chapter

The Days Part 7


Author: anjelji (@ordinary2509)

Judul: The Days

Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun

Other cast: Find It

Genre: Romance

Length: Chapter

Ini part 7 nya, banyak yang bilang part sebelumnya terlalu pendek. Maaf ya kalau emang terlalu pendek, soalnya kerjaku terbagi dua waktu itu jadi ide buat The Days agak menghilang. Tapi semoga part kali ini lebih sesuai dengan harapan kalian ya^^. Dan semoga ini komen sama likenya lebih banyak ya^. Dan juga semoga feelnya lebih dapet^^

Kita  MULAI…

AUTHOR POV

Pagi ini Kyuhyun mengantar Sooyoung ke rumahnya untuk mencari surat wasiat yang diinginkan oleh Changmin. Karena hari ini hari libur, jadi Sooyoung tidak pergi bekerja. Begitu sampai di depan rumahnya, Sooyoung justru diam tidak bergerak. Kyuhyun yang merasa Sooyoung tidak bergerak akhirnya menoleh.

“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun.

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak yakin, “aku takut akan menangis saat masuk ke dalam.” Sooyoung menatap Kyuhyun lagi. “Kau tahu kan kalau di dalam banyak sekali orang-orang yang aku sayangi?” tanya Sooyoung.

Kyuhyun mendekat dan memegang bahu Sooyoung pelan. “Aku yakin kau bisa melewatinya. Sebenarnya kau memang harus bisa melakukannya, karena kau harus menyelamatkan keluargamu dari pria bernama Shim Changmin itu, kan?” tanya Kyuhyun. Sooyoung mengangguk pelan, “jadi sekarang kita masuk dan menyelesaikan dengan cepat agar aku tidak perlu meminjamkan bahuku untuk tempatmu menangis.” ucap Kyuhyun.

Sooyoung menatap Kyuhyun tajam, “YAKKK….” gertak Sooyoung dan hanya di balas senyuman singkat oleh Kyuhyun.

Kyuhyun dan Sooyoung masuk ke dalam rumah Sooyoung dengan langkah biasa, karena memang tidak ada yang bisa melihat mereka. Sooyoung lalu mengajak Kyuhyun ke lantai dua, tempat dimana kamar orang tuanya berada. Saat masuk ke dalam kamar orang tuanya, Sooyoung mengajak Kyuhyun masuk ke sebuah ruangan yang terletak di balik rak buku milik ayahnya. Sooyoung tampak menekan beberapa tombol, setelah itu rak buku itu berputar dan memperlihatkan sebuah ruangan yang cukup besar di belakangnya.

“Wah tempat ini menakjubkan.” kagum Kyuhyun.

Sooyoung tidak merespon, dia hanya terus melangkah masuk saat pintu itu kembali tertutup. Tapi Sooyoung tiba-tiba berhenti melangkah. Kyuhyun lalu menatapnya bingung, “kenapa aku harus menekan tombol itu tadi? Bukankah kita bisa menembus rak bukunya?” tanya Sooyoung pada Kyuhyun.

“Kau kan tidak bilang bahwa di balik rak buku itu ada ruangan ini. Itu salahmu, bukan salahku.” bela Kyuhyun dan mendapat tatapan sengit dari Sooyoung. “Sudahlah, ayo kita cari dimana surat wasiat milik keluargamu itu.” kata Kyuhyun lagi dan mendapat anggukan kepala dari Sooyoung.

Mereka berpencar untuk mencari surat wasiat itu. Sekitar dua puluh menit, Sooyoung memanggil Kyuhyun karena menemukan sebuah brangkas. “Bagaimana cara membuka brangkas ini? Aku tidak tahu kode rahasianya.” kata Sooyoung.

“Serahkan padaku.” kata Kyuhyun. Lalu  Kyuhyun membuka brangkas itu dengan mudah seperti dia hanya membuka sebuah pintu rumah. Begitu brangkas itu terbuka, Kyuhyun mengambil beberapa dokumen yang ada di dalam brangkas berwarna silver itu. “Ini berkasnya.” Kyuhyun menyerahkan sebuah dokumen pada Sooyoung yang ada tulisan warisan di luarnya, dan kembali memasukkan berkas lainnya dan menutup brangkas itu lagi.

