oneshoot

Struggle Of Love


Author: anjelji (@ordinary2509)

Judul: Struggle Of Love

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun, Shim Changmin

Other cast: Find It

Genre: Romance, Friendship

Length: Oneshoot

Aku kasih oneshoot yang udah cukup lama aku simpen. Aku sempet ngak yakin buat post ini soalnya takut kalian ngak suka sama jalan ceritanya.

Kita mulai ya^^

AUTHOR POV

Hari ini Kyuhyun, Sooyoung dan Changmin yang sudah bersahabat dari kecil itu sedang pergi mengunjungi sebuah panti asuhan. Karena latar belakang keluarga mereka yang cukup berada, mereka melakukannya hampir setiap bulan.  Namun hari ini ada yang berbeda, berbeda karena akan ada seseorang yang menyatakan perasaannya pada orang yang dia sukai.

“Sooyoung-ah, Kyuhyun-ah!!!!” panggil Changmin sambil mengisyaratkan kedua sahabatnya itu untuk mendekat padanya. Kyuhyun dan Sooyoung langsung menghampiri Changmin tanpa tahu apa yang akan Changmin katakan atau lakukan.

“Wae?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin kalian melihat hasil buatanku, terutama kau, Soo.” kata Changmin lalu tersenyum lembut pada Sooyoung.

Kyuhyun, Sooyoung dan Changmin lalu melihat ke arah yang di tunjuk Changmin. Dan sorot mata terkejut langsung terlihat dari Kyuhyun dan Sooyoung saat melihat anak-anak kecil yang membawa tulisan ‘SOOYOUNG, MAUKAH KAU MENJADI PACARKU?’.

“Itu apa oppa?” tanya Sooyoung.

“Itu isi hatiku, Soo. Isi hatiku yang mencintaimu.” jawab Changmin.

“Tapi kita bersahabat.” ucap Sooyoung. Lalu Sooyoung menatap Kyuhyun takut seolah meminta pendapat. Tapi yang Sooyoung lihat adalah Kyuhyun yang justru pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang lain lalu menghilang di balik tembok panti asuhan itu.

“SOO!!! KAU MAU KEMANA?” tanya Changmin berteriak saat melihat Sooyoung justru berlari meninggalkannya dan lebih memilih mengejar Kyuhyun yang pergi entah kemana.

Sementara itu Sooyoung mengejar Kyuhyun ke tempat parkir, dia yakin Kyuhyun akan pulang. Dan saat dia berhasil menemukan Kyuhyun yang sedang membuka pintu mobilnya, Sooyoung berlari dan langsung memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Kajima, aku tidak tahu kalau Changmin akan melakukan ini semua. Jeongmal kajima!!!!” kata Sooyoung memohon.

Kyuhyun melepaskan pelukan Sooyoung lalu berbalik. Dia menatap wajah gadis yang sekarang sedang menatapnya dengan air mata yang sudah siap keluar. “Uljimayo, lagi pula aku tahu Changmin menyukaimu. Jadi jangan merasa bersalah, karena aku tahu ini semua bukan kesalahanmu.” kata Kyuhyun lalu membawa Sooyoung masuk ke dalam mobilnya, dan Kyuhyun pun ikut masuk. Keduanya lalu pergi meninggalkan panti asuhan itu untuk melanjutkan pembicaraan mereka.

Selama perjalanan Kyuhyun dan Sooyoung sama sekali tidak mengeluarkan suara mereka sedikit pun. Hanya suara musik yang terdengar dari cd player yang Kyuhyun putar. Setelah sekitar tiga puluh menit berkutat dengan jalanan kota Seoul, Kyuhyun akhirnya berhenti di sebuah restoran. Kyuhyun membukakan pintu untuk Sooyoung lalu keduanya masuk ke dalam restoran dan duduk di meja yang terletak di dekat kaca besar, sehingga keduanya bisa melihat lalu lintas kota dengan sangat jelas. Mereka memesan makanan untuk makan siang. Masih tidak ada yang bicara sampai pelayan meninggalkan mereka setelah menghidangkan makanan pesanan keduanya.

