chapter

The Days Part 6


Author: anjelji (@ordinary2509)
Judul: The Days
Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun
Other cast: Find It
Genre: Romance
Length: Chapter

Ini part 6 nya. Semoga kalian lebih suka dan lebih banyak yang komen ya^^

AUTHOR POV

“Sunbaenim!!!!” kaget Kyuhyun saat melihat seorang pria berdiri tepat dibelakangnya.
“Aku tanya sekali lagi apa yang kalian lakukan disini?” tanya pria yang merupakan malaikat bernama Park Jung Soo. Tapi malaikat junior lebih sering memanggilnya Leeteuk sunbaenim atau Leeteuk hyung.
“Aku hanya sedang menenangkannya yang sedang menangis. Kau sendri kenapa bisa ada disini?” tanya Kyuhyun balik.
“Aku sedang berkeliling. Dan tidak disangka melihat pemandangan yang sangat menarik.” Kyuhyun tersenyum kikuk karena dia tahu seniornya itu sedang membicarakan dirinya dan Sooyoung.
Leeteuk lalu berjalan menghampiri Sooyoung yang masih berusaha berhenti menangis. “Nona Choi!!!” panggil Leeteuk dan membuat Sooyoung menangkat kepalanya yang dari tadi menunduk. Leeteuk membawa Sooyoung menjauh dari Kyuhyun. “Aku tahu persaanmu, tapi itu adalah aturan langit. Kau tidak mau kan pria bodoh bernama Cho Kyuhyun ini tidak kembali lagi menjadi manusia?” Sooyoung menggeleng. “Kalau begitu aku mohon jangan buat dia jatuh cinta padamu.” Sooyoung tampak terkejut.
“Apa maksudmu?”
“Kalau kau terus tampak lemah di hadapannya, dia akan terus muncul di hadapanmu karena dia adalah malaikat yang menjagamu. Dan aku yakin kau mengerti maksudku.” Sooyoung mengangguk pelan. Leeteuk lalu membawa Sooyoung kembali kepada Kyuhyun dan pamit untuk pergi meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun berdua.
“OPPA!!!” panggil sebuah suara. Kyuhyun dan Sooyoung menoleh dan mendapati Yoona sedang berlari menghampiri mereka. “Kenapa kalian lama sekali? Aku menunggu sampai bosan di depan air mancur.” keluh Yoona.
“Mian Yoona-ya. Tapi kenapa kau sendirian?” tanya Kyuhyun karena hanya mendapati Yoona sendirian tanpa ada Donghae dan Jessica yang tadi bersama mereka.
“Donghae oppa dan Jessica eonni pergi tidak lama setelah kalian berdua pergi.” jawab Yoona. “Oppa, bisakah kita pulang sekarang? Aku harus memastikan tubuh wanita yang aku pinjam itu tidak dilukai oleh mantan suaminya lagi.” kata Yoona lagi. Kyuhyun mengangguk lalu berjalan menuju motornya diikuti oleh Yoona dan Sooyoung yang sama sekali tidak mengeluarkan suara.

