chapter

The Days Part 3


Author: anjelji (@ordinary2509)
Judul: The Days
Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun
Other cast: Find It
Genre: Romance
Length: Chapter

Akhirnya aku bisa nulis lagi^^. Dari komentar yang aku baca, banyak banget yang takut kalau Kyu sama Seo. Kalian tenang aja, ini kan cerita Kyuyoung bukan Seokyu. Jadi pastinya Kyuyoung bukan Seokyu^^
Langsung aja ya 

SOOYOUNG POV
Malaikat itu benar-benar membuatku emosi. Untung saja dia bisa membantuku kembali hidup, kalau tidak, aku sudah menghajarnya sampai babak belur.
“Kau hobi sekali memikirkanku. Apa kau menyukaiku?” tanya suara yang kuyakini berasal dari malaikat menyebalkan itu.
“Kau benar-benar percaya diri tuan malaikat.” kataku mencibir. Dia justru tertawa mendengar ucapanku. “Apanya yang lucu?” tanyaku.
“Kau terlihat menggemaskan saat cemberut seperti itu.” katanya. Kali ini dia mencubit pipiku. Aku mencoba menyingkirkan tangannya dari pipiku, saat aku menggenggam tangannya mata kami berdua bertemu. Tatapan matanya hangat, berbeda sekali dengan cara bicaranya padaku. “Apa mataku sangat indah sampai kau menatapnya sampai seperti itu?” tiba-tiba dia bersuara.Tatapan mata hangatnya kini berubah menjadi tatapan mata menggoda. Aku langsung melepaskan tangannya.
“Sepertinya aku salah menilai matamu terlihat hangat.” kataku, aku langsung membungkam mulutku saat kata-kata itu meluncur dari mulutku.
“Ne?” tanyanya. Untung dia tidak dengar.
“Eobseo.” kataku lalu pergi meninggalkannya.
“Eodiga?” tanyanya. Aku tidak menghentikan langkahku. “YA!!! Aku tanya kau mau kemana? Kenapa tidak dijawab? Kau tuli sekarang?” aku masih terus berjalan tanpa menghiraukan ocehan-ocehannya. “Kalau kau tidak berhenti, aku tdak akan membantumu mendapatkan air mata yang pertama.” katanya. Kalimat terkahir darinya berhasil membuatku berhenti melangkah.
Aku memutar badan dan menghadap ke arahnya, “kau serius?” tanyaku.
“Memang kau pernah dengar malaikat berbohong?” aku menggelengkan kepalaku. “Jadi?” tanyanya.
“Kau benar-benar mau membantuku? Ah, Kyuhyun-ah gomawo!!!” kataku riang.
“Tapi dengan satu syarat.” katanya.
“Apa?” tanyaku penasaran.
“Panggil aku Kyuhyun oppa!!!” katanya.
“Ye? Oppa? Aku tidak mau.” tolakku.
“Kalau begitu aku tidak akan membantu.” katanya lalu pergi begitu saja melewatiku.
Aku berpikir keras. Ayolah Sooyoung, hanya memanggilnya oppa tidak akan ada masalah. Kau membutuhkannya untuk kembali hidup. Setelah membulatkan tekad, aku akhirnya memanggil namanya, “Baiklah Kyuhyun oppa.” kataku akhirnya.
Aku lihat dia berhenti melangkah, “kalau begitu ikut denganku sekarang.” katanya. Aku lalu menyusulnya. “Naiklah.” katanya setelah berada di atas motor.
“Kita mau kemana?”
“Menurutmu? Tentu saja membantumu mencari air mata nona Choi Sooyoung.” katanya dengan nada yang terdengar…manis.
Aku lalu menurutinya untuk naik ke atas motornya. Saat dia mulai menhidupkan motornya, aku memeluk tubuhnya. Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang mendatangi kamu. “Hyung, noona, kalian pasangan kekasih ya?” katanya.
Aku terkejut karena dia bertanya padaku dan Kyuhyun. Apakah anak kecil ini bisa melihat kami? “Kami bukan kekasih anak manis.” aku melihat Kyuhyun menjawab sambil turun dari motor dan mengelus rambut anak kecil itu. Dia lalu memandangku, “kau tidak tahu kalau anak kecil yang belum punya dosa itu bisa melihat makhluk dari dunia lain?” katanya seolah menjawab pertanyaanku.
“Jadi anak kecil bisa melihat kita?” Kyuhyun mengangguk. Aku menatap anak kecil yang masih memandangi kami berdua, aku yang sudah turun dari motor berjongkok untuk menyamakan tinggiku dengannya. “Ibumu mana? Kenapa kau sedirian? Ini sudah malam.” tanyaku padanya.
“Ibu ada disana!!” tunjuknya pada seorang wanita yang sedang duduk di sebuah bangku. Aku tersenyum. “aku pergi dulu ya!!!” katanya lalu pergi menuju ibunya.
“Jadi kita kembali ke tujuan utama kita?” suara Kyuhyun membuatku menoleh ke arahnya. Aku yang masih berjongkok bangkit dan mengangguk mantap pada Kyuhyun. “Kalau begitu naiklah!!!” katanya.
Kami melewati jalanan Seoul yang tampak lebih ramai malam ini. Tiba-tiba Kyuhyun berhenti di sebuah toko pakaian. “Turunlah!!!” katanya. Aku menatapnya bingung. Tapi aku hanya menurut dan mengikutinya yang berjalan masuk ke dalam toko pakaian itu. Aku lihat Kyuhyun menembus pintu kaca toko yang terkunci, aku yang bingung hanya diam terpaku di depan pintu.
Aku melihat Kyuhyun berhenti melangkah dan berbalik. Dia terlihat mendecak pelan lalu berjalan mendekatiku, dia kembali menembus pintu kaca yang terlihat tebal untukku itu. “Kenapa kau hanya diam? Cepat masuk.” katanya.
“Bagaimana caranya?”
“Hanya perlu berjalan seperti yang aku lakukan tadi.” jawabnya.
“Tapi apa aku bisa?” tanyaku lagi. Dia lalu menarik tanganku pelan. Aku hanya mengikutinya dan betapa terkejutnya aku saat tubuhku berhasil menembus pintu kaca yang tinggi dan tebal ini. “Bagaimana mungkin?” tanyaku bingung.
“Kau lupa kalau sekarang kau arwah?” katanya. Benar juga!!! “Jadi sekarang kita belanja nona Choi.” ajaknya. Tunggu, belanja?
“Apa maksudmu dengan belanja?” tanyaku tidak mengerti. Dia hanya menatapku dengan tatapan jahil lalu kembali berjalan dengan masih menarik tanganku.
“Sekarang pilih baju yang kau suka.”
“Ne?”
“Aku hanya tidak suka kau memakai pakaian itu setiap hari.” dia lalu melepaskan genggaman tangannya. “Meskipun kau hanya arwah, kau harus tetap tampil cantik.” katanya.

