oneshoot

I Need You


Author: anjelji (@sparkling25)

Judul: I Need You

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find it…

Genre: Romance, Family

Length: Oneshoot

Annyeong^^ maaf kalau aku menghilang agak lama, aku lagi ngak punya ide. Tapi akhirnya aku dapet ide dan berhasil bikin FF ini. Semoga feelnya dapet ya, soalnya waktu aku bikin aku agak yakin kalau feelnya ngena. Kar’na aku takut ceritanya membosankan dan terlalu panjang. Tapi aku berharap ini bisa berhasil kayak FF sebelumnya yang cukup berhasil^^

Cerita ini aku buat setelah liat film India, tapi aku ngak tahu judulnya apa. Dan ceritanya sengaja aku buat beda, cuma peran ceweknya doank yang sama-sama sakit kanker…

Let’s begin^^

SOOYOUNG POV

“Kau tidak sarapan dulu?” tanyaku pada Kyuhyun, suamiku. Tapi bukannya jawaban, yang kudapat hanya tatapan sinis dan dia berlalu begitu saja dari hadapanku.

Aku tidak tahu apa aku bisa menyebut hubunganku dengan Kyuhyun adalah sebuah hubungan rumah tangga atau bukan. Kami bahkan menikah karena dijodohkan. Aku mencintainya sejak kami sekolah menengah karena aku hampir setiap hari melihatnya di sekolah, tapi dia bahkan mungkin mengenal namaku hanya karena kami dijodohkan.

Dia tidak pernah menyapaku bahkan sejak kami baru selesai melaksanakan pernikahan di depan altar. Meskipun kami sudah memiliki seorang putri, tapi kami melakukannya karena saat itu Kyuhyun sedang mabuk. Dan dia menyalahkanku karena kehadiran putri kami , Cho Soohyun. Aku pikir dia bersikap dingin padaku karena kami belum saling mengenal, dan sikapnya akan berubah seiring berjalannya waktu, tapi nyatanya sampai sekarang dia tetap bersikap dingin padaku dan Soohyun. Kyuhyun bahkan tidak ada saat aku sedang melakukan persalinan.

“Eomma, aku tidak bisa tidur.” kata Soohyun merengek.

“Wae?” tanyaku lembut.

“Saat aku menutup mata, aku membayangkan seorang penyihir.” katanya polos.

Aku tersenyum, “kalau begitu biar eomma temani sampai kau bisa tidur. Bagaimana?” tanyaku.

“Ne.” jawabnya semangat.

Aku mengendong Soohyun ke dalam kamarnya. Saat akan masuk ke dalam kamar, kami berpapasan dengan Kyuhyun. Aku merasakan Soohyun mencengram lenganku dengan sangat keras meskipun Kyuhyun berlalu begitu saja. Soohyun yang ceria dan polos, akan langsung berubah menjadi pendiam dan ketakutan saat melihat Kyuhyun. Itu semua karena Kyuhyun tidak pernah mau bicara padanya, dan Kyuhyun juga pernah berteriak padanya.

FLASHBACK ON

AUTHOR POV

“Appa, lihat aku baru saja menggambar pemandangan.” kata Soohyun membawa selembar kertas gambar pada Kyuhyun yang sedang serius menatap layar komputer miliknya.

Merasa tidak di respon, Soohyun menarik lengan Kyuhyun hingga cangkir kopi yang ada di dekat tangan Kyuhyun terjatuh karena tersenggol. Kyuhyun yang sedang serius bekerja tersiram sedikit, sementara tangan Soohyun tersiram lebih banyak kopi panas milik Kyuhyun itu.

Kyuhyun bangkit dari kursi kerjanya lalu memandang Soohyun sengit, “APA YANG KAU LAKUKAN? APA KAU TIDAK BISA LIHAT AKU SEDANG BEKERJA? DAN SEKARANG KAU MENGOTORI PAKAIANKU. KELUAR!!!” kata Kyuhyun, tapi Soohyun hanya menangis karena tangannya terasa sangat panas.

Sooyoung yang mendengar Soohyun menangis dan Kyuhyun berteriak langsung masuk ke dalam ruang kerja Kyuhyun. Sooyoung langsung menghampiri Soohyun yang tampak sedang meniupi tangan kanannya sambil terus menangis.

“Apa yang terjadi sayang?” tanya Sooyoung pada Soohyun.

“Appa jahat, dia berteriak padaku.” kata Soohyun masih menangis. Sooyoung memandang Kyuhyun sedih.

“Appa tidak jahat. Itu karena appa sedang sibuk, sebaiknya kita keluar dan segera mengobati lukamu.” kata Sooyoung lalu membawa Soohyun keluar. Kyuhyun menatap Sooyoung tidak percaya, bagaimana mungkin dia masih mengatakan hal yang baik pada putrinya itu.

FLASHBACK OFF

KYUHYUN POV

Aku melihat itu lagi, tatapan sedih dan kecewa dari Sooyoung dan Soohyun. Tapi aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

Aku membuka penutup meja makan, dan disana sudah ada makanan yang tampak masih hangat. Aku memandang kamar Soohyun sekilas lalu menunduk, apa aku masih pantas di sebut manusia? Aku membuat istriku menangis hampir setiap hari karena sikapku padanya. Dan aku juga membuat putriku sendiri takut padaku.

“Apa makanannya masih hangat?” tanya Sooyoung yang ternyata sudah keluar dari kamar Soohyun. Aku hanya memandangnya sekilas tanpa menjawab. Entah kenapa seolah sangat sulit untuk mengeluarkan suaraku jika berada di dekatnya. Bahkan mungkin berapa kali aku berbicara padanya dalam seminggu bisa dihitung dengan jari.

“Makanannya masih hangat, aku ambilkan air minum untukmu.” katanya lagi lalu mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih yang dia letakkan di dekat piringku. “Aku akan tidur di kamar Soohyun, dia bilang dia tidak berani tidur sendirian malam ini.” katanya. Meskipun aku yakin dia tahu aku tidak peduli dia akan tidur dimana.

Tidak lama aku melihat Sooyoung masuk ke dalam kamar Soohyun lalu menutup pintunya. Aku langsung makan makanan yang berada di hadapanku. Tidak lama setelah membereskan meja, aku masuk ke dalam kamar. Saat aku membaringkan tubuhku di atas kasur, aku melihat foto pernikahanku dengan Sooyoung yang berada tepat di depan mataku.