KYUHYUN POV

Aku merasa ada yang berubah dari Sooyoung sejak dia berbicara dengan Leeteuk hyung tadi. Ah, sudahlah, itu bukan urusanku.
“Oppa, kau hanya bawa motor?” Yoona tiba-tiba mengeluarkan suaranya. Ah, iya. Bagaimana mungkin aku membawa mereka berdua dengan motor?
“Oh, itu. Iya, karena tadi aku hanya pergi dengan Donghae, jadi aku hanya membawa motor.”
“Lalu bagaimana?”
“Kalian pulang saja duluan. Aku bisa menunggu disini.” kata Sooyoung tiba-tiba. Dia terlihat sedikit pucat.
“Apa tidak apa-apa?” tanya Yoona memastikan.
“Ne. Aku akan menunggu Kyuhyun oppa disini.” kata Sooyoung lagi. Ada apa sebenarnya dengan Sooyoung?
Karena Yoona yang terus mengoceh, aku akhirnya menaiki motorku dan membawanya menuju rumah tempat tinggal Yoona sekarang. Aku sempat melihat ke arah Sooyoung melalui kaca spion. Aku melihat dia mengusap pipinya. Apa dia menangis lagi?
Sekitar setengah jam aku baru kembali lagi ke taman. Tapi saat aku sampai, aku tidak melihat keberadaan Sooyoung. Aku turun dari motorku dan mengelilingi taman. Tapi hasilnya nihil, dia tetap tidak bisa aku temukan. Kemana sebenarnya dia?
Karena tidak juga menemukannya, aku akhirnya memutuskan untuk mencarinya di rumah Seohyun. Sebelum sampai, aku melihat seorang gadis berbaju putih sedang berjalan di pinggir jalan.
“Sooyoung-ah!!!” panggilku. Gadis itu menoleh dan matanya tampak sembab. Aku menyusulnya, “Kenapa kau pergi? Bukankah sudah kubilang untuk menunggu?!” kataku agak kesal.
“Tapi aku bosan terus menunggumu disana. Jadi aku putuskan untuk pulang sendiri saja.” jawabnya tanpa menoleh ke arahku. Dia kenapa sebenarnya? Sikapnya berubah sejak bertemu dengan Leeteuk hyung tadi.
“Sekarang naik. Ada yang mau aku bicarakan denganmu.” ajakku sambil menarik tangannya pelan.
“Aku lelah. Kita pergi lain kali saja.” tolaknya dan melepaskan genggaman tanganku. Aku lalu menarik tanganya lagi tapi kali ini lebih keras. “Sakit.” erangnya.
“Ikut denganku SEKARANG.” kataku dengan penekatan pada kata ‘sekarang’. Sooyoung tampak menyerah lalu mengikutiku untuk naik ke atas motor. Sooyoung sama sekali tidak mengeluarkan suara seperti biasanya.
“Turun.” perintahku pelan. Dia turun lalu menungguku mematikan motor. “Kita duduk disana.” tunjukku pada sebuah kursi tidak jauh dari tempat kami berdiri saat ini.
“Kau sebenarnya mau apa?” tanyanya ketus tanpa memandangku.
“Kau kenapa?” tanyaku.
“Memangnya aku kenapa?”
“Kau menghindariku setelah kau berbicara dengan Leeteuk hyung tadi. Apa dia mengatakan sesuatu padamu?” tanyaku. Dia tampak menunduk, dan aku tahu dia menangis karena terdengar isakan tangis darinya. “Apa dia menyuruhmu menjauhiku?” tidak ada jawaban. “Atau mungkin dia memarahimu?” masih tidak ada jawaban darinya. Aish jinjja, sebenarnya dia kenapa?
“Dia hanya memintaku untuk membuatmu tidak jatuh cinta padaku.” kata Sooyoung akhirnya meskipun suaranya terdengar lemah.
Aku tertawa pelan, “jadi kau menjauhiku hanya karena takut aku mencintaimu?” dia mengangguk. “Kau tenang saja, kau bukan tipeku.” kataku lagi. Sooyoung tampak menghapus air matanya kasar lalu menatapku tajam.
“Apa maksudmu berbicara seperti itu?” tanyanya dengan ketus. “Kau pikir kau tipeku? Kau sama sekali bukan tipeku.” lanjutnya.
“Lalu tipemu seperti apa?” tanyaku menggoda.
“Aku lebih suka pria-pria seperti member Super Junior yang tampan. Mungkin seperti Siwon atau Donghae, atau mungkin Kyuhyun.” katanya.
“Kyuhyun?” tanyaku bingung.
“Ne, memang kau pikir yang namanya Kyuhyun hanya kau saja?” dia mengalihkan pandangannya dariku, tapi tidak lama dia kembali memandangku. “Ngomong-ngomong, siapa yang memberiku air mata tadi?” tanyanya. Ah iya aku lupa.
“Oh itu. Sebentar.” aku mengambil ponselku lalu menunjukkan sesuatu padanya.
“Bukankah itu Eunhyuk oppa?” tanyanya.
“Ne, dia salah satu temanmu. Dia datang tadi pagi bersama kekasihmu yang bernama Shim Changmin itu.” kataku menjelaskan. “Dia terlihat lebih baik daripada Changmin.” tambahku.
“Dia memang pria yang baik. Dia juga sangat tulus untuk berteman dengan siapapun. Dia juga tidak pernah memandang seseorang dari status sosialnya.” katanya. Sepertinya dia mengangumi pria bernama Eunhyuk ini. “Oppa, gomawo. Kau menyelamatkan hidupku.” katanya tersenyum.
“Kau mau kembali sekarang?” tanyaku. Dia mengangguk.
Aku lalu membawanya kembali ke motor dan mengatakannya kembali ke rumah Seohyun. Saat sudah sampai di depan rumah Seohyun, Sooyoung memandangku lalu tersenyum. Semakin hari sikapnya semakin aneh.
“Oppa, sebenarnya kau tidak terlalu buruk.” katanya tiba-tiba.
“Maksudmu?” tanyaku tidak mengerti.
“Kau juga lumayan tampan. Aku yakin kalau banyak wanita yang menyukaimu.” katanya lagi. “Kau tidak jauh beda dengan member Super Junior yang tadi aku sebutkan.” lanjutnya. Gadis ini benar-benar tidak bisa di tebak.