“Kenapa oppa mengajakku kesini?” tanya Sooyoung setelah sekian lama bungkam.

Kyuhyun menatap Sooyoung lalu tersenyum, “tentu saja untuk makan siang. Memangnya kau mau berenang disini?” gurau Kyuhyun lalu tersenyum lagi.

“Apa kau tidak marah?” tanya Sooyoung lagi.

“Anio. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tahu perasaan Changmin padamu?” tanya Kyuhyun balik.

“Tapi kenapa oppa tadi pergi?” tanya Sooyoung lagi.

“Aku hanya tidak mau terbawa emosi lalu memukulnya, jadi aku putuskan untuk pergi saja.” jawab Kyuhyun lalu menatap Sooyoung yang kini sedang menatapnya.

“Apa oppa cemburu?”

Kyuhyun yang mau meminum minumannya lalu menatap Sooyoung dan menggenggam tangan gadis di hadapannya itu. “Tentu saja aku cemburu. Mana mungkin ada seorang namja yang tidak cemburu kalau ada orang lain yang menyatakan perasaan mereka pada yeojachingunya?”

“Itu berarti oppa benar-benar mencintaiku?”

“Hey, kenapa kau terus bertanya. Sudah, kita makan dulu ya!!!” ajak Kyuhyun.

“Ani, aku ingin oppa menjawab pertanyaanku dulu.” kata Sooyoung mendesak.

Kyuhyun akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan duduk di samping Sooyoung. Dia menarik lengan Sooyoung dan meletakkan tangan gadis itu di dadanya. “Aku sangat mencintaimu nona Choi Sooyoung. Aku tidak pernah mengucapkannya karena menurutku kau sudah bisa merasakannya hanya dengan selalu bersamaku setiap saat. Jadi apa kau percaya padaku?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung mengangguk cepat lalu memeluk Kyuhyun dengan sangat erat. Kyuhyun sedikit tersentak tapi dia langsung membalas pelukan Sooyoung. Keduanya tetap berpelukan sampai sebuah suara membuat mereka melepaskan pelukan hangat mereka dengan pelan.

“JADI KALIAN BERDUA BERPACARAN?” tanya sebuah suara dengan nada yang terdengar sangat kesal.

“Changmin oppa?” kaget Sooyoung lalu bangkit dari tempat duduknya dan diikuti oleh Kyuhyun yang juga ikut bangkit dan sama terkejutnya dengan Sooyoung.

“Apa ada yang bisa kalian jelaskan padaku tentang semua ini?” tanya Changmin masih dengan tatapan geram, tapi suaranya sudah jauh lebih pelan.

Sooyoung yang sudah sangat takut hanya bisa memegang lengan Kyuhyun sambil menunduk dan bersembunyi di belakang tubuh namja yang sudah satu tahun ini menjadi kekasihnya tanpa diketahui oleh siapa pun kecuali keluarga mereka.

Kyuhyun dan Sooyoung memang dijodohkan oleh kedua orang tua mereka. Meskipun awalnya terasa sangat aneh karena mereka berdua bersahabat, tapi seiring berjalannya waktu mereka berdua tahu kalau mereka saling mencintai. Tapi sampai sekarang mereka tidak bisa memberi tahu kenyataan hubungan mereka pada Changmin. Karena mereka berdua tahu kalau Changmin juga mencintai Sooyoung. Mereka tidak mau merusak persahabatan mereka bertiga hanya karena Sooyoung yang lebih memilih Kyuhyun dari pada Changmin. Karena itu mereka tidak pernah memberi tahu Changmin.

“Duduklah.” perintah Kyuhyun dan diikuti oleh Changmin yang sekarang duduk di hadapan Kyuhyun dan Sooyoung.

