chapter

The Days Part 10


Author: anjelji (@ordinary2509)

Judul: The Days

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Chapter

Annyeong^^, maaf ya pulsa modem aku abis jadi baru bisa sekarang postnya. Banyak yang nanya kenapa Sooyoung ngak kenal sama Yoona padahal dia adiknya Yuri. Jadi gini, Sooyoung itu belum pernah ketemu sama adiknya Yuri, yaitu Yoona. Jadi dia ngak tahu kalau Yoona yang dia kenal itu Yoona adiknya Yuri. Dan dia juga ngak tahu waktu Yoona kecelakaan, soalnya disini ceritanya Yuri itu sedikit tertutup tentang keluarganya meskipun itu sama sahabatnya sendiri. Jadi sekarang pada ngak pusing lagi kan?

Buat part kali ini aku harap komennya bisa lebih banyak ya, dan makasih buat yang udah suka sama ff ini. Meskipun awalnya aku ragu buat bikin ini, tapi setelah di publish ternyata pada suka. Sekali lagi makasih ya^^

Kita mulai sekarang…..

AUTHOR POV

“Dia Yoona.” jawab Kyuhyun lalu menatap Sooyoung.

“Yoona? Apa dia kekasihmu? Tapi kenapa kau menghindarinya?” tanya Sooyoung bingung.

“Kekasih? Kalau dia kekasihku, aku tidak akan menghindarinya seperti tadi.” Kyuhyun melirik Sooyoung. “Dia keponakan teman eommaku. Kami bertemu dua minggu yang lalu, tapi sikapnya sangat agresif. Dia terus menelponku setiap malam, bahkan mengirimiku pesan setiap jam.” tambah Kyuhyun saat melihat ekspresi Sooyoung yang mengisyaratkan ingin tahu lebih.

“Menakutkan sekali. Lalu kenapa kau tidak coba bicara berdua dengannya dan bilang kalau kau tidak nyaman dengan sikapnya itu. Kalau kau terus begini, dia justru akan terus mengejarmu seperti tadi.” kata Sooyoung.

“Aku tidak yakin dia akan menyerah.”

“Kau tidak tahu kalau kau belum mencobanya.”

“Baiklah. Tapi apa kau mau membantuku?”

“Membantu apa?”

“Kau mau pura-pura menjadi kekasihku.” jawab Kyuhyun. Sooyoung menatap Kyuhyun terkejut. “Hanya satu hari. Ayolah kau mau ya!!!” mohon Kyuhyun.

Sooyoung menghela nafasnya, “baiklah.” jawab Sooyoung akhirnya. Kyuhyun tersenyum puas.

SOOYOUNG POV

Hari ini aku makan siang bersama Kyuhyun seperti biasanya, tapi kali ini dia mengajak Yoona bersama kami. Ini sudah tiga puluh menit sejak kami bertiga memulai makan siang kami, tapi ekspresi wajah Yoona belum juga berubah setiap melihatku.

“Bukankah oppa mau mengajakku membicarakan sesuatu? Apa itu?” tanya Yoona.

Kyuhyun menghentikan aktifitas makannya lalu meraih tanganku, dia memperlihatkan cincin yang dia berikan padaku saat di mobil tadi. Dia bilang agar lebih meyakinkan. “Dia kekasihku, jadi aku mohon jangan terlalu berharap padaku. Aku tidak mau kau sakit hati nanti, karena aku mencintainya.” jelas Kyuhyun.

“Kau pasti bohong. Eommamu tidak bilang apa-apa saat kita bertemu waktu itu.” katanya sedikit kesal.

“Aku belum sempat mengenalkannya pada eomma. Hanya appaku saja yang sudah pernah bertemu dengannya.” jelas Kyuhyun lagi.

“Apa buktinya kalau kalian sudah berpacaran?” tanyanya lagi.

“Kau tidak lihat cincin di tangan kami?” tanya Kyuhyun.

“Cincin? Kau bisa membelinya kapan saja kau mau.” kata Yoona.

Kyuhyun menatapku bingung, sepertinya dia kehilangan akal. “Yoona-ssi, maaf kalau kehadiranku membuatmu tidak suka. Tapi sikapmu membuatku sedikit tidak nyaman. Kau terus mengirimkan Kyuhyun oppa pesan dan menelponnya hampir setiap hari. Kau pasti tahu bagaimana rasanya saat kekasihmu terus dihubungi oleh wanita lain, kan?” kataku.

