oneshoot

Thank You


Author: anjelji (@ordinary2509)

Judul: Thank You

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Oneshoot

Ini dia oneshoot yang aku janjikan. Aku ngak tahu kalian suka atau ngak sama jalan ceritanya. Tapi aku pikir ini cukup layak buat kalian baca^^ Dan maaf kar’na ini telat banget, soalnya kemaren belum sempet aku edit^^

Kar’na aku belum ada waktu bikin AS The Days sama Struggle Of Love, jadi aku belum tahu bisa publish kapan.  Dan semoga kalian suka sama ceritanya^^ Kalau jadi nanti aku kasih oneshoot lagi pas tahun baru ya^^

Sekarang kita mulai ceritanya….

AUHTOR POV

Kyuhyun yang seorang dokter sedang melakukan pemeriksaan rutin pada pasiennya. Tapi hari ini pasiennya bertambah satu, seorang wanita yang seharusnya di rawat oleh temannya. Tapi karena dokter yang merawatnya harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya, Kyuhyun mengambil alih tugasnya.

“Selamat pagi!!!” sapa Kyuhyun begitu masuk ke dalam ruangan pasien barunya itu.

Sooyoung, pasien barunya itu langsung menoleh dan tersenyum. “Selamat pagi. Anda dokter yang menggantikan dokter Park Jung Soo?” tanya eomma Sooyoung.

“Ne, Cho Kyuhyun imnida. Mulai sekarang aku yang bertanggung jawab atas putri anda, ehmm…”

“Choi Sooyoung. Namanya Choi Sooyoung.” kata eomma Sooyoung saat melihat Kyuhyun berusaha mengingat nama putrinya.

“Ne, Choi Sooyoung.” kata Kyuhyun. “Baiklah, aku akan memeriksamu sekarang.” kata Kyuhyun begitu berada di dekat Sooyoung.

Kyuhyun memulai kegiatannya melakukan pemeriksaan rutin Sooyoung. Sesekali dia melihat daftar riwayat penyakit milik Sooyoung yang di bawa oleh perawat yang mengikutinya sejak tadi.

“Bagaimana?” tanya eomma Sooyoung saat melihat Kyuhyun selesai melakukan pemeriksaan.

“Keadaannya belum ada perubahan banyak. Apa sudah ada kabar tentang donor sumsum tulang belakangnya?” tanya Kyuhyun pada eomma Sooyoung.

“Dokter Jung Soo mengatakan agak sulit menemukan donor sumsum tulang belakang untuk Sooyoung. Karena harus menunggu sumsum yang cocok untuk Sooyoung.” kata nyonya Choi sedih. Kyuhyun menatap Sooyoung sekilas.

“Aku akan berusaha mencarikan donor untuk Sooyoung-ssi secepatnya.” kata Kyuhyun.

“Gamsahamnina.” kata nyonya Choi lagi.

“Kalau begitu saya pamit dulu. Ada pasien lain yang harus saya periksa.” kata Kyuhyun dan mendapat senyuman dari Sooyoung dan eommanya.

Begitu Kyuhyun pergi, Sooyoung meminta eommanya untuk membawa dia jalan-jalan di taman rumah sakit. Tapi tidak lama eomma Sooyoung meninggalkan putrinya sendirian di taman karena dia harus menebus obat untuk Sooyoung.

SOOYOUNG POV

Taman, tempat yang selalu aku datangi kalau aku harus masuk ke dalam rumat sakit. Tempat ini seperti tempat hiburan yang bisa menghiburku dari kebosanan karena hanya diam di dalam kamar perawatan. Disini aku bisa melihat anak-anak kecil bermain dengan riang. Disini juga banyak tumbuh bunga-bunga yang cantik. Itu alasan kenapa aku sangat senang disini.

“Sedang apa kau disini?” tanya sebuah suara. Aku menoleh dan mendapati dokter yang tadi memeriksaku berdiri tempat di samping kursi rodaku.

“Saya selalu datang kesini kalau sedang bosan di kamar.” jawabku sambil tersenyum.

