chapter

The Days Part 2


Author: anjelji (ordinary2509)
Judul: The Days
Cast: Choi Sooyoung, Cho Kyuhyun
Other cast: Find It
Genre: Romance
Length: Chapter

Author is back^^. Maaf kalau part ini agak lama, soalnya modem author agak lemot. Dan buat kalian yang udah komentar TERIMA KASIH. Aku ngak terlalu mempermasalahkan siders, udah ada yang mau baca dan komen meskipun cuma satu orang juga ngak apa-apa. Dan TERIMA KASIH juga buat yang udah nge-like^^.
Dari pada kelamaan mending kita mulai sekarangaja ya!!!!

KYUHYUN POV

Hari ini gadis itu akan mulai mencari air mata. Aku sendiri tidak tahu bagaimana dia bisa mendapatkan air mata yang tulus dalam waktu tiga puluh hari. Aku sedang menuju rumah Seohyun, gadis yang raganya dipinjam oleh Sooyoung. Aku sebenarnya tidak suka melihat gadis menangis. Tapi sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan gadis menangis mulai saat ini. Menurut catatan yang aku baca, ada banyak hal yang akan membuat Sooyoung menangis selama misinya mencari air mata. Jadi aku harus bersiap-siap.
“Kau sudah lama?” tanyaku pada Sooyoung yang sekarang sudah berubah menjadi Seohyun.
“Menurutmu?” tanyanya. Aku tahu dia kesal, aku bisa melihat dari cara bicaranya tadi.
“Naiklah. Aku akan mengantarmu ke mana pun kau mau.” tawarku. Dia terlihat menatapku dengan tatapan ragu. “Kenapa? Ayo cepat!!!” perintahku lagi.
Dia mendekat, “tapi bukankah kau malaikat? Bagaimana mungkin aku bisa naik motor yang tidak terlihat? Orang-orang bisa mengira aku hantu atau nenek sihir nanti.” katanya. Dasar bodoh, bukankah aku pernah bilang kalau aku bisa menampakkan diriku kalau aku mau.
“Sekarang kau naik dulu saja. Urusan orang lain kita pikirkan nanti.” kataku. Dia terlihat masih ragu, tapi aku menarik lengannya dan berhasil membawanya naik ke atas motor.
Aku melihat wajah Seohyun dari kaca spion. Kenapa aku seperti pernah melihat gadis yang tubuhnya Sooyoung pinjam itu. Tapi bukankah aku ini bukan malaikat sebenarnya? Aku ini kan tampan, gadis bernama Seohyun itu juga lumayan cantik, mungkin dia salah satu mantan kekasihku saat aku masih hidup dulu.
“Kita mau pergi kemana?” tanyaku pada Sooyoung.
“Aku juga tidak tahu.” aku langsung menghentikan motorku. “Kau itu kenapa? Kalau tidak bisa bawa motor ya tidak usah bawa motor.” ocehnya.
“Kalau kau tidak tahu mau pergi kemana, kenapa tadi pagi kau terus menelponku?” kesalku padanya. Bagaimana mungkin dia bisa bilang tidak tahu? Padahal gara-gara telponnya yang lebih dari sepuluh kali tadi pagi, aku sampai kurang tidur dan dimarahi oleh senior. Dasar gadis menyebalkan.
“Aku bingung harus mulai dari mana. Seharusnya kau memberi tahuku.” dia terlihat menggembungkan pipinya.