KYUHYUN POV

Aku masih merasakan ketegangan di antara kami bertiga. Ini adalah pertama kalinya kami seperti ini. Aku menarik nafas dan menghembuskannya pelan, lalu aku mulai berbicara pada Changmin.

“Mianhe.” hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku saat ini. “Jeongmal mianhe Changmin-ah.” ulangku.

“Kau pikir ucapan maafmu bisa menjelaskan semuanya, Kyu? Aku membutuhkan penjelasan, bukan permintaan maaf.” katanya lalu menatap kami berdua bergantian.

“Baiklah kalau memang itu yang kau inginkan.” kataku, aku menatap Sooyoung meminta persetujuan. Sooyoung hanya menatapku ragu lalu aku melihatnya mengangguk pelan. Aku kembali menatap Changmin dan mulai berbicara. “Aku dan Sooyoung tidak ada hubungan apa-apa selain bersahabat, sama seperti sebelumnya. Apa salah kalau seorang sahabat mengatakan aku mencintaimu pada sahabatnya sendiri? Bukankah aku juga sering mengatakannya padamu, tapi bukan berarti aku ini kekasihmu kan?” kataku berbohong, aku lalu menatap Sooyoung yang sekarang sedang menatapku dengan tatapan sedih. Aku tahu Sooyoung kecewa dengan jawabanku, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan kenyataannya pada Changmin.

“Jadi kalian berdua tidak ada hubungan khusus? Begitukah Soo?” tanya Changmin pada Sooyoung. Sooyoung menatap Changmin takut lalu mengangguk. “Kalau begitu maaf aku sudah menuduh kalian. Lebih baik aku pergi saja dari sini, sepertinya Sooyoung ketakutan dengan sikapku tadi. Maafkan aku, Soo.” kata Changmin lagi lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kami berdua .

“Mianhe.” kataku menggucapkan hal yang sama pada Sooyoung sambil menatapnya yang kini sedang menatapku. “Aku…” tiba-tiba dia memotong ucapanku.

“Aku tahu hubungan ini terlalu sulit untuk kita berdua, dan aku rasa aku sudah tidak sanggup terus berbohong di hadapan semua orang. Terlalu menyakitkan mengatakan bahwa kau hanya sahabatku di hadapan semua orang terutama Changmin oppa.” katanya lalu aku melihat dia menangis.

“Apa yang kau katakan?”

“Lebih baik kita berpisah. Aku bisa bilang pada orang tuaku kalau kita memang tidak cocok, jadi tidak mungkin kalau kita berdua bersama.” katanya lagi.

“Kau gila? Aku mencintaimu, dan aku juga sangat yakin kau mencintaiku. Maaf kalau aku tidak jujur pada Changmin, Tapi aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya pada Changmin.” kataku agak keras. Aku benar-benar tidak mau berpisah dengannya.

“Tapi aku lelah.” katanya masih menangis.

“Tapi aku tidak akan pernah melakukannya. Aku akan tetap melanjutkan hubungan kita. Aku mohon jangan pernah mengatakan hal bodoh seperti itu lagi.” kataku lalu menariknya ke dalam pelukanku. “Aku berjanji akan mengatakan semuanya pada Changmin, tapi kita tunggu saat yang tepat, ya?” kataku lagi.

“Apa oppa janji?” tanyanya.

“Hmm, aku janji.” aku melepaskan pelukanku. “Setelah makan kita pulang, ya!!!” ajakku, dia mengangguk.

SOOYOUNG POV

Pagi ini aku pergi ke kampus seperti biasanya. Saat sampai di kampus, aku melihat Kyuhyun sedang bersama Seohyun dan Yoona, wanita yang selalu mengejar-ngejar Kyuhyun. Inilah kenapa aku tidak mau terus-terusan merahasiakan hubungan kami berdua, wanita-wanita itu selalu saja mendekatinya. Jujur aku takut dia berpaling dariku karena mereka yang terus mendekatinya.

“OPPA!!!” panggilku lalu berlari menghampirinya.

