Songfic

Storm


Author: anjelji ( @sparkling25 )

Judul: Storm

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Other cast: Find It

Genre: Romance, Songfic

Length: Oneshoot

ANNYEONG!!! Aku bawa songfic lagi nih, aku bikin ini soalnya aku suka banget sama lagunya yang dalem banget apalagi dinyanyiin sama lead vokalnya SuJu yang suaranya keren banget. Semoga ada dari kalian yang juga suka sama lagu ini, ya^^

Maaf ya kalau jalan ceritanya kecepetan^^

Sekarang kita mulai….

Geuman malhae

Geu ipsureul yeolgido jeone modeungeol

Arabeorin naega wonmangseureopda

(Berhenti bicara

Aku membenci diriku karena mengetahui semuanya

Bahkan sebelum kau membuka mulutmu)

 

AUTHOR POV

“Jadi kau akan bertunangan dengan Changmin?” tanya Kyuhyun pada Sooyoung yang sekarang sedang duduk dihadapannya.

“Hmm, kami akan bertunangan dua minggu lagi. Lalu bulan depan kami akan menikah. Kau tahu, aku sangat bahagia sekarang.” kata Sooyoung semangat tanpa meyadari bagaimana ekspresi wajah sahabatnya Kyuhyun. “Kau adalah orang pertama yang tahu tentang hal ini karena…” kata Sooyoung lagi.

“Sebenarnya aku sudah tahu bahkan sebelum kau memberitahukannya padaku.” potong Kyuhyun tanpa memandang Sooyoung.

“Jeongmal? Dari siapa?” tanya Sooyoung.

“Kemarin appamu memintaku untuk mencari gedung untuk acara pertunangan kalian berdua.” jawab Kyuhyun.

“Oh.” Sooyoung hanya mengangguk sebagai responnya. “Lalu apa kau sudah mendapatkannya?” tanya Sooyoung lagi.

“Hmm, tidak jauh dari sini. Kau mau melihatnya?” tanya Kyuhyun.

“Apa bisa?” Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu ayo. Lagi pula kita sudah selesai makan siang, kan?” kata Sooyoung lalu menarik tangan Kyuhyun.

“Kau tunggu di mobil, aku bayar makanannya dulu.” kata Kyuhyun dan dibalas anggukan oleh Sooyoung.

Setelah Sooyoung mulai meninggalkannya, Kyuhyun tersenyum kecut. “Seharusnya aku tidak pernah mencintainya.” katanya bergumam.

Geojitmallo

Domanggago sipjiman neoui du nuni

Ijen annyeongira mareul hane

 

(Aku ingin berbohong dan pergi jauh

Tapi kedua matamu memberitahukan kepergian)

 

KYUHYUN POV

Hari ini aku mengantar Sooyoung ke butik tempatnya memesan pakaian untuk pertunangannya nanti. Awalnya aku menolak, tapi Sooyoung terus memaksa hingga akhirnya aku menyerah dan menuruti keinginannya.

“Oppa, lihat ini.” panggil Sooyoung. Aku menoleh dan mendapati Sooyoung memakai gaun putih selutut berhiaskan pita transparan di bagian pingganya. “Apa menurutmu ini bagus?” tanya Sooyoung. Aku hanya tersenyum sebagai jawaban. “Aku benar-benar tidak sabar untuk memakainya.” kata Sooyoung tersenyum.

“Kau pasti akan terlihat luar biasa saat memakainya nanti.” komentarku. Sooyoung tersenyum senang mendengar ucapanku.

“Kalau begitu aku akan berganti pakaian lalu kita makan siang setelahnya.” kata Sooyoung lagi, aku hanya mengangguk.

Entah kenapa saat melihat dia tersenyum bahagia sekarang justru membuatku merasa bahwa dia akan pergi jauh dariku. Aku merasa dia tidak akan bisa lagi ku gapai saat sebuah cincin akan menghiasi jari manisnya nanti. Tapi aku hanya bisa tersenyum untuk menutupi perasaanku yang sebenarnya.

“Ada yang ingin kukatakan, Soo.” ucapku. Sooyoung yang sedang sibuk mengunyah makannya mengalihkan perhatiannya padaku.

“Apa?”

“Saranghae.”

“Ne?”

“Saranghae. Aku tahu aku tidak seharusnya mengatakan ini sekarang, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Aku hanya ingin kau mengetahuinya.” aku tersenyum pahit.