“Tidak perlu seformal itu padaku. Panggil saja aku oppa, sama seperi kau memanggil Jung Soo hyung. Lagi pula kita akan sering bertemu. Jadi aku rasa akan lebih baik kalau kau memanggilku oppa.” katanya.

“Baiklah.” kataku tersenyum.

“Kau sendirian?” tanyanya.

“Ne, eomma sedang pergi mengambil obat.” kataku.

“Apa boleh aku menamimu? Aku baru saja selesai melakukan pemeriksaan.” katanya.

“Tentuk saja. Duduklah!!!” kataku lalu memintanya duduk di bangku taman di sampingku.

“Aku baru tahu banyak anak kecil di taman ini.” katanya.

“Mereka juga pasien di rumah sakit ini. Karena mereka anak kecil, jadi mereka tetap terlihat ceria meskipun sedang sakit. Apalagi mereka bertemu banyak teman disini.” kataku.

“Kau sepertinya tahu banyak.” ucapnya.

Aku menoleh padanya, “tentu saja. Aku sangat sering datang kemari. Meskipun aku sedang tidak dirawat.” kataku. Aku melihatnya mengangguk. “Kau sudah lama disini?” tanyaku.

Dia menoleh padaku, “aku baru datang satu minggu yang lalu.” jawabnya.

“Sebelumnya kau bekerja dimana?” tanyaku lagi.

“Aku bekerja di Amerika.” katanya.

Tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit. Pandangan mataku menjadi kabur. Dan aku merasakan ada yang keluar dari hidungku.

“Sooyoung-ssi, kau kenapa?” tanya Kyuhyun dengan nada panik.

“ARRGHHH, SAKIT!!!!” teriakku.

“Kita kembali saja ke kamar.” katanya.

AUTHOR POV

Kyuhyun membawa Sooyoung ke dalam kamarnya. Sesampainya di kamar Sooyoung, Kyuhyun langsung memanggil perawat untuk membawakan alat-alat yang dibutuhkannya.

“ARRGGHHHHHHH!!!” teriak Sooyoung kesakitan.

“Bertahanlah. Aku akan memberikan obat penahan sakit padamu.” Sooyoung mengangguk di tengah kesakitannya.

Kyuhyun langsung menyuntikan obat penahan sakit melalui selang infus di tangan Sooyoung. Begitu selesai, Sooyoung tampak mulai tenang dan tidak lagi menjerit seperti tadi.

“Ada apa, dok?” tanya eomma Sooyoung panik begitu masuk ke dalam kamar rawat Sooyoung.

“Tadi Sooyoung-ssi kesakitan. Tapi saya sudah memberikan suntikan penahan sakit padanya.” jelas Kyuhyun. Eomma Sooyoung mengangguk.

“Kalau begitu saya pamit dulu.” kata Kyuhyun.

“Baiklah. Terima kasih karena kau sudah menolong putriku.” kata eomma Sooyoung.

“Itu sudah tugasku. Kalau begitu permisi.” kata Kyuhyun lalu pergi meninggalkan kamar Sooyoung.

KYUHYUN POV

Pagi ini aku lakukan seperti biasanya. Setelah sarapan, aku langsung pergi bekerja di rumah sakit. Ini sudah tiga minggu sejak pertama kali aku datang ke rumah sakit itu. Dan ini adalah minggu kedua aku selalu bertemu dengan gadis bernama Choi Sooyoung. Sekarang aku sudah berada tepat di sampingnya, melakukan pemeriksaan rutin untuknya.

“Apa sudah ada pendonor untuk Sooyoung?” tanya tuan Choi padaku.

Aku menoleh dan menyerahkan laporan kesehatan Sooyoung pada perawat di sampingku. “Maafkan saya, tapi sampai sekarang kami belum menemukan donor yang cocok untuk Sooyoung-ssi. Meskipun ada beberapa pendonor, tapi sedikit sulit menemukan pendonor yang cocok untuknya.” kataku menjelaskan.

Aku bisa melihat raut wajah kecewa dan sedih dari kedua orang tua Sooyoung. “Baiklah. Tapi kami mohon usahakan secepatnya.” kata tuan Choi lagi.

“Tentu saja. Saya akan mengusahakannya.” kataku. “Kalau begitu saya permisi dulu.” kataku pamit.