“Kenapa di foto itu kau tampak bahagia, Soo? Apa sekarang kau juga masih merasa bahagia sama seperti dalam foto itu?” kataku yang entah bicara pada siapa.

“Oppa, apa kau sudah tidur?” aku melihat pintu kamar dan melihat Sooyoung sedang berada di depan pintu. “Soohyun bilang dia tidak lagi membutuhkanku. Dan dia menyuruhku untuk tidur di sini.” katanya yang sekarang sudah berada di dekat kasur. Aku dan Sooyoung memang tidur bersama, karena kamar di apartemen kami hanya ada dua.

Aku melihat Sooyoung naik ke atas kasur. Dia langsung membelakangiku tanpa mengatakan apa-apa lagi. Apa dia langsung tidur?

“Oppa!!!” panggilnya.

“Hmm.” jawabku. Sooyoung memutar tubuhnya untuk berhadapan denganku.

“Ada yang ingin aku beritahu.” katanya. Aku menatapnya, “saat aku sudah tidak bisa lagi mengurus Soohyun, aku mohon jagalah dia untukku. Aku tidak mau menyusahkan kedua orang tua kita. Bukankah mereka berpikir hubungan kita baik-baik saja selama ini? Jadi aku mohon jagalah dia agar orang tua kita tidak curiga. Setidaknya jagalah dia sampai dia sudah bisa hidup sendiri.” katanya mengerti arti tatapanku.

“Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti.

“Dua bulan yang lalu aku pergi ke dokter karena tubuhku terasa tidak enak. Dan setelah melakukan pemeriksaan, dokter bilang ada kanker di rahimku.” katanya. Aku menatapnya yang tampak sudah siap menangis dengan tatapan terkejut. “Dia bilang kankerku sudah menyebar, dan kemungkinan aku hidup sangat kecil. Jadi aku putuskan untuk mengatakan ini padamu sekarang.” katanya lagi.

“Kau jangan bercanda.” kataku yang masih belum bisa percaya.

“Aku tidak mungkin bercanda dengan hal seperti ini.” katanya terisak. Aku yang tidak tega melihatnya menangis langsung memeluknya dan berusaha membuatnya tenang. “Aku takut, oppa. Aku juga belum mau meninggal dan meninggalkan Soohyun.” katanya yang menangis dengan lebih keras. Aku hanya diam tidak tahu harus menjawab apa.

“Tidurlah, besok aku akan mengantarkanmu ke rumah sakit. Mungkin akan ada cara untuk menyembuhkan kankermu itu.” kataku. Dia menurut lalu menarik selimut.

“Bolehkah aku meminta oppa memelukku? Setidaknya untuk malam ini saja.” katanya. Kenapa kata-katanya terdengar sangat menyakitkan untukku. “Tidak apa-apa kalau oppa tidak mau.” katanya lalu membelakangiku.

Entah ada dorongan dari mana aku langsung mendekat padanya dan memeluknya dari belakang. Dia langsung memutar tubuhnya sehingga membuat mata kami saling menatap, dan aku bisa melihat tatapan bingung darinya.

“Tidurlah, ini sudah malam.” kataku. Aku melihat dia mengangguk dan dia menenggelamkan kepalanya di dadaku lalu tertidur.

AUTHOR POV

Pagi ini Sooyoung melakukan aktifitasnya seperti biasa. Setelah bangun, dia pergi mandi dan langsung meyiapkan sarapan setelah selesai berdandan. Sooyoung mendengar pintu kamar terbuka, dan dia melihat Soohyun keluar dari kamarnya. Sooyoung langsung menghampiri putri kecilnya itu.

“Bagaimana tidurmu?” tanya Sooyoung.

“Nyenyak. Nenek sihir itu tidak datang, seperti yang eomma katakan.” jawab gadis empat tahun itu polos. “Eomma masak apa?” tanya Soohyun tertarik dengan harum makanan yang sedang di masak oleh ibunya. Soohyun menarik eommanya menuju dapur.

“Kau mau membantu eomma?” tawar Sooyoung.

“Ne, aku mau.” jawab Soohyun semangat.

“Kalau begitu kau oles roti di meja makan dengan selai.” kata Sooyoung. Karena hanya itu pekerjaan yang bisa di lakukan oleh putri kecilnya.

“Siap eomma.” kata Soohyun lalu menuju meja makan dan langsung mengerjakan yang diperintahkan oleh eommanya.

Saat Sooyoung dan Soohyun sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, Sooyoung mendengar pintu kamar terbuka dan melihat Kyuhyun keluar dengan pakaian kerjanya. Soohyun yang awalnya mengoles roti di tangan mungilnya sambil tersenyum langsung berubah muram saat melihat kedatangan Kyuhyun. Soohyun bahkan langsung meletakkan roti dan pisau kecil untuk mengoleskan selai di atas meja makan dan langsung berlari serta memeluk Sooyoung dengan sangat erat.

“Kenapa sayang? Itu kan appa. Kenapa kau malah berlari?” tanya Sooyoung mencoba mensejajarkan tingginya dengan Soohyun.

“Aku takut, appa pernah berteriak padaku.” kata Soohyun yang semakin erat memeluk Sooyoung. Kyuhyun memandang putrinya terkejut. Dia pikir selama ini Soohyun hanya merasa sungkan karena Kyuhyun tidak pernah mengajaknya berbicara, tapi tidak dia sangka kalau putrinya itu justru takut padanya, appa kandungnya sendiri.

“Kau tidak boleh bicara begitu. Bukankah sudah eomma bilang saat itu appa berteriak karena appa sedang sibuk dan kau mengganggunya. Jadi sekarang buatkan roti untuk appa, ne.” kata Sooyoung. Soohyun menatap Sooyoung ragu, tapi Sooyoung membalasnya dengan senyuman lalu mengangguk.

Soohyun mulai melepaskan pelukannya. Dia berjalan menuju Kyuhyun lalu perlahan menarik tangan Kyuhyun untuk duduk di meja makan. Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa dia tidak menolak, dia justru merasakan kehangatan saat putri kecilnya itu memegang tangannya. Soohyun mengambil roti lalu mengambil pisau kecil untuk mengoleskan selai.

“Appa mau selai apa? Mau selai coklat atau selai strawberry? Tapi menurutku lebih enak selai coklat.” kata Soohyun menyarankan sambil tersenyum.