AUTHOR POV

Kyuhyun membawakan beberapa baju yang akan dipakai oleh Sooyoung. Sooyoung memakai baju itu satu per satu. Dan saat baju ke empat, Kyuhyun baru bilang bahwa baju itu cocok dengan Sooyoung. Sebuah dress berwarna soft pink diatas lutut dengan pita di pinggang membuat Sooyoung tampak sangat manis.
“Jadi sekarang kita mau kemana?” tanya Sooyoung saat mengikuti Kyuhyun kembali ke motor.
“Kita akan menuju tempat orang yang bisa meneteskan air mata tulusnya untukmu.” kata Kyuhyun sambil menyalakan motor dan menunggu Sooyoung naik.
Keduanya pergi ke sebuah rumah yang cukup besar dengan desain minimalis. Sooyoung mengenali rumah siapa itu. Itu adalah rumah Yuri sahabatnya. “Kenapa kita kesini? Ini kan rumah Yuri.” kata Sooyoung yang sudah turun dari motor.
“Dia adalah orang yang akan memberikanmu air mata pertama.” kata Kyuhyun santai.
“Bagaimana caranya?”
“Kau hanya perlu membawanya ke rumah sakit jam Sembilan pagi besok ke rumah sakit tempat kau dirawat. Dan setelah itu, kau hanya tinggal menunggu air mata itu jatuh dari sahabatmu yang bernama Yuri ini.” kata Kyuhyun menjelaskan. “Tapi kalau lebih dari jam Sembilan kalian tidak juga sampai di rumah sakit, mungkin ini akan jadi terakhir kalinya kau mendapat bantuan dariku untuk mendapatkan air mata.” tambahnya.
Sooyoung hanya mengangguk. “Tapi kau tidak boleh memakai tubuh Seohyun saat melakukannya.” kata Kyuhyun lagi.
“MWO? Bagaimana mungkin aku bisa membawa Yuri ke rumah sakit kalau dia bahkan tidak bisa melihatku?” tanya Sooyoung.
“Kau harus mencari tahunya sendiri.” kata Kyuhyun santai lalu kembali naik ke atas motornya. “Naiklah, kau juga butuh istirahat.” Sooyoung hanya menatap Kyuhyun sekilas lalu berjalan menuju motor Kyuhyun dan menaikinya.
Kyuhyun mengantarkan Sooyoung kembali ke rumah Seohyun. Saat Sooyoung turun dari motor, dia melihat Seohyun yang sedang berjalan menuju ke rumahnya. Sooyoung tersenyum saat melihat Seohyun pulang lebih awal malam ini. Tapi raut wajah berbeda justru ditunjukkan oleh Kyuhyun. Dia terlihat memandang Seohyun dengan begitu intens seolah bertanya ‘siapa kau sebenarnya?’. Sooyoung yang menyadari perubahan raut wajah Kyuhyun hanya menatap bingung tanpa berniat bertanya.
“Aku masuk dulu ya!!!” kata Sooyoung lalu berjalan melewati Kyuhyun.
Kyuhyun yang menyadari Sooyoung berjalan melewatinya tiba-tiba menahan lengan Sooyoung dan membuat Sooyoung tersentak. “Semoga besok kau berhasil.” kata Kyuhyun lembut.
Sooyoung hanya tersenyum dan memberikan tatapan lembut pada Kyuhyun. Kyuhyun lalu melepaskan tanganya dari tangan Sooyoung dan menyalakan motornya. “Hati-hati dijalan.” kata Sooyoung yang tiba-tiba berbalik.
Kyuhyun lalu menatap Sooyoung bingung tapi kemudian tersenyum. “Masuk dan tidurlah. Besok kau harus bekerja keras.” balas Kyuhyun. Kyuhyun lalu pergi dengan motornya. Sedangkan Sooyoung masuk ke dalam rumah Seohyun dan tertidur di sebuah sofa panjang di dekat kasur Seohyun.
Sooyoung membuka matanya saatsinar matahari masuk melalui celah jendela. Dia lalu melirik jam dinding yang menunjukkan jam enam pagi. Soooung langsung terlonjak dan bangun lalu keluar. Tapi Sooyoung tiba-tiba berhenti dan melihat Seohyun yang masih tertidur. “Aku pergi dulu. Hati-hati di rumah dan makanlah dengan baik hari ini.” katanya lalu pergi berlari.