“Tunggu sebentar!!!” panggil nyonya Choi padaku, aku menoleh. “Bisakah kau menemani Sooyoung sebentar? Kami harus pergi ke kantor untuk mengurus beberapa urusan.” katanya. Mereka memang sering menitipkan Sooyoung padaku, apalagi hubunganku dan Sooyoung sudah seperti seorang teman.

“Tidak usah eomma, tidak perlu membuatnya repot. Lagi pula tidak apa-apa kalau aku ditinggal sendirian.” kata Sooyoung.

“Tidak apa-apa. Aku hanya perlu memeriksa dua pasien lagi, lalu setelah itu aku bebas.” kataku.

“Kau yakin?” tanya Sooyoung.

“Tentu saja.” jawabku.

“Terima kasih Kyuhyun-ssi.” kata nyonya Choi.

“Tidak perlu sungkan padaku.” kataku.

Aku lalu keluar dari kamar Sooyoung dan menuju kamar pasien lain.

“Kau sepertinya semakin dekat dengan Sooyoung-ssi.” kata Jessica, perawat yang menemaniku.

“Kami hanya berteman.” kataku.

“Kau yakin?” tanyanya jahil.

“Sangat yakin. Dan kau, sebaiknya urus saja kekasihmu. TIdak perlu usil mengurusiku.” kataku. Jessica merupakan kekasih sepupuku, dan dia termasuk orang yang sangat blak-blakan. Jadi dia akan langsung menanyakan hal yang ingin dia ketahui, apalagi padaku yang sudah sangat dia kenal.

“Biasanya orang yang menjawab seperti itu berarti ada apa-apanya.” katanya.

“Sudahlah, sebaiknya kita cepat masuk.” kataku lalu melanjutkan aktifitas kami.

Setelah selesai dengan tugasku melakukan pemeriksaan rutin, aku langsung kembali menuju ruangan Sooyoung. Saat aku masuk, aku melihat Sooyoung sedang membaca sebuah buku.

“Kau sudah datang?” tanyanya saat menyadari kedatanganku.

“Hmm. Kau belum selesai membaca buku itu?”

“Belum, bukunya terlalu tebal untukku.” katanya. Aku tersenyum lalu duduk di sofa tidak jauh dari tempat tidurnya. “Kau sudah sarapan?” tanyanya.

“Sudah, aku sudah sarapan di rumah tadi.” jawabku. “Memangnya kenapa?” tanyaku.

“Ani, aku hanya bertanya saja.” katanya. “Apa Jessica eonni sudah pulang?” tanyanya lagi.

“Sepertinya belum. Kenapa? Kau ingin dia kesini?” tanyaku. Sooyoung memang dekat dengan Jessica. Karena Jessica merupakan perawat yang bertanggung jawab atas Sooyoung.

“Tidak usah. Aku hanya bertanya saja. Dia pasti sangat lelah menemaniku semalaman.” katanya.

“Semalaman? Memangnya tidak ada keluargamu?” tanyaku.

“Eomma dan appa harus pergi ke rumah nenek karena dia sakit. Sementara Soojin eonni sedang menginap di rumah temannya di luar kota.” katanya.

“Kenapa kau tidak menelponku? Aku bisa menemanimu.”

“Jessica eonni bilang kau ada acara makan malam dengan orang tuamu, jadi aku pikir aku tidak mau mengganggu acara keluarga.” katanya.

“Itu hanya acara makan malam, jadi aku bisa saja bilang aku ada urusan di rumah sakit kalau kau menghubungiku.” kataku.

“Sudahlah, lagi pula itu sudah lewat.” katanya. Tiba-tiba aku melihat ada darah yang keluar dari hidungnya. “ARRGHHH!!!” teriaknya kesakitan.

“Wae? Apa kepalamu sakit lagi?” tanyaku menghampirinya.

“OPPA SAKIT!!!!” teriaknya, sekarang dia mencengkram lenganku keras.

“Bertahanlah, aku akan mengambilkan obat untukmu.” kataku lalu menuju sebuah lemari kecil tempat obat Sooyoung disimpan. Setelah mendapatkan obat yang aku butuhkan, aku kembali menghampiri Sooyoung. “Minum ini.” kataku.