Kyuhyun menatap putrinya nanar, ini pertama kalinya dia merasa senyuman putrinya itu sangat manis. “Apa saja, coklat juga boleh.” jawab Kyuhyun sambil berusaha tersenyum.

“Baiklah.” jawab Soohyun lalu mulai mengoleskan selai di atas roti milik Kyuhyun.

Sooyoung menatap Kyuhyun dan Soohyun sambil tersenyum. Meskipun Kyuhyun terlihat masih kaku, tapi dia senang karena Soohyun sudah mau bicara pada appanya. Tapi tiba-tiba perut bagian bawahnya terasa sangat sakit. Sooyoung yang sedang membawa piring berisi sarapan untuk Soohyun langsung menjatuhkan piringnya hingga pecah. Kyuhyun dan Soohyun yang mendengar itu langsung melihat ke arah Sooyoung. Kyuhyun yang terkejut lalu berlari menghampiri istrinya itu.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun panik. Sementara Soohyun tampak menangis melihat eommanya kesakitan.

“Sa..ki..t, op..pa…!!!” kata Sooyoung sambil terus memegangi perutnya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun menggendong Sooyoung untuk membawanya ke rumah sakit. “Soo…hyun…” kata Sooyoung teringat putrinya. Kyuhyun berbalik lalu melihat Soohyun yang menangis dengan keras.

“Kau bisa mengikuti appa di belakang?” tanya Kyuhyun pada Soohyun. Soohyun mengangguk. Ketiganya lalu menaiki lift hingga ke tempat parkir mobil. Kyuhyun memasangkan sabuk pengaman untuk Sooyoung dan Soohyun. Setelah masuk ke dalam mobil, Kyuhyun membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi karena Sooyoung yang terus berteriak kesakitan.

Begitu sampai di rumah sakit sekitar tiga puluh menit perjalanan, Kyuhyun langsung menyuruh perawat untuk membawa Sooyoung. Kyuhyun langsung mengendong Soohyun yang duduk di kursi belakang. Keduanya langsung menyusul Sooyoung yang di bawa ke ruang ICU.

“Appa, eomma kenapa?” tanya Soohyun yang masih terisak.

Kyuhyun membelai rambut putrinya. “Eomma tidak apa-apa. Mungkin dia memakan sesuatu yang tidak enak.” jawab Kyuhyun agar putrinya berhenti menangis.

“Aku menyayangi eomma. Aku tidak mau eomma sakit.” kata Soohyun polos.

“Eomma akan baik-baik saja. Kau harus berhenti menangis, agar nanti saat eomma sudah selesai di periksa kau akan tetap terlihat cantik.” kata Kyuhyun dan dibalas anggukan oleh Soohyun.

Kyuhyun dan Soohyun terus menunggu di depan ruang ICU. Bahkan kedua orang tua serta kakak Kyuhyun dan Sooyoung juga sudah datang karena Kyuhyun menghubungi mereka. Sekitar satu jam, seorang dokter keluar dari ruang ICU dan membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.

“Apa salah satu anggota keluarganya bisa ke ruanganku?” tanya dokter muda itu.

Semua orang yang ada disitu langsung memandang Kyuhyun. “Masuklah. Kau lebih berhak tahu tentang keadaan Sooyoung sekarang.” kata ayah Sooyoung. Kyuhyun mengangguk lalu mengikuti dokter wanita itu setelah menyerahkan Soohyun pada kakaknya.

“Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Kyuhyun begitu keduanya duduk di dalam sebuah ruangan yang Kyuhyun yakini ruangan milik dokter itu.

“Begini tuan…”

“Kyuhyun, nama saya Cho Kyuhyun.”

“Kim Soyeon imnida. Kyuhyun-ssi, Apa anda tahu istri anda mengidap penyakit apa?” Kyuhyun mengangguk. “Syukurlah kalau anda sudah tahu. Keadaan Sooyoung-ssi semakin memburuk. Aku sudah menyarankannya untuk melakukan terapi sejak dua bulan yang lalu, dan saat itu dia bilang kalau dia akan meminta izin dulu pada anda karena dia tahu biayanya cukup mahal. Tapi sampai minggu kemarin saat dia terakhir kali menemuiku, dia tidak juga mengatakan kau setuju atau tidak. Dan karena hal itu, kondisinya terus menurun.” Kyuhyun terdiam, dia bahkan sudah menangis sekarang.

KYUHYUN POV

Jadi dia tidak melakukan terapi karena tidak memiliki uang? Benar, aku tidak pernah memberikan uang yang terlalu banyak. Karena aku pikir dia hanya diam di rumah. Dan aku juga tidak mau dia terlalu menghambur-hamburkan uang. Aku benar-benar suami tidak tahu diri.

“Lalu sekarang apa yang harus saya lakukan?” tanyaku penuh harap.

“Sebenarnya, kalaupun dia melakukan terapi kemungkinan sembuhnya kecil karena sel kankernya sudah menyebar. Tapi itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan sekarang agar kondisinya tidak lebih parah.” kata dokter itu lagi.

“Lakukan apapun yang bisa menyelamatkan hidupnya. Aku mohon.” kataku.

“Baiklah. Sekarang sebaiknya anda temui Sooyoung-ssi, dia akan segera sadar dari obat bius sebentar lagi. Aku akan mengurus semua yang dibutuhkan oleh Sooyoung-ssi secepatnya.” aku mengangguk lalu meninggalkan ruangan bernuansa putih itu.

Saat aku berjalan menuju ruang ICU, pikiranku memikirkan banyak hal. Dan yang memenuhi pikiranku sekarang hanyalah Sooyoung. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kalau dia benar-benar tidak bisa sembuh. Mungkin aku atau bahkan semua orang di sekitarku juga akan membenci diriku selamanya.

“Bagaimana, Kyu?” tanya eomma begitu aku sampai di depan ruang ICU. Aku duduk di salah satu bangku lalu menceritakan semuanya. Semua tampak terkejut dengan penjelasanku. Mereka tidak bisa percaya bahwa Sooyoung bisa mengidap penyakit separah itu. Aku melihat ibuku, ibu mertuaku serta kakakku dan kakak Sooyoung menangis. Sementara ayahku dan ayah Sooyoung tampak berusaha lebih tegar.

“Aku masuk dulu ke dalam.” kataku.

