chapter

I’m Sorry, Jeongmal Part 4 END


Author: angelji ( @sparkling25 )
Judul: I’m Sorry, Jeongmal
Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun
Other cast: Find It
Genre: Romance, Sad
Length: Series

Akhirnya FF ini udah part terakhir juga. Maaf kalau selama ini kalian kurang puas sama ceritanya atau karna postingannya yang terlalu lama. Terbukti dengan komentar yang turun drastis. Tapi semoga part terahir ini memuaskan kalian ya^^
Kita mulai sekarang ya^^

AUTHOR POV

“Aku…” Kyuhyun menatap Sooyoung yang semakin menjauh darinya. Kyuhyun lalu melapaskan pelukan Seohyun perlahan dan memutar badannya agar bisa berhadapan dengan Seohyun.
“Oppa, kumohon.” lirih Seohyun.
“Aku tahu perasaanmu. Tapi aku tidak bisa Seohyun-ah. Aku sudah terlalu banyak menyakiti Sooyoung, jadi aku ingin menebus semua kesalahanku padanya. Aku mohon mengertilah.” jelas Kyuhyun pada Seohyun.
“Tapi aku takut menghadapi penyakit ini sendirian. Aku takut saat aku harus meninggal nanti tidak ada yang menemaniku. Aku takut oppa.” air mata semakin deras keluar dari matanya.
“Kau masih tetap temanku. Kau masih bisa meminta bantuanku kapanpun.” Kyuhyun tersenyum tipis. “Tapi aku tidak bisa kembali padamu. Maafkan aku.” Kyuhyun lalu melepaskan cengkraman tangan Seohyun padanya.
Kyuhyun lalu masuk ke dalam mobilnya. Tidak lama pria itu melajukan mobilnya untuk mencari Sooyoung. Sementara Seohyun terduduk lemas sambil terus menangis meraung-raung memanggil nama Kyuhyun.