“Lalu sekarang bagaimana?” tanya Sooyoung. Dia tidak mungkin membawa berkas itu ke rumah Seohyun. “Kalau aku membawanya ke rumah Seohyun, bagaimana kalau aku melupakannya?” tanya Sooyoung lagi.

“Bagaimana kalau kita simpan di bank. Kau pasti punya rekening kan?” Sooyoung mengangguk. “Kalau begitu kita sekarang pergi ke bank dan menyimpan berkas ini di bank.” jelas Kyuhyun.

“Tapi kalau aku nanti bangun, bukankah kau bilang aku tidak akan mengingatnya? Lalu bagaimana aku bisa ingat aku pernah menyimpan surat ini?” tanya Sooyoung lagi.

“Kau bisa meminta pihak bank menghubungimu beberapa bulan setelah waktumu menjadi malaikat ini habis.” kata Kyuhyun.

“Kalau aku tidak bisa hidup kembali?” tanya Sooyoung lagi.

“YA!!! Bisakah kau berpikir positif? Sekarang pikirkan saja jika kau berhasil hidup kembali. Aku lebih suka memikirkan hal-hal yang menyenangkan dari pada hal-hal yang menyedihkan.” kata Kyuhyun agak kesal. “Sekarang kita keluar dan pergi menuju bank saja.” ajak Kyuhyun lalu menarik lengan Sooyoung untuk meninggalkan rumahnya.

Kyuhyun mengantarkan Sooyoung ke bank. Kyuhyun hanya menunggu di depan bank karena Sooyoung tidak mau Kyuhyun tebar pesona di dalam. Kyuhyun yang awalnya menolak akhirnya menyetujui permintaan Sooyoung itu karena Sooyoung mengancam akan mengganggu Kyuhyun setiap hari kalau dia tidak mau mengikuti permintaannya.

Sekitar satu jam Sooyoung keluar dari dalam bank. Kyuhyun menatapnya kesal dan menaruh kedua lengannya di depan dada sambil menghentakkan kakinya ke aspal.

“Jadi kau sudah selesai?” tanya Kyuhyun.

“Ne. Kajja!!!” ajak Sooyoung lalu mengajak Kyuhyun kembali naik ke atas motornya tanpa memperdulikan perubahan ekspresi wajah Kyuhyun. “Yak!!! Ayo, tadi kau bilang tidak mau lama-lama.” gertak Sooyoung dan mendapat tatapan tajam dari Kyuhyun.

“Kau yang menyuruhku menunggu, dan sekarang kau yang memarahiku? Dasar wanita aneh…” kesal Kyuhyun dan langsung menaiki motornya. Sooyoung hanya tertawa pelan lalu naik ke atas motor Kyuhyun.

KYUHYUN POV

Sekarang aku dan Sooyoung sedang berada di rumah sakit. Dia memaksaku untuk datang kesini saat di jalan tadi. Aku hanya menurutinya, karena kalau tidak aku yakin dia akan terus mengoceh sepanjang perjalanan kami.

“Oppa, bagaimana kalau kita ke kamar tempat dirimu dirawat?” katanya saat kami bau saja mengunjungi kamarnya. Aku menatapnya ragu, “kau tenang saja. Kalau kejadian tempo hari terjadi lagi, aku akan segera membawamu menjauh dari tempat itu.” katanya lagi seolah mengerti tatapan cemas dari mataku.

Akhirnya aku mengikuti perkataan Sooyoung. Kami berjalan menuju kamarku, tapi saat jarak kami tinggal beberapa langkah lagi aku mulai ragu. “Apa kau yakin kita akan kesana?” tanyaku pada Sooyoung yang sekarang sedang memandangku tajam.

“Apa menurutmu kita akan kembali? Kita tinggal beberapa langkah lagi lalu kita masuk ke dalam kamarmu.” katanya agak keras. Mungkin dia kecewa melihat diriku. Jujur saja aku sendiri juga merasa kecewa pada diriku sendiri. Lalu aku merasakan sebuah tangan menggenggam tanganku erat, dan ternyata tangan itu tangan Sooyoung. “Aku yakin kau bisa. Aku akan selalu menemanimu.” katanya sambil tersenyum.