“Aku tanya apa buktinya kalau kalian berdua pacaran, aku tidak membutuhkan ceramahmu.” katanya denga suara yang semakin keras.

Aku tidak tahu ide itu muncul dari mana, tapi aku langsung mencium pipi Kyuhyun. Aku melihat Kyuhyun terkejut dengan sikapku begitu juga Yoona. “Oppa mianhe, aku tahu kau tidak suka aku menciummu di depan banyak orang. Tapi aku harus melakukannya.” kataku dan aku melihat Kyuhyun semakin bingung. “Ikuti saja permainanku.” bisikku padanya. Lalu Kyuhyun kembali terlihat tenang. “Bagaimana Yoona-ssi?”

“Baiklah, untuk sekarang aku akan mengalah. Tapi saat kalian berpisah nanti, akan aku pastikan aku yang akan ada di samping Kyuhyun oppa.” katanya lalu pergi meninggalkan aku dan Kyuhyun berdua.

“Soo-ah, bagaimana kau bisa melakukannya padaku?” tanya Kyuhyun begitu aku pindah duduk di hadapannya.

“Ide itu terlintas begitu saja.” jawabku santai. Aku merasa Kyuhyun masih menatapku, dan saat aku menatapnya ternyata dia memang sedang menatapku. “Ada apa? Apa ada sesuatu di wajahku?” tanyaku yang menyadari dia menatapku sangat intens.

“Pernahkah kau merasa bahwa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku. Aku menatapnya bingung.

“Tentu saja kita pernah bertemu sebelumnya, kita kan sudah bersahabat sejak kecil.” jawabku.

“Maksudku saat kita sudah dewasa. Mungkin ini terdengar aneh, tapi aku selalu merasa kita sudah sering bersama bahkan sejak pertama kali kita bertemu di rumah sakit.” katanya.

Aku menatapnya lekat. Aku ingin mengatakan bahwa aku juga merasakan hal yang sama dengannya. Bahkan aku merasakan ada sesuatu yang pernah dia katakan padaku tentang perasaannya. “Sebenarnya aku juga merasakan seperti itu. Tapi setelah aku pikirkan lagi, itu mustahil. Terakhir kita bertemu kan saat kita masih berumur enam tahun.” kataku.

“Tapi kalau itu hanya pikiran kita saja, kenapa kita bisa merasakan hal yang sama?” tanyanya lagi.

“Entahlah oppa, aku juga bingung.” kataku. “Oh, iya. Ini cincinmu.” kataku lalu melepaskan cincin yang dia berikan untuk meyakinkan akting kami di depan Yoona tadi.

“Tidak usah, itu untukmu saja.” katanya saat aku memberikan cincin itu padanya. “Anggap saja itu hadiah dariku.” katanya lagi.

“Hadiah? Mana mungkin ada seorang sahabat yang memberikan hadiah sebuah cincin pasangan seperti ini?” kataku. Aku melihat dia tersenyum. “Wae?”

“Kalau hadiah cincin pasangan dari sahabatmu terdengar aneh, anggap saja itu hadiah dari kekasihmu.” katanya. Aku menatapnya, “wae? Aku kan hanya bilang anggap saja, bukan berarti kau menganggapku sebagai kekasihmu.” katanya lagi.

“Terserah kau saja.” kataku lalu memakai cincin itu lagi karena Kyuhyun sepertinya memang menghadiahkannya untukku.

AUTHOR POV

Disudut restoran tampak Leeteuk yang sedang memperhatikan Kyuhyun dan Sooyoung. Dia tampak memperhatikan keduanya dengan sangat tajam.

“Karena kalian bertemu terlalu cepat.” kata Leeteuk. “Seharusnya kalian tidak bertemu secepat ini. Bayangan kalian saat masih menjadi malaikat masih membayangi kalian saat kalian pertama kali bertemu, itu kenapa kalian merasa pernah bertemu sebelumnya.” katanya lagi.

“Tuhan sepertinya memang menginginkan mereka bersatu.” ucap Leeteuk lalu menghampiri mereka berdua sebagai pelayan.

“Tuan, nona, ini makanan penutupnya.” kata Leeteuk sambil membawa makanan penutup yang Kyuhyun pesan dari meja pelayan.