Tidak lama setelah Sooyoung meminum obat dariku, dia tampak lebih tenang sekarang. “Aku bersihkan dulu darah di hidungmu.” kataku lalu mengambil tisu dan membantunya membersihkan darah di hidungnya.

“Aku lelah oppa. Aku lelah.” katanya. Aku membuang tisu yang kupakai untuk membersihkan darahnya lalu duduk di ranjangnya.

“Lelah? Kau lelah kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

“Aku lelah harus terus merasakan kesakitan ini.” katanya. “Akan lebih baik kalau aku meninggal dan tidak lagi merasakan kesakitan ini.” katanya lalu menangis.

Aku langsung meletakkan kedua tanganku di bahunya. “Aku tahu. Tapi kau juga harus memikirkan orang tua dan eonnimu. Mereka akan sangat kehilanganmu kalau kau harus pergi.” kataku.

“Tapi rasanya sangat menyakitkan oppa.” katanya masih menangis. “Aku sudah tidak kuat lagi.” tambahnya.

“Aku janji akan mencarikan donor untukmu secepatnya. Tapi kau juga harus berjanji bertahan untuk menunggunya, untuk orang tuamu, Soojin eonni, untuk semua orang yang menyayangimu, dan juga untuk…ku.” kataku.

Aku melihat dia mengangkat kepalanya. “Apa oppa benar-benar berjanji?” tanyanya.

“Tentu saja. Tapi kau juga harus berjanji padaku. Bagaimana?” tanyaku balik.

“Iya, aku berjanji padamu.” jawabnya.

Aku lalu memeluknya. “Bersabarlah untuk menunggu, Soo. Aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan pendonor itu.” aku merasakan dia mengangguk.

AUTHOR POV

Siang ini Sooyoung memaksa untuk makan siang di restoran favoritnya. Dan Sooyoung juga memaksa harus Kyuhyun yang menemaninya. Meskipun keluarganya melarang, Sooyoung terus memaksa hingga akhirnya keluarganya dan Kyuhyun mengizinkan Sooyoung pergi. Tapi karena Kyuhyun ada pekerjaan yang harus dia lakukan, Sooyoung akhirnya menyuruh dia datang begitu pekerjaannya selesai. Dan sekarang, Sooyoung sedang duduk di salah satu bangku restoran untuk menunggu Kyuhyun. Dan ini sudah sekitar dua jam Sooyoung menunggu, tapi Kyuhyun belum juga menampakkan batang hidungnya.

“Apa pekerjaannya belum selesai?” tanya Sooyoung.

Sooyoung mengambil ponselnya lalu menulis pesan untuk Kyuhyun.

‘Oppa, kau dimana?’

Sooyoung menekan tombol kirim. Sekitar dua menit, ponsel Sooyoung berdering dan memunculkan nama Kyuhyun disana.

‘Yeoboseyo!!’ sapa Sooyoung.

‘Soo, apa kau masih menungguku?’ tanya Kyuhyun langsung

‘Tentu saja.’ jawab Sooyoung.

‘Sebaiknya kau kembali ke rumah sakit sekarang. Aku sepertinya tidak akan bisa datang.’ kata Kyuhyun. ‘Soo, Sooyoung-ah. Kau disana?’

Tanpa Kyuhyun ketahui, Sooyoung sekarang sedang terbaring di lantai restoran karena pingsan. Bukan karena kecewa karena jawaban Kyuhyun, tapi karena dia terlalu lelah. Dan sebenarnya Sooyoung sudah menahannya dari tadi agar dia tidak pingsan, tapi tubuhnya sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang dirasakannya.

‘Yeoboseyo!!!’ sapa seseorang pada Kyuhyun.

‘Ne, kau siapa?’ tanya Kyuhyun.

‘Saya pegawai restoran. Nona pemilik ponsel ini pingsan. Apa anda temannya?’

‘Apa? Pingsan? Kalau begitu saya akan kirimkan ambulans kesana secepatnya.’ kata Kyuhyun panik.

‘Baiklah, saya tunggu.’ kata pegawai itu.