“Kenapa kau berlari seperti itu?” tanya Kyuhyun dan aku bisa melihat Seohyun dan Yoona menatapku dengan tatapan tidak suka.

“Aku hanya ingin mengajakmu sarapan, aku belum sarapan.” kataku lalu memegang lengannya.

“Kenapa tidak sarapan? Aish kau ini, kalau nanti kau sakit bagaimana?” katanya khawatir. “Kalau begitu kita makan di kantin kampus saja.” katanya lalu menarik lenganku meninggalkan dua wanita yang terus memanggil namanya.

“Kau mau makan apa?” tanyanya begitu kami duduk di sebuah kursi di kantin.

“Aku tidak lapar, kenapa harus pesan makanan? Lagi pula tadi aku sudah sarapan di rumah.” kataku lalu mendapat tatapan bingung darinya. “Aku hanya tidak suka kau terus bersama wanita-wanita itu, dan ini satu-satunya alasan yang masuk akal untuk membawamu pergi dari mereka.” kataku lalu dia mengacak-acak rambutku.

“Kau ini, apa kau cemburu?” tanyanya.

“Menurutmu?” tanyaku kesal.

“Annyeong!!!” sapa Changmin yang sekarang duduk di sampingku. “Soo-ah, maaf kemarin aku membentakmu.” katanya lalu tersenyum padaku. Ini sudah satu minguu sejak kejadian waktu itu.

“Tidak apa-apa oppa, lagi pula aku tahu kau pasti sangat marah kemarin.” kataku lalu menatap Kyuhyun yang sekarang sedang tersenyum. “Kau tidak ada kelas?”

“Sebenarnya ada, tapi aku malas bertemu dengan dosennya.” katanya lalu memakan makanan yang dia bawa.

Kami mengobrol seperti biasanya seolah tidak ada yang terjadi pada kami kemarin. Meskipun aku tahu Kyuhyun pasti cemburu karena melihat Changmin yang terus-terusan menggodaku, tapi kadang aku merasa beruntung Changmin melakukan itu padaku, anggap saja ini balasan karena dia yang juga sering dikelilingi oleh wanita itu membuatku cemburu.

“Aku harus pergi, ada seseorang yang harus aku temui.” kata Changmin lalu pergi begitu saja dari hadapan kami.

“Oppa, kenapa kau diam saja?” tanyaku. Kyuhyun lalu menatapku tajam, “wae?”

“Kau tahu dengan pasti kalau Changmin sangat menyukaimu. Tapi sekarang kau justru membiarkannya menggombalimu seperti tadi. Apa kau tidak memikirkan perasaanku?” tanyanya.

“Lalu apa aku harus mengatakan padanya ‘oppa, jangan lakukan itu padaku, nanti Kyuhyun oppa marah’ begitu?” tanyaku kesal. Pria ini benar-benar sulit dimengerti.

“Kalau kau mengatakan itu, berarti dia akan tahu tentang hubungan kita.” katanya.

Aku menatap kesal padanya, “itu kau tahu. Lalu apa kau punya cara yang lebih baik?” tanyaku. Kyuhyun langsung diam seketika. “Ah, sudahlah. Aku mau pergi ke toko buku saja. Melihat wajahmu lama-lama membuatku tambah kesal.” kataku lalu meninggalkannya.

Aku akhirnya benar-benar datang ke toko buku sendirian karena aku tahu Kyuhyun ada kelas. Saat aku berniat mengambil sebuah novel yang menurutku menarik, pada saat yang bersamaan ada sebuah tangan yang juga akan mengambil buku yang sama. Aku menoleh dan mendapati Changmin yang sedang menatapku tajam.

“Changmin oppa? Kenapa kau bisa disini?” tanyaku. Dia hanya diam, tapi matanya masih menatapku tajam. “Oppa kau kenapa?” tanyaku lagi.

“Siapa Kyuhyun sebenarnya?” tanyanya.

Aku menatapnya heran. Pertanyaan macam apa itu? “Apa maksudmu?” tanyaku tidak mengerti.