“Terima kasih!!!” jawab Kyuhyun. Kyuhyun lalu menatap Leeteuk, “Hyung?” kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir Kyuhyun, sama seperti saat Sooyoung melihat Jessica. “Maaf, aku hanya merasa mengenalmu.” katanya lalu tersenyum pada Leeteuk. Tidak lama Leeteuk meninggalkan meja Kyuhyun dan Sooyoung.

“Terima kasih karena masih mengingatku.” kata Leeteuk hampir menangis. Ini ada pertama kalinya ada ‘mantan’ malaikat yang mengenalnya. Hubungan Kyuhyun dan Leeteuk memang sangat baik, itulah yang membuat Leeteuk setidaknya ingin tahu apakah Kyuhyun masih mengingatnya atau tidak. Dan dia sangat tersentuh saat Kyuhyun masih mengingatnya bahkan memanggilnya dengan sebutan ‘Hyung’.

“Kau mengenal pria tadi?” tanya Sooyoung.

“Entahlah. Aku hanya merasa sangat mengenalnya.” jawab Kyuhyun.

“Changmin oppa? Victoria?” ucap Sooyoung dengan ekspresi terkejut sambil melihat ke arah pintu masuk. Kyuhyun mengikuti arah pandangan Sooyoung. Dia memang belum pernah bertemu dengan Changmin, tapi Sooyoung pernah beberapa kali menceritakan tentang kekasihnya itu.

“Itu namja chingumu yang pernah kau ceritakan?” tanya Kyuhyun memastikan.

“Ne, tapi kenapa dia bisa bersama Victoria? Setahuku hubungan mereka tidak terlalu akrab.” kata Sooyoung masih memperhatikan sahabat dan kekasihnya itu.

“Mungkin mereka tidak sengaja bertemu, lalu mereka memutuskan untuk makan siang bersama.” kata Kyuhyun berusaha berpikir positif, meskipun dia sendiri tidak yakin.

“Tapi apa perlu mereka saling bermesraan seperti itu?” tanya Sooyoung emosi saat melihat Changmin sedang merangkul bahu Victoria.

Kyuhyun terlihat berpikir, dia tidak mau jawabannya justru membuat Sooyoung semakin emosi. Tapi sepertinya Kyuhyun berpikir terlalu lama, karena kini Sooyoung sudah bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju kursi yang di tempati Changmin dan Victoria. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun langsung menyusul gadis itu.

“CHANGMIN-SSI, VICTORIA-SSI!!!!!” panggil Sooyoung membentak. Kedua orang yang namanya dia panggil itu pun langsung memutar tubuh mereka dan rangkulan yang Changmin berikan pada Victoria langsung terlepas saat dia mengetahui yang memanggilnya adalah Sooyoung.

“Sooyoungie?!” kaget Changmin. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Changmin mencoba tenang.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa yang kalian berdua lakukan disini Changmin-ssi, Victoria-ssi?” tanya Sooyoung. Victoria sedikit tersentak saat Sooyoung memanggilnya dengan sebutan Victoria-ssi, ini adalah pertama kalinya Sooyoung memanggil dirinya dengan sebutan itu sejak mereka bersahabat.

Changmin lalu menatap Kyuhyun yang sekarang berdiri di samping Sooyoung. “Lalu apa yang kau lakukan dengannya, hah?” tanya Changmin mengalihkan pembicaraan.

“Aku dan dia jelas-jelas bersahabat. Tapi kau dan Victoria bahkan hampir tidak pernah mengobrol jika kita pergi bersama. Tapi sekarang bahkan kau merangkulnya di hadapan semua orang. Apa ini yang sering kau lakukan tanpa sepenggetahuanku Changmin-ssi?” tanya Sooyoung geram.

“Sebaiknya kita pergi, Soo. Aku tidak mau kau berkelahi disini.” kata Kyuhyun mencoba melerai.

“Tidak sebelum aku mengatakan ini.” kata Sooyoung lalu menatap Changmin tajam. “Dengarkan aku baik-baik Shim Changmin. Mulai hari ini kita berdua PUTUS!!!” kata Sooyoung dengan penekanan pada kata terakhirnya. Dia lalu menarik Kyuhyun pergi dari restoran itu.

Changmin tampak tidak percaya dengan apa yang baru saja Sooyoung lakukan padanya. Sooyoung baru saja mengakhiri hubungan mereka. Changmin lalu membawa Victoria keluar dari restoran dan membawanya kembali ke kantonya. Victoria yang menyadari perubahan ekspresi wajah Changmin lalu menggenggam tangan kekasih ‘gelap’nya itu.