Sekitar tiga puluh menit, ambulans datang dan langsung membawa Sooyoung ke rumah sakit. Begitu sampai di rumah sakit, petugas rumah sakit langsung membawa Sooyoung kembali ke kamarnya. Dan Kyuhyun sudah siap disana.

Kyuhyun mulai memasang infus pada tangan kiri Sooyoung serta selang oksigen pada hidungnya. Kyuhyun terlihat sangat ketakutan sekarang. Orang tua Sooyoung juga tidak berhenti-hentinya menangis terutama eommanya. Itu semua karena saat Sooyoung memaksa pergi, keadaannya sedang sangat menurun. Dan ternyata yang mereka semua takutkan terjadi sekarang. Sooyoung kembali dalam keadaan tidak sadar.

Setelah sekitar tiga puluh menit berjuang, Kyuhyun akhirnya harus menyampaikan berita kurang baik pada kedua orang tua Sooyoung.

“Bagaimana?” tanya tuan Choi.

“Maafkan aku. Sooyoung sekarang dalam keadaan koma.” kata Kyuhyun menunduk.

“APA MAKSUDMU?” tanya tuan Choi marah. Sementara itu Kyuhyun hanya menunduk dan merutuki dirinya sendiri.

“Sooyoung-ah, kau tidak boleh melakukan ini pada kami. Bukankah kau bilang kau akan sembuh untuk kami.” kata eomma Sooyoung menangis.

KYUHYUN POV

Sooyoung, kenapa kau lakukan ini? Apa kau ingin membuatku menyesal? Kalau kau memang ingin melakukannya, kau berhasil. Kenapa kau tidak juga bangun? Ini sudah satu minggu, Soo. Tapi kenapa kau belum juga bangun?

“Andai saja waktu itu aku datang dan menemuinya.” kata-kata itu yang selalu keluar setiap aku selesai melihat Sooyoung yang sedang terbaring di ranjangnya.

“Sudahlah, Kyu. Aku yakin Sooyoung tidak suka mendengarmu menangis seperti ini.” kata Jessica.

“Tapi aku yang membuatnya seperti ini, Sica. Aku yang melakukannya.” kataku.

“Bukan kau yang melakukannya. Tapi keadaan Sooyoung memang sudah semakin menurun. Dan aku yakin kau tahu itu.” katanya lagi.

“Apa sudah ada kabar tentang pendonor untuk Sooyoung?” tanyaku.

“Sepertinya sudah ada. Tapi kita harus melakukan tes dulu.” kata Jessica.

“Kalau begitu lakukan secepatnya.” kataku lagi.

“Kau tenang saja. Aku mengenal Sooyoung dengan baik. Aku yakin dia akan mampu melalui masa sulit ini.” kata Jessica mencoba meyakinkanku.

“Gomawo, Sica-ah.” kataku tersenyum.

“Itu gunanya teman.” kata Jessica membalas senyumanku.

AUTHOR POV

Hari ini Sooyoung akan melakukan operasi untuk yang kedua kalinya. Kali Kyuhyun akan langsung melakukan operasi pada Sooyoung dibantu oleh dokter spesialis lainnya.

“Tolong selamatkan anakku.” kata tuan Choi.

“Aku berjanji akan melakukan yang terbaik.” kata Kyuhyun.

Tidak lama Kyuhyun masuk ke dalam ruangan operasi dan mulai melakukan operasinya. Keluarga Sooyoung terus menunggu.

Satu jam….

Dua jam…

Tiga jam…

Empat jam…

Sampai akhirnya lima jam berlalu, lampu di atas ruangan operasi mati dan keluar Kyuhyun dengan pakaian operasi serta masker yang menutupi sebagian wajahnya. Orang tua dan kakak Sooyoung langsung menghampiri Kyuhyun.

“Bagaimana?” tanya eomma Sooyoung.

“Kita masih harus menunggu hasilnya dalam dua puluh empat jam.” kata Kyuhyun.

“Terima kasih karena sudah membantunya.” kata eomma Sooyoung lagi. Kyuhyun hanya tersenyum.