SOOYOUNG POV

Aku terus berjalan tanpa tahu harus kemana. Kedua kakiku seperti tidak bisa berhenti melangkah. Pikiranku juga terus melayang memikirakan apa pilihan Kyuhyun. Disatu sisi aku berharap Kyuhyun memilihku dan meninggalkan Seohyun. Tapi disisi lain aku mengingat bagaimana Kyuhyun begitu mencintai Seohyun.
“Sooyoung-ssi!!!” langkah kakiku terhenti saat mendengar suara lelaki yang sangat aku kenal.
Tiba-tiba ada sebuah pelukan yang aku rasakan dari belakang. Aku hafal betul siapa pemilik aroma tubuh seperti ini. Aku berusaha untuk tidak menangis. Tapi semuanya terasa sangat sulit. Aku masih tidak percaya dia berada disini untuk memilihku dari pada wanita yang membuatnya seakan menjauh dariku selama ini. Bahkan sekarang dia sedang memelukku.
“Maafkan aku. Aku tahu sangat sulit untukmu memaafkanku. Tapi aku mohon biarkan aku menebus semua kesalahanku padamu selama ini. Aku mohon.” mohon Kyuhyun tepat di telingaku, sehingga aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas.
Aku memutar tubuhku untuk menghadap dirinya. Aku melihat sorot mata memohon dari kedua mata Kyuhyun. “Kau ada disini?” tanyaku nyaris berbisik.
“Ne. Aku disini untuk memperbaiki semuanya. Semua yang sudah kulakukan padamu.” aku langsung memeluknya dengan erat. Dan saat itu juga airmata mengalir dengan sendirinya dari kedua mataku.
“KYUHYUN OPPA!!!” aku dan Kyuhyun melepaskan pelukan kami dan berbalik melihat siapa yang memanggil Kyuhyun hingga berteriak seperti itu.
“Seohyun-ah? Bagaimana kau bisa kesini?” Kyuhyun seolah mendapat jawaban saat melihat taksi dengan pintu yang terbuka tepat di samping Seohyun. “SEOHYUN-AH APA YANG KAU LAKUKAn?????” tanya Kyuhyun panik saat melihat Seohyun mengarahkan mata pisau ke pergelangan tangannya.
“Kalau kau tidak mau kembali padaku. Sebaiknya aku mati saja.” ucapnya.
Kami berdua saling bertatapan. “Kau sudah gila?”
“Ne, aku memang sudah gila. Apa kau tahu bagaimana aku mencarimu berbulan-bulan setelah aku kembali ke Korea? Tapi justru setelah aku memutuskan untuk melupakanmu, kau datang dengan sendirinya. Dan sekarang saat aku ingin kau kembali, kau justu memintaku untuk pergi darimu? APA KAU TAHU BAGAIMANA PERASAANKU SEKARANG????” teriaknya lagi histeris. Aku melihat beberapa orang memandang kami.
“Aku mohon tenanglah Seohyun-ssi.” ucapku mencoba menenangkannya. Tapi Seohyun justru menutup kedua telinganya menggunakan tangan.
“Aku tidak mau mendengarkan ucapanmu. Hal yang aku butuhkan sekarang hanyalah kyuhyun oppa. Jadi kumohon biarkan dia kembali padaku Sooyoung-ssi.” mohonnya dengan menangis.
Tiba-tiba kurasakan genggaman tangan Kyuhyun. Aku menoleh dan mendapati wajah memohon darinya. Aku tidak tahu apa yang dia inginkan dariku saat ini. Memohon agar aku tidak melepaskannya atau justru sebaliknya. Membiarkan dia bersama dengan Seohyun lagi.
“Kumohon jangan biarkan hatimu sakit lagi.” hanya itu yang Kyuhyun bisikan padaku.
“Maafkan aku Seohyun-ssi. Kyuhyun-ssi sudah mengatakan kalau dia tidak bisa bersamamu lagi. Jadi kali ini aku yang memohon padamu untuk melepaskannya.” aku melihat seohyun terkejut dengan apa yang kukatakan.
“Aku mohon.” lirih Seohyun lagi.
Aku menarik nafasku beberapa kali lalu kembali berbicara. “Seharusnya aku yang memohon padamu. Biarkan dia melupakanmu. Apa kau tahu bagaimana bertahun-tahun dia tersiksa karena tidak bisa melupakanmu? Dan apa kau juga tahu bagaimana sakitnya aku yang harus selalu berada dibawah bayang-bayang dirimu selama ini? Kau tahu? Aku jauh lebih sakit.” ucapku dengan airmata yang sebisa mungkin kutahan agar tidak mengalir.
“Tapi saat ini aku benar-benar membutuhkannya. Setidaknya disisa akhir hidupku.” mohonnya.
“Aku tidak akan egois. Aku akan membiarkanmu bersamanya selama sisa hidup yang kau katakan itu.” aku menyadari Kyuhyun menatapku tajam tapi aku hanya tersenyum padanya. “Tapi tidak untuk membuatnya kembali padamu. Aku rasa sekarang sudah waktunya untuk Kyuhyun-ssi bisa terbebas dari bayang-bayang dirimu Seohyun-ssi. Jadi kau bisa bersamanya, tapi tidak sebagai pasangannya, hanya sebagai temannya. Dan itu sudah keputusanku.” aku memandang Kyuhyun yang sedang tersenyum dan aku membalas senyuman itu.
“Maafkan aku Seohyun-ah. Aku harap kau bisa menemukan pria lain yang jauh lebih baik dari aku.” ucap Kyuhyun lalu membawaku pergi dari tempat itu.

AUTHOR POV

Pagi itu suasana rumah Kyuhyun dan Sooyoung terasa sangat damai. Memang hening, tapi tidak seperti keheningan yang biasa mereka rasakan sebelumnya. Ada kehangatan dalam keheningan itu, tidak lagi dingin atau bahkan kaku. Sekarang keduanya tampak mulai menikmati peran mereka sebagai suami-istri.
“Siang ini aku ada rapat diluar. Jadi kemungkinan ponsel akan aku matikan. Kalau sudah selesai, aku akan menghubungimu.” ucap Sooyoung ditengah-tengah sarapan mereka. Sooyoung memang memutuskan langsung bekerja karena dia tidak mau hanya diam dirumah menunggu Kyuhyun pulang dari kerjanya.
“Jangan terlalu lelah. Keadaanmu masih sangat rawan.” Sooyoung tersenyum lalu mengangguk.