Aku akhirnya berani melanjutkan langkahku saat Sooyoung menarikku pelan. Saat sudah berada di dalam, aku melihat wanita paruh baya yang waktu itu aku lihat. Disana juga ada seorang pria yang mungkin umurnya tidak berbeda terlalu jauh dengan wanita yang menyebut dirinya sebagai eommaku itu. Dan yang terakhir, ada seorang wanita muda yang tampak sedang sibuk dengan ponselnya. Kalau  wanita paruh baya itu kemungkinan adalah eommaku, lalu siapa dua orang lainnya? Apa mungkin itu appa dan noona atau dongsaengku?

“Oppa kau kenapa? Apa kepalamu sakit lagi?” tanya Sooyoung yang membuatku kembali ke alam sadar.

Aku menoleh lalu tersenyum, “aku tidak apa-apa. Aku hanya sedang memikirkan siapa dua orang yang berada bersama wanita paruh baya itu” jelasku.

“Oppa, tidak bisakah kau memanggilnya eomma? Bukankah dia bilang bahwa dia adalah eommamu?” katanya.

Aku tersenyum simpul lalu menatap wanita paruh baya itu, “akan aku coba.” kataku.

“Appa, eomma, aku pergi ke kantorku sebentar. Ada pekerjaan mendadak yang harus aku selesaikan.” tiba-tiba wanita yang kusebut masih muda tadi bersuara. Appa? Dia memanggil pria paruh baya itu dengan sebutan appa. “Kyu, noona pergi dulu. Cepatlah sadar, aku sangat merindukan adikku yang manis…” katanya lagi.

“Oppa, apa dia noonamu? Dan paman itu adalah appamu?” tanya Sooyoung, aku hanya menggeleng pelan sambil menatapnya sedih. Aku sedih karena bahkan aku tidak bisa mengenal keluargaku sendiri. “Tidak usah memaksakan diri, aku yakin kau akan kembali mengingat mereka suatu hari nanti.” katanya menyemangatiku.

“Gomawoyo.” kataku sambil menatapnya. Dia hanya tersenyum.

“Oppa!!!” panggil sebuah suara. Aku dan Sooyoung menoleh dan mendapati Donghae, Jessica dan Yoona sedang berdiri di dekat pintu kamarku. “OMO, apakah ini oppa?” tanyanya saat sudah berada di dekatku.

“Mungkin.” jawabku.

“Kyu, bagaimana kau bisa menemukan tubuhmu?” tanya Donghae bingung.

“Aku dan Sooyoung tidak sengaja menemukan kamar ini. Dan saat kami masuk, ternyata ini adalah kamarku.” kataku.

“Sepertinya kalian berdua sering sekali bersama ya?” tanya Yoona. Aku bisa melihat perubahan ekspresi wajah Yoona.

“Itu karena dia bertugas melindungiku. Aku juga di rawat di rumah sakit ini, jadi kami lumayan sering kesini.” Sooyoung menjawab dengan nada yang tidak pernah aku dengar. Nada seorang wanita yang…cemburu.

“Tapi kau hampir setiap hari bersamanya. Kau pikir hanya kau yang menjadi tanggung jawab Kyuhyun oppa?” tanya Yoona lagi. Ada apa dengan dua wanita ini?

“YAKK!!! Kenapa kalian malah bertengkar? Oppa, sebaiknya kita keluar dari sini.” kata Jessica dengan suara khasnya.

Aku akhirnya menyetujui permintaan Jessica. Kami semua akhirnya keluar dari kamarku dan bahkan kami memutuskan pergi dari rumah sakit. Aku yang hanya membawa motor akhirnya menyuruh Donghae membawa motorku bersama Jessica. Sementara aku, Sooyoung dan Yoona menaiki mobil Donghae.

“Kenapa kau malah mengusir yang punya mobil?” tanya Sooyoung yang lebih memilih duduk di belakang karena Yoona ingin duduk di depan.