“Itu tidak bisa. Itu adalah rahasia langit, jadi aku tidak bisa memberitahukannya padamu.” kataku. Tiba-tiba datang seorang pria tua dan menepuk pundakku. Ya, sekarang aku sedang menampakkan diriku di depan manusia.
“Jangan bertengar dengan kekasihmu di pinggir jalan seperti ini. Itu tidak baik.” katanya. Tunggu, kekasih? Dengan Sooyoung? Aku tidak mungkin menjadikan gadis menyebalkan seperti Sooyoung sebagai kekasihku. Seohyun tampak lebih baik dari Sooyoung. Tapi bukankah kakek itu menganggap Sooyoung adalah Seohyun? Ah…Aku bingung!!!!!!!!
“Ta..” kata-kataku terpotong.
“Berbaikkanlah. Kalian adalah pasangan yang serasi.” kata pria tua tadi lagi. Dia lalu pergi setelah menyatukan lengan kami berdua.
“Kakek itu aneh…” kataku saat kakek itu pergi.
“Kau lebih aneh.” kata Sooyoung tiba-tiba. Aku meliriknya meminta penjelasan. “Aku ulangi kau lebih aneh karena kau masih memegang lenganku padahal kau bilang kakek itu aneh.” katanya. Aku langsung melihat ke arah tanganku. Dan benar saja, tangan kami berdua masih menyatu.
“Sekarang kita mau pergi kemana?” tanyaku mencoba mengalihkan pembicaraan.
Sooyoung tampak berpikir, “bagaimana kalau kita pergi ke toko roti milik temanku. Aku bisa mencoba mencari pekerjaan di tokonya.” katanya semangat. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang.
Aku tidak berniat ikut masuk dengannya ke dalam toko. Aku menunggunya di depan toko kecil bertuliskan ‘PURPLE CAKE’ di depan tokonya. Aku menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya Sooyoung keluar dengan senyum sumringah. Aku rasa ini pertanda baik.
Dia tiba-tiba berlari dan memelukku dengan erat. “Aku diterima!!!” katanya. “Apa kau tidak senang?” tanyanya saat menyadari tidak mendapat tanggapan dariku.
“Bagaimana aku bisa menjawab kalau kau memelukku sangat erat tadi?” omelku. “Kau seperti seorang ibu yang baru bertemu dengan anaknya yang hilang.” lanjutku. Aku melihat Sooyoung tertawa. “Kenapa kau tertawa? Aku serius…” omelku lagi.
“Kau terlihat sangat lucu saat kehabisan nafas seperti tadi.” dia lagi-lagi tetawa.
“Kau benar-benar menyebalkan!!!” kataku lalu menyalakan motorku.
“Kau mau kemana?” tanyanya. Aku tidak menjawab, “aku tanya kau mau kemana?” tanyanya lagi. Kali ini aku mengalah dan menatapnya.
“Aku hanya akan kembali ke duniaku nona manis. Bukankah sekarang kau sudah punya pekerjaan? Jadi urus saja pekerjaanmu dulu, nanti saat kau akan pulang, aku akan menjemputmu. Setuju?!” kataku padanya. Dia terlihat mengangguk.
Aku lalu pergi meninggalkannya sendiri di depan toko kue. Tapi tidak berapa lama aku melihatnya masuk ke dalam toko itu.