“Apa oppa baik-baik saja?” tanya Victoria saat keduanya dalam mobil.

Changmin menatap Victotia tajam, “baik katamu? BAIK KATAMU??? BAGAIMANA AKU BISA BAIK KALAU SATU-SATUNYA ORANG YANG BISA AKU JADIKAN ALAT UNTUK BALAS DENDAM SEKARANG JUSTRU MEMBENCIKU???? DAN KAU MASIH BERTANYA AKU BAIK-BAIK SAJA ATAU TIDAK? KAU ITU BODOH ATAU APA?” bentak Changmin.

Victoria menangis saat Changmin membentaknya sangat keras. Ini adalah pertama kalinya dia mendengar Changmin semarah ini. Changmin terus menyetir tanpa memperdulikan Victoria yang masih saja menangis. Dia hanya mengantarkan Victoria sampai ke ujung jalan kantornya tanpa mengajaknya berbicara sedikit pun.

KYUHYUN POV

Aku dan Sooyoung sekarang kembali berkutat dengan dokumen-dokumen yang ada di hadapan kami. Dia memang tampak masih kesal dengan kejadian di restoran tadi, tapi sekarang dia tampak sudah bisa mengendalikan emosinya.

Tiba-tiba ponsel Sooyoung berbunyi saat kami sedang serius membahas materi yang akan kami sampaikan di rapat besok.

“Aish, mengganggu saja.” keluhnya.Tapi Sooyoung tetap mengangkat telpon itu tanpa melihat siapa yang menelponnya.

‘yeoboseyo!!!” sapanya.

‘…..’ aku melihat Sooyoung tampak terkejut. Siapa yang menelponnya?

‘Kau masih berani menelponku setelah apa yang kau lakukan padaku tadi? Kau benar-benar tidak tahu malu.’ gertaknya pada seseorang di ujung telpon. Sepertinya itu kalau bukan Changmin pasti Victoria.

‘Aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan namja sepertimu. Dan aku yakin kau tidak pikun, kan? Bukankah sudah aku bilang kalau kita putus? Jadi mulai sekarang tidak perlu menelponku lagi kalau bukan urusan pekerjaan, mengerti kau?’ kata Sooyoung lagi lalu mematikan ponselnya. Sepertinya itu Changmin, lihat saja wajahya yang kembali merah karena marah. Dan tadi aku dengar dia menyebut kata ‘namja’.

“Kau kenapa? Siapa yang menelpon?” tanyaku pura-pura tidak tahu.

“Changmin. Dia ingin kami bertemu dan dia juga ingin meminta maaf padaku.” jawabnya.

“Lalu kau menolaknya?” tanyaku lagi.

Dia menatapku tajam, “tentu saja aku menolaknya, apa kau pikr aku masih mau menerima tawarannya itu setelah apa yang aku lihat tadi?” katanya kesal.

Aku tersenyum, “bukankah kau juga pergi bersama pria lain di belakangnya?” godaku.

“Maksudmu?”

“Kau pergi denganku hampir setiap hari. Dan aku juga tahu kau bahkan tidak pernah mengatakan padanya kalau kau pergi denganku. Jadi apa bedanya kau dengan dia?”

“Kau dan aku jelas-jelas sahabat. Tapi kalau dia dan Victoria, bahkan aku selalu melihat mereka canggung jika bertemu di hadapanku. Tapi di belakangku justru mereka tampak sangat mesra.” katanya, masih terlihat raut amarah dari wajahnya.

“Terserah kau saja lah.” kataku lalu kembali sibuk dengan kertas-kertas di hadapanku. Tapi tidak lama ponsel Sooyoung kembali berbunyi.

“Siapa lagi, sih?” katanya kesal lalu mengambil ponselnya kasar.

‘yeoboseyo!!!” sapanya dengan suara biasa. Aku menatapnya.

‘…..’

‘Ne, saya Choi Sooyoung. Ini dari mana?’

‘…..’

‘Ne? Bank? Ada perlu apa menelpon saya?’

‘…..’

‘Surat? Tapi saya tidak pernah merasa menyimpan sebuah dokumen di bank.’ aku memandangnya. Lagi, bayangan tentang kejadian yang entah terjadi kapan kembali terlintas di pikiranku. Bank, warisan, brangkas, Changmin, itu yang ada di bayanganku sekarang.