“Aku hanya ingin naik mobil saja.” kataku asal. Padahal aku melakukannya karena aku tidak mau menyakiti salah satu dari mereka berdua.

“Oppa, kita mau kemana?” tanya Yoona.

“Aku harus menemui Leeteuk hyung sebentar. Aku harus memperbaharui jadwalku dulu.” jawabku sambil terus menyetir.

Akhirnya kami bertiga sampai di tempat pertemuanku dengan Leeteuk hyung. Dia mengajakku bertemu di sebuah restoran di tengah kota. Aku masuk diikuti oleh Sooyoung yang berjalan di belakangku sementara Yoona dari tadi terus menggandeng lenganku. Sebenarnya aku risih, belum lagi tatapan tidak suka dari Sooyoung membuatku menjadi sangat tidak nyaman. Tapi setiap aku berusaha melepaskan tangannya, Yoona selalu menggandengnya lagi. Jadi sekarang aku hanya pasrah tanganku digandeng oleh Yoona.

“HYUNG!!!” panggilku agak keras pada Leeteuk hyung yang tampak serius memandani layar ponselnya. Aku lalu berjalan menghapirinya begitu dia melambaikan tangannya padaku.

“Kau tampak seperti pria beristri dua, Kyu.” godanya. Aku hanya tersenyum tipis. “Duduklah. Kalian pasti lelah.” katanya. Kami bertiga lantas duduk.

Karena hanya ada empat kursi, Yoona memilih duduk di sebelahku. Sementara Sooyoung duduk di sebelah Leeteuk yang sekaligus juga berada di hadapanku. Sooyoung tampak risih duduk di dekat Leeteuk, tapi dia tetap tersenyum saat mereka bertatapan.

“Jadi waktumu tinggal satu bulan?” tanya Leeteuk padaku.

“Hmmm. Mereka berdua adalah tanggung jawab terakhirku.” jawabku.

“Baiklah. Akan aku kirimkan jadwalmu satu bulan terakhir masa jabatanmu sebagai malaikat. Dan semoga selama sebulan ini kau bisa melakukannya dengan baik.” katanya lalu melirik Sooyoung sekilas. Aku tahu apa yang ada dalam pikirannya,

“Hyung tenang saja. Lagi pula aku masih bisa menemuinya di dunia nyata, hyung.” kataku lalu tersenyum saat tidak sengaja Sooyoung menatapku.

“Kalau begitu selamat berusaha.” katanya. “Aku harus pergi. Ada malaikat lain yang harus aku urus.” katanya lalu bangkit dari tempat duduknya. Saat akan pergi dia menatap Sooyoung dan Yoona bergantian. “Nona Im, sebaiknya cari pria yang lebih baik dari Kyuhyun.” katanya pada Yoona. Lalu dia menatap Sooyoung, “nona Choi, kau percaya jodoh?” tanya Leeteuk.

“Ne…” jawab Sooyoung sambil mengangguk.

“Kau akan bertemu dengannya kalau kau berhasil hidup kembali.” kata Leeteuk lagi.

“Ne?”

“Sebenarnya kau melihatnya hampir setiap hari, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bersamanya. Tunggulah sampai saat kau berhasil kembali. Meskipun kau harus memulainya dari awal.” katanya lalu pergi begitu saja. Ada apa sebenarnya dengan malaikat itu? Aku melihat Sooyoung yang tampak kebingungan. Begitu pun dengan Yoona yang menunjukkan ekspresi wajah yang kurang lebih sama dengan Sooyoung.

SOOYOUNG POV

Malaikat bernama Leeteuk ini menatapku setelah berbicara pada Yoona. “Nona Choi, kau percaya jodoh?” tanyanya.

“Ne…” jawabku. Karena memang aku percaya akan adanya jodoh.

“Kau akan bertemu dengannya kalau kau berhasil hidup kembali.” katanya .

“Ne?” tanyaku tidak mengerti.

“Sebenarnya kau melihatnya hampir setiap hari, tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bersamanya. Tunggulah sampai saat kau berhasil kembali. Meskipun kau harus memulainya dari awal.” katanya lalu pergi begitu saja dari hadapan kami bertiga. Apa maksudnya?