“Oppa, kau….” dia tampak terkejut.

“Aku tahu ini bukan waktu yang tepat. Tapi aku ingin kau tahu sebelum kau benar-benar pergi dariku. Aku tidak berharap kau akan membatalkan pertunangan atau bahkan pernikahanmu, aku hanya ingin kau tahu perasaanku yang sesungguhnya.” kataku lagi.

 

Gyeou garyeogo maeumeul jaba

Geochin pokpungcheoreom millyeowatda

Machi bitmulcheoreom

Jiwojil unmyeongigetjiman

 

(Akhirnya aku menyiapkan hatiku untuk pergi

Dan ini datang padaku seperti badai yang hebat

Ini mungkin bisa menjadi takdir yang akan terbawa pergi seperti hujan)

 

KYUHYUN POV

“Aku tahu kau bahagia bersama Changmin, karena itu aku mohon tetaplah seperti itu. Karena itu setelah aku berpikir, aku akan mulai untuk berhenti mencintaimu mulai hari ini. Sekarang aku hanya bisa berharap hujan bisa membawa perasaanku pergi bersamanya.” kataku sambil melihat hujan yang turun di luar. “Kenapa kau menangis?” tanyaku saat melihat air mata jatuh dari matanya.

“Kau seharusnya mengatakan ini lebih awal, saat aku belum bersama Changmin oppa. Kenapa kau justu baru mengatakannya sekarang? Wae oppa?” tanyanya sambil terisak.

Aku lalu duduk disampingnya dan membawanya ke dalam pelukanku. “Aku mohon jangan menangis. Aku akan tetap menjadi Cho Kyuhyun sahabatmu yang akan selalu ada saat kau membutuhkanku. Jadi untuk apa kau menangis?” tanyaku lagi.

“Karena aku juga mencintaimu. Dan karena kau justru mengatakannya saat aku sedang mulai melupakanmu.” jawabnya dengan suara yang nyaris tidak terdengar. Aku melepaskan dekapanku dan memegang bahunya.

“Lupakan aku, Soo. Changmin jauh lebih baik.” kataku lagi

“Tapi…”

“Aku tahu Changmin akan membuatmu lebih bahagia karena aku tahu dia sangat mencintaimu.” potongku dan mencoba tersenyum meskipun rasanya sangat menyakitkan.

Kkaejin geoul wie maejeojin

Inyeonboda deouk apatgie

I georeumui kkeuteul bonaeneun maeumeul

Neon moreugetji

 

(Karena ini lebih menyakitkan dari takdir gelas yang hancur

Dan akhir dari jalan ini,

Aku membiarkanmu tahu

Tapi kau tidak mau tahu)

 

SOOYOUNG POV

“Apa maksudmu? Apa kau akan pergi sebelum acara pertunanganku?” tanya Changmin hampir berteriak. “Kau adalah orang yang paling aku harapkan untuk datang. Tapi kenapa kau justru lebih mementingkan pekerjaanmu, Kyu?” tanyanya lagi masih dengan nada bicara yang sama.

“Maafkan aku. Tapi aku benar-benar harus pergi, ini semua menyangkut kelanjutan perusahaan. Jadi aku mohon mengertilah.” bujuk Kyuhyun yang tahu sahabatnya itu sedang marah padanya.

“Soo, apa ayahmu tidak bisa membatalkan kepergian Kyuhyun?” tanya Changmin padaku yang dari tadi hanya diam. Aku memandangnya lalu menggeleng. “Ah, ini semua membuatku kecewa. Sebaiknya aku pergi sebelum aku benar-benar membencimu.” katanya pada Kyuhyun lalu pergi meninggalkan kami berdua yang sekarang hanya diam di tengah meja kerja berdua.

“Jadi oppa benar-benar akan ke Inggris?” tanyaku pelan.

“Ne.” jawabnya singkat.

“Wae?” tanyaku lagi. Tidak ada jawaban, aku mengangkat kepalaku yang dari tadi menunduk dan mendapati Kyuhyun sedang memandangiku. Lalu tiba-tiba dia tersenyum, seperti senyum terluka.

“Untuk melupakanmu.” jawab Kyuhyun akhirnya. Aku memandangnya sedih, jawabannya membuatku merasa seperti wanita yang tidak pantas dicintai. Ini benar-benar menyakitkan.