Tiba-tiba dia menarik lenganku kasar dan memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisku. Itu cincin yang Kyuhyun berikan padaku saat pertama kali dia menyatakan cintanya padaku. Aku mengerti sekarang apa maksud pertanyaannya tadi. Tapi bagaimana dia bisa tahu.

“Aku tanya sekali lagi siapa Kyuhyun sebenarnya?” tanyanya ulang.

“Oppa ini bagaimana? Kyuhyun itu kan sahabat kita.” jawabku pura-pura tidak mengerti arah pertanyaannya.

“Aku menemui Ahra noona. Dia sudah memberitahukan semuanya padaku, Soo. Sebaiknya kau jelaskan padaku sekarang sebelum aku melakukan hal kasar padamu.” aku memundurkan tubuhku saat dia mendekatkan wajahnya padaku.

Aku menatapnya takut, “sebaiknya tidak disini oppa. Ini tempat umum.” kataku. Tidak lama Changmin menarikku ke luar dari toko buku dan membawaku masuk ke dalam mobilnya.

Kami hanya diam dalam mobil. Tidak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun setelah lima menit kami disini. Aku menatapnya takut, dia sekarang sedang memandang lurus kedepan. Ini pertama kalinya aku melihat Changmin semarah ini.

“Katakan sesuatu!!!!” katanya. Aku hanya diam karena tidak berani mengeluarkan suara. “KATAKAN SESUATU CHOI SOOYOUNG!!!!” teriaknya.

Aku tersentak saat mendengarnya berteriak. “A..Apa yang harus aku katakan oppa?” tanyaku takut.

“Jelaskan tentang hubunganmu dengan Kyuhyun.” katanya dengan suara yang sama meskipun sekarang dia tidak berteriak.

Aku menarik nafasku lalu membuangnya perlahan. Aku memberanikan diri untuk menatapnya. Aku lalu mulai menceritakan tentang perjodohan yang orang tuaku dan Kyuhyun rencanakan. Tentang bagaimana kami bisa berpacaran. Aku bisa melihat dia menggepalkan tangannya menahan amarah.

“Jadi kau lebih memilihnya?” tanyanya geram.

“N..Ne.” jawabku takut.

AUTHOR POV

Setelah mendengar jawaban Sooyoung, Changmin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sooyoung hanya bisa diam sambil memegang ujung jok karena takut, tapi dia tidak berani untuk mengungkapkan rasa takutnya pada Changmin yang sedang marah.

Sekitar lima belas menit Sooyoung berada dalam ketakutan karena ulah Changmin, Changmin berhenti di depan sebuah rumah mewah. Sooyoung tahu dengan pasti rumah siapa itu.

“Untuk apa kita kesini oppa?” tanya Sooyoung.

Changmin menatap Sooyoung malas, “menemui calon suamimu.” katanya ketus lalu menyuruh Sooyoung keluar. Sooyoung yang tidak mau bertengkar pun hanya menurut dengan apa yang Changmin perintahkan.

Changmin langsung membawa Sooyoung masuk ke dalam rumah Kyuhyun tanpa menekan bel atau mengucapkan salam sama sekali. “KYUHYUN-AH KELUAR!!!” teriak Changmin.

“Oppa, ini rumah orang. Jangan berteriak begitu.” kata Sooyoung yang merasa tidak enak dengan sikap Changmin di rumah Kyuhyun. Sementara itu Changmin hanya mendelik tanpa memperdulikan omongan Sooyoung.

Tidak lama Kyuhyun terlihat sedang menuruni anak tangga. Dia tampak bingung dengan apa yang terjadi.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Jadi ini yang namanya sahabat?” tanya Changmin. Kyuhyun masih tampak bingung. “Kau akan menikahi Sooyoung, sementara kau tahu aku mencintainya?” kata Changmin lagi. Kyuhyun menghela nafas berat lalu mendekat ke arah Changmin.