SOOYOUNG POV

Pagi ini aku kembali meminjam tubuh Seohyun karena Yuri sudah pulang. Pagi ini aku pergi menggunakan bis umum. Tadi Kyuhyun bilang dia tidak bisa mengantarkanku karena ada urusan yang harus dia tanggani.
Sesampainya di toko, aku mengganti pakaianku dengan seragam. Aku langsung berdiri di belakang meja kasir menggantikan Hyerim yang sedang cuti. Tidak lama setelah toko buka, terdengar pintu toko terbuka. Dan jantungku seperti berhenti bekerja saat melihat orang yang datang adalah Changmin dan Victoria.
“A..Annyeonghaseyo..” sapaku sopan.
“Ternyata kau masih disini?” tanya Victoria ketus. Aku hanya mengangguk.
“Apa kau mengenalnya?” tanya Changmin. Mereka terlihat sangat dekat. Mereka berdua tidak pernah terlihat sedekat ini di hadapanku.
Victoria hanya mengangguk singkat lalu kembali menatapku. “Apa Yuri sudah datang?” tanyanya lagi.
“Tadi Yuri-ssi bilang dia ada urusan, dan dia akan kembali saat makan siang.” jawabku.
“Kalau begitu aku kembali nanti siang saja.” kata Victoria lagi lalu beranjak pergi sambil menggandeng tangan Changmin yang notabene kekasihku dengan mesra. Orang yang tidak tahu kenyataannya akan mengira kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Aku sempat masuk ke dalam ruang loker untuk menelpon Kyuhyun, entah kenapa dia sama sekali belum menelponku atau hanya sekedar mengirim pesan singkat seperti yang biasa dia lakukan biasanya. Tapi hasinya nihil, dia sama sekali tidak mengangkat telponku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali keluar karena toko sedang lumayan ramai.
“Seohyun-ssi, bisakah kau antarkan kue ini ke meja dekat jendela itu? Aku harus mengantarkan kue ke meja yang lain.” pinta seorang pelayan padaku. Aku mengangguk sambil tersenyum lalu mengambil dua piring kue dan dua gelas soda di atas nampan yang diberikannya.
“Ini pesanannya…” kataku tanpa memandang siapa yang duduk. Tapi aku sangat terkejut saat melihat yang ada di hadapanku adalah Yoona. Mungkin dia sedang menampakkan dirinya di hadapan semua orang. Seperti yang sering aku dan Kyuhyun lakukan kalau kami sedang lapar.
“Terima kasih.” katanya. Sepertinya dia tidak mengenaliku. Ah, dasar bodoh. Dia kan tidak kenal Seohyun. “Oppa, kenapa kau melamun seperti itu?” katanya pada seseorang yang duduk di hadapannya. Aku langsung menoleh ke arah orang yang diajak bicara oleh Yoona. Aku kembali terkejut saat melihat orang yang ada di hadapanku sekarang adalah Cho Kyuhyun, dia sedang menatapku sekarang. Jadi ini yang namanya urusan penting? Cih, semua pria sama saja. Meski dia malaikat sekalipun.
“Silahkan menikmati.” kataku lalu kembali ke meja kasir. Aku bisa melihat Yoona tertawa beberapa kali, aku tidak tahu bagaimana ekspresi Kyuhyun karena dia membelakangiku.
“Nona, apa kau pegawai baru? Aku baru melihatmu?” tanya sebuah suara. Aku mengalihkan pandanganku dari Kyuhyun dan Yoona ke arah suara yang bertanya padaku.
“Oh, ne. Saya baru berkerja sekitar satu minggu disini.” jawabku.
“Kau cantik. Apa kau sudah punya kekasih?” tanyanya lagi. Sepertinya namja ini ada niat tidak baik, aku harus hati-hati.
Setahuku Seohyun belum punya kekasih. “Be…”
“Dia sudah punya kekasih. Dan kekasihnya adalah aku.” kata Kyuhyun yang tiba-tiba muncul di hadapanku dan namja yang entah datang dari mana ini. “Dan aku harap kau bisa pergi sekarang karena aku mau bicara dengan yeojachinguku ini.” usirnya. Namja itu lalu pergi meninggalkan aku dan Kyuhyun.
“Untuk apa kau mengaku sebagai namjachinguku?” tanyaku kesal.
“Aku hanya tidak mau namja itu nanti mengikutimu kembali ke rumah Seohyun. Kau mungkin tidak akan apa-apa karena dia tidak mengenalmu, tapi apa kau yakin Seohyun akan baik-baik saja jika mengingat wajah namja tadi?” jelasnya. Aku rasa dia benar. “Tentu saja aku benar.” katanya lagi. Kenapa aku selalu lupa dia bisa membaca pikiranku?
“Lalu untuk apa kau masih disini?” tanyaku ketus.
“Yoona sedang ke toilet untuk merapikan dandanannya.” jawabnya enteng. Aku hanya memandangnya malas. “Makan siang nanti aku ingin bicara denganmu. Dan aku ingin bicara dengan Sooyoung bukan Seohyun.” katanya lagi.
“Tapi ini masih siang. Aku masih harus bekerja setelah makan siang selesai.” jawabku.
“Aku yang akan mencari alasan agar kau bisa pulang lebih awal hari ini. Lagi pula sahabatmu itu jauh lebih baik dari pada kau. Dan kau tidak boleh menolak.” katanya lalu pergi kembali ke mejanya.Tidak lama aku melihat Yoona keluar dari toilet dan tersenyum sekilas padaku. Aku hanya tersenyum tipis.
Saat makan siang Kyuhyun benar-benar datang dan menjemputku. Dia juga benar-benar meminta izin pada Yuri agar aku bisa pulang cepat hari ini. Aku memang tidak tahu apa yang dia katakan pada Yuri karena dia tidak memberitahuku.
Setelah mengantarkanku pulang dan keluar dari tubuh Seohyun, dia mengajakku kembali ke toko kue milik Yuri. “Kenapa kita kembali lagi kesini?” tanyaku bingung.
“Kita akan menjadi detektif hari ini.” jawabnya. Pria ini benar-benar gila. “Aku tidak gila.” katanya lagi-lagi bisa membaca pikiranku.

