalam empat mobil yang berjajar rapi itu keluar dari dalam mobil dan bersembunyi di tempat mereka masing-masing hingga tiba saatnya melakukan penangkapan.
“Kita harus melakukannya, Kyu.” ucap Eunhyuk dengan penekanan pada kata ‘harus’.
Kyuhyun hanya diam tak menjawab. Dia hanya terus berjalan mengikuti kelompoknya. Begitu menemukan tempat untuk bersembunyi, Kyuhyun menyiapkan senjata dan perlengkapan yang bisa membuatnya tidak dikenali.
Sekitar tiga puluh menit, muncul rombongan mobil yang masuk ke dalam kawasan yang sudah dikepung oleh polisi bersenjata lengkap itu. Kyuhyun dan Eunhyuk saling memandang saat melihat Leeteuk keluar dari dalam mobilnya diikuti oleh beberapa pengawal pribadi yang memang biasa mereka lihat.
Sementara disisi lain. Leeteuk keluar dari dalam mobilnya dan tampak memasang wajah dinginnya. Leeteuk memang terkenal tidak banyak bicara saat bertemu dengan kliennya.
“Senang bertemu denganmu tuan Kim.” sapa Leeteuk pada pria paruh baya yang berdiri tepat dihadapannya.
“Aku juga senang bisa bertemu dengan anda tuan Park.” keduanya lalu berjabat tangan dan tersenyum singkat. “Apa kau membawa barang yang kupesan?” tanya pria yang memakai tuxedo serba putih itu.
“Tentu. Tapi aku baru akan menyerahkannya kalau kau membawa uang yang sesuai dengan barang yang kubawa.” jawab Leeteuk.
“Aku harus melihat dulu barangnya. Dan kau bisa melihat uang yang kubawa.”
Leeteuk memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk membuka tas yang dari tadi anak buahnya itu pegang. Dan pria paruh baya yang Leeteuk panggil tuan Kim itu juga melakukan hal yang sama pada anak buahnya.
“Kita buka bersama-sama dalam hitungan ketiga.” Leeteuk mengangguk setuju.
“Satu…”
“Dua…”
“Tiga…” keduanya membuka tas masing-masing tepat setelah tuan Kim menutup mulutnya.
Dari dalam tas Leeteuk, terlihat sebuah berlian hitam besar yang membuat siapapun yang melihatnya pasti ingin langsung memilikinya. Sementara tuan kim tampak membawa tas yang terisi penuh oleh uang yang sudah ditata rapi.
“Ini sekarang milik anda tuan Kim.”
“Semua uang ini juga sekarang milikmu tuan Park.”
“DIAM DITEMPAT!!! KALIAN SEMUA SUDAH DIKEPUNG!!!” tepat sebelum keduanya sempat bertukar tas, suara komandan polisi terdengar dari kejauhan.
Dalam sekejap ratusan polisi keluar dari tempat persembunyian mereka termasuk Kyuhyun dan Eunhyuk untuk mengepung Leeteuk dan tuan Kim bersama anak-anak buah mereka.
“Keluarkan senjata kalian dan letakkan tangan kalian ke belakang.” perintah komandan polisi tersebut. Tapi bukannya menurut, mereka semua justru melawan dengan tembakkan-tembakkan yang terdengar begitu nyaring ditelinga.
Dor…dor…dor…
Dor…dor…dor…
Leeteuk yang biasanya nyaris tidak pernah ikut dalam hal seperti ini, kali ini terpaksa harus turun tangan karena tahu anak buahnya kalah jumlah dengan para polisi meskipun mungkin hanya berbeda beberapa orang. Belum lagi ada beberapa anak buahnya yang terkena tembak.
“Kenapa mereka bisa tahu?” gumam Leeteuk sebelum berhadapan dengan seorang polisi yang justru tampak terdiam dihadapannya. Dan anehnya Leeteuk juga justru tidak melakukan apapun. Dia merasa tidak seharusnya dia menyerang polisi di hadapannya itu.