AUTHOR POV

Sooyoung masuk dengan senyum yang terus menggembang di bibirnya. Dia terlihat sangat bahagia. Dia senang karena temannya Yuri masih mau menerimanya di toko kue miliknya.
Sooyoung mengganti pakaiannya dengan seragam yang Yuri berikan. Sooyoung lalu keluar dan berdiri di belakang jajaran kue-kue cantik di toko milik Yuri. Yuri yang berdiri tidak jauh dari Sooyoung tampak tersenyum saat melihat senyum gembira Sooyoung yang dilihatnya sebagai Seohyun. Yuri lalu menghampiri Sooyoung yang sekarang sedang membersihkan etalase kaca di hadapannya.
“Kau terlihat sangat senang.” kata Yuri dan membuat Sooyoung menoleh.
Sooyoung tersenyum, “hmm, aku senang sekali karena bisa bekerja disini.” katanya. “Kue-kue ini terlihat sangat manis dan enak.” kata Sooyoung lagi dan berhasil membuat Yuri tertawa. “Kenapa kau tertawa?” tanya Sooyoung tidak mengerti.
“Kau terlihat sangat lucu dengan ekspresi wajah seperti itu.” jawabnya sembari menunjuk wajah Sooyoung. Sooyoung ikut tersenyum.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang masuk ke dalam toko. Seorang wanita dengan rambut coklat panjang dan poni serta pakaian casual yang dia kenakan membuatnya tampak cantik. Wanita itu terlihat bingung saat melihat Sooyoung dan Yuri yang sedang tertawa bersama.
“Yuri-ah!!!” panggil wanita itu akhirnya. Yuri dan Sooyoung menghentikan tawa mereka dan memandang ke arah suara.
“Victoria!!! Kapan kau datang?” tanya Yuri dan menghampiri wanita bernama Victoria itu. Sooyoung tampak ikut tersenyum melihat sahabatnya yang lain muncul dihadapannya. Ya, Sooyoung, Yuri dan Victoria adalah tiga orang sahabat dekat sejak mereka masih di bangku sekolah menengah. Mereka selalu melakukan semua yang mereka sukai bersama-sama. Tidak ada yang mereka tutup-tutupi satu sama lain. Mereka sudah seperti saudara kandung, karena kebetulan mereka bertiga adalah anak tunggal.
“Oh iya, kenalkan ini Seohyun. Seo Joo Hyun, dia pegawai baru di tokoku.” kata Yuri lalu menyuruh Sooyoung yang dipanggilnya Seohyun untuk mendekat. “Seo, ini Victoria. Dia adalah sahabat baikku.” kata Yuri lagi.
Sooyoung lalu mengulurkan tangannya. Tapi Victoria bukannya menyambut uluran tangan Sooyoung, dia justru berjalan melewati Sooyoung dan duduk di salah satu kursi.
“Kenapa kau seperti itu? Dia adalah orang yang baik.” Yuri mendekati Victoria.
“Bagaimana kau bisa tahu kalau dia adalah orang baik? Kau baru mengenalnya kan?” tanya Victoria dengan nada ketus.
“Kenapa kau bicara begitu? Dia gadis yang menyenangkan.” bela Yuri. Sooyoung hanya menatap Victoria dengan tatapan sedih. Dia hanya tidak menyangka Vctoria bisa berbicara seperti itu padanya. Tanpa terasa air mata Sooyoung mengalir dengan sukses dipipinya. Yuri yang menyadari itu menatap Sooyoung panik. “Kau kenapa? Apa kau sakit?” tanya Yuri sambil memegang dahi Sooyoung.
“Mianhe, aku hanya sedang ingat sahabatku. Aku merindukan mereka.” kata Sooyoung. Sahabat yang Sooyoung maksud adalah Yuri dan Victoria. Tapi mereka berdua tidak mengetahuinya karena mereka menganggap Sooyoung adalah Seohyun.
Yuri menarik Sooyoung ke dalam pelukannya, “kau bisa menganggapku sebagai sahabatmu.” Sooyoung ikut tersenyum saat melihat Yuri tersenyum. “Aku akan mengenalkanmu pada sahabat kami satu lagi.” Yuri tampak sedih, dia melepaskan pelukan Sooyoung. “Namanya Choi Sooyoung. Tapi sekarang dia sedang terbaring di rumah sakit.” Yuri mulai meneteskan air mata. Sooyoung justru tersenyum karena menyadari Yuri yang masih mengingatnya.
“Jangan bicarakan Sooyoung di depannya. Dia bahkan tidak mengenal Sooyoung.” kata Victoria tiba-tiba. Yuri menatap Victoria bingung, “aku pergi dulu. Aku rasa kau sudah punya teman baru, jadi kau tidak memerlukanku lagi.” katanya. Victoria lalu keluar tanpa memperdulikan Yuri yang terus memanggilnya.
“Maaf aku sudah membuatnya marah.” Yuri menatap Sooyoung yang terlihat menunduk.
“Tidak apa-apa. Nanti juga dia akan baik sendiri. Vic memang sedikit sensitif.” kata Yuri tersenyum. Sooyoung hanya ikut tersenyum meskipun hatinya merasa kecewa dengan sikap Victoria.