“Kenapa harus dengan cara seperti itu?” tanyaku lagi mencoba untuk tidak menangis.

“Karena kalau aku tetap disini, aku tidak akan pernah bisa untuk melupakanmu. Terlalu banyak kenangan indah tentangmu disini, Soo.” jawabnya.

“Tapi kalau kau pergi aku bagaimana? Apa kau yakin aku akan tetap melanjutkan pertunangan atau bahkan pernikahanku dengan Changmin oppa kalau kau benar-benar pergi?” tanyaku lagi yang kini sudah menangis.

“Hanya kau yang tahu jawabannya. Cobalah untuk tidak bergantung padaku lagi.” katanya.

“Tapi aku bukan hanya bergantung padamu, aku juga membutuhkanmu oppa. Bahkan…”

“Sudahlah, Soo.  Aku tidak ingin mendengarkan ucapanmu lagi.” potongnya lalu tiba-tiba pergi begitu saja dari ruangan rapat yang dari tadi kami tempati.

 

Geuman ureo

Geu nunmure jeotgido jeone modeungeol

Arabeorin naega wonmangseureopda

(Berhenti menangis

Aku membenci diriku karena mengetahui semuanya

Sebelum kau membasahiku dengan air matamu)

 

AUTHOR POV

“Sudahlah, lagi pula aku juga pasti akan kembali lagi ke Korea. Kenapa kau menangis terus?” tanya Kyuhyun pada Sooyoung yang terus menangis semenjak mereka dalam perjalanan menuju bandara.

Tapi tidak ada respon apapun dari Sooyoung. Gadis itu hanya terus menangis di pelukan Kyuhyun. Tidak ada orang lain disitu, hanya ada keduanya karena orang tua Kyuhyun sedang di luar kota. Sementara teman atau kenalannya yang lain sedang sibuk dengan urusannya masing-masing karena ini adalah jam kerja.

“Aku tahu akan begini kalau kau datang. Bukankah sudah aku bilang untuk tidak mengantarku? Kau hanya akan membuat bajuku basah kalau kau terus menangis seperti ini.” keluh Kyuhyun pada Sooyoung berharap dia mau berhenti menangis. Tapi caranya tidak berhasil membuat Sooyoung menghentikan tangisannya.

Tapi tiba-tiba Sooyoung melepaskan pelukannya. Wajah Sooyoung tampak sangat berantakan, tidak seperti Sooyoung yang biasa Kyuhyun lihat. “Bisakah oppa membatalkan kepergian oppa ini?” tanya Sooyoung penuh harap.

“Maaf, Soo. Aku sudah ada disini, dan aku tidak mau kembali hanya untuk menyakiti hatiku sendiri.” jawab Kyuhyun menyesal.

“Aku mohon!!!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanda menolak permohonan Sooyoung.

Tidak lama terdengar panggilan yang memberitahukan pesawat Kyuhyun akan segera berangkat. Sooyoung memandang Kyuhyun dengan tatapan memohon sekali lagi berharap pria itu kali ini mau mengabulkan permohonannya. Tapi Kyuhyun lagi-lagi menggeleng.

“Aku harus pergi sekarang.” pamit Kyuhyun dan mulai melepaskan genggaman tangannya dari Sooyoung.

Kyuhyun terus berjalan meninggalkan Sooyoung yang terus memanggil namanya. Kyuhyun ingin berbalik dan memeluk Sooyoung sekarang. Tapi kalau dia melakukannya, akan semakin sulit untuknya melepaskan Sooyoung. Hingga Sooyoung tidak dapat lagi melihat Kyuhyun dengan matanya, Kyuhyun sama sekali tidak berbalik.

Geojitmallo

Pihaeboryeo hajiman neoui du nuni

Ijen annyeongira mareul hane

 

(Aku ingin berbohong dan menghindar tapi

Kedua matamu memberitahukan kepergian)

 

CHANGMIN POV

Sudah dua jam sejak acara pertunanganku dan Sooyoung selesai, aku sama sekali tidak melihat senyuman terukir di wajah cantiknya. Dia hanya tersenyum saat kami menyapa para tamu yang datang ke acara pertunangan ini. Apa ini semua karena Kyuhyun?

“Kau mau aku ambilkan sesuatu?” tanyaku. Dia hanya menggeleng.