Namun saat sudah berada di pinggir jalan, Sooyoung bingung bagaimana caranya dia bisa pergi ke rumah Yuri yang cukup jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Disaat Sooyoung sedang bingung mencari cara agar bisa pergi ke rumah Yuri, tiba-tiba ada sebuah mobil putih berhenti tepat di hadapannya. Sooyoung memandang mobil itu bingung sampai akhirnya seorang wanita membuka kaca mobil dan tersenyum padanya. ‘Apa wanita ini bisa melihatku?’ tanya Sooyoung dalam hati.
“Kau Choi Sooyoung?” tanya wanita berpakaian putih bersih itu. Sooyoung mengangguk ragu. “Aku Jessica. Kyuhyun memintaku untuk membantumu pergi ke rumah Yuri.” Sooyoung hanya mengangguk. “Dan aku adalah seorang malaikat juga. Itu kan yang ingin kau tahu.” Sooyoung lalu tersenyum kaku. “Masuklah. Aku akan mengantarkanmu menuju rumah Yuri.” Sooyoung lalu membuka pintu mobil dan duduk manis di samping malaikat cantik bernama Jessica itu.
Sooyoung terus menatap Jessica dengan tatapan kagum. Jessica yang merasa diperhatikan pun langsung melihat ke arah Sooyoung. “Kenapa kau menatapku terus?” tanya Jessica bingung.
“Kau sangat cantik. Benar-benar seperti cerita malaikat yang pernah aku dengar selama ini.” jujur Sooyoung. Jessica hanya tersenyum mendengar pujian Sooyoung. “Apa kau temannya Kyuhyun?” tanya Sooyoung penasaran.
“Hmm, aku sahabat Kyuhyun. Dia tidak bisa membantumu sekarang karena dia harus mengurus arwah yang lain.” kata Jessica.
“Arwah yang lain?” bingung Sooyoung.
“Ne, Kyuhyun memiliki beberapa arwah yang harus dia urus. Mereka sama sepertimu. Dan anehnya mereka semua itu wanita, mungkin ada sekitar lima orang arwah yang dia tangani termasuk kau. Tapi dia akan datang nanti” jelas Jessica.
Tiba-tiba wajah Sooyoung berubah cemberut. “Dasar playboy.” katanya menggurutu. Jessica yang bisa mendengar ucapan Sooyoung meskipun Sooyoung mengucapkannya dengan sangat pelan hanya tersenyum tipis.
‘Apa gadis ini menyukai Kyuhyun?’ tanya Jessica dalam hati.
Jessica menghentikan mobilnya saat mereka sudah sampai di depan rumah Yuri. “Waktumu tinggal dua jam. Semoga beruntung!!!” Jessica berusaha menyemangati Sooyoung yang terlihat sangat cemas.
Sooyoung memasuki rumah Yuri yang terlihat sedikit sepi. Yuri memang hanya tinggal dengan adiknya Yoona dan seorang pembantu. Sooyoung langsung naik ke lantai dua tempat dimana kamar Yuri berada. Sooyoung menembus pintu kamar Yuri yang tertutup, saat di dalam dia melihat Yuri yang sedang duduk di depan meja rias.
Sooyoung tampak kebingungan. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan agar Yuri bisa pergi ke rumah sakit hari ini. Saat Sooyoung sedang berkeliling melihat isi kamar Yuri, dia melihat sebuah foto dirinya bersama Yuri dan Victoria. Lalu sebuah ide terlintas di kepala Sooyoung. Dia lalu menjatuhkan foto yang terletak di dekat kasur Yuri itu.
BRAKK
Yuri yang sedang berkaca terkejut lalu melihat fotonya bersama Sooyoung dan Victoria terjatuh. Yuri bangkit dari tempat duduknya dan mengambil foto berbingkai kayu itu. “Kenapa bisa jatuh?” bingung Yuri. Saat sedang memandangi foto itu, mata Yuri tertuju pada Sooyoung yang tersenyum dalam foto itu. “Aku merindukan senyumanmu Soo.” kata Yuri hampir menangis. “Aku harus ke rumah sakit sekarang.” katanya dan berhasil membuat Sooyoung tersenyum.