SOOYOUNG POV

Hari sudah sore, sekarang aku sedang merapikan beberapa meja yang masih kotor. Yuri lalu menghampirku.
“Ada yang menunggumu di depan.” katanya. Aku menatapnya bingung, “dia seorang pria. Apa dia kekasihmu?” katanya lagi.
Aku lalu melihat melalui jendela besar di toko. Bukankah itu Kyuhyun? Untuk apa dia kesini? Aku lalu berlari keluar dan menghampiri Kyuhyun yang sedang berada di luar. Dia terlihat sedang bersandar di samping motornya. “Kau sedang apa?” tanyaku.
Dia memandangku, “menurutmu?” dia justru bertanya. “Bukankah tadi aku bilang akan menjemputmu.”katanya. Aku coba mengingat, “sudah ingat?” tanyanya lagi saat melihatku sedang mengingat ucapannya.
Aku mengangguk dan tersenyum. “Aku ganti baju dulu. Lima menit lagi aku keluar.” kataku lalu masuk dan mengganti pakaian.
Aku keluar dari tempat loker dan berpamitan pada Yuri yang terlihat sedang mengemasi barang-barangnya. “Aku pulang duluan!!!” kataku. Yuri menoleh dan mengangguk.
Aku melihat Kyuhyun sedang bersenandung kecil. Aku melihat ada beberapa wanita yang menatapnya dengan tatapan kagum. Kalau boleh aku akui Kyuhyun itu memang tampan, tapi sifatnya membuatku tidak suka.
“Kau sedang memikirkanku, ya?” tanyanya. Aish, aku lupa kalau dia itu bisa membaca pikiranku. “Kau mau naik atau tidak? Sebentar lagi Seohyun akan bangun dan mulai bekerja, jadi cepat naik dan pulang.” perintahnya.
Aku mengikuti perintahnya dan Kyuhyun langsung membawa motornya ke rumah Seohyun. Sesampainya di rumah Seohyun aku langsung berbaring dan keluar dari tubuh Seohyun. Aku melihat Kyuhyun sedang memperhatikan wajah Seohyun dengan sangat serius.
“Kau sedang apa?” tanyaku. Dia menatapku lalu membuang muka. “Bukankah aku tanya kau sedang apa? Kenapa tidak dijawab?” tanyaku agak kesal.
“Ini bukan urusanmu.” katanya ketus.
“Kenapa semua urusanku adalah urusanmu, tapi aku tidak boleh tahu urusanmu? Kau curang!!!” protesku. Tapi dia tampak tidak perduli. Kyuhyun justru keluar dari kamar Seohyun dan menghilang.
Tidak lama setelah kepergian Kyuhyun aku melihat Seohyun terbangun. Dia hanya pergi ke kamar mandi, menyisir rambutnya, menggambil tas dan langsung keluar rumah untuk pergi bekerja. Kenapa hidupnya harus seperti ini? Padahal umurnya masih muda dan cantik. Kenapa malaikat bodoh itu tidak mau memberitahukannya padaku? Dasar malaikat menyebalkan.
“Apa maksudmu mengatakan aku menyebalkan?” suara Kyuhyun terdengar dari arah belakang. Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang menatapku dengan tatapan tajam. “Katakan sekali lagi apa yang kau pikirkan tentangku tadi.” katanya.
“KAU MENYEBALKAN!!!!!!!!!!” kataku berteriak tepat di telinganya. Kyuhyun menutup telinganya dan menjauh dariku.
“Wanita aneh.” umpatnya
“Malaikat menyebalkan.” balasku.

TBC

Gimana lanjutannya? Maaf ya kalau feelnya belum dapet. Ini kan baru awal-awal aja, jadi masih pengenalan tokoh. Part selanjutnya janji makin seru deh^^

Advertisements

43 thoughts on “The Days Part 2”

  1. Buakakaka!! Malaikat mnybalkan!! Emng bner th, Kyu nyblin..! Cma mdal tmpang, suara, ma duit #plak! Plak! Plak! #canda
    Wahh!!! Jgn smpe nnti Seo bsa mnjdi resistor *emng elktrnka?* -rlat- pnghmbat hub. kyuyong.. Lnjut dah thor!!

  2. jgan bilang kyuppa emang mantannya soo eonnie ,,
    jgan dong , klu bisa request, aku mau ceritanya agak beda sama 49 days yang asli ,, haha
    alias seobaby bukan mantannya kyuppa ,,
    pliss thor , aku gak rela><
    Lanjut yah , dan maaf bru bisa koment di part ini ..

  3. Seo pasti ada hubungan sama kyuhyun ah makin seru,tp kependekan thor atau perasaan aku aja ya? Molla ┒(⌣˛⌣”)┎
    Ayo lanjut lanjut,next nya makin seru ya? Wan I can’t wait 😀

  4. mianhe baru sempat baca lagi,
    kyuppa sama soo eonnie selalu aja bertengkar gak jelas -__- tapi itu yg buat jadi seru 😀
    Jgn sampe kyuppa suka sama seo, gak rela aja kalo seokyu
    Lanjut k part 3 nya 🙂

  5. kyu … main nongol aja buat org kaget … aku lupa” ingat ma nih ff kya.a udh bca part 1 tpi kya.a gk komen krena modem lagi lambatttt banget … jadi mianhae
    krena lupa jadi bingung #hehehe
    next …

  6. aku jadi penasaran apa yg akan dilakukan kyuppa.. sebenernya kyu siapa? knp bisa harus mendampingi soo eonni? wah author pinter banget nih bikin readers nya penasaran..

  7. Trnyta yg jdi jahatnya Victorya mmng pas klo dia mah slalu kbgian antagonis…
    Klo sm kya dramanya brti Seohyun itu saudranya Sooyoung n Kyuhyun itu mntan pacarnya.
    Tpi bkal Kyuyoung yg nyatukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s