“Apa Kyuhyun oppa sudah menghubungimu?” tanyanya dengan tatapan penuh harap. Sepertinya tebakanku benar, dia begini karena Kyuhyun.

“Belum. Tapi aku dengar dari noonanya kalau begitu dia sampai, dia tinggal di sebuah apartement di tengah kota London.” jawabku. “Apa kau…merindukannya?” tanyaku balik.

Sooyoung hanya diam, tapi tatapan sedih dan terluka di wajahnya sudah menjadi jawaban yang cukup jelas untukku. Sepertinya aku memang tidak akan pernah bisa menggantikan Kyuhyun di hatinya.

“Apa kau masih mencintainya?” tanyaku lagi.

“Siapa?”

“Aku tahu kau mau menerimaku menjadi namjachingu karena kau ingin melupakan Kyuhyun. Dan aku tahu meskipun sekarang ada sebuah cincin yang melingkar di jari manis kita berdua, tapi hatimu tidak pernah benar-benar ada untukku. Bahkan aku yakin sekarang yang kau pikirkan hanya Kyuhyun. Aku benar, kan?” aku memutar tubuh Sooyoung untuk memandangku.

“Mianhe, oppa.” katanya.

Aku tersenyum, “pergilah. Pergilah temui Kyuhyun, aku yakin dia juga masih mencintaimu.” kataku. Dia menatapku tidak yakin.

“Tapi dia bilang dia ingin melupakanku.” katanya sedih.

Aku tertawa, “memangnya kau pikir hanya dalam waktu kurang dari seminggu apa yang bisa dia lakukan untuk melupakan tentangmu, hah?” tanyaku.  Dia lagi-lagi hanya memandangku tanpa memberikan tanggapan. “Kejar dia, Soo.”

“Tapi oppa?” tanyanya.

“Aku tahu akan menyakitkan saat mengetahui kenyataan bahwa orang yang kau cintai bahkan sudah menjadi tunanganmu justru memilih untuk pergi mengejar cinta pria lain. Tapi akan lebih menyakitkan melihatmu menatapku dengan tatapan kosong seperti ini. Tubuhmu memang disampingku, tapi hati dan pikiranmu akan selalu berada bersama Kyuhyun. Jadi kejarlah cintamu untukku.” kataku meyakinkan.

Dia tiba-tiba memelukku, “gomawo oppa.” aku mengangguk. Tapi dia tiba-tiba melepaskan pelukannya. Dan dia menatapku dengan tatapan bingung.

“Wae?”

“Bagaimana dengan kedua orang tua kita? Mereka pasti akan marah besar.” tanyanya.

“Tenang saja, aku akan mengurus semuanya. Kau hanya tinggal pergi. Begitu urusan orang tua kita selesai, aku akan langusng menghubungimu.” kataku. Dia mengangguk senang.

Meskipun mungkin aku tidak bisa memilkimu, tapi setidaknya aku bisa membuatmu bahagia dengan caraku Choi Sooyoung. Terima kasih kau sudah pernah memberikan cintamu untukku.

 

Tteugeopdeon sarang yeolbyeongeul arko

Memalla beorin ipsul geu wiro

Heulleonaerineun nae

Nunmurui uimireul neon moreugetji

 

(Aku sakit karena demam cinta

Arti air mata yang menetes ke bibirku yang kering

Kau tidak akan pernah tahu)

 

KYUHYUN POV

Aku memandang koran ditanganku dengan tatapan kosong. Sudah hampir sepuluh hari aku disini, tapi yang ada dipikiranku setiap harinya hanya Sooyoung. Kenapa aku sangat mencintai gadis itu hingga sangat sulit untuk melupakannya? Kau tidak akan pernah tahu bagaimana sakitnya aku saat memikirkanmu bersama pria lain. Kau tidak akan pernah tahu Choi Sooyoung.

“Apa aku bisa melupakanmu, Soo? Tapi bagaimana caranya?” tanyaku entah pada siapa.

Aku mengambil ponselku yang berdering dan memunculkan nama Changmin disana. Aku memandangnya malas. Aku memang tidak pernah menghubungi siapapun selain orang tua serta noonaku selama disini. Tapi mungkin kali ini aku harus menerima telponnya.

“Yeoboseyo!!!” sapaku.