“Appa, ikut!!!” seru Soohyun. Aku langsung mengambil Soohyun dari Ahra dan membawanya masuk. Aku mencoba tidak menangis saat melihat wajah pucat Sooyoung terbaring lemah di atas kasur rumah sakit. Selang infus serta oksigen menghiasi bagian tubuhnya.

“Soo, maafkan aku.” kataku sambil memegang tangannya setelah meletakkan Soohyun duduk di sebelahku.

“Appa, kenapa eomma tidur disini? Bukan dirumah?” tanya Soohyun polos.

Aku menatap Soohyun. Aku seolah melihat Sooyoung dalam diri Soohyun. Rasa bersalahku kembali memuncak saat ingat aku pernah menolak kehadiran Soohyun bahkan selalu bersikap dingin pada putri kecilku ini.

“Kenapa appa menangis? Eomma bilang seorang namja tidak boleh menangis, nanti dia tidak tampan lagi.” katanya. Air mataku semakin deras saat dia berdiri di atas kursi dan mencoba menghapus air mataku yang mengalir dengan tangan mungilnya.

Aku langsung memeluknya. “Maafkan appa karena tidak bersikap baik pada Soohyun selama ini.” kataku menyesal.

“Eomma bilang, appa bersikap begitu karena appa sibuk dan lelah. Jadi aku tidak pernah marah pada appa, justru aku sangat menyayangi appa seperti aku menyayangi eomma.” katanya sambil mengusap kepalaku pelan.

“Appa juga menyayangimu.” kataku. Aku melepaskan pelukanku dan melihat Soohyun sedang tersenyum manis.

Aku kembali fokus pada Sooyoung setelah Soohyun kembali duduk di kursinya. Aku hanya memegang tangannya yang terasa dingin tanpa mengeluarkan suara apapun. Tidak lama aku melihat mata Sooyoung terbuka perlahan. Aku rasa efek obat biusnya sudah mulai hilang.

“Kau bangun?” kataku tersenyum.

“Kau ada disini?” tanyanya dengan suara lirih. Aku hanya tersenyum sebagai jawaban.

“Eomma sudah bangun?” kata Soohyun senang. Sooyoung menatap Soohyun lalu tersenyum dan mengangguk lemah.

Sooyoung kembali menatapku. “Kenapa kau ada disini?” tanya Sooyoung yang membuatku sedikit terkejut.

“Apa maksudmu? Tentu saja menunggumu sadar.” jawabku.

“Aku yakin dokter sudah mengatakan tentang terapi itu. Aku tidak mau membuatmu merasa kasihan padaku. Aku juga tidak mau membuatmu repot dengan terapiku itu. Biarkan semuanya tetap seperti ini, tidak ada terapi.” kata Sooyoung dan membuatku semakin terkejut.

“Apa maksudmu? Kau harus melakukannya, dan jangan membantah.” kataku sedikit tegas.

“Tapi oppa…”

“Aku tidak mau mendengar kata tapi. Kau hanya perlu melakukannya. Kalau kau tidak mau melakukannya untukku, lakukanlah demi Soohyun.” kataku mencoba membujuknya. Sooyoung memandang Soohyun yang sedang tersenyum. “Aku melakukan ini bukan karena rasa ibaku padamu. Tapi aku melakukannya karena tanggung jawabku sebagai suamimu.” kataku lagi. Sooyoung memandangku nanar.

“Aku akan memikirkannya dulu.”

“Kau tidak perlu memikirkannya. Kau hanya perlu melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.” kataku lagi.

Sooyoung menghela nafas. “Baiklah.” jawab Sooyoung akhirnya. Aku tersenyum mendengar jawaban Sooyoung.

AUTHOR POV

Sejak kejadian tiga minggu lalu di rumah sakit itu, sikap Kyuhyun mulai berubah pada Sooyoung. Dia tidak lagi bersikap dingin, meskipun dia masih jarang mengajak Sooyoung bicara terlalu panjang. Tapi hubungannya dengan Soohyun semakin membaik. Sooyoung kerap kali melihat keduanya sedang bercanda dan tertawa bersama.

“Kau sudah mandi?” tanya Sooyoung pada Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar. Dia baru saja pulang kerja.

“Hmm. Apa Soohyun sudah tidur?” tanya Kyuhyun balik.

“Dia tidur satu jam sebelum kau pulang. Awalnya dia ingin menunggumu, tapi ternyata rasa kantuk membuatnya menyerah.” kata Sooyoung tersenyum. Kyuhyun hanya menangguk.

“Bisakah kau buatkanku teh hangat? Di luar dingin sekali.” kata Kyuhyun.

“Tentu saja, tunggu sebentar.” kata Sooyoung lalu langsung membuatkan teh yang Kyuhyun inginkan.

Tidak lama Sooyoung langsung membawa teh yang dibuatnya menuju Kyuhyun yang sedang duduk sambil menonton TV. Tapi tiba-tiba kepalanya terasa berputar dan lagi-lagi perutnya terasa sangat sakit. Sooyoung menjatuhkan cangkir teh di tangannya dan membuat Kyuhyun yang sedang menonton TV terkejut. Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Sooyoung yang sedang kesakitan di dekat sofa.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun panik.

“Perutku…..ARRRGHHHH….sakit lagi….ARRRGGGGGGHHHHHHHHHH…OPPPAAAA!!!!!!!!” teriak Sooyoung kesakitan. Kyuhyun langsung mengambil ponselnya.

‘Noona, bisakah kau ke kamarku? Sooyoung sedang kesakitan, sedangkan Soohyun sedang tidur. Tolong jaga dia, aku harus ke rumah sakit.’ kata Kyuhyun pada Ahra yang memang tinggal di apatemen yang sama dengannya.

‘Pergilah, aku akan ke kamarmu sekarang.’ jawab Ahra.

‘Gomawo noona.’ Kyuhyun langsung menutup sambungan telponnya dan langsung menggendong Sooyoung dan membawanya ke tempat parkir.

Begitu sampai di tempat parkir, Kyuhyun langsung membawa Sooyoung ke dalam mobil. Setelah dirinya juga masuk, Kyuhyun membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Begitu sampai di rumah sakit, Sooyoung di bantu beberapa petugas dan perawat membawa Sooyoung ke ruang ICU. Kyuhyun menunggu di luar karena dokter melarangnya untuk masuk.