KYUHYUN POV

“OH!!! Cho Kyuhyun-ssi, apa yang terjadi padamu? Kau tampak berbeda hari ini.” ucap Donghae.
“Apa yang berbeda?” tanyaku tidak mengerti.
“Kau tersenyum. Dan itu adalah sesuatu yang sangat mewah yang bisa aku dapatkan dari seorang Cho Kyuhyun. Bahkan mungkin bisa melebihi harga mobil sport keluaran terbaru.” guraunya.
“Jangan meledekku.” ujarku kesal dengan gurauannya yang menurutku berlebihan.
“Aku serius, Kyu. Sejak kita lulus kuliah, sulit sekali melihatmu tersenyum lepas seperti itu. Bahkan mungkin dalam setahun aku bisa menghitung dengan jari berapa kali kau tersenyum. Bahkan aku yakin senyuman itu dipaksakan.” Donghae lalu berdiri dihadapanku setelah memutar kursiku. “Tapi lihat sekarang. WOW!!!! Kau tersenyum dan aku tahu itu senyuman tulusmu setelah beberapa tahun.” lanjutnya.
“Apa aku begitu mengerikan? Dari ucapanmu tadi terdengar seolah-olah aku ini adalah sosok monster yang tidak tahu apa itu tersenyum.” ucapku.
“Bisa dibilang seperti itu.” kami berdua lalu tertawa bersama-sama. “Jadi apa yang membuatmu begitu bahagia?” tanya Donghae.
“Coba kau tebak.”
Donghae tampak berpikir sejenak. “Kau mungkin memenangkan lotre.” tebaknya.
Aku memukulnya dengan sebuah map yang berada tepat di hadapanku. “Kau pikir aku adalah kakek-kakek tua yang tidak punya kerjaan dan membeli lotre untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya?” ucapku kesal.
“Tapi seperti itulah wajah orang yang baru menang lotre. Persis seperti wajahmu sekarang ini.” aku memandang Donghae garang. “Baiklah, baiklah. Lalu apa yang membuatmu sangat senang?”
Aku meliriknya lalu tersenyum tipis. “Aku dan Sooyoung sudah baikan.” jawabku.
“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanya Donghae dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan ucapanku.
“Akan kuceritakan nanti. Tapi sekarang aku harus pergi rapat.” aku mengambil beberapa berkas yang sudah kurapikan. Tapi baru beberapa langkah aku berjalan, aku menghentikan langkahku dan menoleh ke arah Donghae. “Dan kau Lee Donghae-ssi. Apa akan terus berada disini dan tidak mengikuti rapat bersama bos dihadapanmu ini?”
“Aku tahu Cho Kyuhyun.” terdengar nada menggerutu dari suaranya.