KYUHYUN POV

‘Itu Leeteuk hyung’ ucapku dalam hati.
Entah kemana perginya semua kekuatanku. Sebuah senjata ditanganku rasanya sangat berat saat aku melihat Leeteuk di sana.
Tiba-tiba aku merasa seseorang mendekatiku dari belakang. “Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun? Cepat tembak dia sekarang!!!!” bisik Eunhyuk yang ternyata menghampiriku.
“Aku tidak bisa.” tolakku.
“Tapi kau HARUS!!!!” ucapnya dengan terus mengarahkan tembakkan ke arah yang lain.
“Sudah kubilang aku tidak bisa.” kataku tegas meski berbisik.
“Kalau begitu aku yang akan melakukannya.”
“Aku mohon tidak sekarang.” aku menyadari tatapan Leeteuk pada kami. Tapi aku justru tidak berani menatapnya.

AUTHOR POV

Tanpa ada yang menyadari, sebuah mobil tiba-tiba masuk ke dalam kawasan itu. Dan Sooyoung yang baru saja keluar dari dalam mobilnya terkejut saat melihat Leeteuk, kakaknya yang justru terlihat diam saja saat seseorang yang menggunakan pakaian polisi mengarahkan senjata padanya. Meskipun Sooyoung tahu polisi di hadapan Leeteuk itu tidak terlihat bersiap menarik pelatuknya.
Pandangan Sooyoung beralih pada seorang polisi lain yang berada tepat di belakang Leeteuk. Polisi itu sudah menarik pelatuknya. Dan Sooyoung dengan tiba-tiba berlari dan berteriak dengan mendorong Leeteuk.
“OPPA AWAS!!!!” Leeteuk dan Sooyoung terjatuh ke samping. Sementara itu tembakan yang baru saja meluncur itu tepat mengenai bahu Kyuhyun. Kyuhyun langsung tersungkur dan membuat Eunhyuk terkejut.
“Kita sebaiknya pergi oppa.” melihat dua orang polisi di hadapannya lengah, Sooyoung menarik Leeteuk masuk ke dalam mobilnya dan langsung melaju meninggalkan tempat itu.
Sementara itu Eunhyuk berteriak menyuruh polisi lain membantunya. Darah segar yang terus mengalir membuatnya semakin ketakutan. “Kyuhyun-ah kau harus bertahan.” Kyuhyun mengangguk lemah dalam pelukan Eunhyuk.

TBC

Selesai part 3nya. Semoga part ini lebih memuaskan lagi, meskipun menurut aku masih biasa-biasa aja 
Maaf kalau masih ada typo. Maklum aku cuma ngoreksi satu kali, jadi mohon maklum ya^^
Sekarang ditunggu komentar sama likenya….^^

Advertisements

69 thoughts on “Insane Part 3”

  1. Waaa kyuppa yg ktmbak? Kirain sooeon yg kena.. Hehe.. Wah part ini kyuhyuk dan pasukan polisi lgsg ngepung leeteuk the genk.. Next..

  2. Kenapa leeteuk harus ditembak? Bukannya ditangkap? Padahal kan leeteuk udah didepan mata, tapi kenapa masih mau ditembak?
    Lanjut dong thor jadinya status kyu sama eunhyuk apa nih gagal atau berhasil?

  3. Wahh.. Kyuppa jdi gk setia sma tgs kepolisiannya..
    Teukki jga knpa diem aja..
    Soo jdi tkt klo kyu marah sma dy
    Part brkt.a lbh cpt di publish ya thorr,, dan bnykin kyuyoung moment.a

  4. Wah.. Kyuhyun jadi nyelamatin leeteuk tuh..
    Pdahal seharusnya di ada di pihak kepolisian.. Tp mau bgaimana lagi, leeteuk baik ke kyu sama hyuk

  5. aduh kyu tertembak gimana kalo leeteuk tau polisi itu adalah kyuhyin
    lalu apa yanv akan terjadi selanjutnya.
    next chapter ya thor

  6. krna dah trlalu lma gbung jd anggta mafia ngbuat Kyuppa jd canggung pas jdi polisi yg mau nmbak Jung soo oppa.
    next part…

  7. Uwaa uwaaa… kyuppa yang kena jadinya sih ya 😥,kyuppa udah mulai sayang tuh sama teukkie oppa… 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s