Yuri mengambil tasnya dan berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan rumahnya. Sooyoung kembali bingung karena dia ditinggal oleh Yuri yang sudah pergi dengan mobilnya.
“Aishh, sudah jadi arwah saja kau masih tetap lelet.” Sooyoung mengenali suara yang terdengar mengejek itu. Sooyoung menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang berada di dalam mobil Jessica. Tapi kali ini Jessica terlihat duduk di belakang, sementara Kyuhyun tampak menyetir mobil dan di sebelahnya ada seorang namja. “Kau mau ikut kami ke rumah sakit atau akan tetap berdiri disitu?” tanya Kyuhyun.
“Naiklah.” kata Jessica dengan nada bicara yang berbeda dari Kyuhyun.
Sooyoung mengangguk lalu naik ke mobil dan duduk bersama Jessica di kursi belakang. “Ini Donghae. Dia teman kami.” kata Jessica mengenalkan namja di sebelah Kyuhyun. Namja itu memutar badannya dan memberikan senyum pada Sooyoung.
“Oh, Sooyoung imnida.” kata Sooyoung sopan.
“Aku tahu.” katanya singkat lalu kembali memandang lurus ke depan.
“Jadi kau berhasil? Aku tidak menyangka kau cepat sekali mendapatkan ide.” kata Jessica berbinar. Sooyoung hanya tersenyum. “Kyuhyun oppa, bukankah Sooyoung gadis yang pintar?” kata Jessica. Kyuhyun tidak menjawab.
“Sudah sampai, kita turun.” kata Kyuhyun.
Mereka berempat turun dari mobil dan berlari menuju kamar Sooyoung. Di dalam kamar sudah ada orang tua Sooyoung, adiknya Sulli dan Yuri. Saat masuk, Sooyoung melihat Yuri sudah berkaca-kaca. Saat Yuri mendekati tubuh Sooyoung langsung terisak.
“Maaf aku jarang datang. Aku memang bukan sahabat yang baik.” katanya pada tubuh Sooyoung.
“Kau salah. Kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku miliki.” kata Sooyoung yang sekarang sedang dipeluk oleh Jessica.
“Tenanglah. Kita semua tahu dia adalah sahabat terbaikmu.” kata Jessica.
Tes…
“Kalung itu sudah terisi!!!!” suara Donghae berhasil membuat Sooyoung melepaskan pelukannya dari Jessica dan membuat Kyuhyun serta Jessica menatap kalung yang Sooyoung pakai. “Berarti air matanya memang tulus untukmu.” kata Donghae lagi.
“Gomawo Yuri-ah.” kata Sooyoung yang masih menangis. Tiga orang malaikat yang menemani Sooyoung tersenyum senang.
“Jadi sekarang tinggal dua air mata lagi nona Choi Sooyoung.” kata Kyuhyun.
“Terima kasih sudah memberitahuku.” Sooyoung memeluk Kyuhyun.
“Kalian tampak seperti sepasang kekasih.” kata Donghae dan disambut dengan anggukan kepala oleh Jessica.
Kyuhyun lalu mendorong tubuh Sooyoung, “kalian jangan membuatku tertawa.” katanya.
“Siapa juga yang mau menjadi kekasihmu?” Sooyoung tampak ketus.
“Memangnya kau pikir aku mau? Maaf kau bukan tipeku.” kata Kyuhyun tidak kalah ketus.
Jessica dan Donghae tertawa bersama. “BERHENTI TERTAWA!!!!!” kata Sooyoung dan Kyuhyun bersamaan.
“Kalian memang cocok.” kata Jessica dan Donghae juga bersamaan.
“TIDAK MUNGKIN.” kata Sooyoung dan Donghae lagi.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Sooyoung menatap pintu yang terbuka dan pandangan matanya langsung berubah saat mengetahui siapa yang masuk. “Untuk apa dia kesini?”