“YA!!! Kau pikir aku ini siapa? Kenapa kau sama sekali tidak pernah mengubungiku. Setelah kau pergi begitu saja saat aku akan bertunangan, sekarang kau tidak menghubungiku sama sekali. Apa kau ada di tempat antah berantah yang tidak bisa menemukan sinyal telepon?” katanya panjang lebar.

“Mianhe, Changmin-ah. Aku hanya belum sempat menghubungimu. Ada apa kau menghubungiku?” tanyaku.

“Pertanyaan macam apa itu? Aku ini sahabatmu, apa pantas kau menanyakan pertanyaan seperti itu padaku?” tanyanya.

“Maaf. Bagaimana pertunanganmu dengan Sooyoung?” tanyaku meskipun sebenarnya aku enggan menanyakannya.

“Berjalan dengan lancar. Tapi sekarang Sooyoung sedang pergi.” katanya.

“Kemana?” tanyaku lagi.

“Untuk apa kau tahu?” tanyanya balik.

“Kalau kau tidak mau memberi tahu juga tidak apa-apa. Lagi pula sekarang Sooyoung sudah bukan urusanku lagi. Aku juga sudah tidak terlalu perduli dengannya. Lagi pula bukankah sekarang dia sudah memilikimu?” kataku.

“Kau yakin sudah melupakannya? Tidakkah kau masih mencintainya?” tanya Changmin. Aku tidak terkejut karena Changmin memang tahu aku mencintai Sooyoung.

“Tidak, aku sudah tidak mencintainya. Lagi pula untuk apa aku mencintai wanita yang sudah memiliki pria lain. Aku bukan pria bodoh yang harus terus mencintai wanita yang tidak mungkin aku gapai.” kataku dan tiba-tiba air mata menetes dari mataku.

“Kau yakin?”

“Hmm, aku yakin.”

“Tapi bagaimana kalau dia lebih memilihmu?” tanyanya.

“Apa maksudmu? Lagi pula kalau dia memilihku, aku tidak akan menerimanya. Karena aku tahu dia tidak akan kembali.” kataku.

“Oppa, tapi aku ada disini.” ucap seseorang dari belakangku. Aku menoleh dan mendapati Sooyoung sedang menangis di ambang pintu apartementku.

“Soo…Sooyoung???” tanyaku bingung.

“Dia bukan untukku, Kyuhyun-ah. Dia akan jauh lebih bahagia bersamamu dari pada denganku.” ucap Changmin di seberang telpon sebelum dia mengakhiri panggilannya.

“Apa oppa benar-benar sudah melupakanku?” tanya Sooyoung lirih. Aku diam seribu bahasa karena masih terkejut dengan kedatangannya. “Aku mungkin tidak seharusnya datang kemari. Karena ternyata sia-sia saja aku datang mengejarmu kemari karena ternyata kau tidak menginginkan kehadiranku. Kalau begitu aku pergi saja.” katanya yang menangis lalu berjalan meinggalkanku.

“Sooyoung tunggu.” tapi terlambat, dia sudah pergi.

 

Deo meoreojiryeogo neomu aesseujima imi nae momeun jogangna

Kkaejyeobeoryeosseo nega wonhaetdeon daero

Hege han georeumdo deoneun gakkai

Gal su eobseo

(Jangan mencoba terlalu keras untuk pergi jauh

Tubuhku sudah hancur menjadi kepingan seperti yang kau inginkan

Aku tidak bisa mendekat padamu)

 

AUTHOR POV

“CHOI SOOYOUNG TUNGGU!!!!” teriak Kyuhyun begitu mendapati gadis cantik itu sedang berjalan lemah di tengah-tengah ribuan orang di bandara.

Sooyoung yang merasa namanya dipanggil pun menoleh dan mendapati Kyuhyun yang sedang berlari ke arahnya. Dan air mata sukses keluar dari mata indahnya karena dia pikir Kyuhyun tidak akan datang untuk mengejarnya.

“Kyuhyun oppa!!!” seru Sooyoung lemah. Kyuhyun langsung memeluk Sooyoung erat.

“Kajima. Meninggalkanmu saat itu menjadi keputusan terburuk yang pernah aku buat. Dan saat itu hatiku benar-benar hancur menjadi kepingan, jadi aku mohon jangan membuat hatiku kembali hancur lagi.” kata Kyuhyun. “Tidak berada di sampingmu dan membiarkanmu memilih pria lain merupakan hal terbodoh yang pernah aku buat. Jadi biarkan aku menebus kebodohanku itu. Aku mohon.” pinta Kyuhyun dalam pelukannya.