AUTHOR POV

Malam itu Kyuhyun pulang sedikit larut. Jam di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam lebih. Saat masuk kedalam rumah, Kyuhyun tampak bingung saat melihat lampu kamarnya masih menyala.
“Apa Sooyoung belum tidur?” gumamnya.
Kyuhyun membuka pintu kamarnya secara perlahan. Dan tepat setelah pintu terbuka, dia melihat Sooyoung sedang membaca sebuah buku di atas kasur.
“Kau sudah pulang?” tanya Sooyoung.
“Ne, aku baru sampai. Kenapa kau belum tidur?” tanya Kyuhyun.
“Perasaanku tidak enak. Tidak tahu kenapa sejak tadi siang aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi.” jawab Sooyoung.
“Ada apa?”
“Aku juga tidak tahu.”
Tepat setelah perbincangan singkat itu berakhir, ponsel Kyuhyun berdering.
“Yeoboseyo?!” sapa Kyuhyun.
“…”
“Ne, saya Cho Kyuhyun. Ada apa?” Sooyoung hanya memperhatikan Kyuhyun yang sedang berbicara. Tapi perasaannya justru bertambah tidak enak.
“…”
“Dimana sekarang?”
“…”
“Baiklah, saya akan segera kesana.” tidak lama Kyuhyun langsung mematikan ponselnya.
“Ada apa?” tanya Soyoung cemas.
“Seohyun di rumah sakit. Seseorang menemukannya pingsan di pinggir jalan.” jelas kyuhyun.
“Ne? Lalu sekarang bagaimana?” tanya Sooyoung lagi.
“Aku akan pergi ke rumah sakit tempat dia dirawat. Kau tunggu dirumah.”
Saat kyuhyun akan mengambil kembali jas yang dia simpan di kursi, Sooyoung menahan lengannya. “Aku ikut.” mohon Sooyoung. Kyuhyun menatap Sooyoung dan megangguk.
Kyuhyun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal. Meskipun Sooyoung terus memintanya untuk mempercepat laju mobilnya, tapi dia tidak menghiraukan ucapan istrinya itu. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada mereka berdua. Karena melihat Sooyoung yang panik, Kyuhyun berusaha tenang meskipun sebenarnya dia juga cemas dengan keadaan Seohyun.
Begitu sampai di rumah sakit tempat Seohyun di rawat, Kyuhyun dan Sooyoung langsung menuju ruang ICU.
“Permisi, apa ada pasien yang bernama Seo Joo Hyun?” tanya Kyuhyun pada seorang perawat yang kebetulan berada disana.
“Anda ada hubungan apa dengan Seo joo Hyun-ssi?”
“Kami berdua temannya.”
“Dia sedang diperiksa dokter di dalam. Mungkin sebentar lagi akan selesai.” jelas perawat itu pada Kyuhyun dan Sooyoung.
“Gamsahamnida.”
“Aku takut Kyuhyun-ssi.”
“Tenanglah.” Kyuhyun memeluk Sooyoung untuk membuatnya tenang.
Keduanya menunggu sekitar dua puluh menit. Setelah itu, seorang dokter keluar dari dalam ruangan ICU dan aroma khas rumah sakit langsung tercium begitu pintu putih itu terbuka.
“Bagimana keadaanya?” tanya Sooyoung langsung.
“Kalian…”
“Kami temannya.” ucap Kyuhyun.
“Dia sudah sadar. Tapi kami tidak yakin dia bisa bertahan.”
“Apa maksudmu?” tanya Sooyoung.
“Keadaannya sudah sangat parah. Operasi atau tindakan pengobatan tidak akan berguna untuknya.” Sooyoung langsung memeluk Kyuhyun dan menangis dalam pelukan suaminya itu.
Kyuhyun yang masih memeluk Sooyoung membuka pintu ICU perlahan setelah dokter itu pergi. Keduanya melihat Seohyun sedang menatap kosong ke langit-langit ruangan berwarna putih itu.
“Seohyun-ssi.” panggil Sooyoung pelan.
Seohyun memutar kepalanya perlahan. Tepat saat itu airmatanya langsung menetes dari sudut matanya. “Sooyoung-ssi, Kyuhyun oppa.” panggilnya pelan.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Sooyoung setelah duduk di samping kasur Seohyun. Seohyun hanya tersenyum untuk menjawab pertanyaan Soyoung itu.
“Bolehkah aku meminta sesuatu dari kalian?” tanya Seohyun masih dengan suara yang lemah.
“Tentu.” jawab Kyuhyun.
“Jika nanti aku meninggal. Tolong kuburkan aku disamping makam ibuku oppa. Aku pernah membawamu kesana beberapa kali, jadi aku yakin kau masih mengingat tempat itu. Anggap saja ini sebagai permintaan terakhirku.” ucap Seohyun.
“Kau akan baik-baik saja Seohyun-ssi.” ucap Sooyoung memberi semangat.
“Aku jauh lebih tahu bagaimana keadaanku sekarang ini Sooyoung-ssi.” Seohyun menghela nafasnya. “Maafkan aku karena berusaha merebut Kyuhyun oppa darimu. Selama ini aku pikir Kyuhyun oppa tidak akan menjadi milikmu, karena aku pikir dia masih mencintaiku. Tapi ternyata semua pemikiranku salah. Karena itu tolong maafkan aku. Dan berbahagialah bersamanya saat aku sudah pergi nanti.” lanjutnya.
“Apa yang kau bicarakan?” nada suara Sooyoung meninggi. Bukan memarahi, tapi karena Sooyoung tidak suka dengan cara bicara Seohyun yang seolah-olah tahu kapan maut akan datang menjemputnya.
Seohyun menarik tangan Sooyoung pelan dan menggenggamnya. “Jadilah istri yang terbaik untuk Kyuhyun oppa. Kau tahu? Itu adalah impianku sejak dulu. Tapi melihat Kyuhyun oppa memilihmu dihadapanku, membuatku sadar kau adalah yang terbaik untuknya. Jadi kumohon jangan mengecewakan aku. Dan selamat tinggal untuk kalian berdua. terima kasih sudah datang dikehidupanku.” tepat setelah kata terakhir diucapkannya. Tangan Seohyun terlepas dari tangan Sooyoung dan jatuh disamping tubuhnya.
Kyuhyun yang menyadari itu langsung berlari keluar memanggil dokter. Sementara Sooyoung terus menangis memanggil nama Seohyun.
Tidak lama Kyuhyun masuk dengan seorang dokter yang langsung memeriksa keadaan Seohyun. Hanya sekitar lima menit dokter itu langsung menghampiri Kyuhyun dan Sooyoung yang menunggu di dekat pintu.
“Bagaimana?” tanya kyuhyun.
“Maaf, dia sudah tidak ada.” ucap dokter itu sambil menunduk.
“SEOHYUN-SSI!!!!” teriak Sooyoung dan langsung mendapatkan pelukan dari Kyuhyun.
“Tenanglah. Seohyun akan sedih melihatmu seperti ini.” Sooyoung tidak menjawab, dia hanya bisa memeluk suaminya itu dengan terus menangis.