Dua puluh empat jam kemudian, Kyuhyun memasuki ruangan Sooyoung dan mengecek keadaan Sooyoung. Tapi tidak lama layar alat monitor jantung Sooyoung menampilkan garis lurus serta bunyi yang sangat memekikkan telinga. Kyuhyun langsung menyuruh Jessica untuk membawakan alat kejut jantung. Setelah memegangnya, Kyuhyun melakukan tindakan agar jantung Sooyoung kembali berdenyut.

“Soo, bertahanlah. Aku yakin kau bisa mendengarku.” kata Kyuhyun masih berusaha

Kyuhyun terus menerus melakukan tindakan pada Sooyoung, tapi Sooyoung tetap tidak menunjukkan reaksi apapun. Kyuhyun sudah meneteskan air matanya karena dia merasa tidak berguna meskipun sekarang dia berada di samping Sooyoung. Sementara orang tua dan kakak Sooyoung juga terus menangis karena tidak sanggup melihat keadaan Sooyoung.

“Soo, aku mohon bertahanlah. Kau tahu kau sudah mengisi hari-hariku beberapa minggu ini. Dan aku sangat senang saat bersamamu. Jadi kumohon bertahanlah untukku dan juga semua orang yang menyayangimu.” kata Kyuhyun frustasi. Tapi masih tidak ada reaksi apapun dari Sooyoung.

“Sudahlah, Kyu. Mungkin Tuhan lebih menyayanginya dari pada kita.” kata Jessica mencoba menenangkan.

“Tapi aku mencintainya. Kenapa Tuhan selalu mengambil orang yang aku cintai. Orang tuaku, sahabatku, dan sekarang Sooyoung. Wae Sica?” kata Kyuhyun berteriak. Dia kembali menatap Sooyoung. “Aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku berjanji akan menemanimu kapan pun kau membutuhkanku. Aku berjanji tidak akan membuatmu menunggu seperti kemarin.” kata Kyuhyun lagi.

“Jangan begini, Kyu.” kata Jessica yang juga sudah menangis. Kyuhyun melampar alat pacu jantung di tangannya lalu memukul tembok di dekatnya dengan sangat keras hingga tangannya terluka.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara dari alat monitor jantung milik Sooyoung. Jessica yang menyadarinya pertama kali langsung menatap layar monitor dan langsung menghampiri Kyuhyun.

“Kyu, jantungnya kembali berdenyut!!!” seru Jessica dan berhasil membuat Kyuhyun menoleh. Kyuhyun langsung menghampiri ranjang Sooyoung dan memulai melakukan pemeriksaan. Meskipun harus menahan rasa perih di tangannya.

“Soo, aku tahu kau bisa mendengarku. Aku mohon bertahanlah. Aku tahu kau marah padaku, tapi aku mohon bertahanlah. Karena aku mencintaimu…” kata Kyuhyun lalu melanjutkan pekerjaannya.

Setelah sekitar sepuluh menit, Sooyoung tiba-tiba membuka matanya. Kyuhyun yang melihatnya langsung memeluk Sooyoung.

“Soo, kau bangun!!! Terima kasih…” kata Kyuhyun masih memeluk Sooyoung.

“Jangan terlalu kencang, Kyu. Dia bisa kesakitan. Kata Jessica mengingatkan.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Sooyoung yang sekarang sedang menatapnya juga. “Terima kasih karena sudah kembali, Soo.” kata Kyuhyun. Meskipun nyaris tidak terlihat, tapi Sooyoung mengangguk lemah.

“Soo, kau kembali.” kata nyonya Choi.

“Terima kasih karena sudah kembali dan bersama kami lagi.” kata appanya.

SOOYOUNG POV

Sudah dua minggu sejak aku bangun dari koma. Sekarang aku sedang duduk di taman rumah sakit tempat favoritku. Sudah tidak ada lagi infus yang menempel di tanganku karena dua hari yang lalu Kyuhyun sudah melepaskannya.

Kyuhyun, pria itu sekarang sedang duduk di sampingku. Menggenggam tanganku dengan hangat. Setidaknya memberikanku kehangatan karena sekarang sedang musim dingin di kota Seoul. Sejak satu minggu yang lalu, dia sudah menjadi kekasihku. Dan sejak saat itu, dia menjadi salah satu alasanku untuk benar-benar pulih selain orang tua dan eonniku.