“Sudahlah, Jangan terlalu dipikirkan. Dia memang terkadang bersikap aneh.” kata Kyuhyun. Aku hanya menatapnya sekilas lalu menatap Yoona yang sepertinya juga bingung dengan perkataan malaikat bernama Leeteuk itu. “Ayo kita pergi. Sekarang sudah sore.” ajaknya. Aku hanya menurut karena aku sedang tidak ingin banyak bicara.

Kyuhyun membawa mobilnya untuk mengantarkan Yoona terlebih dahulu, lalu setelah Yoona turun Kyuhyun tampak menatapku dari kaca spion di dalam mobil.

“Wae?” tanyaku.

“Kau akan tetap duduk disitu dan menganggapku sebagai supirmu?” tanyanya.

“Arrasseo!!!” kataku lalu keluar dan pindah duduk di sampingnya. Aku hanya memandang jalanan melalui kaca selama perjalanan. Tidak ada yang bicara diantara kami berdua selama beberapa menit sampai akhirnya Kyuhyun berhenti di pinggir jalan yang cukup ramai. Aku menatapnya bingung.

“Kenapa kau pendiam sekali? Setidaknya bicaralah sesuatu. Aku seperti menyetir sendiri, padahal jelas-jelas ada seseorang di sampingku.” katanya mengoceh.

“Aku hanya sedang tidak mood saja.” kataku.

“Ini untukmu.” katanya tiba-tiba sambil mengeluarkan sebuah kotak. Aku membukanya dan saat kubuka aku melihat sebuah kalung yang sama persis dengan yang aku pakai saat ini. “Itu satu-satunya benda yang bisa kau bawa kembali ke dunia manusia kalau kau bisa kembali nanti. Anggap saja itu kenang-kenangan dariku.” katanya.

Aku tersenyum lalu mengeluarkannya. Tapi saat aku sedang melepaskan pengaitnya, kalung itu terjatuh ke samping jok mobil. “Aish kau ini, begitu saja tidak bisa. Aku susah payah mendapatkannya.” kata Kyuhyun sambil mendecak kesal. Dia lalu melepas sabuk pengamannya dan mendekat padaku, dia mencari kalung yang jatuh disamping tempat dudukku.

Posisi kami sangat aneh sekarang, Kyuhyun seperti meletakkan kepalanya di pangkuanku. Padahal dia seperti itu karena sedang mencari kalung yang jatuh. Kenapa jantungku berdetak sangat cepat? Aku tidak suka dengan keadaan ini.

“INI DIA!!!” teriaknya tiba-tiba lalu tangannya mengangkat kalung yang tadi terjatuh. Dia lalu memasangkannya ke leherku. Wajahnya sangat dekat dengan wajahku sekarang, dan bisa kurasakan wajahku memanas.

Setelah selesai memasangkan kalungnya, Kyuhyun bukannya kembali duduk seperti tadi, dia justru menatapku. Dia seperti memperhatikan setiap detail wajahku.

“K..K..Kau sedang apa?” tanyaku gugup. Jujur saja ini terlalu dekat. Bahkan aku tidak pernah sedekat ini dengan Changmin.

Lalu aku melihat dia memejamkan matanya. Lalu wajahnya semakin mendekat dan semakin dekat, lalu kurasakan bibirnya sudah berada di depan bibirku. Apa yang dia lakukan? Hey, ini ciuman pertamaku. Bahkan Changmin saja tidak berani menciumku. Tapi dia?

Aku berusaha melepaskan ciumannya yang semakin intens. Tapi dia justru menahan lenganku. Akhirnya aku menyerah karena tenaganya terlalu kuat untuk aku lawan. Dan akhirnya aku menerima perlakuannya dan mulai menikmatinya. Setelah cukup lama, dia melepaskan ciuman kami.

“Maaf.” katanya dengan nafas yang masih memburu lalu kembali duduk di belakang kemudi. “Seharusnya aku tidak melakukan itu. Aish jinjja baboya!!!” umpatnya.