“Jadi kau sudah tahu?” tanya Kyuhyun pelan.

“Iya.” jawab Changmin ketus.

“Mianhe, Changmin-ah. Aku hanya tidak mau menyakitimu, aku tahu kau menyukai Sooyoung.” kata Kyuhyun.

“Kalau kau tahu begitu, kenapa kau masih menerima perjodohan itu? Lalu apa kau masih berani menyebut dirimu sahabatku sekarang?” tanya Changmin yang kini melepaskan cengkraman tangannya pada Sooyoung dan mendekati Kyuhyun.

“Mianhe Changmin-ah.” lagi-lagi hanya itu yang bisa Kyuhyun ucapkan.

Changmin tersenyum mengejek, “lalu apa artinya aku kalau kedua sahabatku mau menikah, aku sama sekali tidak tahu?” kata Changmin lagi.

Kyuhyun dan Sooyoung mengangkat wajah mereka yang awalnya menunduk. Tidak lama Changmin lalu tertawa. Kyuhyun dan Sooyoung semakin bingung melihat Changmin.

Changmin mendekati kedua sahabatnya itu lalu merangkul bahu mereka. “Apa kalian benar-benar berpikir aku marah?” Kyuhyun dan Sooyoung saling bertatapan. “Apa aku memiliki alasan untuk marah?” tanya Changmin.

“Ne?” tanya Kyuhyun.

“Kalian berdua benar-benar bodoh. Kalian pikir aku marah karena kalian berdua akan menikah?” Changmin tertawa lagi. “Aku justru senang mendengar kalian berdua akhirnya bisa jujur dengan perasaan kalian sendiri.” kata Changmin sambil menatap kedua sahabatnya.

“Kau senang? Bukankah kau marah pada kami?” tanya Kyuhyun.

Changmin kembali tertawa, “aku hanya sedikit bermain-main dengan kalian. Aku pikir kalian akan jujur saat aku mengatakan aku mencintai Sooyoung di panti asuhan saat itu, tapi kalian justru meninggalkanku di sana sendirian dan pergi entah kemana.” kata Changmin dengan nada sedikit kesal.

“Panti asuhan? Jadi kau sudah tahu sejak lama?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

“Tentu saja.” jawab Changmin santai. Changmin lalu menarik Kyuhyun dan meletakkan tangan Kyuhyun di atas tangan Sooyoung. “Mulai sekarang, cobalah jujur pada sahabatmu ini. Aku akan lebih suka kalian jujur dari pada aku tahu dari orang lain.” kata Changmin lalu pergi begitu saja. Tapi Changmin tiba-tiba berhenti, “Sooyoung-ah, maaf tadi membentak dan menyakiti tanganmu.” kata Changlagi lalu benar-benar pergi.

“YAKKK!!! SHIM CHANGMIN KAU MAU KEMANA?” teriak Kyuhyun.

“URUS SAJA YEOJACHINGUMU, AKU ADA URUSAN LAIN.” kata Changmin lalu terdengar suara mobil.

“Jadi dia sudah tahu?” tanya Sooyoung.

“Sepertinya begitu.” jawab Kyuhyun.

“Jadi?” tanya Sooyoung yang masih bingung.

Kyuhyun lalu membawa Sooyoung ke dalam pelukannya. “Itu berarti kita tidak perlu takut Changmin akan datang ke pernikahan kita dengan amarah lalu membawamu pergi dari altar.” kata Kyuhyun lalu mencium kening Sooyoung.

“Kita seharusnya mengatakan ini lebih awal pada Changmin oppa.” kata Sooyoung menyesal.

“Kau benar. Tapi ini jauh lebih baik dari pada dia tahu saat kita sudah menikah.” kata Kyuhyun. “Ngomong-ngomong, kita harus mulai mempersiapkan pernikahan kita.” kata Kyuhyun.

Sooyoung langsung melepaskan pelukan mereka. “Kau benar. Aku bener-benar tidak sabar menunggu hari pernikahan kita oppa.” kata Sooyoung.