“Kau mau kembali sekarang?” tanyanya. Aku menggeleng lalu tersenyum.

“Oppa!!!” panggilku.

“Hmmm.” gumamnya lalu menoleh padaku.

“Terima kasih.”

“Untuk?” tanyanya.

“Karena selalu berada di sampingku.” kataku.

Dia tersenyum lalu memelukku. “Bukankah sudah pernah aku katakan kalau aku mencintaimu?” aku mengangguk. “Karena aku mencintaimu, aku akan selalu ada di sampingmu. Saat kau sedang atau tidak membutuhkanku sekalipun, aku akan selalu berada di sampingmu. Karena begitulah caraku mencintaimu, dan bukankah begitulah seharusnya cara orang mencintai.” kata Kyuhyun.

Aku tersenyum. “Saranghae oppa. Lalu apa yang bisa aku lakukan untukmu?” kataku.

“Kau hanya perlu berada di sampingku dan tersenyum seperti sekarang selamanya.” katanya lalu mengeratkan pelukannya. “Nado saranghae, chagi.” lanjutnya.

Terima kasih Tuhan. Karena kau tidak hanya membuatku kembali ke keluargaku dan juga sembuh dari penyakitku, tapi juga membawanya ke dalam hidupku. Membuatku tahu apa arti bahagia yang sesungguhnya.

END

Gimana? Endingnya ngak romantis ya? Ceritanya juga ngak menarik….

Kasih komen sama likenya ya, biar aku bisa bikin yang lebih baik lagi dari ini^^

Advertisements

89 thoughts on “Thank You”

  1. Omooo,,,
    Melihat soo oennie yg sakit disini jd t’ingat scene2 soo oennie d The Third Hospital!!! Begitu sedih melihat soo oennie yg menahan sakitny!! 😥

    Tp akhirny happy ending juga!! Dokter Cho Kyuhyun telah menyelamatkanny!! Hhhheeee… 🙂
    Pngen sekuel donk chingu!! ^_^

  2. like like like! keren bgt. sempet dag dig dug juga, kirain Soo eonnie meninggal. dh kebayang gmn galaunya klo smpe itu terjadi. tp untung aja happy ending 😀 good job, chingu ^^

  3. benar adanya Cinta Sejati jika aku baca FF ini^^
    perjuangan yang ga sia-sia walau melewati masa sulit
    DAEBAK
    ku koreksi, ada kalimat yang kurang tanda petiknya^^)v
    di tunggu kelanjutan FF lainnya^^
    Fighting!!!~

  4. Uoh,, cinta mereka bener2 hebat..
    Gila, udah dag dig dug duluan tuh pas tau Soo nya udh meninggal, tapi untungnya dia kembali ^^
    Next ff!

  5. bagus banget thor, menyentuh :’)
    gara2 cintanya kyu soo bangun lagi, kuat banget, pokoknya bagus feelnya dapet ^^

    keep writing thor! 😉

  6. kyaaa ><

    akhir.a happy end,,
    pas prtma bca udh nyesek bgt, aq kra bklan sad end tpi trnyta enggak ..
    hehe 😀

    gwaenchana eonn, aq bkal nnggu kok AS.a the days
    dan aq akan slalu mnggu krya" yg laiin.a 🙂

  7. Yey Happy Ending ku kira bakal Sad Ending
    Untung Soo eonni masih bisa bertahan walau sudah sekarat agak kesal sm Kyu oppa yg gk mau nemuin Soo eonni di restoran tapi gk papa karena mereka udh bersatu 🙂

  8. suka thor..
    tp aku rada ga sreg, “10 mnit kmudian soo mmbuka mata” ak rasa itu trlalu cpt thor, jd crtax kaya trburu2.
    trs d awal crta, kyu kya g ad rasa trtarik sma soo, jd pas d prtnghan crta agak kaget kyu trnyata suka.
    hehe itu aja se thor…tp ttp suk crtax.
    soryyy creweettt…
    smngtt d tnggu crta lainnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s