Satu jam kemudian, dokter keluar dari dalam ruangan ICU itu. Kyuhyun langsung menghampiri dokter itu.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun.

“Terapinya tidak berhasil. Keadaanya semakin memburuk dan kalau terus seperti ini, nyawanya tidak akan terselamatkan lagi.” jelas dokter cantik itu. Kyuhyun mencoba menahan tangisannya, tapi tidak berhasil. Butiran air mata itu meluncur bebas keluar dari matanya.

“Lakukan apapun, aku mohon.” kata Kyuhyun.

“Sebenarnya ada satu cara. Tapi saya tidak yakin Sooyoung-ssi akan menyutujuinya.” kata dokter Soyeon lagi.

“Apa? Kenapa kau bilang Sooyoung tidak akan menyutujuinya.” bingung Kyuhyun.

“Pengangkatan rahim. Itu jalan terakhir. Tapi kalau kita melakukannya, mungkin Sooyoung-ssi tidak akan pernah bisa hamil lagi.” jelas Soyeon. Air mata Kyuhyun semakin deras mengalir. “Bicarakan itu dengan Sooyoung-ssi terlebih dahulu. Aku tahu ini keputusan sulit, tapi ini jalan terakhir yang bisa menyelamatkan nyawanya.” kata dokter Soyeon lagi lalu meninggalkan Kyuhyun yang sekarang sedang menangis.

Kyuhyun mencoba menghapus air matanya lalu masuk ke dalam ruang ICU. Dia melihat Sooyoung yang sedang menatap langit-langit rumah sakit. Sooyoung menoleh saat mendengar suara langkah kaki Kyuhyun. Sooyoung tersenyum saat Kyuhyun sudah berada di sampingnya.

“Oppa habis menangis? Kenapa?” tanya Sooyoung bingung.

“Aku baru bicara dengan dokter Soyeon.” ucap Kyuhyun. Sooyoung hanya memandang Kyuhyun, “dia bilang terapinya tidak berhasil.” Kyuhyun melihat Sooyoung tersenyum getir.

“Sudahlah. Kenapa kau harus menangis? Mungkin ini takdir Tuhan.” kata Sooyoung.

“Ada satu cara yang bisa membuatmu benar-benar sembuh total.” kata Kyuhyun tiba-tiba.

“Apa?” tanya Sooyoung penasaran.

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya beberapa kali. “Pengangkatan rahim.” kata Kyuhyun akhirnya. Sooyoung terkejut dengan perkataan Kyuhyun.

“Maksud oppa, rahimku harus diangkat?” tanya Sooyoung. Kyuhyun mengangguk. “ANDWE!!!! Aku tidak mau” tolak Sooyoung.

“Wae Sooyoung-ah? Kita sudah punya Soohyun. Dan ini hanya cara yang tersisa untuk menyelamatkan nyawamu.” kata Kyuhyun mencoba menjelaskan.

“Aku pernah dengar dari Ahra eonni kalau dulu kau pernah mengatakan ingin memiliki anak lelaki saat kau sudah menikah. Tapi kalau rahimku diangkat, aku tidak akan bisa mewujudkannya. Dan Soohyun juga bilang dia ingin memiliki adik. Aku akan mengecewakan dua orang yang kusayangi kalau aku melakukan itu, oppa. Meskipun aku tidak tahu kapan aku bisa mewujudkannya.” jelas Sooyoung sambil menangis.

Kyuhyun mendekati Sooyoung lalu memeluknya. Kyuhyun menangis mendengar penjelasan Sooyoung. Kyuhyun tidak habis pikir kenapa di saat nyawanya yang di pertaruhkan, Sooyoung masih saja memikirkan dia dan Soohyun.

“Pikirkan dirimu sendiri. Tidak apa-apa jika aku tidak memiliki seorang anak lelaki. Soohyun sudah cukup untukku. Dan masalah Soohyun, kita bisa menjelaskannya dan aku yakin dia bisa mengerti.” kata Kyuhyun.

“Tapi aku ingin membuat oppa bahagia.” kata Sooyoung terisak.

Kyuhyun melepaskan pelukan mereka, “aku akan lebih bahagia saat melihatmu dan Soohyun bisa berada disisiku. Maaf kalau selama ini aku bersikap dingin padamu, tapi jujur aku tidak pernah membencimu. Aku hanya tidak tahu bagaimana seharusnya aku bersikap padamu. Saat aku mendengar bahwa mungkin saja penyakitmu itu bisa membuatmu pergi dariku, aku tahu aku belum siap kehilanganmu, Soo. Aku membutuhkanmu, bahkan lebih dari itu. Mungkin aku mulai mencintaimu. Jadi aku mohon jangan pergi dariku.” kata Kyuhyun sambil menangis dan berhasil membuat Sooyoung juga menangis.

Sooyoung langsung memeluk tubuh Kyuhyun. “Aku juga mencintai oppa. Karena itu aku ingin oppa bahagia.” kata Sooyoung.

“Kalau kau ingin melihatku bahagia, lakukankah operasi itu. Karena dengan itu, kau bisa kembali dan aku bisa menebus semua hal yang tidak pernah bisa aku lakukan selama ini padamu. Aku mohon, Soo.” pinta Kyuhyun. Sooyoung mengangguk dalam pelukannya. “Gomawo. Aku berjanji akan menemanimu melewati semuanya.” kata Kyuhyun.

KYUHYUN POV

Pagi ini akhirnya operasi Sooyoung akan dilakukan. Setelah sekitar tiga hari mengurus segala yang dibutuhkannya akhirnya hari ini tiba juga. Aku melihat Sooyoung terus saja berdoa dan sesekali tersenyum saat dia menyadari aku sedang memperhatikannya, meskipun aku tahu dia mengalami ketakutan yang sangat luar biasa.

“Semuanya akan baik-baik saja.” kataku meyakinkan.

“Aku tahu.” ucap Sooyoung tersenyum. “Oppa, bisakah aku meminta sesuatu?” tanyanya.

“Apa?”

“Bisakah kau menciumku?” tanyanya. “Aku tahu ini konyol, tapi setidaknya aku ingin kau menciumku. Aku hanya takut tidak bisa merasakannya setelah ini.” katanya.

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Aku takut tidak bisa kembali dan tidak bisa merasakan sentuhanmu lagi.” jawabnya.