“Aku jauh lebih tidak sabar.” kata Kyuhyun lalu kembali memeluk Sooyoung. “Dan aku juga tidak sabar memanggilmu dengan sebutan Ny. Cho.

“Oppa, jangan mulai mengodaku.” kata Sooyoung malu.

END

Gimana? Bagus ngak?

RCL ya^^

Advertisements

74 thoughts on “Struggle Of Love”

  1. Omo,,
    Awalny begitu menegangkan!!
    Changmin yg nembak soo oennie, kyuppa yg cemburu dan changmin yg marah2!!
    Aigooo,, benar2 menegangkan!!
    Tp akhirny “happy end”
    Trnyata changmin hanya pura2
    Syukur deh law begitu

    Sekuel plisss!! Pngen liad gmana pernikahan kyuyoung and k’hidupan merka setlah menikah
    Yyaaaa…yaaaa…

  2. Annyeong author

    Kyaaaa, so sweet banget ceritanya
    Kirain changmin bakal marah besar dan memaksa kyuyoung putus, untung saja tidak, sykurlah, author benar-benar membuat saya spot jantung

    Minta AS dong, kekkeke

    Ditunggu fanfic lainnya, fighting!!!

  3. ih changmin oppa bikin jantungan aja nih.. kirain changmin oppa mau misahin kyuppa sama soo eonni..

    bagus thor.. terusin bikin karya-karya yg daebak, aku akan jadi reader setiamu.. ^^

  4. Bagus! Sweet bgt endingnya 😀

    omona! Changmin evil jga..
    Ngrjain kyuyoung sgitunya 😀

    kyuyoung nikah? Di tunggu undangannya
    *eh? 😀

  5. wach kirain changminmarah berneran ech………trnyata,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    bagus kk mungkin mo bikin sequelnya…………………………

  6. Makanya kyuyoung terbuka donk ama changmin!!!untunknya changmin cuma sandiwara dn mengingatkan sahabatnya untuk lbih terbuka ama dia?!!klw sempat beneran g mna kyuyoung??

  7. Ya ampun ternyata changmin oppa ngelakuin itu biar kyuyoung cerita yg sebenernya ya tentang hubungan mereka. Kirain bakal gimana haha

  8. Uah,,daebakk,,
    jantungan liat changmin mrah” gtt,,kraend bnerand,,ternyata eh ternyata,,ckck boongan toch,,dasar !!
    Hempp soo sweet hbngan kyuyoung,,coba az kalo bneran REAL,,d aminind dech,,hhe
    d tunggu kelanjutan ff n ff lainnyaa,,
    fighting!!

  9. Huwaaaa KyuYoung udah d’jodohin toh,hahaha senengnya.
    Hebat banget deh, acting Changmin oppa.Aish pengen meluk Changmin oppa deh.
    prok,prok,prok,,,,,#tepuk tangan
    Daebbak dah nih FF,Author pinter bikin jantungku copot(?)
    Ada AS-nya nggak Thor…….? klo ada tambah rame >_<

  10. Ahahahahahahahahah keren thor ceritanya 😀
    Yaampun dikira si shim changmin bakal makin berkoar-koar ternyata malah ketawa22..
    Sequel bisa kali thorr.. Bnykn kyuyoung momentnya terus changmin jga di bahas…

  11. Wahhh….
    Daebak eonni…
    Kirain Changmin oppa betul2 marah….
    Syukurlah…

    Eonni bikin As nya dong….
    Dan di tunggu ff yg lainnya….
    ^_^
    ^_^

  12. bagus bgt trnyata changmin dah tau dr dulu…buat AS’a chingu kan kita ga tau tuh habis dr rumah kyu changmin kemana bunuh dirikah

  13. Wahhhh …
    Kirain si changmin akan mrah trnyta tdak …
    Dijodohkan untung aj mreka saling menyukai ….senang ny jd perjodohan itu sangat menguntungkan coz saling suka…heheee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s