TBC

Akhirnya part ini bisa selesai. Padahal aku pikir ngak akan selesai. Selamat menikmati ya semua^^

Advertisements

45 thoughts on “The Days Part 3”

  1. next part di tunggu thor ^^
    aku penasaran banget nih ,
    dan maaf yah kalau aku bakal lama koment ,
    soal,y sekarang fokus ke skull,
    mulai bulan 2 nnit udah mau ujian kejurusan & UN dll *reader curhat*
    hehe
    next part di tunggu ^^

  2. Annyeong ^^~
    *hiks* ak nangis lagi baca ni FF
    TTTTTTTTTTTTT^TTTTTTTTTTTTT
    akhirnya soo Eonnie dpt air mata :’D
    Senangnyaaaaaa

  3. sica eonni sama haeppa jadi malaikat juga.. pantes.. mereka cantik dan ganteng..

    aku masih penasaran sama asal usul seo eonn

  4. Loh yuri punya adik nmanya yoona? Part sbelumnya blang klo mreka itu anak tunggal,
    trus pas kalimat “tdak mgkn” itu sharusnya sooyoung dan kyuhyun kan? Bkan sooyoung dan donghae? But overall kren,

  5. Klo sahabat yg baik psti pnya hati yg tulus n pnya rsa kehilangan klo gk da d sampingnya.
    Itu spa yg datang???

  6. Yang datang changmin ya???
    Akhirnya soo dapat air mata tulus yang pertama…
    Nggak sabar baca next part..
    Semangat eon..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s