Aku mendekat dan memeluknya. “Aku mohon jangan katakan itu. Berjanjilah kau akan kuat dan kembali pada kami.” kataku. Aku merasakan anggukan kepala Sooyoung.

Perlahan aku melepaskan pelukan kami. Aku tersenyum lalu mulai mendekati wajah Sooyoung. Perlahan jarak diantara kami berdua semakin dekat hingga aku bisa merasakan bibir Sooyoung menempel dibibirku. Aku melakukannya perlahan, keadaaannya terlalu lemah hingga aku harus hati-hati. Aku merasakan Sooyoung tersenyum dalam ciuman kami. Tidak lama dia mendorongku pelan untuk mengakhiri ciuman lembut kami.

“Gomawo, oppa.” katanya.

Aku mengelus rambutnya, “aku tahu akan sangat sulit menjalani ini semua. Tapi aku mohon bertahanlah untukku dan Soohyun juga keluarga kita.” kataku.

Tiba-tiba Sooyoung memelukku, “aku takut, oppa. Aku takut tidak bisa kembali dan tidak bisa bersamamu dan Soohyun lagi.” katanya terisak.

“Aku tahu kau bisa. Dan aku mohon jangan katakan itu. Aku dan Soohyun membutuhkanmu disamping kami.” kataku yang mencoba tegar meskipun sangat sulit menahan air mataku untuk tidak jatuh.

Aku mendengar pintu kamar Sooyoung terbuka. Aku melepaskan pelukannya dan melihat dokter Soyeon masuk.

“Kau sudah siap Sooyoung-ssi?” tanya dokter muda itu.

Sooyoung menatapku, ada ketakutan dari matanya. Aku tersenyum lembut untuk meyakinkannya. Sooyoung kembali mengalihkan pandangannya kepada dokter Soyeon lalu mengangguk.

“Kalau begitu kami akan membawamu ke ruang operasi sekarang.” kata dokter Soyeon lagi.

“Oppa.” Sooyoung memegang tanganku sangat erat.

“Aku yakin kau bisa.” aku coba tersenyum. “Aku mencintaimu.” kataku lalu mencium keningnya. Sooyoung hanya membalas dengan senyuman serta anggukan singkat.

Tidak lama beberapa petugas dan perawat masuk dan mendorong kasur milik Sooyoung. Aku mengikutinya karena Sooyoung enggan melepaskan genggaman tangannya pada tanganku. Begitu keluar dari kamar, aku melihat kedua orang tua serta kakak kami sedang menangis dan wajah mereka tampak sangat tegang.

“EOMMA!!! APPA!!!” Soohyun berteriak lalu berlari mendekatiku. Aku melepaskan genggaman Sooyoung lalu menggendong Soohyun. “Eomma mau kemana?” tanyanya.

“Eomma mau di periksa ibu dokter dulu. Kau bersama appa dulu, ya.” kataku.

“Ne. Eomma tidak boleh lama-lama ya, aku sudah lama tidak dipeluk oleh eomma.” katanya tersenyum. Aku memalingkan wajahku karena tangisanku yang akhirnya keluar.

“Eomma janji tidak akan lama. Nanti begitu eomma selesai, eomma akan langsung memelukmu sampai kau bosan.” gurau Sooyoung meskipun dia menangis.

Soohyun mengangguk lalu menatapku sambil tersenyum. “Ibu dokter jangan suntik eomma. Aku pernah disuntik dan rasanya sakit.” kata Soohyun polos.

“Ne, ibu dokter tidak akan menyakiti eommamu.” kata dokter Soyeon lalu petugas kembali mendorong kasur Sooyoung.

Begitu sampai di depan ruang operasi, aku merasakan cengkraman kuat Sooyoung pada pakaianku. Aku memandangnya sambil tersenyum untuk menenangkannya.

“Kenapa eomma menangis? Eomma takut? Kalau eomma takut, aku dan appa bisa menemani eomma.” kata Soohyun.

“Eomma tidak apa-apa. Apa kau mau mencium eomma?” tanya Sooyoung.

“Tentu. Appa turunkan aku.” pinta Soohyun. Aku mensejajarkan tinggi Soohyun dengan Sooyoung. Soohyun langsung mencium pipi Sooyoung. “Eomma sudah janji tidak akan lama. Jadi aku akan menunggu eomma.” katanya lagi. Sooyoung mengangguk lalu menghilang di balik pintu operasi yang lampunya menyala.

Satu jam…

Dua jam…

Tiga jam…

Empat jam…

Lima jam kemudian, lampu di kamar operasi mati. Tidak lama dokter Soyeon keluar dengan melepas maskernya. Kyuhyun dan anggota keluarganya yang lain langsung menghampiri dokter muda itu.

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun langsung.

“Operasinya cukup berjalan lancar, tapi kita masih harus melihat perkembangannya dalam dua puluh empat jam ke depan. Kalau dia bisa sadar dalam kurung waktu itu, berarti operasinya benar-benar berhasil. Tapi kalau tidak, mungkin dia akan mengalami koma karena tadi dia sempat mengalami pendarahan atau lebih parah dari itu.” kata dokter Soyeon dengan raut menyesal. “Tapi kalian sudah bisa melihatnya begitu dia dipindahkan. Tapi hanya boleh satu orang yang masuk, dan putrinya masih belum boleh masuk.” lanjutnya.

“Gamsahamnida.” ucap Kyuhyun.

Sekitar lima belas menit setelah perawat memindahkan Sooyoung dari ruang operasi, Kyuhyun adalah orang pertama yang melihat keadaan Sooyoung. Ada senyum tipis mengingat operasinya berhasil. Tapi masih ada kecemasan karena penjelasan dokter tadi.

“Kau harus bisa bangun, Soo. Kau sudah berjanji untuk bisa melewati ini semua. Aku mohon jangan buat aku semakin merasa bersalah. Aku dan Soohyun masih membutuhkanmu, jadi aku mohon bertahanlah.” kata Kyuhyun getir. Rasa bersalahnya kembali memuncak saat melihat kondisi Sooyoung sekarang. Seandainya dia tidak bersikap dingin pada Sooyoung, mungkin Sooyoung akan mendapatkan penanganan lebih cepat sehingga dia tidak perlu melakukan operasi ini.

Saat Kyuhyun sedang menatap wajah Sooyoung, tiba-tiba tubuh Sooyoung kejang dan alat monitor jantungnya menunjukkan grafik yang tidak beraturan. Kyuhyun yang panik langsung menekan tombol untuk memanggil perawat. Tidak lama perawat dan dokter masuk.