AUTHOR POV

Tidak lama setelah kedatangan Kyuhyun dan Sooyoung, Victoria dan Changmin datang. Sooyoung hanya berpikir bahwa Victoria kembali karena akan menemui Yuri. Tapi kenapa dengan Changmin?
“Kau akan tahu hubungan mereka sebentar lagi.” ucap Kyuhyun seolah menjawab pertanyaan yang muncul di kepala Sooyoung.
Kyuhyun tidak membiarkan Sooyoung masuk. Karena menurut Kyuhyun tidak ada gunanya mendengarkan obrolan mereka bertiga saat ini. Sekitar dua puluh menit Victoria dan Changmin keluar dari toko dan masuk ke dalam mobil yang Sooyoung yakini milik Changmin karena dia sering naik mobil itu. Tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Sooyoung dan membawanya masuk ke dalam mobil. Sooyoung yang tidak tahu apa-apa hanya mengikutinya tanpa melawan.
“Oppa, apa kau sudah mendapatkan surat warisan itu?” tanya Victoria saat mobil itu melaju membelah jalanan Seoul yang tampak ramai siang ini.
“Kita butuh waktu. Sabar sebentar lagi. Dan pada saatnya tiba, kita akan membuat keluarga Choi benar-benar hancur, chagiya!!!” Sooyoung terkejut mendengar Changmin memanggil Victoria ‘chagiya’.
“Sekarang oppa mau mencari kemana lagi? Bukankah oppa bilang di rumahnya tidak ada?” tanya Victoria penasaran.
“Aku akan mencari di ruang kerjanya.” kata Changmin dengan senyum sinis.
“Tapi itu terlalu berbahaya.” suara Victoria terdengar khawatir.
“Tidak ada yang berbahaya selama Shim Changmin yang melakukannya.” lalu tiba-tiba Changmin mencium bibir Victoria saat mobilnya berhenti di lampu merah. Sooyoung menutup mulutnya dan berusaha menahan air matanya yang sudah di pelupuk matanya.
Kyuhyun lalu menarik Sooyoung ke dalam pelukannya agar tidak melihat pemandangan yang menurutnya menjijikan itu. “Menangislah. Aku tahu kau ingin menangis.” bisik Kyuhyun tepat di telinga Sooyoung. Dan Sooyoung benar-benar menangis di pelukan Kyuhyun.
Changmin membawa mobilnya ke perusahaan keluarga Choi. Kali ini misinya masih sama, mencari surat wasiat milik keluarga Choi yang disimpan oleh ayah Sooyoung. Kali ini dia mengantarkan Victoria dulu kembali ke tempatnya bekerja. Setelah sampai, Changmin keluar seperti biasa karena dia memang bekerja di perusahaan ini. Beberapa pegawai bahkan menyapanya.
Kyuhyun dan Sooyoung masih setia mengikuti gerak-gerik Changmin. Sampai akhirnya Changmin masuk ke dalam ruangan milik ayah Sooyoung. Setelah masuk, Changmin menggeledah beberapa laci yang terletak di ruangan kerja yang cukup besar itu. Karena ayah Sooyoung ada di rumah sakit, Changmin dengan leluasa meggeledah ruangan itu.
“Dimana tua bangka itu menyimpan suratnya.” geram Changmin.