SOOYOUNG POV

Aku tidak tahu sekarang harus sedih atau bahagia. Disatu sisi aku sedih karena baru kehilangan Seohyun, seseorang yang kuanggap teman meskipun hubungan kami tidak terlalu baik. Sementara disisi lain aku bahagia karena hubunganku dan Kyuhyun yang semakin membaik.
“Kau mau pulang sekarang?” tanya Kyuhyun.
Aku dan Kyuhyun baru saja selesai menghadiri pemakaman Seohyun. Tapi rasanya sangat sulit melangkah pergi dari sini.
“Kita bisa kembali lagi kesini lain waktu. Kau harus ingat kesehatanmu belum sepenuhnya pulih.” ucap Kyuhyun lagi.
“Baiklah.” aku menuruti ucapan Kyuhyun dan mulai melangkahkan kakiku meninggalkan makam Seohyun yang masih dipenuhi oleh taburan bunga diatasnya.
Aku akan menjaga Kyuhyun dengan hatiku Seohyun-ssi. Dan aku akan mencintainya seperti kau mencintai Kyuhyun. Aku berjanji akan hidup lebih baik dengannya mulai sekarang. Dan aku harap kau juga akan bahagia ditempatmu sekarang.

END

Gimana? Akhir yang membahagiakan atau akhir yang aneh? Kalian nilai sendiri aja ya^^
Aku mau ngucapin terima kasih buat kalian yang selama ini mau dengan setia membaca fanfic-fanfic buatan aku. Dan terima juga buat yang mau ngasih komentar atau like. Semoga aku bisa menghasilkan karya lain dalam waktu dekat ya^^
See You….

Advertisements

69 thoughts on “I’m Sorry, Jeongmal Part 4 END”

  1. endingnya campur bahagia & sedih. bahagia krn akhirnya kyuyoung bersatu & sedih krn seo meninggal. krn mgkn aja ada cara lain kyuyoung bersatu tnpa buat seo meninggal T__T mgkn cast baru hahah.
    pengennya sih ada AS/sekuel. krn hubungan kyuyoung baru aja membaik, jdnya belom keliatan jls kebahagiannya ^^

  2. Utg aja kyu masih ngejar soo.. Klo gak, past berakhr tdk bhagia.. Hiks.. Tp kurang sweet scenenya thor.. Alias scene kyu dan soo kek keluarga bhagia gtu.. Yah tp gpplah. Yg ptg crtnya dr awal ckup ngubek2 hati para pembaca dan berakhr happy… Di tgu karya2 lainnya yah thor

  3. endingnya kyuyoung bersatu jg, hfft kasian jg sm seo.. ok thx author udh selesain ff nya, ditunggu ff selanjutnya dgn konflik yg lebih greget ya heheh

  4. jujur, rada lupa ceritanya sbnarnya. tp saya berusaha mngingat, n I remember !! what a beautiful ending. akhirnya kyuyoung bs mnjlani khdupan dg tenang. keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s