“Kami mohon tunggulah di luar.” kata seorang perawat pada Kyuhyun. Kyuhyun hanya menurut karena tubuhnya terlalu lemah untuk melawan.

“Ada apa, Kyu?” tanya ayah Sooyoung. Tapi bukannya jawaban, Kyuhyun justru menangis dan memeluk ibunya.

“Ini semua salahku. Andai aku tahu lebih awal.” kata Kyuhyun menyesal.

KYUHYUN POV

Aku bangun dari tidurku dan melihat di samping tempat tidurku kosong. Aku langsung bangkit dan keluar dari kamar. Aku menuju dapur dan itu dia, orang yang aku cari sedang memasak untuk sarapan kami semua. Aku menghampirinya dan langsung memeluknya dari belakang.

“Kau sudah bangun?” tanyanya.

“Seperti yang kau lihat.” jawabku. “Soo, apa tidak ada morning kiss?” tanyaku manja.

“Kenapa sejak aku keluar dari rumah sakit kau jadi manja seperti ini? Kau bahkan mengalahkan Soohyun.” cibirnya.

Ya, sejak Sooyoung sadar dari operasi. Aku benar-benar merubah sikapku padanya dan Soohyun. Tidak ada lagi Kyuhyun yang dingin dan menganggap mereka berdua tidak ada. Sekarang yang ada hanya Kyuhyun yang hangat, ramah dan penyayang. Dan aku berjanji aku akan selamanya bersama mereka dan menyayangi mereka berdua.

“Ayolah!!!” bujukku. Sooyoung akhirnya menyerah dan mencium bibirku sekilas. Tapi aku menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman kami. Awalnya Sooyoung menolak tapi lama-kelamaan dia menikmati sentuhan bibirku. Tapi saat kami sedang menikmati masa-masa romantis kami, tiba-tiba….

“EOMMA!!!!APPA!!!!AKU LAPAR!!!!”

END

Gimana? geje ya??? tapi tetep RCL ya^^

Advertisements

145 thoughts on “I Need You”

  1. kyaaaaa lucu bangeeettt akhirnyaaa
    happy end, kukira awalnya bakal sad end tapi keren ceritanyaa semoga bagian kyuyoung menikah itu kejadian beneran tapi bagian soo kena kanker itu ngga ada di kehidupan nyata aaaa kyuyoung jjang

  2. Daebakkkkkk bnetzzz,,,, 🙂
    sblum y slam knal ne,aq readers bru d blog ini,,,,,
    ff y bkin nyesek,aq kira akhir y akan sad ending,,,trnyata happy ending 🙂
    sumpah,,,alur y sedih bnetz,smpe ngeluarin air mata 😥

  3. sedih banget bacanya pas kyuppa mengabaikan kehadiran sooyoung dan soohyun 😦
    untung kyuppa cepet2 sadar kalo dia sebenernya cinta sama soo ^^

    syukurlah soo bisa sembuh dan hidup bahagia 🙂

  4. thor kren thor sumpeh deh…
    Aaa bju bsah smua thor buat nglap airmata*lebeh* tanggung jawab thor. Huhuhu, mgkin klu lbih pnjang lgi, bju tetangga thor yg bsah.. Hahaha
    KYUYOUNG JJANG!!

  5. huhhhhfffffff
    *tarik napass*

    bersyukur ternyata nggak.
    🙂
    Kasihan soo eonni waktu pertama2,.
    Tp yg penting mereka dha bahagia.
    Good!

  6. Kyaaaa….Happy Ending juga!!! Kirain author bakalan bwt para readers nangis bombay!!! Hhhheeeeee….
    😛
    Aigooo,,, soohyun kamu m’ganggu deh!!

    Sekuel…sekuel… 😉

  7. hoah daebak thor! 😀
    si soohyun sayang bgt sama soo, sama kyu juga :’)
    akhirnya soo bisa bertahan hidup, dan bisa kembali ke kyu dan soohyun 🙂
    feelnya dpt bgt..
    di tunggu part selanjutnya ^^

  8. Annyeong thor….

    Wahh ceritanya Sungguh Daebakkkkk…..
    Aku beri 2 jempol untuk Author…
    Aku tunggu karya Author yg lain…

  9. Ah, daebak bgt noona. Kata katanya juga simple, jadi mudah dibaca. Semoga ada Sequel yg berpart part, pasti noona bisa kan haha.. Kan noona cantik :p wkwkwk

  10. huaa sempat nyangka bakal sad ending dan soo eonnie meninggal, rupanya nggak. Syukur deh 😀
    itu endingnya lucu banget, kyuyoung lagi mesra-mesraan, si soohyun main nyelonong aja, hehehe
    nice story, d tunggu ff lainnya 🙂

  11. Aku nangis bacax…serius!!
    Daebakk…tp stauq sel2 knker bs nyebar kmn2…jarang2 ad yg slamat wlopun rahimx dh d angkat…
    Tp gpp..namax jg crta…
    Daebk thor…ak suka bgt

  12. Aaaaa.. Endingnya lucu banget aigooo soohyun-ah kyeopta pasti anaknya kyuyoung imut deh kyaaaa…
    Syukurlah soo unnie udah sembuh dan akhirnya kyu oppa udah engga dingin lagi deh

  13. Kereeeen thor
    Awalnya sedih sampe buat aku nangis, endnya buat senyum2 sendiri tapi masih sedih juga sih soalnya soohyun gak bisa punya adik 😦

  14. nangis bacanya apalagi pas bagian soo yang tiba2 bilang ke kyuppa nyuruh jaga soohyun klo dia sudah tidak ada

    sempat was was waktu soo kejang2

    ech ternyata happy ending

    daebakk thor………………….

    next karya selanjutnya

  15. Huuaah sedih pas soo eonni jujur sama kyuhyun oppa, apalagi masa-masa pengobatan :”)
    Serius tadi leren ceritanya thor ^^
    Akhirnya kyuhyun,sooyoung,soohyun hidup bahagia hehe

  16. kyaaaa, akhirnya happy ending.. >_<
    ceritanya kereennn, author jg kerreeennnn.. (y)
    puas deh sm ceritanya, 😀 biarpun bikin nangis juga.. 😥
    ditunggu cerita lainnya thor.. HWAITING.. (9'o')9