“Oppa memang bodoh, tapi aku tidak bisa hidup tanpa oppa yang bodoh itu.” kata Sooyoung sambil mempererat pelukannya.

“Jadi kau mau memaafkan kebodohanku itu?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung melepaskan pelukannya dan mengangguk saat kedua manik mata keduanya bertemu. Kyuhyun tersenyum lega saat melihat gadis yang dicintainya itu memaafkannya.

“Tapi ngomong-ngomong, dari mana kau dapat kunci apartementku?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung tersenyum, “aku bilang pada petugas keamanan kalau pintu kamarmu rusak dan aku meminta kunci penggantinya.” jawab Kyuhyun.

“Kebiasaan jahilmu memang tidak pernah berubah.” gurau Kyuhyun.

“Aku kan belajar dari oppa.” keduanya tertawa bersama lalu Kyuhyun membawa Sooyoung kembali ke apartementnya, setidaknya sebelum mereka kembali ke Seoul untuk meminta restu dari kedua orang tua mereka.

END

Gimana? Bosen ya??? Maaf ya soalnya aku buat ini supaya kalian ngak lupa sama aku, tapi kayaknya terlalu maksa deh. Aku mohon jangan minta sequel ya, soalnya aku ngak yakin bisa bikin sequelnya^^

Sekarang aku tunggu komentar sama likenya, ya^^

Advertisements

69 thoughts on “Storm”

  1. Ga tau kp lg suka lagu2 galau ballad membahana haha nah pas bgt sama kyuyoung yg sendu2 gitu 😀 sering2 ya buat kyk gini tp happy end. Hwaiting !!

  2. Kirain bakalan nangis bombay!!
    Eeehhhh…rupany happy ending

    Emang sih alurny kecepatan
    Tp gg pa2 deh ntar law alur ny lambat bakal jd series ff ny bkan oneshot lg!! Hhhaaaa…
    Daebak
    D tgg ff lainny 😉

  3. Engga bosen kok chingu aku malah suka, agak kecepetan sih alurnya tapi mengingat ini songfic jadi sah sah aja deh hehe.. Gomawo udah bikin changmin oppa baik disini dan ngerelain kyuyoung bersama

  4. Kirain sad ending,soalnya kan storm lagunya sedih
    Tapi untung aja kyuyoung bisa bersatu hehe,suka sama ceritanya
    Keep writing thor,sebenernya sih pengen minta sequel tapi ga boleh hehe

  5. Waaa bagus!
    Kirain endingnya tetep changsoo! Eh ternyata kyuyoung! Yeay! 😀
    baiknya changmin mau ngalah buat kyu~ 😀

  6. aku pernah nonton fmv yang judulnya sma, kirain bakal sama juga ceritanya ternyata tidak
    aku lebih suka ini soalnya happy end
    khkhkh
    joha

    keep write chingu 😀

  7. keren! Petugas keamanannya percaya sama kejahilan Soo eonni xD makasih buat Chang Oppa yg mau relain ex.tungangannya buat Kyuhyun Oppa :’) . Kalo bisa AS nya ya, thor! ^^9

  8. daebak nice ff ,
    tapi rada kasian sam changmin oppa yang rela berkorban .
    ywdh min oppa sama aku aja ya haha

  9. Hufft.. Aku kira ENDnya ChangSoo..
    Untung aja ndak! Keren Eon!!
    Nice FF.. Lumayan suka sama sifat Changmin Oppa yang rela berkorban…
    KyuYoung bersatu deh!!
    Keep writing ya Eon!

  10. Hihi, kirain aku si Kyuppa kena ‘cinta bertepuk sebelah tangan’, eh taunya Soo juga punya perasaan yang sama kayak dia. Changmin mulia banget, ngerelain wanita yang dicintainya sama Kyuhyun. Ah, jadi semakin cinta sama Changmin. Kirain bakalan sad end, tapi ternyata happy ending. Kalo menurut aku alurnya gak terlalu cepat kok, kan namanya juga Oneshoot. Alurnya udh pas kok, karna intinya disini menceritakan Kyuhyun – Sooyoung – Changmin. Semangat ya nulisnya, ditunggu karya ttg KyuYoung lainnya (•ˆ⌣ˆ•)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s