“Kau tidak usah menyalahkan dirimu sendiri.” kataku.

“Anggap saja kita tidak pernah melakukannya.” katanya lalu menyalakan mesin mobil dan membawanya kembali menembus jalanan kota Seoul sore itu.

‘Tapi itu first kiss ku…’ kataku dalam hati.

“Bukankah kita akan lupa saat kita kembali menjadi manusia lagi nanti?!” kataku.

Dia melirik ke arahku sekilas lalu kembali melihat ke arah jalan. “Kau benar. Kita akan melupakannya.” katanya. Entah kenapa aku tidak suka dengan kenyataan itu. Tapi bukankah itu memang akan terjadi?

Dia kembali fokus menyetir. Tapi sepanjang perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara sama sekali diantara kami berdua. Dia hanya fokus menyetir, sementara aku hanya melihat lurus ke depan atau sesekali melihat ke samping kananku.

“Kita sudah sampai.” katanya. Aku lalu melihat keluar, dan benar saja, kamu sudah berada di ujung jalan dekat rumah Seohyun.

“Aku turun kalau begitu.” aku melepas sabuk pengaman. Tapi tangan Kyuhyun menahan tanganku saat aku akan membuka pintu mobil. “Ada apa?” tanyaku.

“Aku tahu aku tidak boleh mencintaimu. Tapi bagaimana kalau aku merasakannya sekarang?”

TBC

Akhirnya selesai…. Ada yang minta sekuel STLY, mungkin aku publish antara Jum’at, Sabtu atau Minggu y^^. Tapi itu juga belum pasti, jadi jangan terlalu berharap 😉

Dan karena (mungkin) bakalan ada NCnya, jadi aku protect lagi. Dan passwordnya sama ya kayak yang kemaren, jadi kalian ngak perlu capek buat nanyain sama aku lagi^^

RCL ya^^

Advertisements

64 thoughts on “The Days Part 7”

  1. Annyeong author

    Omona, kyaaa bagian akhirnya benar-benar so sweet, omona, they’re kissing
    Wah kira-kira apa respon soo-eon ya? Dan bagaimana dengan kyu-oppa, bukankah ia dilarang mencintai orang yang dijaganya?

    Perkataan teuk-oppa, berarti kyu-oppa sebenarnya dekat dengan soo-eon, lalu mereka akan bertemu lagi nanti? Omo, and poor yoona-eon

    Penasaran kelanjutannya, ditunggu author, fighting!!!

  2. kyuppa jatuh cinta nih sama soo eonnie, cieee
    penasaran sama lanjutan apa yg bakalan terjadi sama mereka berdua,
    d tunggu part 8 nya 🙂

  3. bukannya Kyu udah di nasehatin buat ga jatuh cinta?
    tapi kenapa sekarang dia kaya ngabai-kan nasehat itu
    aish jinjja, gimana nanti kalo ga bisa ketemu sama Soo lagi?
    next chingu^^

  4. annyeong aku reader baru untuk ff ini 😀 oh ya mianhae ya aku ninggalin jejaknya baru dipart ini,tapi insyaalah dipart berikutnya aku bakal komen lgi

    aku suka part ini kyuyoung akhirnya kisseu juga -_- oh ya kurang ngerti sama yoona? dia adiknya yuri kan trus kok yoona nasibnya sama kya syoo tapi syoo sama yoona malah ga saling kenal yah? #bingung

  5. Kyuyoung kisseu?
    Kyaa..romantis sekali..

    Kata2 leeteuk bermakna dalam. Semoga takdir yg mempertemukan kyuyoung lagi..

    Kyuppa andweyo!
    Jangan jatuh cinta pada soo eon sekarang..
    *readers takut sad end
    bersabarlah oppa..
    Fokus dulu sama tugas soo eon..
    Arraso?

    Next part ditunggu thor..

  6. Annyeong..
    Huaaaaaaaah><
    Yoona eonnie nempel2. Kayak perangko aja=="
    Soo eonnie semangat yaa. Haduh ini cinta yang rumit 😮
    Next part ditunggu. Fighting 🙂

  7. klo kyu g bleh cinta ma soo trus yg leeteuk blg klo mreka brjodoh it mksdny apa?
    Emg STLY ny dprotek ya?klo gtu cra dpetin paswdny gmn?