‘Baiklah, saya akan kesana besok.’ kata Sooyoung lagi lalu menutup telponnya.

“Ada apa?” tanyaku.

“Bank menelponku dan mengatakan bahwa aku meminta mereka menghubungiku hari ini. Katanya aku menyimpan sebuah dokumen beberapa bulan yang lalu.” katanya.

“Apa dokumen itu isinya tentang surat warisan keluargamu?” tanyaku begitu saja.

“Ne? Entahlah, aku juga tidak tahu.” katanya. “Tapi, kenapa pikiran kita bisa sama? Aku juga berpikir bahwa itu adalah surat warisan. Meskipun agak mustahil karena ayahku yang menyimpannya, tapi itu yang ada dalam pikiranku.” katanya.

“Entahlah.” kataku.

AUTHOR POV

Sementara itu di luar ruangan Sooyoung, Changmin sedang mendengarkan obrolan yang baru saja terjadi antara Kyuhyun dan Sooyoung. Lalu sebuah senyum terukir di bibirnya.

“Jadi dia menyimpannya di bank? Aku akan mendapatkannya untukmu ayah. Terima kasih karena sudah memberitahuku nona Choi.” katanya lalu pergi meninggalkan pintu berawarna coklat itu.

TBC

Setelah aku pikir cukup lama, kayaknya ini cuma bakal sampe part 15 atau 16 deh. Dan mulai part 11 nanti, bakal muncul konfliknya. Jadi jangan lupa baca part selanjutnya ya 🙂

AF STLYnya sabtu atau minggu ya^^

Advertisements

70 thoughts on “The Days Part 10”

  1. wawww… begitu to.. dan ishhh changmin denger obrolannya kyuyoung 😦
    next part ya chingu.. banyakin kyuyoung moment lagi ya.. hehehehe 🙂

  2. huaaaaaaa,!!!!!! no!!!!
    aaaaaa,changmin babo!!!!
    huhuhu,semoga kyuyoung selamat dari setan changmin

    next part d tnggu y 🙂

  3. eh chingu, tp emang di part berapa ya yg nyeritain klo yoona itu adiknya yuri ? kok aku baca ga ada ya ? apanya aku yg ga teliti ya ? hehehehe

  4. huaa minppa dger pmbcaraan.a kyuyoung??

    aigoo otokhaee??
    kyuyoung hruz lbh brhti” lgi ne, jgn smpe minppa mngmbl srt wrsan itu dluan ..

    next eonnie ^^

  5. yoona akhirnya nyerah juga buat ngejar2 kyuppa 🙂
    waduh…changmin oppa denger obrolannya kyuyoung
    ditunggu kelanjutannya 😀

  6. Annyeong author

    Makin seru ceritanya

    Huahahaha, kasihannya yoona dikerjai kyuyoung
    Haish, bagian leeteuk benar-benar membuat saya sedih, kenapa dia tak menjadi manusia juga

    Ahh, changmin udah mulai beraksi, kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya ya?

    Ditunggu kelanjutannya, fighting!!!

  7. Pasti itu Changmin .. Yakin*ngotot

    Kyuhyun tanda tanda suka sama Sooyoung tuh
    Next part ditunggu ya … ASAP

    Ini masih kependekan un-_-

  8. Omg! Ketauan Changmin !! Gawat! Kyuyoung hrus cpat.. Aigoo Teukie oppa trharu lg, hmpir nangis gtu haha uljimaa oppa..kkkk

    pendek dh thor. Cpt bgt TBC.y..
    Next part hwaiting!

  9. Wahhhh dsaebak chingu……yesssss,chaming oppa pts ma soo…..wah,bhya chaming oppa ud tw xlo soo nyimpan srt wrsany d’bank…….penasarn nie!!!!!dtggu part next’y…..

  10. Yes! ChangSoo akhr.a ptus jg.. Kkkk..
    Hua, Leeteuk trhru yah…
    Huaaa…. Ad Yoona ni yg kya.a bsa jdi pnganggu Kyuyoung..
    Yakkk! Changmin knp bsa di stu?
    Next part!!

  11. Astaga….
    Aduhhh….
    Knp Changmin oppa dng pembicaraan mereka…..
    Penasaran nih dng kelanjutannya….
    Di tunggu next part nya eonni……….
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s