  17. Hua..:'(
    Di tngah jlan bca crita’a..
    Q smpet nangis..:'(,sdih bnget..
    Tpi akhir’a happy end..
    Hahahhaaa…,soohyun gnggu aja nih..
    Xixiixixixi…:D
    Daebak thor… 😉
    Lanjut… 🙂

  18. hebat … aku smpai nangis baca nya, bner” nyesek
    keren … aq suka sama ffnya .. daebak daebak daebak
    dan kyu akhirnya baik sama soo dan mreka hidup bahagia
    ending nya spertinya soohyun mengganggu acara kyuyoung
    ditunggu ff sad lainnya …

  19. Huaaaaaaaa……………
    feel nya dapet baget aq terharu bacanya
    aq kira soo onnie meninggal eh ternyata nggak
    syukurlah kyuppa berubah 🙂
    SooHyun ganggu aja nih
    orang lagi mesra2an dia malah dateng
    Ditunggu FF selanjutnya
    SEMANGAT…………

  20. beruntung soo selamat dari kankernya ya walaupun harus menjalani operasi pengankatan rahim
    cerita yg sedih tp endingnya bahagia^^

  21. Berhasiill membuat w hampirr menangiss,,,
    Tpi suka krena happy ending sblumnya udah ngira bkal sad,,hehe
    Gomawoo ya thor wat ff kerennya 😀

  22. bs bgt bikin nangisnya TT__TT pas soo mulai cerita ttg penyakitnya & minta kyu buat jaga soohyun, air mataku terus keluar 😦
    keseluruhannya bagus. akhirnya kyu bs sayang sama keluarganya :”)

  23. Huuaaaa happy ending, aku kira bakal sad ending ternyata enggak
    Feel nya dapet banget, mau nangis bacanya
    Daebak thor..

  24. Uwaaah sedih seidh 😦

    Tapi untung nya tidak ada lg kyu yg dingin,yang menganggap sooyoung dan soohyun tidak ada, dan happy ending \(´▽`)/

    It’s nice story daebak~~

  25. Syukurlah, Happy Ending.. kalau sad wuaah beneran nangis aku, udah berkaca2 hehe.
    Terharu, terbawa suasana Daebaklah Author!!! ditunggu karya selanjutnya ya… 😀

  26. HYAAAAAAAAAA author sumpah ini bikin aku nangis tau ga?? “aku membutuhkanmu,bahkan lebih dari itu” suer aku merinding bgt bacanya! tp baguslah akhirnya sweet karna I hate, sad ending!!

    thor ditunggu ya ff lainnya!!! fightinggg

  27. Sempat shock pas soo bilang kena kanker!
    Untung aja operasinya berhasil! 😀
    Kyu, awalnya nyebelin bgt ya? Sampe’ soohyun takut gt sama appanya sendiri! Wuuu~
    wtf! Endingnya kyu lebih care & sayang sama keluarganya!
    Kyuyoung jjang! 😀

  28. rasanya pengen getok Kyu pke penggorengan. Bsa2 nya nelantarin Soo yg baek dan Soohyun yg imut bgtu.
    Q suka Soohyun, karakternya pas bwt jd anaknya kyuyoung. Nice story chingu^^

  29. ahaha soohyun ganggu eomma appa nya aja deh, padahal kan baru romantis romantisannya .-.
    Squel dong yang happy family 🙂

  30. nyesekkk…… aku pikir sad ending… eh malah happy ending… untung deh,,
    ditunggu karya berikutnya chingu…..>.<

  31. Keren nih FF..
    Kasian Soo Eonni & Soohyun yang di sia-siakan..
    Awalnya aku kira Kyu punya simpanan, eh trnyata perkiraanku salah.
    Nyesek baca nih FF, bikin AS donk Thor.. ya?? *puppy eyes*
    Daebak pokoknya deh!

  32. kyaaaaaaa soohyun ngeganggu aja nih, kasihan orang tuanyakan…
    itu bnr2 romantis banget, akhirnya kyu oppa mencintai soo eonni, senangnya…
    ヽ(^。^)ノ

  33. Ya allah mataku smpe berair baca ni ff,nyeseg bngt jd soo nya ,kyu knpa hrs brskp bgtu sih,kn ksian soo sm soohyun nya ;(
    tp seneng deh akhrnya soo nya bs sembuh,ikh knpa kyu nya jd manja bgtu 😀
    dsar epilll
    suka bngt sm ff ni fell nya berasa bngtt terharuu baca nya 😉

  34. Annyeong reader baru
    Sempat netesin air mata waktu bca ff ini. Kupikir bakal sad ending tpi ternyata happy ending yeahh. Thor daebakkk .

  35. Hah akhirnya happy ending..
    kyu jadi penyayang yey ^.^

    sequel di protect 😦 gimana cara dapetin pw nya??

  36. aigoooo~ lagi sakit gitu masih aja soo eon mikirin kyu, daebak!
    hampir nangis ngebacanya.
    as nya ditunggu thor ^^

  37. ahhhh aku kira pas endingnya ada flashback pas soo keluar rumah sakit hhi
    endingnya kurang ngena thor, sisi romantisnya dikit hhe tp daebaakk 😀

  38. aigo uri soohyun ganggu ajj thu eomma am appa ny msra”an 😉

    akhir ny happy ending ugh,kra’in soo unni bkal ninggal truz sad ending 😦

  39. eohhh….critanya oke…tp koreksi dikit..kanker kalo udah nyebar bahkan kalo di kemo g bs walau dengan pengangkatan.kandunganpun jug g bisa saeng

  40. Endingnya lucu
    Soohyun menganggu aja tuh
    😀

    Kyuhyun (dalam hati ) : yh lagi begini diganggu 😀
    Hehehe

  41. Aaaaa!! Bagus ceritanya, sequelnya miinn… aduuhh aku kira tadi sad ending ternyatanya nggaa, besyukur mereka bersatuuu.. kyuyoung♥

  42. gila’!!
    NyesekK bnget dan Nyentuh bangettT…
    Aq sbg seorang wanita mungkin klo ngadepin sikap Kyu bloom tentu bisa kya Syoo.

    Aah.. perkenalkan joneun Readers baru bangapseumnida.

  43. Thorrr lu harus tanggung jawab, soalnya ffnya daebbak banget!! Aku sampe nangis T.T buat soohyun neomu kyeopta!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s