  8. Author annyeong! Aku pertma kali komen d The Days nih.. Bru nemu soal.y,, dah bca dr part 1.. Keren ff.y, trinspirasi dr 49 days yah. Aku sukaaa.. Ending part ini? Jd? Jd? Jd? Kyu oppa udh jtuh cinta jg k Soo unnie? Gmana tuh Kyu oppa ksulitan kmbli.y nnti??
    Next part dtggu yah! Hwaiting yah.

  9. Cie ileh.. Kyuyoung kisseu-an gk ngjk2 neh #plak!!
    Eh? Mksd Leeteuk apkh jdoh Soo is Kyu? Kta.a ‘kan brsbarlah krn Soo akn mlai dri awal.. Apkh Soo akn jdi mnsia lgi n ktmu Kyu trs mlai jtuh cnta? Molla, tny aj ma author.. Iy yah thor.. *abaikan readers gk wras*
    o-ow.. Kyuppa udh cnta neh ma Soo eon.. Woah!! Aku gk mw Kyuyoung psh, huee..
    Next part thor!
    Ha? Seq. STLY d pw neh? N pw.a sma?! Aku udh hpus pw.a n lupa apaan th pw.. Aigo..

  10. uaduuuh jangan sampe kyu oppa khlngan ksmptn jd mnsia kmbli gara2 prsaanny..
    sabar dong kuiyoung kalian bakalan berjodoh klw klian berhasil kmbli mnjdi mnsia
    author hwaiting !!!

  11. Kyu kau jatuh cinta pada soo? Tahan dulu kyu jgn sekarang andwee!! Untuk saat ini tunda dului perasaannya ke soo(?) Next part nya semoga mereka udah hidup kembali,terus cepet2 jatuh cinta lagi aish ngga sabar,fighting thor buat nextnya!!

  12. wah,apa tuh maksud teukppa?
    kyaaa, kyuyoung sama2 suka nih 😀
    daebak dah
    akhirnya kyu mengakui perasaannya 😀

    next part d tnggu y 🙂

  13. “Aku tahu aku tidak boleh mencintaimu.Tapi bagaimana kalau aku merasakannya sekarang?”
    nah loh..
    Apa maksud kyu ngomong gtu?
    Uda mulai cinta ama syoo yaa kyu? 😉 😀

    akh mudah-mudahan yg diblang leeteuk ttg jodoh itu bener 🙂

    next part asap ^^

  14. huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    kren abiezzzzzzzzzzzzzzz part 8 nya semoga kyupa dan soo-eonnie emang brjodoh y!!!!!!!!!!
    yonna eonnie ganggu kyuyoung cople bangat sono gih cr jdh yg laen aja kyk taecyeon oppa mungkin.

  15. Annyeong… *tebar cinta*
    Kyuhyun sama Sooyoung so sweet banget deh 😀
    Kayaknya Yoona cemburu banget lihat Kyuhyun sama Sooyoung berduaan terus, sabar ya
    What? They’re kissing ? and First kiss Sooyoung? *pingsan…
    Duhh Leeteuk ngasih kode sama Sooyoung tuh, kayaknya Kyuyoung jodoh nih

    Lanjutkan ya, penasaran sama kelanjutannya
    Next part aku tunggu
    Hwaiting

  16. anyyeong author .

    maap aku baru koment di part 7 , soal’a biasa’a aku baca’a dari hp jadi gak bisa koment , baru bisa skarang .

    wah thor ff mu daebakk aku suka moga2 aja soo eonni ga lupa sma kyu oppa klu udah bangun .

    ohh iya thor kalau di prottect boleh minta pw’a ga tpi aku ga punya twitter jadi bisa ga sms ke no aku
    083873151994 ,
    gomawo ya thor .

  17. Wuahhh……
    Di bagian terakhir nya, So sweet….
    Kyuppa nyatain perasannya ke Soo eonni???
    Di tunggu next part nya eonni…..
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s