“Sebenarnya untuk apa dia mencari surat wasiat keluargaku?” tanya Sooyoung yang sekarang terus berada di dalam pelukan Kyuhyun karena dia benar-benar terpukul dengan apa yang dilihatnya.
Kyuhyun membawa Sooyoung duduk di sebuah sofa. “Setahuku ayahmu adalah saingan ayah Changmin beberapa tahun yang lalu. Lalu ayahmu memenangkan sebuah tender dengan perusahaan besar yang juga diinginkan perusahan ayah Changmin karena perusahaannya sedang diujung tanduk. Tapi karena kalah, perusahan ayah Changmin benar-benar bangkrut. Dan Changmin ingin balas dendam dengan apa yang ayahmu lakukan.” jelas Kyuhyun kembali memeluk Sooyoung yang masih terisak.
“Tapi ayahku tidak salah.” kata Sooyoung lagi.
“Aku tahu. Tapi Changmin tidak berpikiran seperti itu.” Kyuhyun membantu Sooyoung menghapus air matanya. “Jadi apa sekarang kau hanya akan menangis disini dan melihat dia membuat keluargamu hancur?” tanya Kyuhyun.
Sooyoung melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun. “Tidak. Aku tidak mau dia membuat keluargaku hancur.” jawabnya.
“Kalau begitu buat dia tidak bisa menemukan surat wasiat itu. Karena itu satu-satunya cara agar dia tidak bisa menghancurkan keluargamu.” kali ini Kyuhyun tersenyum.
“Ne. Aku akan melakukannya.” kata Sooyoung membalas senyuman Kyuhyun. “Apa kau mau selalu disampingku untuk membantu?” tanya Sooyoung.
“Tentu. Bukankah itu tugasku.” jawab Kyuhyun

TBC

AKHIRNYA SELESAI. Aku buatnya agak ngebut, jadi maaf kalau masih banyak kesalahan.
RCL ya^^

Advertisements

47 thoughts on “The Days Part 6”

  1. Author 😦
    kenapa part ini pendek?
    Padahal aku suka ama ceritanya..

    Changmin musuh dalam selimut?
    Dan vict juga?
    Aigoo..
    Rumitnya hidup soo

    kyuppa jangan sampai suka soo BUAT SEKARANG dulu.
    Tunggu udah jadi manusia aja..hihi
    *reader takut sad ending

    next part ditunggu thor 🙂

  2. mianhe chingu , aku bru coment di part 6 ini, hehehehe , kan part sbelumya udh d post sih xD

    astagaaaa gak nyangka changmin oppa sama victoria eonni jhat betul -__-

    next part dtggu,,
    hwaiting ^^

  3. Pndek yah thor.. Hihihi..
    Aih.. Yoona, trnyta mkin dkt aj ma Kyu..
    Ngga Vic, ngga Changmin, dua2.a jhat..
    Changmin mcrin Soo dmi hrta ntu? Ck!
    Ayo Soo, bwt Changmin jgn nmuin th srat.. Kyu jg hrus nmnin Soo..
    Next part thor!!

  4. Huaaa…..
    Makin seru eonn, ceritanya…..
    Aku rasa part yg ini kependekan….
    Penasaran dng kelanjutannya eonni…..
    Di tunggu next part nya eonni….
    ^_^

  5. yaaampuuuun itu kyuyoung momentnya emang TOP BANGET DAH!!!
    ihhh nggilani banget vict ahjumma sm changmin ahjussi ciuman pas lampu merah dasar gila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s